
Kang sinebut JALMO MANUNGSO kuwi kasinungan :
- ROGO kang linambaran ” AKAL-PIKIRAN, EGO, NEPSU “
- ROH ( Sukma, Jiwa, Spirit, Urip atau sebutan dan istilah lain beserta penjelasan2nya ) kang manjing sajroning ROGO.
Sesungguhnya perjalanan HIDUP~URIP Jalmo Manungso itu sama. Dilahirkan, Dibesarkan, Menjalani kehidupan, sebagian besar KAWIN lalu menghasilkan ANAK~KETURUNAN, kemudian mejadi TUA, lantas MATI. Tak seorangpun yang betapa tinggi Pangkatnya, Derajadnya, sebesar apapun KEKUASAANNYA, berapapun KEKAYAANNYA, betapapun SUNDHUL LANGIT Ilmu Tauhidnya tak akan bisa mengelak dan SELAK dari perjalanan Hidup yang demikian itu.
Jikalau ada perbedaan, itu semua hanyalah masalah KEMBANGANNYA saja. Manusia sama-sama makan untuk mempertahankan HIDUP, yang satu makannya di Hotel berbintang, yang satunya makan di Warteg…
Manusia sama-sama BERPAKAIAN untuk melindungi tubuh dari cuaca. Yang satu memakai pakaian bermerek terkenal dan mahal sedangkan yang lain tanpa merek ( rombengan ) dan berharga murah.
Manusia sama-sama BERGERAK dari satu tempat ke tempat lain. Yang satu naik MOBIL sedangkan yang lain naik SEPEDA ONTHEL.
Perjalanan Jalmo Manungso tiu sesungguhnya menuju arah yang sama…yaitu selangkah demi selangkah mendekati KUBURAN….
RAGA yang bersifat Materiil akan kembali keasal mulanya menjadi tanah dan bersifat NAJIS.
ROH~HIDUP~URIP yang bersifat Immateriil bersifat KEKAL dan akan kembali kepada sang Sumber URIP. Jadi seyogjanya ROH~URIP~HIDUP jika setelah berpisah dengan ROGO semestinya kembali kepada asalmulanya yakni Tuhan dan tidak NGEMBORO.
URIP kuwi kuosone MOBAH lan POLAH, Lenggahe neng ROSO JATI. URIP memberikan petunjuk yang paling BAIK ” Becik ing Becik ” dan juga paling BENAR ” Bener ing Bener ” bagi setiap Jalmo Manungso.
Karena URIP itu berasal dari sang Sumber URIP yaitu URIP Kang Angelimputi, Ngobahake lan Nguwasani Jagad Dumadi sak isen-isene.
URIP kang WERUH…opo lan kepiye corone ROGO saben wektu kudu TUMINDAK BECIK lan PENER anggone BABRAYAN neng Jagad Dumadi supoyo Ayem, Tentrem, Kerto, Raharjo.
Tidak sedikit JALMO MANUNSO yang hidup sekarang ini, di jaman yang dikatakan maju, modern sekalipun dipenuhi oleh segala kebutuhan Materiilnya, bahkan Emosionalnya. ..namun kehilangan ” ROSO AYEM “. paling-paling hanya akan merasakan NIKMAT sebentar…. lalu hilang dan kemudian berusaha mengejar KENIKMATAN lagi…begitu. ..begono. ..beginu. … seterusnya.. .
Sifat-sifat PENGEJARAN yang demikian hanyalah akan membuat kehidupan tambah SAMSARA karena sifat pengejaran yang didasarkan kepada ” KEHENDAK ROGO “. Hal ini dikarenakan JALMO MANUNGSO pada melupakan, bahwa di dalam setiap DIRI ada HIDUP~URIP ( ROH ) yang selalu dibimbing oleh sang Sumber URIP dalam perjalanan.
