Barangkali kita semua tidaklah merasa asing mendengar judul yang saya buat diatas, namun sejenak saya hanya ingin mencoba memberikan penjabaran berdasarkan pengalaman yang saya miliki. Apa sih sebenarnya tujuan Meditasi atau Kontemplasi itu yang sesungguhnya…??. Meditasi bisa disamakan dengan ZIKIR, malahan dalam istilah Jawa hal ini biasanya disebut dengan “ manekung “ yang berasal dari kata “ tekung “ yang bermakna sebagai sikap yang “ tunduk “ atau menundukkan diri. Dalam khazanah pendaki Spiritual ( sufisme ) zikir berarti secara terus-menerus menyebut kata-kata tertentu secara berulang-ulang. Biasanya berupa kata “ pujian “ terhadap Tuhan Hyang Moho Tunggal yang pada intinya zikir adalah sebagai formula untuk mengingat –ingat akan keberadaan Tuhan. Dalam praktiknya zikir berupa aktifitas menuangi pikiran dan hati dengan nama atau pujian terhadap Tuhan. Atau menuangkan “ Asma “ Tuhan ke dalam hati dan pikiran sehingga tak ada nama lain dalam hati dan pikiran tadi selain Asma-Nya.
Lalu apa yang disebut dengan Meditasi..??. Meditasi adalah MERENUNGKAN atau MERESAPKAN dan bisa juga bermakna PIKIRAN yang amat DALAM yang bertujuan untuk mencapai KESADARAN DIRI dan untuk mencapai OBYEK SPIRITUAL, guna menjadi manusia-manusia yang TERCERAHKAN. Sehingga dalam prakteknya dalam kehidupan bermasyarakat diharapkan bisa menjadi manusia yang penuh KEARIFAN, BIJAK dan KASIH SAYANG terhadap sesama makhluk dalam segala tindakan dan perbuatannya.
Kang sinedyo tineken Hyang Widi… ( Yang diinginkan dikabulkan oleh Tuhan )
Kang kinasara dumadakan keno… ( Yang dikehendaki tiba-tiba didapat )
Tur sisihan Pangerane… ( dan dikasihi oleh Tuhan )
Nadyan tan weruh iku… ( Meskipun dirinya tidak tahu )
Lamun nedyo muja semedi… ( Akan tetapi ketika dia hendak melakukan semedi )
Sesaji neng segoro… ( Dia memberikan sesajian di Samudera/ Hati/Qalbu )
Dadya ngumbaraku… ( Jadilah pengembaraan itu )
Dumadi sariro tunggal… ( Untuk menjadi SATU DIRI )
Tunggal jati swara aowr ing Hartati… ( Satu kesejatian suara yg ada dalam QALBU )
Kang aran Sekar Jempina… ( Itulah yang disebut Bunga Jempina )
Yah..yah..orang yang dijaga oleh Tuhan sudah tentu semua kehendak akan dikabulkan-Nya. Yang dijaga oleh Tuhan adalah orang-orang yang dapat mengendalikan “ daya nafsu “ yang ada dalam dirinya. Daya nafsu tersebut hanya dikendalikan saja bukan untuk dibasmi…!!. Membasmi daya nafsu sama dengan menyalahi KODRAD manusia itu sendiri.
Daya dorong kearah positif dan negatif harus, diselaraskan, diharmoniskan dan selalu dijaga keseimbangannya. Jika daya nafsu bisa kita kendalikan dengan baik, itu sama artinya kita telah bergerak untuk menyatukan DIRI dengan Tuhan Hyang Moho Tunggal. Menyatukan yang saya maksudkan bukanlah dalam pengertian menyatunya Dzat manusia dengan Dzat Tuhan loh…??. Bukan demikian..!! Manusia tidak perlu menyatukan DIRINYA dengan Dzat Tuhan, karena Tuhan keberadaan-Nya sudah meliputi segala sesuatu. Yang perlu disatukan itu adalah “ Sifat, Asma dan Af’al “ manusia, agar selaras dengan sifat, asma dan af’al Tuhan yang telah diberikan kepada semua manusia sebagai KODRAD dan IRODAD yang sudah ada dalam diri setiap manusia. Jadi tugas manusia hanyalah “ MENYELARASKAN, MENYERASIKAN “ dengan Kodrad dan Irodad Tuhan.
Untuk bisa menyatukan diri dengan Tuhan, manusia dalam berbagai cara melakukan diantaranya adalah dengan cara MEDITASI, KONTEMPLASI yang dalam hal ini manusia harus bisa menyatukan segenap PERASAAN dan PIKIRAN dengan nafasnya dalam bermeditasi. Puncak dari adanya penyatuan ini biasanya dalam ukuran minim yang bisa terasa adalah timbulnya “ ketenangan Jiwa “ dan tentramnya Qalbu. Ya..ya.. hanya dengan “ mengingat “ Tuhan lah qalbu / hati bisa menjadi tenang ( QS. Ar-Ra’d . 28 )
Meditasi, Kontemplasi, Dzikir hanyalah sarana dan cara untuk meningkatkan kesempurnaan SPIRITUAL. Dalam hal ini saya membagi dalam 3 ( tiga ) tahapan yang harus dilakukan dalam bermeditasi, kontemplasi, dzikir :
Pertama,
Bagi kita yang hendak melakukan meditasi, dzikir dan kontemplasi harus dapat melakukan dalam khazanah Jawa disebut “ sesaji ing segoro “ yaitu mengutamakan peranan QALBU, HATI atau NURANI. Kita harus bisa mengendalikan Hati sehingga pengembaraan dari sang Perasaan, Pikiran dan daya Nafsu benar-benar menyatu dalam suatu kehendak yang kuat untuk “ mengeleminir “ dorongan hawa nafsu di dalam semedi ( meditasi ). Dalam PUJA SEMEDI itu bertujuan untuk MENGOSONGKAN HATI dari segala hal yang SELAIN Tuhan. Hasrat yang ada di dalam hati lenyap, pikiran telah diam tak mengembara lagi, senyap dari segala ILUSI…!! Suara nafas kini sudah tak terdengar lagi, suara Batin tatkala kita melantunkan Dzikir pun telah hilang dan lenyap yang ada hanyalah CAHAYA KEHENINGAN.
Dalam kondisi demikian hanya SUARA ( Qalam ) Illahi yang bisa masuk dan terekam.
He..he…halah..halah….jangan-jangan itu suara SYETAN terkutuk yang sengaja menggoda kita…? Jangan-jangan itu suara IBLIS yang menyelinap di dalam Hati kita…?? begitu bisikan keragu-raguan yang biasanya ada di dalam benak kita.
Syetan, Iblis atau apaun namanya TIDAK BAKALAN bisa masuk ke dalam rumah Tuhan ( QALBU ), rumah yang telah dibersihkan dari segala kotoran daya-daya nafsu. Bukankah perasaan dalam bermeditasi tadi telah SIRNA..?? Segala perasaan IRI, DENGKI, CEMBURU dan MARAH telah berubah menjadi KEHENINGAN…?? Hasrat hati dan BIRAHI telh sirna bahkan Angan-anganpun sudah tiada, tak ada lagi sarana dan wahana bagi si syetan dan Iblis untuk masuk dalam Hati ( QALBU ) yang sudah “ Hening dan Heneng “.
Kondisi meditasi, dzikir, kontemplasi yang sudah mencapai “ hening dan heneng “ ( diam dan jernih ) tanpa adanya usikan apapun inilah yang dinamakan oleh orang Jawa sebagai “ Sekar Jempina “ Sebuah keadaan yang Jem (tenang, tentram), pi ( sunyi, sepi, tersembunyi ), na ( diam dan berhenti ). Dengan demikian puncak daripada Semedi. Kontemplasi dan Dzikir adalah tercapainya kondisi yang Jempina.
