Saya hanya ingin mengatakan bahwa judul ” ISLAM SEJATI ” di atas bukanlah Islam dalam konteks nama atau label formalitas Agama. Melainkan sebuah ” SIKAP dan KESADARAN sang DIRI ” manusia dengan label apapun nama Agamanya dalam berbuat dan bertindak atas dasar Sabar, Ikhlas dan Ridhlo, serta WELAS dan ASIH terhadap sesama makhluk hanya semata-mata sebagai wujud penghambaan kepada Tuhan. Orang Islam yang sejati adalah orang yang berjuang ( jihad, mujahadah ) untuk mencapai derajad ketaqwaan yang tinggi secara terus menerus dan konsisten dalam kehidupan ini yang tidak hanya menyebut-nyebut Asma Tuhan saja , tetapi tekanannya adalah pada “ aksi dan tindakan nyata “ dalam setiap perbuatan yang didasarkan pada niat “ lillah Billah – Lirrosul Birrosul ( pinjem istilah populer dikalangan WAKIDIYAH ) “, sehingga pada saatnya ajal datang menjemput atau matipun diharapkan kita-kita ini dalam “ Keadaan Islam “ ( innad diina indallahil Islam ).
Sebagaimana perintah dalam teks book Kitab Suci dalam QS. Al Imran. 102 disebutkan bahwa orang-orang yang beriman diperintah untuk bertaqwa dengan taqwa yang sebear-benarnya. Dan ujung daripada ayat ini adalah “ Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam ( muslim ) “. Kandungan ayat Ini menandaskan bahwa “ TASLIM atau MUSLIM “ adalah merupakan stasiun perjalanan “ spiritual ” yang amat tinggi dan memerlukan perjalanan panjang dalam prosesnya. Orang akan disebut “ taslim atau muslim “ jika dalam tindakan kesehariannya adalah orang yang menerima “ Kodrad dan Irodah Tuhan “ dengan sepenuh hati yang didalamnya sudah meliputi kandungan sabar, ikhlas dan pasrah. Menjadi orang muslim itu sangat berat dan amat berat. Hanya sedikit saja orang yang sanggup menjadi orang muslim. Sebuah agama dengan LABEL FORMALITAS apapun namanya tidak akan dapat bangkit dan mensejahterakan Alam beserta isinya, bila diantara pemeluknya hanya sedikit sekali yang benar-benar muslim. Halah..halah sok weruh banget.
Sepertinya sudah lama terjadi “ kesalah pahaman “ dalam mengarungi perjalanan kehidupan beragama khususnya buat saya pribadi. Banyak yang berpendapat dan mengatakan baik dalam mimbar-mimbar tempat ibadah, forum diskusi maupun forum cangkrukan bahwa KEBENARAN HAQIKI adalah kebenaran yang bersumber dari pada “ Kitab Suci dan Hadist “ yang berupa literal dan teks book….!. Hal ini, menurut saya sih…mengindikasikan seolah-olah kitab-kitab suci yang ada sebelumnya merupakan sebuah kitab yang SALAH walaupun pada kenyataannya ” QALAM ILLAHI ” tersebut dibawa oleh para Nabi yang telah dikehendaki Tuhan guna menuntun umat manusia yang berada dalam kegelapan menuju terang benderang. Padahal dalam salah satu ayat telah dijelaskan bahwa “ awal mula agama diturunkan ke bumi ini ya SUDAH ISLAM “ yang fungsinya sebagai penuntun, petunjuk landasan dan pijakannya adalah Kitab Suci yang isinya memuat Aturan-aturan baik larangan, perintah dan petunjuk, hubungan manusia dengan manusia beserta alam ( khablum minannas ) juga hubungan manusia dengan Tuhan ( khablum Minallah ).
