
21 Jun
Memperbaiki diri kita adalah memperbaiki dunia

Orang yang bijaksana adalah orang yang tidak akan mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. Jika kita menginginkan harta benda orang lain, hal ini sama dengan kita mengambil alih karma perintangnya. Jangan suka saling memuji, karena hal ini akan saling meracuni diri dan menurunkan tingkat seseorang. Karena anda merasa diri sendiri hebat, anda tidak merasa takut. Ini adalah nuansa lembut dari kesombongan. Lanjutkan membaca
8 Jun
Rahasia-mu
Rahasia adalah laksana sesuatu yang terselubung dalam kelembutan dan kehalusan yang tersembunyi di dalam DIRI manusia, seperti halnya keadaan ” Jiwa dan Raga ” serta ” Ruh dan Jasad “.
Rahasiamu yang tersembunyi itu berkekuatan melebihi kekuatan bumi dan langit. Lanjutkan membaca
1 Jun
Jauh dan Dekat-Nya Perjalanan

Menundukkan kepala kebawah, adalah merupakan lalu-lintas perjalanan dunia dan akhirat dan melepaskan pandangan adalah merupakan penjara dunia dan akhirat. Penglihatan mata adalah laksana penjara dunia dan akhirat, dalam arti jika penglihatan sering engkau manjakan sedemikian rupa, memandang wajah ayu dan cantik, maka sesungguhnya dibalik wajah ayu dan cantik itu terbukalah pintu-pintu penjara dan engkau berada di dalamnya sebagai penghuni. Engkau akan menuruti segala perintahnya dan akan menjadi budaknya selama-lamanya, maka engkau akan luput dan kehilangan arah dari perjalanan dunia dan akhirat. Lanjutkan membaca
9 Mei
Agama yang Salah Ataukah Manusianya

Jika sering terdengan/terlihat berita-berita atau kejadian yang rada-rada memancing naiknya adrenalin luapan emosi ”kebencian”, khususnya bagi kita-kita yang beragama dengan label formal tertentu, karena berita atau kejadian tersebut sangat kental sekali nuansanya telah didominasi oleh ”ego dan emosionalnya ” sehingga nuansanya menjadi subyektif ketimbang dominasi ”nurani ” dan penuh ”provokasi” berusaha mencari “keburukan” dan menanamkan kebencian kepada orang lain ( bangsa dan agama lain ) dan bahkan didalam lingkup agama itu sendiri. Kalaulah bisa mungkin saya sebut begitu. Secara definisi agama yang saya jiplak ( dari Wikipedia saya kutip sebagai berikut ) : Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “a” yang berarti tidak dan “gama” yang berarti kacau. Secara entomologis, agama berarti situasi yang tidak kacau. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berasal dari kata kerja “re-ligare” yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang akan berusaha mengikat kembali dirinya kepada Tuhan. Lanjutkan membaca
2 Mei
KHUSYU’ ataukah KUSUT
Saudara-saudaraku sekaliyan dalambenak ini ada yang begejolak MUNCRAT dan SEMBURAT begitu saja tanpa kuasa saya bendung gelegaknya. Ketimbang jadi BISUL ( Udun ) mendingan saya share saja di sini barang kali ada yang bisa memberikan gambaran dalam nuansa atau sudut pandang yang lain.
Begini nih …sebenarnya pengertian, INTI dan HAKEKAT dari pada KHUSYU’ ” itu terletak pada faktor PSIKHOLOGIS atau AGAMANYA…???. Lalu ESENSI daripada KHUSYU’ atau KUSUT itu sendiri terlihat dari RITUALNYA atau LAKUNYA..???. Lanjutkan membaca
24 Apr
Spirit Islam