Kedua,
Semedi, dzikir, Meditasi atau Kontemplasi merupakan cara untuk membersihkan diri dari program lama yang masih melekat pada pita kaset kehidupan ini. Pita hidup ini harus diisi dengan program yang lebih baik tentunya. Program lama diisi dengan Dzikir ( mengingat ) dan program baru harus disikan ,melalui perbuatan “ Amal Shaleh “ berupa segala tindakan dan perbuatan yang bermanfaat, baik bagi diri kita maupun bagi orang lain dan lingkungannya. Dalam hidup ini semua kenangan pahit harus dikubur dalam-dalam. Selama Semedi, Meditasi, Dzikir atau Kontemplasi pita hidup harus dibersihkan dan dikosongkan agar QALAM Illahi yang tanpa suara dan kata-kata itu bisa terekam oleh KESADARAN DIRI. Selanjutnya akan bersemilah benih-benih CINTA KASIH dan KERINDUAN untuk berbuat KEBAJIKAN terhadap sesama. Secara lahiriah Kebajikan itu dibuktikan dengan “ Budi Pekerti “ yang Hanif, Arif dan Ma’ruf dalam bersosialisasi dengan kelompok masyarakat. Misalkan saja kita harus taat hukum ( aturan ) bagi siapa saja. Kesadaran Diri ( Sukma Jati, Diri Sejati, Sirr ) keberadaanya akan selalu berdampingan dengan yang namanya “ angan-angan dan keinginan “ karena angan-angan dan keinginan ini terbit dan keluar dari adanya RASA. Dalam hidup ini, angan-angan dan keinginan merupakan pasanga hidup dari Diri Sejati. Ia senantiasa mengikuti sang Diri, baik dalam kehidupan sekarang ini maupun nanti setelah mati. Angan-angan dan keinginan tak pernah sirna, Ia merupakan bagian dari pada hidup. Bukankah hidup tak pernah mati…?? Yang mengalami mati itu hanyalah Jasad badan kasar yang dikubur dalam tanah. Sukma Jati ( Diri sejati, Sirr ) tidak akan ikut mati Ia tetap “ Langgeng tan keno Owah- Gingsir ing kahanan jati “ Jika sudah menyelesaikan tugasnya sebagai Khalifah di bumi, yah..ia akan kembali kepada Hyang Moho Tunggal, kembali ke Hadirat-Nya di alam kedamaian Puncak..!!. Sebagaimana firman Tuhan bahwa “ segala yang berasal dari-Nya akan kembali kepada-Nya “ dan siapa yang bener-bener akan kembali ke Hadirat-Nya..?? QS. Al Fajr 27 – 30 telah menjawab dengan tegas. Hanya Jiwa yang tenang saja yang akan kembali ke Hadirat-Nya…!.
Bila angan-angan dan keinginan itu terus menerus dituruti, ia semakin lengket pada sang Sukma Jati dan sulit untuk bisa ditinggalkan. Meskipun Jasad badan kasar telah mati dan terkubur dalam tanah, namu ia akan terus melekat pada sang Sukma Jati. Jika dalam kehidupan di Bumi angan-angan dan keinginan ini telah menyesatkan manusia, maka setelah matinya Jasad badan kasr tadi sang Sukma Jati akan mengalami Kesesatan. Perilaku buruk merupakan produk dari angan-angan dan pikiran yang kotor. Pekerti yang buruk merupakan wujud dari keinginan yang tidak bener. Angan-angan, pikiran dan tingkah laku yang buruk melekat pada sang Sukma Jati. Dan, mungkinkah Sukma Jati, Diri Sejati, Sirr yang telah TERSESAT selama di dunia ini akan bisa kembali di Hadirat-Nya…??
Ketiga,
Bila semedi, meditasi atau kontemplasi yang dilakukan benar-benar sempurna. Angan-angan, keinginan, pikiran dan ilusi telah lenyap, maka batin sang meditasi akan sentosa. Dia bebas dari segala macam gangguan batin. Kecemasan dan kekhawatiran juga lenyap. Tak ada lagi ketakutan dimana-mana sama saja yang ada hanyalah ketenangan dalam hidup. Di Kota dan di desa tiadalah berbeda hidup serasa merdeka. Karena sama-sama dalam perlindungan Gusti Hyang Moho Tunggal. Jika sudah demikian akan tumbuh dan berkembanglah sebuah sikap untuk “ Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng “ terhadap Alam semesta ini. Jika ungkapan ini terwujud, maka tiada lagi petaka dan bencana. Jika bumi ini tetap terpelihara dan dijaga keseimbangannya, bumipun akan tumbuh dengan subur dan tentunya akan memberikan berkah dan kemakmuran bagi manusia. Manusi-manusianya akan hidup dalam ketentraman dan kesenangan. Pikiran jernih, keinginan hanya sebatas yang dibutuhkan oleh diri dan keluarga serta bangsa. Akhirnya sang Sukma Jati pun akan meninggi dalam keheningan yang menyelimuti sang pelaku semedi, dzikir, meditasi atau kontemplasi. Jiwanya akan selalu dalam kedamaian. Dengan demikian hidup di dunia dan akherat senantiasa dalam kesejahteraan ( khazanah ) dan akan dijauhkan oleh API BATINIAH yang menyala-nyala dan menjilat-njilat.
Posted by Sir Arthur Moerz on Januari 20, 2008 at 11:06 pm
pertamax…
wah saya nyari pohon sengn lagi deh…
salam kenal..
……………………………………………………………..
Lah…kebetulan Mas, ntar klu nyari yg banyak sekalian soalnya
sekarang lageh laris-larisnya tuh….dijadiin Pulp bahan kertas.
yah salamnya tak terima dengan Hati lapang
Salam kenal juga dari kera Ngalam sam he..he..
Posted by nieznaniez on Januari 20, 2008 at 11:18 pm
panjang sekali tulisannya, masnya. maaf klo bacanya lompat2…
saya ga begitu ngerti soal definisi ini dan itu. buat saya yang penting pelaksanaannya…
…………………………………………………………….
Lah..lah….leres panjenengan Jeng Naniez, tulisan ini hanyalah sekedar
Bernostalgia saja, biar ada yang untuk dibaca sebagai Ulang-ulang Kaji…
baru di aplikasikan dan dilaksanakan….tentang hasilnya..??
Gak usah dipikir-pikir lagi..ya nggak..ya nggak…
Posted by danalingga on Januari 21, 2008 at 8:48 pm
Saya kok baca artikel ini serasa meditasi nih. Hem… ada apa apanya nih tulisan.
Posted by Santri Gundhul on Januari 21, 2008 at 9:40 pm
>>> Gundhul menjawab..
Heks…heks…Akang Lingga baru tahu yah…
Kan ada Putih, Kuning, Hijau tulisannya he..he…
” Kul Kuthuk Kadal kesit, nek gak kesit dudu Kadal ” halah…opo meneh iki
Posted by gempur on Januari 21, 2008 at 10:26 pm
Serasa keremu mbah Maridjan lagi saya.. hahahahahahaha..
Urip iku mung sak dermo nglakoni, mung mampir ngombe le! Senajan kahanan rame, yen iso ati tetep sepi..
Gusti kuwi mangerteni menungso, ning menungsane sing jan ra dong blas marang Gusti..
pamit rumiyin pak!
*sambil menunduk beranjak pergi menyiapkan diri untuk bermeditasi malam ini*
Posted by Santri Gundhul on Januari 21, 2008 at 11:27 pm
>>> Gundhul mangsuli ngendikaning Kang mas Gempur, seputar mbah Marijan..
Lah..lah…mbah Marijan meniko kalebet Manungso SUJATI
Hidupnya tak terpengaruh dengan Duka, Nestapa maupun Bahagia..
Dia hanya ingin ngelakoni URIP SEJATI yang berdasarkan dan menyelaraskan terhadap KODRAD dan IRODAT dari Gusti Kang Hakaryo Jagad dengan aplikasi bagiamana hidup ini TIDAK merugikan menungso Sapodho-padhane lan Alam Semesta ini juga bagaimana TIDAK merugikan DIRINYA sendiri….ngono…
Intinya bagaimana mengaplikasikan KASIH SAYANG terhadap Alam kang aran ” Hamemayu Hayuning Bawono ” lah..iki sing dadi LAKUNE si mbah Marijan…
Biar Gundhul gini kan aku Putune..heks..heks..