Jika kita memiliki pendapat dan pemahaman bahwa kebenaran yang Haq adalah sebuah Kitab Suci dan Hadist, maka secara tak sadar kita telah menurunkan derajad Tuhan menjadi sebuah kitab suci. Allah itu kan Maha hidup dan yang memberikan kehidupan pada makhluk-Nya. Tuhan itu kan Maha kuasa atas segala sesuatu. Padahal kitab suci apapun namanya ( teks book ) itu hanyalah benda yang “ kering, terbatas dan diam “. Jika demikian maka gugurlah relasi Tuhan dan hamba-Nya bila Tuhan hanya dipandang sebagai sebuah Kitab Suci. Lalu bagaimana dengan istilah “ mengikuti Rasul-Nya “. Dalam aplikasinya inipun dikerdilkan oleh kebanyakan ( oknum ) Pemuka Agama. Mengikuti Rasul-Nya disamakan dengan mengikuti Hadis Nabi yang adanya karena telah ditulis, dikisahkan oleh para “ perawi “ pada masa itu yang masih terikat pada ruang dan waktu. Kita bisa bayangkan, karena mentaati Tuhan dan Rasul-Nya DIPAHAMI sebagai tindakan yang kembali kepada Kitab Suci Al Quran dan Hadis Nabi, maka wajar saja kalau selama ini telah terjadi “ perang ayat dan perang mendaifkan hadis
Diem dulu ahhh…termenung…
Ufhg…menjadi orang yang ISLAM itu sepertinya berat juga yah…tak semudah menjadi orang yang memeluk Agama dengan nama ( label ) Islam, IJAB KOBUL yang cukup disaksikan pemuka agama dan disaksikan oleh beberapa orang , lalu mengucapkan IKRAR PERSAKSIAN ” SYHADAD ” melalui ucapan manisnya bibir. Ditutup dengan serangkaian SYUKURAN dengan untaian DOA PERMOHONAN dan PERMINTAAN, lalu bersalam-salaman dan rangkul-rangkulan. Dan…seolah-olah KUNCI SURGA sudah berada di genggaman tangan deh..heks..heks..
Hmmm…hmmm…Saya dulu gak pake ritual gituan je…?? lalu, sudahkah DIRIKU, DIRIMU dan DIRI KITA sebagai orang yang pantas menyandang predikat ISLAM SEJATI…??.
Posted by danalingga on Mei 17, 2008 at 12:53 am
Sepertinya begini memang lebih pas.
+++++++++++++++++++++++
PAS bumbunya, PAS raciakaannya dan PAS rasanya.
Beli saja SALON PAS he..he..
Posted by abahdedhot on Mei 17, 2008 at 8:13 am
@mas santri G
Bila dimulai dengan pembedahan IMAN (dengan 6 rukunnya), yang menjadi landasan mutlak untuk tegaknya ISLAM SEJATI (dengan 5 rukunnya), sepertinya lebih indah untuk dinikmati. Bila diuraikan dengan “djawa style”nya mas santri G… Terbayang… ehm, pas bener…
salam
+++++++++++++++++++++++
Iya bah, 6 rukun IMAN dan 5 rukun ISLAM memang akan lebih PAS dan JELAS arahnya. Tetapi sebenarnya menurut saya CUKUP pada point-point pertama bisa diepegang KUAT dan JEJEG pengaplikasiannya dalam kehidupan beragama tak jauh beda dengan PANCASILA. Sila pertama kita pegang dengan bener 4 Sila akan ngikut SEMRINTHIL….
Ntar bah…nunggu WANGSIT kali..he..he..
Posted by zal on Mei 17, 2008 at 11:06 am
::cak …seandainya, bentuk yang dikenali manusia adalah hakikat kemanusiaan, tentu akan lebih mudah mengenali maksud jenengan, namunkan awak-awak ketemune wes dalam bentuk-bentuk…kakek, nenek, bapak, ibu, saya, kamu…, itulah mungkin perlunya “Sang Garing” diperlukan, seperti : bentuk Nabi & Rasul , Kitab dan Sunnah, jika pada konteks inipun belum menjadi perhatian lebih, dan belum menemukan kebuntuan maksud yak opo mungkin menjebol jalan didepannya lagi…yang terlihat adalah tembok-tembok…akh seandanya ada perhatian kenapa perlu adanya slaput perawan, maka segala sesuatu akan dijebol…
sayangnya kesenangan menjebol perawan kembali kepada kebanggaan-kebanggan telah berhasil memerawani…dengan bukti madzi bercampur darah…padahal dinding kelamin yang tergesek pun akan mengeluarkan darah, dengan memanipulasi vagina yang sempit dan kering hanya dengan memasukkan “Tongkat ali” atau “sangkur buaya” beberapa menit ke vagina…akh seandainya maksud “perawan” terbuka….
