
Adalah suatu yg pasti terjadi poro Sedulur, kadang sinorowedi. Ketahuilah ini, renungkan demi kasampurnaan ilmumu. Di dunia ini, entah kapan, sakit, dan mati pasti terjadi. Maka hendaklah waspada, tidak urung kita juga akan mati, jangan lupa pada sangkan paran dumadi. Untuk itu, di dunia ini hendaklah selalu prihatin. Agar benar2 sempurna engkau berilmu. Dalam memperbincangkan ilmu kasempurnaan ini, jangan lupa arti bahasanya jika engkau mempertanyakannya. Karena mengetahui arti bahasa adalah kuncinya.
Kesungguhanlah yg pasti, itulah yg perlu benar2 engkau mengerti. Jangan takut pd biaya. Bukan emas, bukan dirham, dan bukan pula harta benda. Namun hanya niat kang ” TANPO PAMRIH…LEGO…LILO ” saja yg diperlukan. Adapun ilmu manusia ( elmu kamanungsan ) itu ada 2 :Yang pertama adalah ilmu kamanungsan yg lahir dari jalan indrawi dan melalui laku kamanungsan. Yang kedua adalah ilmu kasampurnaan yg lahir melalui pembelajaran langsung dari Sang Khalik.
Untuk yg kedua ini, ia terjadi melalui 2 cara, yaitu dari luar dan dari dalam. Yang dari luar, dilalui dg cara belajar. Sedangkan yg dari dalam, dilalui dg cara menyibukan diri dg jalan bertapa ( bertafakur, Hening, Heneng, Winenang ). Adapun bertafakur secara batin itu sepadan dg belajar secara lahir. Belajar memilki arti pengambilan manfaat oleh seorang murid dari gerak seorang guru. Sedangkan tafakur memilki makna batin, yaitu suksma seorang murid yg mengambil manfaat dari suksma sejati, ialah jiwa sejati. Suksma sejati dalam olah ngelmu memilki pengaruh yg lebih kuat dibandingkan berbagai nasehat dari ahli ilmu dan ahli nalar. Ilmu2 seperti itu tersimpan kuat pada pangkal suksma, bagaikan benih yg tertanam dalam tanah, atau mutiara di dasar laut.
Ketahuilah poro Sedulur, kewajiban orang hidup tidak lain adalah selalu berusaha menjadikan daya potensial yg ada di dalam dirinya menjadi suatu bentuk aksi (perbuatan) yg bermanfaat. Sebagaimana engkau juga wajib mengubah daya potensial yg ada dalam dirimu menjadi perbuatan, melalui belajar. Sejatinya dalam belajar, suksma sang murid menyerupai dan berdekatan dg suksma sang guru. Sebagai yg memberi manfaat, guru laksana petani. Dan sbg yg meminta manfaat, murid ibarat bumi atau tanah.
Poro Sedulur ketahuilah, ilmu merupakan kekuatan seperti benih atau tepatnya seperti tumbuh2an. Apabila suksma sang murid sudah matang, ia akan menjadi seperti pohon yg berbuah, atau seperti mutiara yg sudah dikeluarkan dari dasar laut. Jika kekuatan badaniah mengalahkan jiwa, berarti murid masih harus terus menjalani laku prihatin dalam olah ngelmu dg menyelami kesulitan demi kesulitan dan kepenatan demi kepenatan, dalam rangka menggapai manfaat. Jika Cahaya Rasa mengalahkan macam2 indra, berarti murid lebih membutuhkan sedikit tafakur ketimbang banyak belajar. Sebab suksma yg cair atau dalam bahasa arab disebut nafs al-qabil akan berhasil menggapai manfaat walau hanya dg berfikir sesaat, ketimbang proses belajar setahun yg dilakukan oleh suksma yg beku nafs al-jamid. Jadi, engkau bisa meraih ilmu dg cara belajar, dan bisa juga mendapatkannya dg cara bertafakur. Walaupun sebenarnya dalam belajar itu juga memerlukan proses tafakur. Dan dg tafakur engkau tahu manusia hanya bisa mempelajari sebagian saja dari seluruh ilmu dan tidak bisa semuanya. Banyak ilmu2 mendasar atau yg disebut annazhariyyah dan penemuan2 baru, berhasil dikuak oleh orang2 yg memilki kearifan. Dg kejernihan otak, kekuatan daya fikir dan ketajaman batin, mereka berhasil menguak hal2 tsb tanpa proses belajar dan usaha pencapaian ilmu yg berlebihan.