HIDUP~URIP yang selalu dipaksa-paksa menuruti Kehendak ROGONYA ( Akal, Pikiran, Ego, Nepsu ) akan terbawa SALAH ARAH…… Pedahal tanpa HIDUP~URIP jelas-jelas ROGO takkan bisa berbuat apa-apa…alias NGGLEMPOH TANPO DOYO….atau menurut istilahnya Kang Boed WOLO-WOLO KUWOTO haaa..haaaa…Semestinya yang PAS~TEPAT adalah HIDUP~URIP lah yang menentukan arah dan langkah, sedangkan ROGO hanya mengikuti Kehendak sang URIP. Jadi HIDUP jalmo Manungso bakalan tidak SALAH ARAH untuk menuju kepada ASALNYA.
Akhirnya..kembali pada masing-masing tinggal DIPILIH…DIPILIH. …
Kita URIP~HIDUP dalam Kehidupan ini mau diperbudak RAGAWI yang tak pernah kenal puas dan selalu memiliki safat-sifat pengejaran dan harapan demi kepuasan RAGAWI yang pada akhirnya akan berujung pada KEKECEWAAN dan KESENGSARAAN ataukah RAGA yang kita gunakan untuk melayani KEHENDAK URIP~HIDUP demi mencapai KEBAHAGIAAN~KETENANGAN SEJATI.. …??.
Jika ingin merasakan KEBAHAGIAAN~KETENANGAN SEJATI, maka turutilah kehendak sang URIP~HIDUP mu. karena URIP~HIDUP lah yang tahu apa yang terbaik bagi DIRI masing-masing sebab URIP~HIDUP dalam perjalanannya akan selalu dibimbing sang Sumber URIP ( Tuhan ).
Hai JIWA~URIP~HIDUP~ROH yang TENANG.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Salam – Kekadangan
Posted by quinie on Juli 31, 2009 at 7:10 am
hm… ini campuran basa jawa & indonesia ya? hm.. rada ga ngerti
***~~~~~~~~~~~~~***
Hiiiiiiiiiii…perlu training bhs. Jawa kayaknya yah…
Makasih mbak Quin
Posted by celetukan segar on Juli 31, 2009 at 8:51 am
Gimana kabarnya? Lama nggak sambang!
Kalo nggak salah ingat waktu saya SMP, saya berkonsep bahwa HIDUP adalah GERAK!
***~~~~~~~~~~***
Hiiiiiiii…dikabar BAIK Kang, iya masih sibuk urusan perut haaaa….
Iyaaaaaaaaahhh…sepakat HIDUP~URIP adalah GERAK. HIDUP~URIP kuwi kuosone MOBAH lan POLAH…lenggahe neng ROSO JATI.
Salam Sihkatresnan
Posted by hadi wirojati on Juli 31, 2009 at 4:20 pm
pamuji rahayu…
hehehe..huahahaa…kangmas Gun… wis jan tenan ..WONG URIP.. HIDUP …
hidup urip. . dadi jalmo apa manungso…? hehe.. wis podo wae..
nek aku milih digendong mbah s URIP kemana mana.., wakakakaaa.., tenan wong urip mestine kudu mangerteni urip kuwi sing sak bener benere urip.. sabab jalmo manungso urip ya ono sing ng.. uripi.. lha sopo.. yo kuwi Urip… wis jan .. bener apa sing panjenengan ngendikaake. kangmas… ,
awas.. ojo lali iwak kobong baronang… yaa.. kalih sambel gonyak ganyike.. hehehe…
.. mbok’o suwe ono ing Mborneo yo ora lali karo boso jowo.. wis jan tenan.., yo kuwi sing jenenge urip tho kangmas.. ora lali marang asal usule… hehehe… jare KANGBOED.. hidup lebih hidup dan makin hidup…,Bhiyuuuuuuuuuhhh…,
matur sembah nuwun..
rahayu..,
***~~~~~~~~~~~~~~~~***
Pamuji Rahayu Kang Mas Wiro,
” wong urip mestine kudu mangerteni urip kuwi sing sak bener benere urip.. sabab jalmo manungso urip ya ono sing ng.. uripi.. lha sopo.. yo kuwi Urip “……..
Lah..lah..ini sing dadi INTI SARIPATINYA Kang…pancen njenengan TOP MARKOTOP temenan.