Jadi segala yang dilakukan apapun bentuknya sudah TIDAK lagi memimpikan SURGA dan gak TAKUT masuk NERAKA….halah..halah…sok Weruh….
Kabuuurrrrr mengko disamber Wedhus Gembel….
Posted by tomyarjunanto on Januari 22, 2008 at 12:13 pm
keberadaan kita adalah tiap hembusan nafas
doa & dzikir kita adalah keluar masuknya nafas
HU INGSUN
HU URIP
HU ALLAH
Menyadari tiap hembusan nafas
menyadari setiap momen dalam hidup kita
dan hidup akan menjadi proses tulisan puisi
halah isin ah nggaya dadi penyair
pareng rumiyin
…………………………………………………………….
Tak lanjut yoh Kang Tommy
Napas : mlebu-metune neng irung, rupane sorot Abang,
Annapas : mlebu-metune ing Kuping, wernoning Ijo
Tannapas : mlebu-metune ing Tutuk, wernaning Putih
Nupus : mlebu metune ing Mripat, rupane Kuning
Pujine Napas kuwi Yahu’, Anapas kuwi Imanahu’, Tanapas kuwi Illallahu’ lan Nupus kuwi pujine Illahu’.
Halah…halah…..opo meneh iki…??
Posted by sitijenang on Januari 23, 2008 at 2:32 am
Sekar JemPiNa… papan kang Jembar, Sepi, Tan Ana Apa-apa. sing ana kuwi jarene dudu… lha anane mung Ingsun… ya kuwi mbokmenawa sing jenenge kiblat sejati… ah tenane lho mbah… *halah*
*mlayuuuuuu… srandale keri ya ben*
……………………………………………………………..
Syukur alkhamdulillah…Gusti Pengeran,,,?? ditinggali serandhale nabi Musa sepasang
sama Kang Jenang ha..ha…langsung BUNGKUS nggo kain putih….!!??.
Mengko mundhak ketahuan Wak Yai Ram-ram..dikiro SYIRIK ciloko aku heks..heks..
Posted by Arif Budiman on Januari 24, 2008 at 12:17 pm
Kalau menurut saya, Sembahyang itu sendiri sudah masuk ke dalam kategori semadhi. Nggak tahu sih miturut Njenengan. Namun saya kadang menyesal, kenapa nggak bisa khusyuk dalam Sembahyang saya…
Padahal itu merupakan satu-satunya cara yang bisa saya lakukan untuk semadhi…
……………………………………………………………
Lah..lah…di dalam Sembahyang ( Sholat ) Intinya kan “Li Dzikri “…atau mengingat Tuhan.??. Itulah namanya Dzikir, Meditasi, Semedi atau Kontemplasi Gerak.
Kenapa sulit…?? lah…mesthi saja wong dalam sholat harus ada gerakan2 yg menurut aturan SYARIAT
gak boleh dilewatkan ( lebih atau kurang ) he..he..tentunya ini berlaku bagi yang SEHAT kan…??
Lah..klu SAKIT…?? apa mesthi komplit gerakannya.. GAK JUGA kan..?.
Intinya adalah, ketika duduk, berbaring, berjalan dan apapun aktifitas yang kita lakukan
mestinya yah harus INGAT Tuhan-Nya.
Makanya, JUJUR saja… orang yang SEMBAHYANG dengan gerakan akan merasa SULIT untuk bisa KHUSU’. Kenapa…??
karena KETAKUTAN kelewatan/kekurangan salah satu GERAKANNYA, belum lagi mesti INGET Bacaan-bacaannya,
belum lagi ada seliweran inget UTANG, inget PACAR, inget masalah kerjaan, bisnis..
halah…halah…sak abreg INGATAN yang selain MENGINGAT Tuhan-Nya..yang pada akhirnya…???.
Yah…kita ini JANGAN NGAKU-NGAKU bisa Sembahyang KHUSU’…!!.
Posted by Ram-Ram Muhammad on Januari 24, 2008 at 12:49 pm
Assalaamu ‘alaikum Cak Gun…
Lengkap nian pembahasannya, bahasannya dari berbagai term. Jadi ngerti saya. yang saya tangkap adalah, semuanya bermuara kepada pentingnya kesentausaan batin yang dapat diraih dengan selalu mengaitkan hati kita dengan Tuhan.
…………………………………………………………..
Wa’alaikum salam Yai Ram-ram,
Duh…Gusti…Semoga Yai Ram selalu Engaku berikan KEKUATAN untuk selalu memberikan KAWERUHNYA
terhadap sesama, agar muncul SATRIA-SATRIA PANINGIT di Bumi Nuswantoro ini guna meluruskan Bangsa dan Negeri ini yang sudah TERCABIK-CABIK oleh Ketamakan dan Kerakusan manusia demi urusan PERUT…!!.
Inngih Yai, Manusia ( kita-kita ) memang harus selalu MEMPERTAUTKAN HATI / QALBU dengan sang Pemilik-Nya.
Karena hanya dengan MENGINGAT akan Keberadaan dan Kebenaran-Nya lah HATI /QALBU manusia bisa menjadi TENANG.
Harapannya adalah timbulnya KESADARAN sang DIRI untuk turut memelihara dan mempercantik Alam agar memberikan BERKAH bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Turut mengaplikasikan KEBAIKAN dan KEBAJIKAN dengan landasan CINTA KASIH terhadap sesama manusia merupakan WUJUD dan KARYA nyata sebagai pengHAMBAAN manusia terhadap Tuhan-Nya.
Nuhun…nuhun…Yai.
Posted by 1heart4love on Januari 28, 2008 at 7:23 am
bagus artikelnya, saya baru menyadari bahwa dalam khasanah jawa kembali kepada Tuhan pun sudah ada formulanya. Isi blognya kurang lebih sama dengan punya saya, hanya saya menjelaskanya menggunakan metode yang berbeda. Nice share, keep working !
Posted by 1heart4love on Januari 28, 2008 at 7:30 am
#Arif Budiman, In my opinion, sholat yang khusyuk digerakkan oleh hati. Sama halnya dengan zikir, bahwasanya hati dan hati nuranilah yang mengingat Tuhan. Karena itu di dalam Al-Quran ada istilah sholat daimun dan sholat hafizun. Sholat daimun adalah sholat yang jiwa hadir didalamnya, sementara hati adalah raja/pusatnya jiwa. Sholat hafizun adalah sholat yang sempurna syarat dan rukunnya. Sholat khusyuk adalah sholat daimun dan sholat hafizun. Just my 2 cent !
Posted by Santri Gundhul on Januari 28, 2008 at 10:08 am
@ >>> Mas Arif B….Yth.
Ya..yah…mas Arif…Itulah indahnya warna Pelangi…BERBEDA warna, namun MENYATU dalam SATU ” KEBERADAAN dan KENYATAAN…”. Senang saya dapet Ilmu dan Wawasan baru dari Mas Arif B.
Ugfff…Anda SUDAH paham tentang yang TERSIRAT dari yang TERSURAT dalam Al Quran tentang HAKEKAT ” Sholat DAIM dan Sholat HAFIZ.” Mudah-mudahan mas Arif BUKAN saja sebagai PEMBACA dan PENGHAFAL Firman-NYA tetapi telah menjadi PELAKU dari Firman Tuhan….amin..
Posted by zal on Januari 30, 2008 at 10:17 pm
::asyhadu kahanan ingsun….
Posted by w13tika on Februari 22, 2008 at 2:42 pm
Mau Tanya mas…
Knp yah sulit masuk semadhi yg hening..
Gmn cara lepasin segala yg ada di fisik ini
Tuk bs msk kedlm.?
Hehe..maklum mas pemula..pencari yg lagi berusaha menemukan sang Aku
Yg nyata2 ada dlm diri..tp kok sulit ditemukan..