Dg bertafakur, manusia berhasil menguak ajaran “Sangkan Paraning Dumadi “. Dengan begitu terbukalah asumsi dasar dari keilmuan sehingga persoalan tidak berlarut2 dan segera tersingkap kebodohan yg menyelimuti kalbu.Seperti telah kuberitahukan sebelumnya poro Sedulur, suksma tidak bisa mempelajari semua yg di inginkan, baik yg bersifat sebagian ( juz’i / parsial ) maupun yg menyeluruh ( kulli / universal ) dg cara belajar. Ia harus mempelajari dg induksi, sebagian dg deduksi sebagaimana umumnya manusia dan sebagian lagi dg analogi yg membutuhkan kejernihan berfikir. Berdasarkan hal ini, ahli ilmu terus membentangkan kaidah2 keilmuan.
Ketahuilah poro Sedulur, Seorang ahli ilmu tidak bisa mempelajari apa yg dibutuhkan seluruh hidupnya. Ia hanya bisa mempelajari keilmuan umum dan beragam bentuk yg merupakan turunannya dan hal itu menjadi dasar untuk melakukan qiyas terhadap berbagi persoalan lainnya. Begitu pula para tabib, tidaklah bisa mempelajari seluruh unsur obat2an untuk orang lain. Meraka hanya mempelajari gejala2 umum. Dan setiap orang diobati menurut sifat masing2 Demikian juga para ahli perbintangan, mereka mempelajari hal2 umum yg berkaitan dg bintang, kemudian berfikir dan memutuskan berbagai hukum. Demikian juga halnya seorang ahli fikih dan pujangga. Begitu seterusnya, imajinasi dan karsa yg indah2 berjalan. Yang satu menggunakan tafakur sbg alat pukul, semacam lidi, sedangkan yg lain menggunakan alat bantu lain untuk merealisasikan.
Poro Sedulur jika pintu suksma terbuka, ia akan tahu bagaimana cara bertafakur dg benar dan selanjutnya ia bisa memahami bagaimana merealisasikan apa yg diinginkan. Karena itu hati pun menjadi lapang, pikiran jadi terbuka dan daya potensial yg ada dalam diri akan lahir menjadi aksi (perbuatan) yg berkelanjutan dan tak mengenal lelah.
Tulisan ini saya sarikan dari WEJANGAN Guru PAMEJANG yang perlu kiranya kita cermati, renungi bersama-sama. Smoga ada manfaatnya buat saya pribadi khususnya dan poro sedulur pada umumnya.
DAMAI DI HATI…..DAMAI DI BUMI….
Salam -Ngupadi Kasampurnan Jati
Santri Gundhul
Kembali menjelajahi GELAR ~ GULUNG di dunia MAYA.
Posted by langitjiwa on Februari 22, 2009 at 10:25 pm
wow! selamat datang sobat
sdh lama aku menunggumu pada tepian bibir telaga Cinta.
bagaimana khabarnya?
salamku
************************
Kabar selalu baik2 saja Kang,
Moga demikian halnya dengan panjenengan tansah SUMUNAR Pindho Bhaskoro ing samubarang Gawe.
Salam
Posted by sitijenang on Februari 22, 2009 at 11:09 pm
sugeng rawuh maning…
**********************
Matur nuwun Kang,
Kembali dalam LAKON GELAR ~ GULUNG kahanan Jati.