++++++++++++++++++++++++
Wathaoooo…biso juga diarahkan ( dikiaskan ) kearah KEPRAWANAN yah…
Rasanya tembok-tembok penghalang itu akan selalu ada menghadang Kang Zal selagi kita isih URIP. Dengan menjebol dinding2 itu ternyata segala pandangan dan pemahaman akan ikut berubah. URIP akan selalu mengalami EVOLUSI, pemahaman yang kemarin menurut ukuran kita PAS dan BENER ternyata besok, lusa bisa saja berubah menjadi tidak PAS lagi. Terus…dan terus berubah sesuai dinding2 yang kita jebol untuk menemukan JALAN.
Posted by daeng limpo on Mei 17, 2008 at 12:17 pm
saya membaca dan memahami dulu (***selanjutnya saya bawa pulang untuk renungan malam***).
+++++++++++++++++++++++
Wuueeehh…kok digondhol mulih sih, jangan lupa kasih kemenyan sama Kembang ubo Rampen Kang. Heks..heks..Klu merenungnya dah dapet, bagi2 bagi sama saya yah Kang
Posted by langitjiwa on Mei 17, 2008 at 2:06 pm
aku harus meresapkan kata-kata tertulis ini,agar tercurah pada jiwaku,kang.
*
sambil baca-baca pakai sarung kang santri gundul yg ketinggalan diblogku,hehehe…..
+++++++++++++++++++++++
Walah…pantesan aku wingi nggoleki neng rinjing, Sarungku sing Abang neng endi yo…??
Sekaline ketinggalan di Padepokanmu to Kang. Ati2 ketularan ” GUDHIG ” tau rasa sampeyan. Ha..ha..
Posted by asuna17 on Mei 17, 2008 at 2:53 pm
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di Social Bookmarking Indonesia http://www.infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://agama.infogue.com/islam_sejati
++++++++++++++++++++++++
Makasih atas Sarannya mbak Rei, ntar bisa aku coba
Posted by Robert Manurung on Mei 17, 2008 at 7:31 pm
kalau yang Anda maksud adalah sikap beragama yang benar, yo wish aku melu wae.
tidak ada pilihan yang lebih baik bukan ?
Salam Merdeka!
+++++++++++++++++++++++
Baik dan Buruk, jika itu masih bersandar dan berhenti pada stasiun AKAL PIKIRAN…ya belum PAS.
Demikian juga dengan WELAS ASIH ( Bismillah Hirrohman Nirrohim ) harus bener2 LUNGGUH lan DUMUNUNG ono neng SAJRONING ” ROSO PANGROSO ” setiap individu dalam bersosial dan bermasyarakat yang teraplikasi dalam setiap perbuatan dan tindakan yang NYATA dampaknya diRASAKAN oleh sesama makhluk. Maka pada saat itulah hubungan kemanusiaan yang sudah terlanjur memakai ATRIBUT, LABEL nama Agama yang berbeda bisa SALING ” ASAH, ASIH dan ASUH “. Hingga Bumi Nuswantoro ini penuh dengan perilaku KEBAJIKAN, KEDAMAIAN yang ujung-ujungnya Slamet lan RAHARJO. Nuwun.
Posted by wennyaulia on Mei 18, 2008 at 2:29 am
ah saya belum jadi yang sejati..
++++++++++++++++++++++++
Ahhhg…saya juga, malahan masih SABANGAN heks..heks..
Posted by Aryo Bandoro on Mei 18, 2008 at 11:14 pm
Permisi, mo numpang potoq
+++++++++++++++++++++++
Silahken…mumpung belon kena PAJAK Euy…!!