Keakehan dosa kali yah mas
Thx..
**********************************************
Coba IKHLAS saja, PASRAH saja…gak usah cari-cari tentang RASA. biarkan saja semua berjalan dengan sendirinya
Klu PIKIRAN masih kemrungsung yah..jangan dipaksakan. Capek, kesemuten, penat hasil akhirnya. Tapi itu sih lumrah saja kok
nanti juga dah gak ada RASA lagi dan dah gak ada apa-apa lagi. KOSONG…
He..he…DOSA…?? gak usah dipikirkan mas…itu bukan urusan kita lagi kok.
Posted by 1heart4love on Februari 22, 2008 at 8:30 pm
Menurut saya, pintu utama menuju Diri Sejati kita adalah hati, dan banyak batasan yang menghalangi kita untuk dapat sadar sebagai Diri Sejati. Banyak sebab kenapa batasan-batasan tersebut ada. Dosa, emosi negatif, dan trauma adalah salah satunya.
Sebenarnya Kasih-Nya telah hadir untuk membuka batasan-batasan tersebut, sehingga secepat kita pasrah dan membiarkan maka batasan-batasan tersebut sirna. Semakin sirna batasan, maka hati kita dapat semakin terbuka untuk menerima Kasih-Nya, sehingga kita dapat dengan mudah mengikuti Kasih-Nya untuk sadar sebagai Diri Sejati.
Posted by Anonim on Juli 22, 2009 at 9:01 pm
kayak pelajaran reiki mas, gimana tuh caranya mas
Posted by wisnuharjantho on Februari 24, 2008 at 2:59 pm
Assalamu’alaikum,
salam kenal, bagus sekali tulisannya mas,
bisa jadi pencerahan dalam berkontemplasi,
gimana cara menghilangkan rasa penat, kesemutan yang kadang suka membuyarkan konsentrasi dalam berdzikir. Kadang kalau kesemutannya sudah bisa di atasi, giliran rasa penat di badan yang akhirnya harus menggerakkan badan walaupun sedikit tapi sudah membuyarkan konsentrasi, akhirnya harus ngulang konsentrasi lagi..?
*********************************************
Bertahap Mas, alon-alon…ada proses seperti ketika kita belajar berjalan sewaktu masih kecil.
Gak bisa Instan, gak bisa CEPAT SAJI kayak Mie rebus dikasih air panas langsung santap.
COba PASRAH…IKHLAS…masuklah dalam KESADARAN sang DIRI…bukan Kesadaran sang AKAL dan PIKIRAN.
Ayo kita belajar sama-sama…
Salam kenal juga, mohon maaf saya belum sempat berkunjung neh…
Posted by zal on Februari 24, 2008 at 7:04 pm
::jika kudatang, maka akulah si miskin papa, yg tak memiliki apa-apa, jika kudatang maka seluruh rasaku, biarlah ada sampai ketiadaanku membuang semua rasa…apakah aku ada…
Jika kumemanggul sesuatu, tak ada dermawan yang melirikku sebab dikira ku dah kaya…
jika dari wal kutak ada rasa, apa pembeda ada dan tiada…
**********************************************
Biyuh…biyuh…Kang Zal,
Nuntunnya alon-alon toh, jangan digelandang dan berlari. Mas Wisnu bisa keponthal-ponthal mengko.
Naik tangganya bertahap jangan lansung lompat di atas.
Mblayu kenceng…nguber Kang Zal ngglandhang Mas Wisnu….Wuuuuzzzssss…..
Posted by w13tika on Februari 25, 2008 at 12:35 pm
Rasa rindu sudah sgt besar
Rasa ingin jumpa sudah sgt menggebu
Tp knp sulit sekali mengupas ego2 diri ini
Sehingga sulit tuk semeleh…
Aku begitu merindukan pertemuan itu..
Tp knp sulit sekali
Kekuatan fisik..kekuatan negative begitu kuat menghalangiku..
Pencarianku sebenernya sudah melihat titik terang
Tp msh ada pembelenggu yg sulit aku halau
Yah diriku sendiri..
Piye yo mas…aku kadang merasa lelah..
Tp aku ingin..
Aku rindu gusti pangeran hadir dlm relung hatiku..bener2 hadir..
Posted by wisnuharjantho on Februari 25, 2008 at 1:25 pm
Mas Zal,
Aku coba artikan yah..(pemula dalam berkontemplasi)
::jika kudatang, maka akulah si miskin papa, yg tak memiliki apa-apa, jika kudatang maka seluruh rasaku, biarlah ada sampai ketiadaanku membuang semua rasa…apakah aku ada…
==>wisnu : Ketika kita sudah menemukan Dia maka kita bisa meniadakan semua rasa di fisik kita
Jika kumemanggul sesuatu, tak ada dermawan yang melirikku sebab dikira ku dah kaya…
jika dari wal kutak ada rasa, apa pembeda ada dan tiada…
==>wisnu :jika ada rasa yang membebani maka Dia tidak akan datang
begit ya mas ?
Posted by zal on Februari 25, 2008 at 7:25 pm
::mas wisnu, jika merenung pada Ketauhidan maka biarkan renungan mengambang…jika tak berjawab tunggu sampai berjawab, ‘yang hendak KUlihat, apa yang dibalik dada itu”, rasanya bagi Allah tak ada buruk seperti ukuran kita tentang yg buruk,
ingatkan tentang kisah orang berdo’a yg Allah tahan untuk jangan dulu mengabulkannya, itulah keindahan CintaNya, yg penuh surprise, Allah sangat surprise dalam tiap-tiap sesuatu, tak terduga namun jelas dan sangat jelas yang berasal dariNYA…
jika kalimat itu sudah digenggam, biarkan dia mengambang…, engga usah dibayang-bayangkan bentuk pertemuan itu seperti apa…meskipun banyak yg bercerita sama…,
tak tau apa-apa itulah keadaan kita “tak berilmu”…”setelah kami beritahu beberapa nama, lalu kami perintahkan malaikat agar bersujud kepada Adam”
Kalau kita berboncengan, menaiki kenderaan, dan kita yg berada pada boncengan, maka biarkanlah yg menyetir menjalankan kendaraannya…, kita duduk saja…menempel mengikuti gerak pengemudi seperti itu orang naik motor yg sejiwa…yang dibonceng pasrah putul sama yang membonceng….
sebaiknya biarlah tak tampak seperti terang, dalam perumpamaan-perumpamaan saja, sebab jika dijelaskan akan terbatas….
Posted by wisnuharjantho on Februari 25, 2008 at 8:38 pm
Alhamdulillah
Terima kasih banyak atas pencerahannya mas Zal,
Hanya Alloh yang menghujamkan suatu makna di qolbuku
Semoga Alloh meridhoi perjalanan saya menemukanNya
Amin
Posted by sodinco on Maret 8, 2008 at 11:00 pm
salam kenal ….
Mas izin ngopy artikel2 yang ada di sini
Thanks…
Posted by Santri Gundhul on Maret 9, 2008 at 7:48 pm
Salam kenal kembali Mas/Pak,
Monggo…monggo…silahkan jika berkenan…
Posted by faisol on September 1, 2008 at 11:26 am
terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Berdzikir Membuat Hati Tetram, Benarkah?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 5 buah link berdzikir membuat hati tentram)
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
Posted by rahman nasution on September 9, 2008 at 11:41 pm
kulo nuwun mas.
to the point nggeh mas. apakah kita bisa menemukan tuhan dalam meditasi walau agama dan kepercayayn yang dianut berbeda-beda? dalam artian tuhan yang sama tanpa membedakan apapun juga?
matur sembah nuwun..