Posted by Sawali Tuhusetya on Februari 22, 2009 at 11:58 pm
wah, sudah lama ndak main ke sini, padahal saya ingin mendapatkan pencerahan spiritual, mas santri. jalan menunju kesempurnaan memang banyak liku dan tantangannya. sangkan paraning dumadi, selalu mengingatkan kita akan kesejatian diri kita sbg manusia yang dhaif. hanya petunjuk Sang Khalik dengan belajar, baik elalui perantara inerawi atau kekuatan rohaniah yang bisa memosisikan kita utk mendapatkan elm kamanungsan yang bisa manjing-ajur-ajer. wah, sungguh postingan yang mencerahkan. matur nuwun sanget, mas santri gundul.
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Matur nembah nuwun pak Sawali dah mau sowan.
Posted by danalingga on Februari 23, 2009 at 1:30 am
Selamat ketemu lagi mbah.
Ah, rasanya kok saya langsung adem nih.
*berusaha meresapi keademan*
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Seneng ROSONE Kang dah bisa balik maning,
Nyodhorin Selimut Sutera buat kang Dana….hiks…
Jangan lama-lama berendham…ntar Kathuk-en.
Posted by sabdalangit on Februari 23, 2009 at 3:04 am
Bahagia rasanya, mengetahui sedulur yg satu ini telah kembali dari pengembaraannya dan membawa oleh2 yg sangat bagus dan berharga. Dapatlah saya petik manfaat dan guna dari dalam makna yg tersirat dan tersurat.
Memang, saya ikut menjadi saksi atas ungkapan Mas Santri Gundul, bahwa ilmu spirit dapat melalui pintu induksi. Bahkan banyak sekali ditemukan hal2 yg selama ini masih menjadi misteri yang dikemukakan oleh hipotesis dalam pendekatan deduktif.
Ada satu kesadaran bahwa ternyata deduksi hanya sebagai pancingan saja, yg memuat “GBHN”. Sedangkan pembuktiannya dan dalam eksplorasi spiritual yg lebih mendalam dan detail mau tdk mau kita harus berani menjamah ruang2 induksi. Menelusuri lorong2 spirit yg tak tertulis, ibarat mengikuti “tapaking kuntul anglayang”, seumpama papan tulis tanpa tulisan, ibarat kalimat yg tak tertulis, semakin ke dalam menyusurinya semakin sadar bahwa ilmu yg kita miliki sangat kecil. Semakin banyak tahu, maka kita semakin merasa tidak tahu (bodoh). Itulah misteri ilmu Tuhan.
salam sejati
rahayu
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Anteng ROSONE bisa sesrawungan dengan Kadang2 Sepuh seperti Kang Mas Sabdolagit, walau baru 2 kali saya sempet sowan di Blognya namun membuat Hati ini menjadi Tentram…Segala PITUTUR dan PITUDHUHNYA begitu menyentuh RASAKU dan mendekap BATINKU.
Injih leres nopo ingkang dados wewarah panjenengan. Semakin tahu justru membuat kita semakin tidak tahu seperti sebuah obyek yg diamati mendekat…semakin dekat…dan menyatu…yg ada hanya semakin tidak ketahuan ( kosong ).
matur nembah nuwun Kadang Sepuh sabdolangit, mugi tansah Sumunar pindho Bhaskoro ing samubarang gawe.
Rahayu
Posted by tomy on Februari 23, 2009 at 7:56 am
sugeng rawuh Pak
sampun dangu kula antu2 rawuhipun kadang sepuh kula niki
uluk salam riyin nggih Pak komentare mangke, kula badhe apel riyin
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Sugeng pepanggihan maleh kang Tomy.
Sumonggo ndherekaken
Posted by zal on Februari 23, 2009 at 9:49 am
::welkombek cak…senang panjenengan balik maneh, rasane wes tahunan ngenteni penjenengan yang selalu riuh rendah mengumandangkan suara langit…,
pancen segala sesuatu hanya dicukupkan, meskipun kecukupan, itupun sudah amat sangat banyak…
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Marem juga rasanya bisa balik lagi sesrawungan dengan sedulur2. 8 bulan berada di kedalaman Lautan, membuat diri ini tambah KUPER kang..ha..ha…rupanya SEJAUH-JAUH Burung Mepati terbang, kembalinya ke kandhang juga.