Posted by juliach on Mei 19, 2008 at 3:56 am
Aku juga lagi bersabar ini kang! Sabar ngitesin kutu rambut dan lingsanya(telurnya)
+++++++++++++++++++++++
Sabar nyisiri rambute Gendhuk saben dino karo SERIT,
Ikhlas menowo kabeh mau biso ndadekke pelajaran, lan ikhtiar
Posted by ekapratiwi on Mei 19, 2008 at 8:44 am
mau is… sejati, mau kris… sejati mau hin… sejati mau bud… sejati. sesungguhnya hanya sebuah ajaran kejiwaan untuk diyakini sehingga bisa digunakan sebagai kendali atau bahan pertimbangan dalam musyawarah untuk menentukan sikap. semuanya akan berjalan sesuai hukum alam. BESAR KAPAL BESAR GELOMBANG, hidup dan mati. PADA AKHIRNYA MATI. dengan cara apapun matinya. maka timbul pertanyaan.
Eka siapa tuhanmu ? jawabnya aku
Siapa penebus dosamu ? jawabnya aku
Siapa nabimu ? jawabnya aku
Siapa rosulmu ? jawabnya aku
Siapa pendetamu ? jawabnya aku
Apa kitabmu ? jawabnya aku
Siapa gurumu ? jawabnya aku
Siapa yang benar ? jawabnya aku
dan Siapa yang salah ? juga aku
siapa yang pecundang ? jawabnya aku
SIAPA YANG PENJILAT ? AKU
tolong … tolong siapa yang minta tolong jawabnya tetap aku.
JAWABNYA TETAP AKU
A K U
A K U
A K U
SEJATINE KAMU ADALAH AKU…. AKU ADALAH KAMU KAMU
satu perbuatan atau tindakan lebih berarti dari seribu nasihat.
++++++++++++++++++++++
SEJATINE KAMU ADALAH AKU…. AKU ADALAH KAMU KAMU( by Pratiwi )
Lah..lah…AKU dan KAMU adalah SATU…!! Berasal dari satu sumber yang sama yo kang aran Gusti kang Hakaryo Jagad. AKU-mu…AKU-ku…AKU-kita…Berbilang tapi sesungguhnya SATU, maka orang Jawa sering bilang ROSOMU yo ROSOKU, lah ROSOKU yo ROSOMU…
Lah kalau menurut Kang Zal, katanya begono ” AKU adalah Perbendaharaan KATA yang TERSEMBUNYI ” teruse piya Kang Zal..???
Posted by zal on Mei 19, 2008 at 1:10 pm
::yo kadit opo-opo toh yo…, yo karena harta yang terpendam yo kudu di explore all kandungan, ada Allah, Allahu, Allahu Akbar,
dalam distrubution chanel, ada sub-sub agent, ada sub agent, ada agent, ada gudang dan ada gudang Pabrik…
dalam pemerintahan ada RT/RW, Kelurahan, Camat, bupati, gubernur, presiden, yang semuanya pemerintahan namanya…
lha kan KataNYA, percaya kepada Rasulkupun cukuplah bagimu…
yo..tapi embuh, aku ora pate’ ngerti …
++++++++++++++++++++++++
PERCAYA ( iman ) hurus bener-bener LUNGGUH ( duduk ) dumunung sajroning CIPTO, ROSO dan KARSO
Yang dinamakan IMAN itu adalah satu-kesatuan utuh dari 3 unsur atau 3 komponen, yaitu:
* Unsur pertama: “Iqroorun Bil Lisaani” artinya: Ikrar dengan lisan.
* Unsur kedua: “Tashdiiqun Bil Qolbi” artinya: Menyatakan benar di dalam hati terhadap apa yang
diikrarkan dengan lisan.
* Unsur ketiga: “Amalun Bil Arkaani” artinya: Mengamalkan dengan seluruh anggota badan.
Adanya hadis yang mengatakan demikian Kang,
Iman terhadap Alloh itu ialah ikrar dengan lisan, dan menyatakan benar dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan”
diperkuat dengan ayat seperti ini :
“Dan sebagian manusia ada yang lisannya berkata: Aku beriman kepada Alloh dan beriman kepada Hari Akhir, dan tiadalah mereka itu orang-orang yang beriman”. ( QS. Al Baqarah 8 ).