Posted by wong ndeso on September 11, 2008 at 1:39 pm
apa yang disebut Tuhan YME, Allah, Hyang Widhi, Roh Kudus memang berasal dari yang SAMA, yang turun pada manusia sebagai NUR (sama seperti Nur Muhammad) dimana proses untuk melihat dan mendapatkannya akan diuji dengan nyata dan gaib dengan proses yang cukup panjang (bertahun-tahun) dimana butuh ketenangan pikir dan batin yang luar biasa.
pada tataran ini Tuhan tanpa nama/tulisan (untitled) dimana sudah berhubungan langsung dengan hati manusia dan terjaga kerahasiaanNYA, dimana manusia seakan diperjalankan untuk membawa pesan/amanat keselamatan kehidupan. setiap gerak-gerik sudah tertata dengan rambu-rambu yang tak tampak, sehingga terlihat manusia yang berbudi halus dan menyejukkan.
Posted by hs on September 13, 2008 at 11:33 am
Dalam pewayangan ada tokoh Anoman. Digambarkan hanya seekor hewan kera putih berbadan kecil dan berdarah putih. Anoman = Ano (ada) Man (iman). Kita ini sebenarnya sangat kecil dibanding dengan keagungan-Nya. Namun yang membuat beda dari diri kita menjadi putih adalah iman yang ada didalam dada. Bila didadamu ada iman (anoman),biarpun kecil, Dasamuka (hawanafsu) akan lari terbirit-birit ketakutan. Hanya dengan modal iman kita dapat meghadap Tuhan.
Maka, sudah seberapa dalamkah iman masuk kedalam dada kita?
Seberapa percayakah bahwa Tuhanmu yang mengaturmu. Kenapa anda
masih pusing dengan mikirin ingat pacar,utang,pekerjaan,dll. Apalagi mikirin/ingatnya sewaktu sholat (menghadap/mengingat Tuhan), Seberapa besar imanmu? Jangan munafik!
Anoman terus beranjak dewasa menyandang nama “Kafiwara” (kafiwaro). Kita memang perlu masih banyak belajar untuk instropeksi diri sejauh mana kita dapat mengingat Tuhan dalam segala keadaan,tempat dan waktu. Bersyukurlah telah memiliki iman pada saat ini. Tingkatkanlah untuk dapat mencapai Tuhanmu. Jangan berbangga diri telah banyak memiliki ilmu, ilmu yang kau teguk baru segelas dari sehamparan samudera Tuhan. Iman kita yang kecil ini harus kita besarkan menjadi iman yang dewasa. Tulisan ini tidak hanya sekedar bernostalgia atau ulang kaji. namun wajib bagimu melaksanakannya untuk kebahagiaan hakiki. Bahagia didunia dan bahagia diakherat.
Sadarilah bahwa segala nafsumu bila tak kau kendalikan, maka tunggu saja kecelakaanmu. Segeralah bersemedi,meditasi,bertafakur,sholat, atau yang lain apalah namanya yang tujuannya adalah dzikir (mengingat) Tuhanmu dalam segala keadaan,tempat dan waktu.
Dapatkan sorga-Nya. Sorga di dunia dan sorga diakherat. Amien.
Posted by Anonim on Juli 22, 2009 at 9:06 pm
apalah artinya warna , masih merupakan ciptaan
Posted by hs on September 13, 2008 at 12:30 pm
Dalam pewayangan ada tokoh Anoman. Digambarkan hanya seekor hewan kera putih berbadan kecil dan berdarah putih. Anoman = Ano (ada) Man (iman). Kita ini sebenarnya sangat kecil dibanding dengan keagungan-Nya. Namun yang membuat beda dari diri kita menjadi putih adalah iman yang ada didalam dada. Bila didadamu ada iman (anoman),biarpun kecil, Dasamuka (hawa nafsu) akan lari terbirit-birit ketakutan. Hanya dengan modal iman kita dapat meghadap Tuhan.
Maka, sudah seberapa dalamkah iman masuk kedalam dada kita?
Seberapa percayakah bahwa Tuhanmu yang mengaturmu. Kenapa anda
masih pusing dengan mikirin ingat pacar,utang,pekerjaan,dll. Apalagi mikirin/ingatnya sewaktu sholat (menghadap/mengingat Tuhan), Seberapa besar imanmu? Jangan munafik!
Anoman terus beranjak dewasa dan menyandang nama “Kafiwara” (kafiwaro/kaffah).
Kita memang perlu masih banyak belajar untuk instropeksi diri sejauh mana kita dapat mengingat Tuhan dalam segala keadaan,tempat dan waktu. Bersyukurlah telah memiliki iman pada saat ini. Tingkatkanlah untuk dapat mencapai Tuhanmu. Jangan berbangga diri telah banyak memiliki ilmu, ilmu yang kau teguk baru segelas dari sehamparan samudera. Iman kita yang kecil ini harus kita besarkan menjadi iman yang dewasa. Tulisan ini tidak hanya sekedar bernostalgia atau ulang kaji. namun wajib bagimu melaksanakannya untuk kebahagiaan hakiki. Bahagia didunia dan bahagia diakherat.
Sadarilah bahwa segala nafsumu bila tak kau kendalikan, maka tunggu saja kecelakaanmu. Segeralah bersemedi,meditasi,bertafakur,sholat, atau yang lain apalah namanya yang tujuannya adalah dzikir (mengingat) Tuhanmu dalam segala keadaan,tempat dan waktu.
Pahamilah apa yang dinamakan taat dan ibadah. Dapatkan sorga-Nya. Sorga di dunia dan sorga diakherat-Nya. Amien.
Posted by wong ndeso on September 13, 2008 at 1:57 pm
hehehe tuhan palsu (hs) sewot
xixixi wek :p
Posted by terate on Oktober 16, 2008 at 2:28 am
cahaya warna hitam,merah,kuning dan putih merupakan sebagian dari misteri di alam semedi yang pada puncaknya akan melebur jadi satu yang akan sangat sulit untuk diterangkan dengan kata-kata karena merupakan CAHAYA DI ATAS CAHAYA.
Posted by Wong Edan... on November 22, 2008 at 5:20 pm
“Gelap Nyasar Terang Buta”.
Piye to,
Pelangi2 alangkah Indahmu. Merah Kuning Hijau Di langit yg biru. Pelukismu Agung SIAPA gerangan. Pelangi pelangi,ciptaan Tuhan.
Ati2 lho, Ageman.
Posted by kaisar sandi on Desember 11, 2008 at 1:41 pm
Pancen angel latihan semedi isoh jempina,ora mung butuh sedino rungdino
Posted by Daryono on Januari 13, 2009 at 12:40 am
apa yang anda tulis sunguh menyejukan hati dan mencerahkan seperti buku nya ahmad khojim mistik dan makrifat sunan kali jogo
Posted by kang endi on Januari 16, 2009 at 9:39 am
Intinya sebenarnya Dzikir itu ada 2 yaitu Dzikir Lisan & Dzikir Qalbu.Dzikir Lisan adalah LAA ILLAHA ILLALLAH yg bisa di laksanakan setelah Sholat Wajib ataupun Sunah,Sedangkan Dzikir Qalbu? Tanya lah kepada Ahli Dzikir ( wali talqin ), karena hanya Wali Talqin lah yang berhak memberitahu tentang Dzikir Qalbu itu..adapun Dzikir Qalbu bisa di amalkan setiap saat tidak ada batas ruang dan waktu, yang pada akhirnya berdampak Positif pada perilaku Dzikir tersebut..menjadikan hidup ini penuh ketenang,kesabaran,keyakinan,dan Insya Allah membawa kebahagiaan bagi hidup kita yang berDzikir karena hanya BERDZIKIR lah kita manusia ( Hamba-Nya) bisa berkomunikasi langsung tidak ada batasan kepada Allah SWT yang menciptakan Bumi Alam semesta ini..Insya Allah Mudah2an sekapur sirih ini bisa memberikan manfaat kepada yg membacanya Amin Ya Robbal Allamin.