Spirit itu semangat. Banyak yang bilang kalau spirit itu ruh. Jadi spirit itu merupakan inti. Sesuatu yang tidak kelihatan, karena sifatnya yang ghaib.
Saya pernah baca, kalau gak salah baca di hadits qudsi “Bahwa Dia itu tidak melihat dunia, semenjak menciptakannya”. Untuk mengenalNya, dalilnya cuman satu … ” Qudus alal Qudus, Qadim alal Qadim “. Barang alus didekati oleh yang alus, barang kasar didekati dengan yang kasar. Lha Pengeran iku khan barang alus. Maka dari itu mendekatinya harus secara halus. Pengeran itu tidak bisa didekati dengan banyak-banyakan melakukan ritual sholat … Lha emange mau olahraga … he..he..he… Lanjutkan membaca
14 Apr
Dzalim-ku, Dzalim-mu, Dzalimkah kita

Orang yang mendapatkan hikmat dari Tuhan sesungguhnya telah menerima “ KHAIR “ kebajikan, kekayaan, kesejahteraan, keuntungan dan caritas. Mereka yang menerima hikmat Tuhan itu adalah para “ ulil Albab “ yaitu orang-orang yang AKAL dan BUDI PEKERTINYA telah dipimpin oleh Tuhan yang tentunya sama sekali hal ini tidak terpengaruh dengan Pangkat, Jabatan ataupun Predikat dan bahkan tidak terpengaruh dengan sebuah nama agama yang dianutnya. Karena sesungguhnya “ hikmat Tuhan “ itu berada di luar system nama Agama yang disandang oleh seseorang. Orang itu bisa berprofesi apa saja, bisa petani, tukang becak atau bahkan seorang pemulung ( pemungut ) sampah sekalipun. Orang yang menerima hikmat dari Tuhan tidak akan benci lagi kepada orang lain. Orang akan mendapatkan hikmat dari Tuhan , bila ia mencarinya di alam raya ini. Dan seseorang akan dapat memperoleh hikmat jika aksi, tindakan dan perbuatannya tidak berlaku dzalim di muka bumi ini. Lanjutkan membaca
1 Apr
Ibadah = Ngawulo = Melayani
Ibadah kepada Tuhan
Jika kita mendengar kata “ ibadah “, maka yang tertangkap oleh pikiran kita adalah bentuk tindakan ritual agama. Lalu, kalau ada orang yang tidak menjalankan ritual formal tersebut, kita akan katakan bahwa orang itu tidak “ beribadah “. Akibatnya, suburlah formalitas dalam kehidupan ini. Orang akan takut dicap atau dikatakan “ kafir “, maka rajinlah ia ketempat-tempat ibadah. Tetapi kezaliman dalam bentuk korupsi, manipulasi dan kong-kalikong, curiga terhadap orang lain yang tidak seide atau segolongan tetap langgeng dalam prakteknya. Orang lebih mementingkan “kesatuan ” daripada persatuan. Orang lebih suka terhadap “ keseragaman “ dari pada “ keberagaman “. Kalau ini yang terjadi, bukan ibadah yang subur tetapi merupakan bentuk ibadah upacara….!. Lanjutkan membaca
18 Mar
EGO-ku, EGO-mu, EGO-kita

Dalam menjalani kehidupan ini sering kali kita merasakan bahwa yang kita lakukan itu sebenarnya keinginan dari pada Ego, tetapi dengan mudah kita berkilah dan berdalih bahwa yang kita lakukan adalah merupakan panggilan Tuhan. Sering kita meneriak-neriakkan nama Tuhan, kita katakan dengan lantang, ” kita harus membela AgamaTuhan…!!”…Hiii..hii…emang AGAMANYA Tuhan apaan yah…??? Ada yang tahu gak…???. Tetapi sebenarnya semua itu dilakukan tanpa menyadari tak lain hanyalah karena desakan Ego. diri pribadi. Tuhan itu kan Maha Besar dan Maha Perkasa serta tak terkalahkan lagi, masa perlu dibela…?. Lah..kok jadi kebalik-balik yah…emang yang Maha Besar, Perkasa kite-kite apa Tuhan yah..??. Kalau Tuhan masih butuh PEMBELAAN kite-kite, ngapain kite harus berdoa minta ini dan itu sambil nyadhongkan tangan….heks..heks…

YANG JOWAL JAWIL