Lah pemahamanku Kang Zal,
Ayat di atas menerangkan; kalau hanya lisan saja yang berkata: Beriman, tanpa adanya unsur Tashdiiqun Bil Qolbi dan Amalun Bil Arkaani, maka belum dinamakan beriman. Jadi baru bisa dinamakan beriman, kalau pada diri seseorang tersebut sudah utuh satu-kesatuan dari tiga unsur tersebut. Inilah pengertian Iman. Heks…heks…monggo jangan percaya dengan PEMAHAMAN saya…
Posted by Rindu on Mei 19, 2008 at 3:12 pm
Saya terlahir sebagai Islam… dan saya ingin berpulang juga dalam keadaan Islam. Irhamna ya ALLAH… jangan keluarkan saya dari keislaman saya.
+++++++++++++++++++++++
Terus digondheli sing kuat agar supaya JEJEG, NGADEG menjadi tongkat penuntunmu mbak.
Salam
Posted by daengfattah on Mei 19, 2008 at 4:06 pm
Berarti Usama bin laden islam sejati dunk?
++++++++++++++++++++++|
Kang Daengkah yang BILANG…??
Lah kalau ada ujar-ujar ISLAM adalah RAHMAT bagi Alam Semesta, Apakah WUJUD Rahmat tadi diaplikasikan dalam bentuk PENGHANCURAN dan PEMBUNUHAN sesama makhluk..??.
Saya jadi teringat kasus penangkapan Dr. Azahari. Beberapa hari setelah tertembaknya Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur, Habib Rizieq menyatakan (dalam hal ini membenarkan ungkapan) bahwa pelaku terorisme di Indonesia itu akan masuk surga. Ia menyampaikan rasa simpati dan menilainya sebagai orang yang mati syahid. Pernyataan ini seolah memperkuat pendapat seorang teroris yang direkam dalam kepingan CD, mati dalam pemboman di Bali akan masuk surga. Ini tentu karena si teroris yakin akan hal itu. Dengan demikian jelas bahwa motif tindakannya dianggap melaksanakan ajaran agama Islam. Ungkapan ini sudah tentu dalam membenarkan dan menyetujui tindak kekerasan atas nama Islam. Benarkah demikian?
Posted by esensi on Mei 20, 2008 at 11:06 am
Aha! Semakin yakinlah kalau saya memang bukan seorang muslim.
[tersenyum kecut]
*melanjutkan perjalanan dengan mata nanar*
Posted by zal on Mei 21, 2008 at 1:40 am
::sesungguhnya, jika dipersaksikan dengan ‘ainal yaqiin, maka tidak lagi perlu mengucapkan, sebab “yang diucapkan” “sudah mengucapkannya”, menampil dengan pandangan terang..
mereka yg sudah memandang, apa yg selama ini hanya dibaca dibuku, tidak perlu lagi memandang bukunya, sebab yang dipandang sudah membacakannya untuknya….dengan pandangan nyata…
+++++++++++++++++++++++
Yang dipandang, yang dilihat, yang dibaca sudah berubah fungsi menjadi sebuah PERSEPSI Diri dan teraplikasi dalam wujud bacaan dan pandangan NYATA dalam setiap aksi dan tindakan yang NYATA pula. Gitu yah Kang
Posted by daengfattah on Mei 21, 2008 at 1:17 pm
Saudara bilang:
Jika kita memiliki pendapat dan pemahaman bahwa kebenaran yang Haq adalah sebuah Kitab Suci dan Hadist, maka secara tak sadar kita telah menurunkan derajad Tuhan menjadi sebuah kitab suci.
Tapi saudara sendiri mengatakan:
Sebagaimana perintah dalam teks book Kitab Suci dalam QS. Al Imran. 102 disebutkan bahwa orang-orang yang beriman diperintah untuk bertaqwa dengan taqwa yang sebear-benarnya. Dan ujung daripada ayat ini adalah “ Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam ( muslim ) “.
Apakah saudara telah menurunkan derajat tuhan?
++++++++++++++++++++++++
Kang Daeng,
Lah jawabane saya rasa ada di penjelasan ( paragaraf ) berikutnya. Apakah ada kalimat saya yang MENJUSTIFIKASI kepada pemeluk nama AGAMA tertentu…??.