Posted by kangBoed on Maret 17, 2009 at 9:51 am
Semedi, zikir, meditasi atau apapun namanya hanyalah sarana untuk menumbuhkan rasa ingat, yaaaaa rasa ingat dalam hidup… hidup itu 24 jam seharinya cuuuu begitu khan hehehe…. kenapa bisa ingat ooo karena sebuah penyaksian oleh kesadaran eh bagai mana kalau kesadaran pun lenyap waaaaaaah mabuuuuk toak aren kejedot lubang hitam di rumahne si mbah gundule waaaaaaah diampuuuuuut pingsaaaaaan lagiiiiiiiiii weleh weleeeeeeeeh….. mas kiye opooo ooooooo sekali kali mbok ya ngerasain beras kencure ojo disuguhi toaaak areeen mlulu … widiiiiiiw dangdutaaaaan nyooook walaaaaah katane pingsan kok dangdutan duasaaaar caah gendeeeeng habiiiiiis silaaaaau MAAAAAAAn hahahaha…….. bikin hidup lebih hiduuuuuuup tambaaaaaah hiduup hehehe rahasianyaaa Beras Kencur ama Toaaaak Aren racikan arek Malang hihi…
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Iyo Kang tujuane ( deduksine ) mung supoyo ben biso bali marang KESADARAN untuk ELING. Eling marang Gustine ugo Eling marang URIPE ugo Eling marang ASAL~USULE URIP. Sebab awak dhewe URIP iki ono sing NGAURIPI. Mangkane banjur biso nyruput Kencur campur Toak Aren…keks..keks…
Posted by joseph_pilot_a320 on Maret 30, 2009 at 8:39 pm
waaahhh,ini bener2 hebat.saya jadi ingat sekitar tahun 2000an,waktu pesawat garuda ditching(mendarat darurat di air)di bengawan solo,akibat both engine flame out(kedua mesin mati)akibat terkena icing di ketinggian 19.000feet!dalam keadaan pesawat yang tanpa daya,capt abdul rozak pasrah,dia bergumam dalam hati..”ya allah,seandainya aku harus menghadapmu hari ini,aku pasrah,aku serahkan hidup dan matimu kepadamu,ampunilah semua kesalahanku,namum…jika ada jalan yang terbaik..berilah aku yang terbaik.ajaib!dia dapat ditching dengan sukses,hanya dengan bantuan aileron pesawat yang masih bekerja dengan baik,logikanya,kebanyakan,badan pesawat akan hancur akibat terhempas di air,dalam kejadian itu semua selamat,hanya 1 pramugari yang meninggal.
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Pasarah….dalam artian PENYERHAN TOTAL tanpa ada lagi daya upaya bahwa segala yg beredar di alam semesta ini menurut KODRAT dan IRODAT sang Pencipta. Manusia hanya perlu MENYELARASKAN antara HIDUP/URIP dengan Jasad Badan Kasar ( RAGA )…kanti LAKU Sabar, Nrimo, Ngalah, Ikhlas lan Pasrah marang titah Gusti ingkang Moho Suci.
Dalam KEPASRAHAN TOTAL kepada Gusti ingkang Moho Suci, akan menjadikan sifat2 RENDAH DIRI. Kerendahan diri akan membuat kita pasrah, membuat kita menyerah total kepada Tuhan YME. Pasti Tuhan akan membimbing orang yang menyerah sebulatnya. Menyerah dengan kerendahan diri dan dengan perasaan takut dihadapan-Nya sebagaimana tertulis dalam QS.Al – A’raaf 205. Sehingga dalam penyerahan tadi, pikiran tidak ikut campur di dalamnya dan karenanya penyerahan itu mutlak dan tanpa pamrih, penuh dengan kerinduan dan cinta kasih kepada-Nya yang telah menyayangi dan mengasihi kita tanpa batas.
Rahayu pak Joseph
Posted by joseph_pilot_a320 on Maret 30, 2009 at 8:45 pm
nah,intinya,segala doa akan lebih terkabul jika kita memintanya bener2 dari dalam hati kita yang paling dalam(cuma kebanyakan kita bener2 brdoa pas lagi kepepet aja baru bisa serius).
***~~~~~~~~~~~~~~~~***
DOA..bukan merupakan sebuah PERMOHONAN, PERMINTAAN dalam batas ucapan manis di bibir, melainkan sebuah UPAYA, AKSI, TINDAKAN, PERBUATAN yang disandarkan kepada fungsi KESADARAN sang Pribadi tanpa kemelekatan fihak ke-AKU-an yg ada di dalam batin…yang teraplikasi dalam sikap KEPASRAHAN tadi…dimana sang AKAL PIKIRAN ( RAGA ) sudah tak mampu lagi eksis dan beperan dalam mendominasi sang URIP/HIDUP.
Posted by Anonim on Oktober 12, 2009 at 1:44 am
hey keduwuren boso nggerr?
“KUWI MAU KEHENDEKE SENG MAHA ESA.DADI KEDADHEN SENG ONO ING ALAM IKI YO WIS ONO SENG NGATUR.KABEH MAU YA COBA.MANGKANE GEDEKKE ATIMU NGGER
Posted by joseph_pilot_a320 on Maret 31, 2009 at 10:02 am
waaaahh..bener2 mantab habis nih bapak.ilmunya tinggi banget.salut dah pokoknya.memang,dalam keseharian,seorang penerbang(dan pilot2 yang lain)selalu dihadapkan pada sesuatu yang dia memang harus bener2 pasrah dalam menjalani hidup ini.memang rumor yang beredar,byk pilot yg beginilah begitulah ,sama pramugarinya anulah,tapi itu hanya segelintir aja,cm terlalu diekspos,itu kadang yang bikin kita sewot.kebanyakan kita adalah orang2 yang pasrah tadi,selalu menyadari betapa kecil kita dihadapannya.saya dan rekan2 penerbang yang lain selalu mempunyai kebiasaan berkomunikasi dengan yang esa,sesaat setelah final check list atau saat taxy out to runway in use(jika mau take off)atau sebelum melakukan landing configuration(jika mau landing).bahkan saat mobiling diatas 10.000feet,semuanya nampak betapa kecil kita dihadapnya,sehingga selalu saya teringat akan kasih sayang dan kebesarannya,dan saya sering terharu.pernah suatu saat IRS(internal reference system)di pesawat kami rusak.kami tidak bisa lagi terbang dengan prosedur IFR(instrument flight rules).saya hanya bisa berkomunikasi dengan tuhan(dengan ATC medan aproach jg tentunya),dan ajaib,saya dapat visual landing di medan aproach dengan selamat.saat kita pasrah,pikiran kita akan menjadi lebih tenang dan rileks dan kita dapat bekerja dengan lebih cemerlang.rahayu juga buat bapak.
Posted by songgojiwo on April 11, 2009 at 8:59 pm
ga sengaja mampir… tapi bagus banget nich tulisan. Mengingatkan beberapa tahun yang lalu ketika saya masih suka meditasi. namun sekarang karena kesibukan kerja telah membuat semuanya menjadi jauh berbeda.
Posted by Santri Gundhul on April 11, 2009 at 10:52 pm
Kadang Songgo Jiwo,
Semesthinya kesibukan kerja bukanlah menjadikan penghalang dalam LAKU ZIKIR, MEDITASI.
Bukantah dengan bekerja kita bisa ZIKIR atau Meditasi..??? Inilah yg dinamakan ZIKIR, MEDITASI GERAK ( Zikir AKTIF ) yang sudah selayaknya kita WUJUDKAN dalam bentuk KARYA NYATA agar bisa RASAKAN oleh orang banyak. Dalam khasanah Jawa hal yang demikian biasa dinamakan SHOLAT DAIM.