Posted by kangBoed on Februari 23, 2009 at 4:38 pm
Salam Persahabatan Mas Santri hehehe Gundul terimalah salam dari botol kosong yang senantiasa mengaharapkan dapat isi untuk berbagi demi sebuah perjalanan pulang demi membuat yang bodoh bertambah oon, super oon yayaya terima kasih kang mas gundul hehehe
Yaaa Allaah sungguh besar Anugerah yang telah Kau berikan bagi kami…
Kami ini hanyalah manusia yang hina dan papa dalam kelemahan dan ketak berdayaan..
Sungguh sungguh malu hati ini melihat kebaikanMU apalagi untuk memohon tak kuasa sudah
Apalah artinya kami yang kotor dan buruk ini Yaa.. Alllaaahhhh..
Seakan ku dijadikan biji matamu yang selalu Kau jaga baik baik
Bahkan dari debu sekecil apapun yang datang mendekat
Kelopak mataMu segera menutup dan melindunginya
Ku tak sanggup berkata apalagi tuk bertanyaaaa…
Hancur.. hancuuur hati ini mngingat kasih dan sayang MU
Tulus ikhlas tiada pernah ada hentinya oooooooooh…
Padahal sang diri ini tempatnya salah dan lupaaaaaaaaaaa
Yaaa Allaaaah Yaaa Alllaaaaaah Yaaa Allllaaaaaaaaaaaaaah
Engkauuuuuuuu Baaaiiiiiiiiik
Sungguuuuuuh Baaaaaaaaiiik
Sangaaaaaat Baaaaaaaiiik
Teramaaaat Baaaaaaaaik
ooooooooo
ooooooo
ooooo
ooo
o
***~~~~~~~~~~~~***
Salam Kekadangan njih KangBoed,
Maturnuwun sudi mampir di gubug tetangga sebelah 125 Km dari kutho Samarinda..he..he…
Kang, saya tertarik saja dengan 5 baris angka 0 (kosong ) menyiratkan kepada saya pribadi bahwa HANYA KOSONGLAH yg bisa BERGABUNG dengan yang MAHA KOSONG…
Botol kosong secara kasad mata gak ada ISI, tetapi sesungguhnya BERISI.
Posted by frozen on Februari 23, 2009 at 9:42 pm
isih kelingan ambi aku, mbah?
*halah, kulo mboten saget boso. selamat dagang, eh, datang*
***~~~~~~~~~~~~~~***
Siapa yang sanggup MELUPAKANMU mas Ariss, Sindenanmu selalu membuat saya banyak merenung, menggali yg tersirat dari yang mas Aris suratkan. Saya banyak belajar dengan karya-karyamu untuk menelisik lebih dalam sentilan-sentilanmu. Lumayan buat nambah nutrisi buat saya. Teruslah nulis dengan KARYA BERMUTU…
Posted by sitijenang on Februari 24, 2009 at 3:23 am
OOT: udah saya terjemahin tuh kang..
Posted by frozen on Februari 24, 2009 at 9:24 am
Walah, nama saya pun masih ingat??
*terharu*
*jabat tangan erat*
*malah OOT*
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Weeeelah..dhalah….mbok kiro wes PIKUN toh aku iki mas Ariss?? Sopo sing biso nglalekke sliramu cah ganteng??? heks..heks..
Posted by Upik on Februari 24, 2009 at 12:18 pm
Sugeng tetepangan kakang.. Blog menika sae sanget.. Tansah maringi ular-ular ingkang migunani…
Mugi-mugi kita sedaya saged rumaket wonten ing jagad blogger menika..
Salam paseduluran saking kawula..
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Sugeng sesrawungan bu Upik, Inggih sarujuk nopo ingkang dados pemanggih panjenengan.
Posted by bawor on Februari 24, 2009 at 2:03 pm
whe lah cilupba ketemu maneh karo topi miring eh botol kosong
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Kang Bawor, ternyata dunia ini pancen selebar Daun Kelor yah…???