Posted by tomyarjunanto on Mei 22, 2008 at 3:37 pm
Tuhan tak dapat dipahami tapi dapat dirangkul
Tuhan tak dapat dinyatakan tapi dapat disapa
inilah kematian Allah:
kematian seluruh gambaran manusiawi tentang Allah
hanya AKU dan KAMU
AKU terengkuh dalam KAMU
AKU ada karena KAMU
ana rasa mangan cahya
ana cahya mangan rasa
rasa rasane Allah
cahya cahyane Allah
ya Aku HU Allah
+++++++++++++++++++++++
Huiiiih….rupane wis ketemu olehe nggoleki ” Galihe kangkung, Tapak Kuntul Mabur lan Susuhe Angin “
Yen kawruh mau wis winengku, sejatine aku wis lumebu ing dating Pangeran sing murbeng jagad raya iki. Ya dating Pangeran mau sing akarya nganti aku kesangga sanadyan ora ana sing nyangga. Ya dat mau sing murugake aku duweni sakabehe sanadyan aku ora duwe apa-apa. Lan ya dat mau sing anyipta aku ana sanadyan aku ora ana.
Posted by Loofee on Oktober 21, 2009 at 8:11 am
sak kuarepmu….
sing penting…..
DAKWAHkan…DAKWAHkan…DAKWAHkan…!!!
Tegakkan kalimat ” LA ILLA HA ILLALLAH MUHAMMADU ROSULULLAH ”
INGET : SAMPAIKAN WALAU HANYA SATU AYAT.
BEKAL AKHIRAT IMAN, AMAL, SOLEH.
MAKMURKAN MASJID2, SURAU2/MUSHOLA2.
DUNIA SEMENTARA AKHIRAT SELAMA-LAMA-LAMANYA.
Posted by edratna on Mei 22, 2008 at 3:59 pm
Saya baru melakukan apa yang menjadi kewajiban, sholat lima waktu, bersedekah, berusaha berbuat baik…..rasanya belum apa-apa pencapaiannya, jadi tak berani komentar banyak-banyak.
+++++++++++++++++++++++
Wah…wah…saya saja malah belon bisa bu…??
Salu deh sama bu Ratna.
Posted by ngajidin on Mei 23, 2008 at 11:03 am
Ayo nonton wayang..BIMO PAKSO…ngupadi banyu suci tirto perwitosari, panggonane nang pucuking uwit gung susuhing angin, nang tengahe segoro minang kalbu…
+++++++++++++++++++++++
ana pandhita akarya wangsit ,mindha kombang sangajab ing tawang,susuh angin ngendi nggone ,lawan galihing kangkung,wekasane langit jaladri,isining wuluh wungwang lan gigiring punglu,tapaking kuntul anglayang ,manuk miber uluke ngungkuli langit,kusuma njrah ing tawang.
yang merupakan sesuatu yang “tidak tergambarkan” atau “tidak dapat disepertikan” yang dalam bahasa
Jawa ” tan kena kinaya ngapa”
Posted by nurma on Juni 2, 2008 at 9:31 pm
Kirain tadi resume bukunya pak Munir Mulkhan..
*nyesel krn ketepu..*
pulang aja deh..
+++++++++++++++++++++++
Munir Mulkan, penulis kisah Siti Jenar yah….aku kok pernah denger yah….
Oh..iya inget, Kang Wisnu pernah ceritain sama aku. Katanya bagus banget tuh karangannya beliau.
Ngrogoh Kanthong…NYANGONIN mbak Nurma.
Posted by sitijenang on Juni 7, 2008 at 3:09 pm
memang jarang orang bicara definisi kata. sering kita menyebut diri muslim, umat islam, beriman, dll. padahal belum tentu bisa menjaga kebersihan (diri & lingkungan), tapi ngakunya beriman. banjir datang berkali-kali dibilang cobaan. sejujurnya, saya mending ngaku jawa aja ah… he he he..
*mlayuuuuuu*
+++++++++++++++++++++++
Beginulah realitasnya Kang, Kadang Tuhanpun tak jarang malah dijadikan KAMBING HITAM dengan adanya bala bencana yg melanda Negeri ini. Stuanmi, Gempa, Gunung Mbledhos dll, dihenmbus-hembuskan bahwa Tuhan sedang MENGUJI Manusia…Lahh..lah…Tuhan Kok jadi di GOBLOG-GOBLOGKAN sekarang ini yah. Lah katanya Tuhan itu sang Maha…Maha…kok masih menguji manusia…untuk hanya sekedar mengetahui LULUS tidaknya ciptaan-Nya kelak…??.