Maturnuwun Sowannya
DAMAI DIHATI…..DAMAI DIBUMI
Salam
Posted by kangBoed on April 12, 2009 at 10:12 am
Carilah sarang angin bukan hanya dalam meditasi tetapi dalam kehidupan yang meliputi 24 jam…. suara desir dari alam kasunyatan alam kehidupan sejati… membuat hidup dalam hening cipta, hening rasa hening karsa…… wooooow hilang aku yayaya hilanglah sang diri karena geraknya adalah intuisi…. ooo yayaya saat tiada lagi kepemilikan atas sang diri ini meliputi yang lahir dan bathin…. saat semua menjadi tenang dalam keheningan yang meliputi 24 jam yayaya sungguh indah dan luar biasa….. lepas sudah bebas… tanpa fikir… tanpa rasa perasaan… tanpa rasa…. weleh weleeeeeh hidup yang hidup dan semakin hidup dan tambah hidup
Salam Sejati Mbah Gundul
cup cuup cuuup celepoooot tak cium gundule… hehehe
***~~~~~~~~~~~~~~***
URIP langgeng tan keno owah gingsir soko KAHANAN JATI…
Meneng ~ Anteng lebur dalam HUKUM KEJATEN yang SEJATI~BAIK~SABAR
Weeee Kang Boed, kok mambu Jengkol..???
Posted by Arief on April 13, 2009 at 12:36 am
Nuwun sewu Kang Santri, bilih kepareng nyruput BERAS KENCURipun, Ndherek ngaos kawruhipun babagan sholat DAIM menika. Matur Nuwun. Salam.
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Lah disumanggakaken Mas Arief,
dipun unjuk sak kerso njenengan mumpung taksih GRATIS dereng kengeng tarip PAJAK……hhhhhhhhhhaaaah….
Salam
Rahayu
Posted by :-)banu on April 13, 2009 at 1:22 am
***~~~~~~~~~~~~***
SENYUM yang sangat MENGGAIRAHKAN…..
Ahhhgk….ngeloyor sambil tersipu malu…Malu~malu Kucing getoh…??
Posted by Mazadjie on April 13, 2009 at 8:26 am
Saya pernah diingatkan bahwa ahli Zikir dan ahli wirid itu berbeda.
Mengulang ulang bacaan misal laa ilaha Illallahu…atau Allah Allah (hu hu Hu) di dalam hati berkali kali itu masih dikatakan ahli wirid..belumlah Ahli Zikir
Yang disebut Ahli Zikir (ingat) itu meliputi dan sekaligus (integrited):
zikir dalam ucapan, –> ingat Allah
zikir dalam hati dan –> Ingat Allah
zikir dalam laku. —> Ingat Allah
ucapan, hati dan tingkah laku, harus ingat kepada Allah, kang Makaryo Jagad, yaitu :
ingat perintahNYA untuk dilaksanakan
ingat LaranganNYA untuk di dihindari
Ingat CobaanNYA untuk di disabari
Ingat NikmatNYA untuk disyukuri.
empat empatnya bukan datang silih berganti, namun selalu datang bersamaan dg wajah dan memiliki sudut pandang berbeda.
lha saya ini lalu apa .. ?
he he he Ahli wirid ya belum apalagi ahli zikir…
tapi alhamdulillah saya seneng karo wong kang seneng belajar wirid dan/atau zikir, koyo kang Gundul.iki
Salam sejati ku
Posted by kangBoed on April 14, 2009 at 12:32 am
hihihi…. si mBah ngisin ngisin kee wae… ooops lupa habis makan jengkol karo sambal gak gosok gigi… hehehe… uenaaak tenaaan…. udahnya rokoan… siiip… semur jengkol alias hati macan number one… waladalaaah… semur jengkolku diambil simBah padahal buat besok sarapan pagi biar menyebarkan bau naga eee macan…. hihihi…
Salam Sayang
Salam Taklim
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Halah….mbok jangan keras-keras berbisiknya, klu Semur Jengkolne tak boyong ke Kalimantan…noh malu sama tetangga sebelah…ciks…ciks…pedahal aku paling doyan sama PETE…haaaaa….
Posted by wongdeso on April 27, 2009 at 9:42 pm
Kleresan langkung. Ok sanget paparanipun. miturut Anand Krishna, semedi lebih utk keprluan pribadi. meditasi akan membentuk pribadi yg manfaat bg lingkungannya……
Mbokmanawi wonten ‘komen’ panjenengan?
Matur nuwun.
Salam kenal …..
Posted by Santri Gundhul on April 28, 2009 at 5:59 pm
Kadang Wongdeso…
Hiiiiii…kulo njih tiyang ndeso kok.
Injih sarujuk menawi SEMEDI, DZIKIR, TOPO BROTO meniko kanggih kepentingan Pribadi utawo OLAH DIRI…ning sejatosipun sami-sami nggadhahi tujuan MENGEKSPLORASI BATIN~URIP~HIDUP supados Kemrungsunge AKAL~PIKIR~EGO~NEPSU saged dipun Kendalekaken ing samubarang gawe andadosaken Sumunar Pindho Bhaskoro dumateng sesami makhluk. Tujuan utaminipun supados kito sedoyo saged peduli kaliyan KESULITAN~KESUSAHAN sesami.
Salam kenal wangsul
Salam…salaim…rahayu
Posted by wongdeso on Mei 19, 2009 at 7:30 am
Walaah, Nyuwun duko sanget Kang Santri, nembe saged langkung, amargi taksih sibuk ngupoyo upo.Matur nuwun pitedah ipun.
Kang Santri ingkang minulyo, Kaparengo kulo cerios sekedik : Kulo sampun nate meditasi ngantos ilang sedayanipun rasa raga/jasmani, ingkang kraos namung ketenangan kebahagiaan keindahan amat sangatluaaaaar biasa ingkang mboten saged dipun cariosaken lan dibandingaken dateng menopo kemawon; paribasanipun mbok kalasemanten kawulo dipun kersa-aken dening Gusti kulo ‘ikhlas seikhlasnya bahkan lebih dari itu’. Bibar meditasi raga kados kala taksih ‘celondo’ alias remaja, suegeeer sanget lan kados2 mboten kadah beban satunggal menopo. Padahal rikala semanten masalah saabyek numpuk dikantor maupun di gubug kawulo.
Namung ingkang kados makaten, sesudah beberapa waktu berlalu’lha kok kawulo malah ajrih nglampahi meditasi. Nuwun sewu. kulo nyuwun pitedah ‘arahan panjenegan.
Rahayu Rahayu ,,
Posted by warzbank on Mei 1, 2009 at 12:34 am
mas apakah anda penganut atau warga KAWRUH BATHIN TULIS TANPA PAPAN KASUNYATAN ( K B T T P K ) kala gak salah pusatnya di malang.Tes putih soko bopo tes abang soko biyang wujud gedong cagak papat lawang songo, sedulurku sing ono wekasan urip sejati jaganen lawang songo ojo nganti ono opo-opo supoyo sampurno uripku ono ing ngalam donya ora ono gangguan opo-opo tegese telu-teluning atunggal. megeng napas. salam kenal matur nuwun.
Posted by Santri Gundhul on Mei 1, 2009 at 11:05 pm
Kadang sedulur sinorowedi ” Warzbank ”
Walah….saya sendiri malah belum tahu jeh…klu di Malang ada Paguyuban ” Kawruh Batin Tulis Tanpo Papan Kasunyatan “. Kira-kira di Malang tepatnya di mana yah…??.
Cuman emang saya pernah dikasih buku ” TRI KAHONO LOKO ” dari Ki Suryo Sandjojo asal Kebon Aging – Malang cetakan tahun 1956 sama Almarhum bapak saya tentang apa yang Kadang sampaikan seperti di atas, namun saya sendiri tidak pernah mengikuti Paguyuban seperti yang Kadang sampaikan.
Apa yang Kadang sampaikan adalah merupakan jenis ELMU KESELAMATAN URIP yang digunakan sebelum seseorang melaksanakan bepergian yang umum saya namakan dengan istilah ” SINGKIR ” di dalam menjalani Kehidupan dan Penghidupan. Sebelum mengamalkan hal tersebut di atas, biasanya terlebih dahulu melakukan SESUCI ROGO ( Adus Banyu Suci ) dan SESUCI batin dengan Dzikir SIIR ( sifat 20 ). Baru selalu AJEG dalam memahami akan BLEGERE Kamnungsan dengan seringnya MENGKAJI :
Tes Putih soko Bopo,
Tes abang soko Biyang,
Wujud gedhong cagak papat lawang SONGO,
Isen-isene SUKMO SEJATI,
Tulis TANPO PAPAN Kasunyatan,
Gumantung TANPO centhelan,
Lungguhe BATIN sing SUCI,
Begitu sedikit yang saya tahu, mohon kepada Kadang bila mengetahui Alamat yang ada di Malang. Sebab saya sendiri saat ini berada di Kalimantan Timur.