Kemanapun berlari…sang Bayangan tak pernah meninggalkan jejaknya.
Posted by zsheefa on Februari 25, 2009 at 11:08 am
lama menghilang muncul dengan tiba2 artikelnya bagus kang namun ga terlalu mencengkram, kalo bisa giring dulu cerita lewat ” Man arah nafs……agar ihwan lain dpt dengan jelas pijakan2nya dimulai dng Dalil Nash,Aqli,sam’i….sehingga bagi yg baru akaliahnya sampe…sehingga bisa ISLAM ”
salam
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Terima kasih mbak Zsheefa,
Bahasan tentang Mengenal DIRI ( man arafa nafsahu…) mungkin bisa dibaca postingan saya sebelumnya. Mengenai pijakan dengan berbagai dalil2 yang berupa teks book saya sendiri kurang begitu tahu. Saya lebih suka menggunakan pendekatan Gerak Alam Semesta sebagai pembelajaran. Bagaimana gerak semua makhluk ini berjalan menurut HUKUM KEJATEN dan langsung bisa kita amati, pelajari, renungi akan berbagai tingkah polah isi dari Alam Semesta ini yang memiliki sifat2 dasar SEJATI~BAIK~SABAR yg pada hakekatnya adalah Manifestasi dari ISLAM itu sendiri.
Posted by tomy on Februari 25, 2009 at 5:38 pm
Saibå bêciké samangså wóng kang lagi kasinungan kabêgjan lan nampå kabungahan iku tansah élíng gêdhé ngucap syukúr marang Kang Pêparíng. Awít élinga yèn tumindak kåyå mangkono mau kêjåbå biså ngilangi watak jubriyå uga mlêtikaké råså rumångså yèn wóng dilairaké marang sapådhå-padhané titah, mbêngkas kasangsaran, munggahé ngrêkså hayuníng jagad.
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Kang Tomy maturnuwun pitudhuhnya.
Wulangreh sejati iku uniniro, sak uni-uniro mahanani tentreming liyan. Berbudi bowo leksono dadiyo lakuniro.
Posted by Sumego on Februari 25, 2009 at 5:49 pm
Salam kenal Mas…
Klo menyusuri setiap comment Panjenengan di jagad medang kemulan Maya ini kok radi “gledis” ning Pas.
Tp klo diperhatiin artikel yg baru ini rasa rasanya kok sy pernah baca jangan2 Panjenengan iku murite…..?
ditunggu mas commnet yg menggelitiknya…..
Mugi Slamet Rahayu
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Salam kenal kembali bapak Sumego,
Halah…GLEDIS niku nopo toh pak??? kawulo kok dereng mangertos???
He..he…lah kinten-kinten murite sinten???
Rahayu bapak, mugi tansah pinaringan Nur Cahyo saking Gusti ingkang Moho Suci.
Posted by rasyeed on Februari 25, 2009 at 6:12 pm
sekali main ke sini langsung merasa adem…
Tapi … saya ga ngerti bahasa Jawa… hiks..***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Halah…gak ngerti bahasa Jawa???, tapi bisa MERASAKAN Adem ???.
Selamat berteduh saja di pelataran Gubug Reyot ini sambil nyicipin Jamu Beras Kencur Khas Racikan kota Malang…he..he…
Makasih dah sempetin berkunjung.
Posted by Lambang on Februari 27, 2009 at 12:58 am
Kulonowun malih mbah,
Nyuwun disebul mbun-mbunane supados saget ngangsu ilmu kasampurnan. Wush… wush… mambet menopo meniko mbah?
Pareng Rumiyin…
CMIIW, OOT, MILF? (Yes! MILF!)
***~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Buuuiiih…buuuiiihh…halah sampek MUNCRAT liurku rek..rek…
Ueeeedan tenan ki…mambu Jengkol opo Pete ababmu Mbang.