Nguber Kang Jenang….belum lulus kok dah mlayuuuu…
Hoiih mandheg dhisik Kang…
Posted by sitijenang on Juni 8, 2008 at 8:24 pm
*mandhek ambegan dhisik…*
lha iya kang… kalo definisi Islam adalah ajaran yg Muhammad ibn Abdullah, yaitu AQ & Hadits, apakah Isa sampai Adam sesat semua? soalnya kata-Nya, agama yg diridhoi kan cuma Islam (QS: 3:19). kalo saya sih gak berani mendefinisikan Islam sesempit itu. namun, nyatanya banyak yg berani, meski mungkin tidak sadar betul konsekuensi pemahaman seperti itu… ya silaken aja… he he he…
*mlaayyuuuuu maniiiing… ambles bumiiiiii*
Posted by Santri Gundhul on Juni 8, 2008 at 9:53 pm
Lah..lah…justru disitulah, jika ISLAM dimaknai dan ditafsirkan dalam konteks yang KERDIL, CUPIT dan SEMPIT…!! sebagai nama Agama, yah dah jelas-jelas faktanya di bumi ini. Belakangan ini KONFLIK berdarah-darah, Penindasan, Pemberangusan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Agama Islam begitu menyeruak dan MENYESAKKAN dada ini. Lah terus pertanyaan saya ini mereka itu membela ISLAM katanya…lah ISLAM yang MANA…??. ISLAM yang seperti APA..?? Emangnya KUNCI SURGA ada ditangan mereka ( oknum ) Lembaga yang mengatasnamakan ISLAM apa…??.
Mangkane sepertinya para Pemimpin AGAMA dengan nama Islam itu harus BELAJAR NGAJI meneh dalam memahami QS. Al Imran 19, 85 dan 102.
Nguber Kang Jenang, Mesat mabur ngawasi soko Langit….
Posted by Ngabehi K.M on Juli 7, 2008 at 2:49 pm
Buat kang siti jenang kecandak koe, lagi mertamu neng kene yo.lha kemaren mampir di kraton saya kok cuma sebentar, saya belum sempat njagongi he.
Buat mas santri gundul, wah njenengan yang dulu pakai salam gondal gandul di blog gantharwa dulu ya mas. Jadi ini rumah sampeyan to?
Kulonuwun nggih mas, nderek ngansu kawruh. tepang kaliyan mas hidayat malang menopo mboten nggih
Posted by Menggugat Mualaf on Juli 14, 2008 at 7:46 pm
sejati itu ketika dia sudah lebur denganjwai dan rasa kita kali mas..
katanya kita tidak akan tahu islam, sampai kita melaksanakannya. memang ga bisa cuma kata-kata..
salam menjadi sejati
Posted by mahesa on Oktober 30, 2008 at 5:03 pm
HEE….LUCU…DISINI SUDAH CAMPUR SARI NIH…ENTAR DEH SAYA CAMPUR ASEM SAME GAREM BIAR RENYAH…..
MEMANG JIKA ORANG SETINGKAT SAMPEAN TENTU SUDAH BISA FAHAM DAN BISA MENGGABUNGKAAN TIGA PILAR ISLAM, YATU TAUHID, FIQIH DAN TASAWUF TAPI BAGI YANG BELUM…WAH INI LOG BISA BIKIN ORANG KEPANASAN..HOT….HOT….HOT…
SEMOGA YANG MEMBACA BISA MENDALAMI SIKAP KEJIWAAN PENULIS…
Posted by Fatih on Desember 4, 2008 at 3:05 pm
Iya bah, 6 rukun IMAN dan 5 rukun ISLAM memang akan lebih PAS dan JELAS arahnya. Tetapi sebenarnya menurut saya CUKUP pada point-point pertama bisa diepegang KUAT dan JEJEG pengaplikasiannya dalam kehidupan beragama tak jauh beda dengan PANCASILA. Sila pertama kita pegang dengan bener 4 Sila akan ngikut SEMRINTHIL….