Salam tetepangan dan Kekadangan
Rahayu…
Posted by ngaderi on Mei 18, 2009 at 6:20 pm
Mejalani apa saja jikalau luar dalam masih belum klop atau belum selaras,coba yang lain aja.
Posted by kangBoed on Mei 19, 2009 at 2:14 am
hmm.. mBaaaaaaah kemana nih.. kangeeeeeeeen.. kok gak ada yaaa.. hmm.. ooo.. pantesan gak keluar keluar.. lagi tapa baroto.. *mangut mangut*.. keluar pelan pelan.. takut ganggu..
Salam Kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen
Posted by hadi wirojati on Mei 19, 2009 at 4:26 pm
pamuji rahayu…
lho kangboed.. * mangut – mangut # apa masak mangut ..saudaraku…? masakannya ganti lagi ya .. bukan semur ati macan lagi.. ganti mangut belut.., nyaingi mbah Suwung tan soyo suwung gung liwang liwung dumunung ana sakjerone suwung… hehehe..ya.. kangmas santrigundul lagi ndak mau njedulll, biar aja dulu nanti kan ujug ujug makbenduduk.., hehehe… eeeeladhalah jebule bawa oleh oleh yang lebih nyeessss…ngademke sedulur sakjagad…
salam sihkatresnan
Rahayu..,
Posted by Arief on Mei 20, 2009 at 10:22 pm
Sugeng rawuh malih mbah gundul, mugi saged paring wewarah malih kagem sedaya sedherek sasampunipun sowan angemuli jagad sahir lan kabir, supados saged nentremaken sedaya samodra ingkang taksih ngambrah ambrah nengga leh-olehe kaliyan ngunjuk beras kencur. Nuwun.
Salam.
Posted by wahyudi s on Mei 22, 2009 at 2:15 pm
Salam hormat & sungkem utk semua yang ada magnit suci didalam dirinya sepanjang hamba mencari jati diri yang sesungguhnya, tdk pernah hamba temukan seorang gurupun yang dapat membimbing kearah tujuan sejatineng gusti. semua wejang hanya arahan, yang dominan dalam menentukan zdat sejatine gusti itu adalah apa yg dikenal orang dengan hati nurani karena disitu ada kitab suci kang manggon neng telenge ati yen moco ngang go o makrifat, maka akan terbuka semua yng samar/ yang gaib. insa Alloh tdk akan keliru mencari zdat yang mbau rekso jagad pribadi & jagat raya ini . AMIN
Posted by celetukan segar on Juni 4, 2009 at 1:52 pm
@Warzbank & Santri Gundhul
Paguyuban ” Kawruh Batin Tulis Tanpo Papan Kasunyatan “, punya blog atau situs di internet?
Salam Brrrrr
El bloggero unido jamás será vencido!
(Blogger Bersatu Tak Dapat Dikalahkan)
Posted by imron on Oktober 5, 2009 at 1:03 am
dimana sih tempat perguruannya…..saya pengen tahu…..boleh kan?
Posted by Karyono on Juni 23, 2009 at 11:24 am
Assalamu alaikum pak kariyan,
“Sak temene Surgo lan Neroko iku ora ono, namun pikiran sing andadekake koyo mengkene”
Lamuno wis koyo mengkene opo isih nuruti nafsu setane?
Jangan keburu nafsu untuk menghakimi tulisan diatas tetapi akan lebih bijaksana jika mau sedikit berpikir dan bertafakur kan begitu pak kariyan?
Salam
Karyono
***~~~~~~~~~~~~~~***
Wa’alaikum salam Kang Mas Karyono,
Injih Sarujuk ” SURGA dan NERAKA ” hanyalah buah Pikiran~Prasangka~Angan-angan “> Sebenarnya itu semua sudah kita RASAKAN sekarang ini…Di Bumi ini…Saat ini…Detik ini….!!!
SURGA = Kedamaian Ati.
NERAKA = Kemrungsunge Ati.
Hal ini sudah jelas banget bahwa orang yang lagi KEMRUNGSUNG Atine dilarang untuk mendekati Sholat…apalgi mendirikan…Bakal kena pasal ” Fawailul Lilmushollin alladziinahum an Sholatihim Sahun ” haaaaaaaaaaa…
Kang Mas Karyono,
saya beberapa kali koment di Blog panjenengan….susah banget sih..pindah pake wordpress saja dunk???
Salam~Kangen selalu
Posted by adi on Juli 27, 2009 at 9:05 pm
kula nuwun. namung badhe nderek maos seratanipun tiyang-tiyang linuwih. mbok menawi kula ingkang saweg anglampahi NEREKAning kadonyan saged uwal lan saged lumebet dhateng rasa sejati, sejating ngaurip. ngupadi tapak kontul nglayang, susuhing angin. mugi kula saged ketularan kawruhipun Kangmas Santri Gundul.
sugeng pitepangan Kangmas..nuwun
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Monggo pinarak Kang Mas Adi, mugi kunjuk ing ngarso dalem kanti bingahing manah. Kawruh niku sampun manjing sajroning URIP panjenengan Kang Mas. Monggo sami-sami dipun Waos ugi dipun penggalih.
Nuwun kulo tampi tetepangan kanti bingahing manah.
Rahayu
Posted by Anonim on Agustus 10, 2009 at 6:22 am
saya setuju sama pandangan mas boleh boleh …../………..
Posted by sulis on Oktober 1, 2009 at 1:58 pm
kulo nuwun mas…………………………..kulo pemula nanging ngantos dugi sepriki dereng waget. lah…………kanthi dalan pripun mas……….karep kulo kados ngrokok wis ngrasakne sedep, mantep lan anglegke.seger yen diroso. pripun niku………..? balas
Posted by adi on Oktober 5, 2009 at 3:19 am
Mbah nun sewu,ndos pundi sesaget anoto ati ben saget ngrasa’aken rawuhipun sang hyang dumadi,sebabipun kawulo tasih dereng saget angroso saktemene topo.kadang tasek kala kalian howa nafsu ing gumreget ing urusan duniawi,
Posted by bambang soeprapto on Oktober 18, 2009 at 9:21 pm
ass.ww. sugeng pepanggihan sarta sugeng tepangan, kawulo alit meniko badhe nyuwun pituduh dumateng panjenengan. Ingatasipun dalem kontemplasi katah wewayangan lan suwanten ingkang dumugi, sedoyo wau andadosaken ajrih sarta bingung, wewayangan dan suwanten meniko saking pundi, menopo suwanten sarta wewayangan meniku sae, menopo saking jin setan brekasakan ingkang membo-membo, sarta naliko tawajjuh namung peteng lelimengan mboten wonten menopo-2 kadang kala wonten sumunar cahyo ingkang edi peni. Nuwun sewu dalem nyuwun pituduh lan piwulang supados anggenipun dalem kontemplasi boten lepat tur saged wonten mergi ingkang bener tur pener, saged inna lillahi wa inna lillahi rojiun. Nuwun, dalem antu walesanipun saking panjenengan. wass.ww. dalem tuhu – bambang
Posted by Watuitem on Oktober 19, 2009 at 11:00 am
hening………………………
Posted by bambang soeprapto on Oktober 19, 2009 at 8:56 pm
Menopo ingkang dipun maksud kedah hening heneng hanung, nuwun
Posted by Abdul Munif on Oktober 31, 2009 at 9:45 am
Assalam.
Artikelnya cukup bagus, aku tertarik untuk meminumnya… terimakasih.
Salam kenal
Wassalam