Nanti tak POSTING babakan ELMU KASAMPURNAN…iki lagi tahap penyelesaian…karo nunggu WANGSIT….Huakaaakaks..kaks…
Posted by cah minder on Februari 27, 2009 at 9:12 pm
bocah kok minderan mbah tulung jenengan seneni
***~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Lah laopo kok njaluk diseneni barang.
Ben ora minder gampang wae corone :
1. Yen mlaku ora usah TOLAH TOLEH
2. Yen Ngomong MEREM wae koyo Gus DUR
He..he…
Posted by toeti on Februari 28, 2009 at 9:30 pm
Welcome Om… selamat datang kembali… opo gak kroso akeh sing kangen.. aku malah arep pait om.. saiki aku nyebur ning kene http://www.andaluarbiasa.com/profile
***~~~~~~~~~~~~~~***
Lah..lah…kok malah pamit, iki sing jenenge MLEBU siji, METU siji…SUKES selalu bu Guru-ku…
Posted by Lambang on Februari 28, 2009 at 10:24 pm
Mbah,
Udah gatel nih nungguin posting lanjutan elmu kasampurnan. Apa udah dapet wangsitnya ?
Kalau untuk memahami elmu kasampurnan itu apa syaratnya harus makan DADAR ~ GULUNG dulu ?
Sampun kemrungsung nggih mbah. Tiyang sampun yuswa kedah jembar pemanahe….
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Syarate kowe kudu GULUNG-GULUNG neng PLATARAN omah dhisik…kiks,,kiks,,,,
Persyaratannya kita harus mampu GELAR~GULUNG kawontenan kahanan meniko. NGGELAR saking suraosipun ROGO, lajeng kito kedah saget NGGULUNG kawontenanipun URIP.
Posted by Abu Sogok on Maret 1, 2009 at 7:35 am
Om dul po wis tau ketemu bayangane semar?
Kae gilo sing kelangan wayangane nggoleki…
Posted by Upik on Maret 8, 2009 at 2:23 pm
Kakang
Menika kawula mampir, punapa sadaya sae lan sehat? Kok dereng wonten ingkang enggal?
Posted by Kriswinanto on Maret 28, 2009 at 4:59 pm
Sak mestine, menungso urip kuwi, kudu mangerteni”sangkan paraning dumadi” soko ngendi bibit kawitane urip,ono ngendi sak iki dumunung, mulo soko kuwi sakjroning urip kudu duweni laku budi bowo leksono, supoyo besuk yen bali lan sowan ing ngarsanimg Gusti, sadar lan ora lali yen kabeh kuwi minongko titipane Gusti kang murbeng Dumadi.
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Hmmm…..injih pak Kriswinanto…dengan menyadari sepenuhnya bahwa URIP/HIDUP mung sadermo barang TITIPAN dalam perjalanannya sudah selayaknya harus terbebas dari kekuasaan RAGAWI kang linambaran EGO, NEPSU, AKAL PIKIRAN jangan sampai mendominasi sang URIP/HIDUP.
Posted by kangBoed on April 12, 2009 at 12:34 am
Manusia hidup terikat dengan dua alam alam lahir dan alam batin ini penting sekali untuk kita sadari sehingga jangan sampai terjadi ketidak seimbangan antara yang lahir dan yang batin,seperti terjadi saat sekarang ini, tolong yang lahir bagiannya panca indria tangkap dan olah dengan akal pikiran putar otak keras untuk mencipta dan berkarya demi kemaslahatan sesama, dan untuk yang batin bagiannya hati nurani pancaran rahsa sejati bagiannya zikrullah rasa ingat dalam 24 jam mengalir sealiran nafasnya sejalan detak jantung rohaninya yang telah bangkit. apa yang terjadi di alam lahir jangan sekali kali mengganggu apalagi menggetarkan alam batin.