Ntar bah…nunggu WANGSIT kali..he..he..
NB : Pancasila sila 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa..
Tuhan yang Maha Esa itu Siapa??????
Orang Kristen Tuhannya 3 : Tuhan Anak, Bapak, Ibu, Kakek, eh lebih dari tiga.
Orang Hindu Tuhannya(Dewa) 3 :Syiwa, Wisnu, Brahma
Orang Budha Tuhannya Banyak, Semua patung tuhan mereka
Apa yang bisa diambil dari sila pertama untuk mengatur kehidupan masyarakat?????
Apakah dari pancasila secara keseluruhan, bisa diambil sebuah aturan hidup????
Aqidah Islam tidak bisa dibandingkan dengan Pancasila.
Dalam Islam semua aspek kehidupan bisa diambil hukum, Eonomi Islam, Politik ISlam, Pergaulan Islam, dll…Dari Pancasila apa yang bisa diambil??????
apa bisa mempersatukan umat???
apa bisa menyelesaikan sistem pendidikan???
apa bisa membuat perekonomian stabil?????
Islam mengandung : Hubungan Manusia dengan ALLAH, Hubungan Manusia dengan dirinya, hubungan Manusia dengan Sesama. dan Islam dibangun dari sebuah Aqidah yang memancarkan sebuah peraturan hidup..Mampu menyelesaikan semua permasalahan…Gak percaya????
silakan ajukan permasalan apa pasti bisa diselesaikan oleh Islam….
Posted by Loofee on Oktober 21, 2009 at 8:32 am
selesaikan masalahmu dengan sabar dan sholat, insyallah beres!!!.
Posted by kontol panjang on Januari 17, 2009 at 10:06 pm
ngak mungkin lah.. solanya dimana ada islam disana banyak terjadi kericuhan.. mana bisa bikin negara jadi aman dami dan sejahtera…
sedankan dengan seagama sendiri masih bertengkar… ngerasa paling benar,, dan mengatas namakan tuhan untuk menyakiti orang lain.. uwekkkzzz…
makanya jadi orang ngak perlu membawa” nama tuhan,,,..
tuhan ada di diri kita masing-masing… dan tak perlu kita tunjukkan bahwa kita mahluk tuhan yang paling sexy,, eh salah paling sempurna maksud gw..
so… agama cukup untuk dirisendiri. bukan dipamerkan, dipasarkan, atu di pake keren-kerenan.. supaya kelihatan tuhanku lah yang paling saktii dan yang lain palsu semua….
dan kalau kau sadar seperti ayam berkokok bilang temman eh ternyata malingnya dia sediri.. wakakakakaaaa…
sadarilah dirimu..
hargai dirimu..
baca pikiranmu…
rasakan penderitaan orang yang kita sakiti..
coba lah sekali x waktu kau menjadi orang lain… bukan dirimu sendiri..
dan saat itu kau akan tau bagaimana rasanya menjadi orang yang berbeda..
se x x jadilah sampah.. jangan selalu merasa menjadi bunga teratai yang indah..
dan jadilah SEPERTI MATAHARI yang selalu menyinari.. baik itu bunga, bangkai, taek.. dll..
salam…
utuk kemajuan semua umat
kita semua sama di hadapan Nya..
Posted by Helos, smp 2 sgo Lmg on September 13, 2009 at 4:05 am
Si embah bilang, “ayo belajar mikul duwur, mendem jeruh”. Piye maksude, embuh aku dw ora weruh. Setiap ilmu memang ada ahlinya, kata Al-Ghozali. Abu Hurairah berkata, Aku mendapatkan dua karung ilmu dari Allah, yang satu karung aku sebarkan kepada umat manusia, dan yang satu karung lainnya aku sembunyikan (tidak aku sampaikan ke setiap orang agar tidak malah menimbulkan fitnah, pen). Sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib juga berkata, “ada ribuan berlian-berliannya ilmu yang aku sembunyikan, sebab kalau sampai aku siarkan niscaya orang akan menganggap halal darahku dan bahkan menganggap aku sebagai penyembah berhala”. Engkau lebih tahu maksudnya. Pangapunten mbah, nyuwun pamit. Matur nuwun suguhanipun. Wassalamu alaikum.