Sumeleh, Pasrah bongkokan, tiada daya tiada upaya, laa hwalla walla quwwata, adalah bahasa rahsa, yaitu rahsa sejatine. maafkan saya sibotol kosong nyaring bunyinya alias sok tahu mungkin juga itu satu satunya pintu masuk Unity, yang lemah terserap pada Yang Maha Kuat, selagi kita merasa bisa,merasa tahu, merasa mampu palsulah semuanya he he he
Kenapa bisa sumeleh? Kenapa bisa pasrah? karena sudah mengenal dirinya bahwa tiada kepemilikan sedikitpun atas yang ada didalam diri ini baik harta, tahta wanita dan kemampuan serta segalanya ternyata bukan milikku, dan menyerahkan pada pemiliknya. sehingga biarlah seperti air sungai yang mengalir seiring sejalan dan berwarna warna asal mulanya mengalir terus demi kembali kepangkuan dan bersatu dengan Samudera Raya, mana air comberan, mana air limbah pabrik, mana air cubluk, mana air cubluk semua hilang terserap yang ada air asin dengan sifat asinnya yaitu tinggallah Air Laut, setetes air dalam samudera raya yang luas tak terkira, ya sumeleh, ya pasrah tak berdaya upaya mengikuti keinginan samudera raya he he he
Satu kebohongan besar kalau suatu saat ketika kita berjalan tiba tiba dalam perjalanan dapat persoalan besar, masalah berat, sehingga hampir jatuh atau kebingungan dan untuk menghibur dirinya dia berkata saya pasrahkan semuanya pada Gusti Allah, Sumeleh, Pasrah, Tak berdaya upaya kok dipaksa oleh keadaan, di buat oleh kondisi terdesak enggak salah tuh he he he
Sumeleh dan Pasrah adalah dasar kita melangkah dalam semua perjalanan kehidupan kita lahir dan batin menyerahkan semua hasil kepadaNYA, alias bekerja tanpa memikirkan hasil yang di dapat, alias LILLAHITAALLA.
Dalam saat yang sama detik yang sama akal pikiran berpikir keras setiap anggota badannya bekerja keras tapi hatinya hening heneng madep, mantep, madeg kepada Gusti Allah, ketika diam sejena mulut tak berbicara , qolbu diam , tapi lirih sejalan detak jantung fisik, detak jantung rohani terasa detaknya otomatis karena sudah ada yang menggerakkan Allah, Allah, Allah, Allah maka dalam diam walau ditengah kesibukan kita semua terbawa getaran rahsa sejati di tengah keramaian engkau terpaku oleh aliran aliran yang menyegarkan jiwa, menenangkan hati, mendinginkan akal dan serasa seluruh sendi kita dilolosi, he he he Mbah punten botol kosong lagi kuuumat mbah saya suruh pulang aja ya kalo diterusin khan berabe entar kata orang di sebut gila ya he he
Salam Sejati Saudaraku Mbah gundule yang baik
Semoga seiring sejalan bersama perputaran sang waktu kita semua jumbuh terus menerus sampai tiba saatnya waktu jua lah yang akan mempertemukan kita semua, saat lonceng waktu berdentang tanda sang waktu telah tiba insya Allah kita semua sudah siap, berjuanglah terus sahabat sejatiku, sungguh tak terkata tak tergambarkan pertemuan itu he he he
Matur NuwuuuN Kanggo sadayana
***~~~~~~~~~~~~~~~~~***
DIAMPUT tenan Kakang siji iki. Nek wes BOTOL KOSONGE KEBAK trus MUNCRAT lan SEMBURAT…asi jiaaan nglegakke Gorokan jeh…??? Sueeegeer tenan Kang kanggone aku.
MADHEP ~ MANTEP ~ MADEG…..
MADHEP = …….
MANTEP = …….
MADEG =………
Yok Kang Boed dijlentrehke pangertene.
Aku tak neng pawon nggodhog Banyu dhisik…, nggawe Kopi Pahit enaaaaak tenan iki nggo Cangkrukan.
Posted by ki ageng tapa puti on Mei 16, 2009 at 2:21 pm
salam dami,dan salam,cinta kasi sempurna.ki ageng tapa putih………………
Posted by hono sejati on Oktober 31, 2009 at 3:02 am
Sugeng kenal mbah kulo pengen blajar…
padhos banyu bening bening…
suwun……