Injih sarujuk Kang mas Wiro
Hananing URIP ono sing NGURIPI,
Hananing KAWULO mesthi ono GUSTI,
Ora bakal ono GUSTI menowo ora ono KAWULO.
Ugo oara bakal ono KAWULO menowo ora ono GUSTI,
Rahayu
Posted by Pakde Cholik on Agustus 1, 2009 at 10:11 am
Siapapun kito yang utama adalah bermanfaat bagi orang lain ” Khoirunnas anfauhum linnas “= sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain.
Muantep mas, bahasa Jawa tetap diuri-uri ya.
Saya pernah di Balikpapan 12 tahun lho mas.
maju terus dengan artikel ngetop lainnya.
***~~~~~~~~~~~~~~***
Lah niku pak Dhe asline…leres nopo ingkang dados pitedah panjenengan
URIP kuwi kudu kanggo ” MIGUNANI marang sapodho padhane makhluk “….Memayu Hayuning Bawono.
Salam Sihkatresnan pak Dhe Choliq
Posted by buwel on Agustus 1, 2009 at 4:36 pm
setuju ama kang boed wis kek nya dia bijaksana banget….hihihihih…salam kenal ya…
***~~~~~~~~~~~~~***
Salam kenal balik Mas Buwel.
Bener Kang Boed itu emang BIJAKSANA..BIJAKSINI…heeeee…
Posted by zal on Agustus 1, 2009 at 8:14 pm
tahap awal, man arofa nafsuhu faqod arofa robbuhu, lalu kata Ali awaluddin ma’rifatullah, setelah itu..?
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Oyi Kang,
Trus bentuk lakune ” Khoirunnas anfaa uhum linnas “…Memayu Hayuning Bawono…
Posted by Fernando de Grissee on Agustus 2, 2009 at 3:50 am
Assalamu’alaik….
Waaah!…bagus banget nih…..pake baju ijo royo-royo lagi….pasti yang punya bocah angon kali ya?…..hehehehe….salam kenal.
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Wa’alaikum salam mas Santri Gresik.
Hiiiiiiiiii….weruh wae sampeyan iki nek aku biasa Angon Kambing. Haaaaaaaaaa…….
Salam kenal juga mas
Posted by m4stono on Agustus 2, 2009 at 2:32 pm
waaa bagus sekali mas gundul….
memang kebanyakan dari kita termasuk saya
masih mementingkan rahsaning karep daripada kareping rahsa….suksma sejati ,guru sejati, ketenangan sejati…sejatine mboten wonten punopo punopo kejawi ingkang kajawi…..
***~~~~~~~~~~~~~***
Iyo mas Tono, saya juga masih suka nurutin ROSONING KAREP..isih belajar ngrungokke KAREPING ROSO.
Siippp… tenan pitutur sampeyan.
Nuwun mas Ton
Rahayu
Posted by grubik on Agustus 3, 2009 at 2:44 pm
iya, dipilih-dipilih…
segalanya adalah pilihan,
dan pilihan yang kita lakukan itu terantung pada seberapa dalam ilmu yang dimiliki…
orang yang memilih materi itu seperti orang gunung yang pergi ke kota mau beli emas, tapi diberi kuningan dia sudah senang, karena dia tidak tahu bagaimana itu emas yang sebenarnya.., materi=bukan emas dalam kehidupan, it’s not kebahagiaan sejati (seingat saya analogi dari yasadipura)
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Iya mas Heru, pilihan sangat bergantung pada kedalam wawasan dan Elmu yang kita miliki serta lingkungan sekitar. Analog sampeyan sangat-sangat masuk akal buat saya. Makanya saya-kita yang saban hari selalu berkutat dengan kehidupan rerumputan belum pernah melihat, belum pernah mendengar tentang EMAS..sudah pasti tidak pernah ingin memiliki EMAS. Gerak usaha saya-kita tidak akan pernah mengarah untuk bisa memiliki EMAS.
Terima kasih.
Salam….Salim…Rahayu
Posted by Impoen Samudra on Agustus 3, 2009 at 4:13 pm
Saudaraku…,
Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.
Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka, mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.
Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.
INGAT… Saudara…!!!
Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :
1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.
Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
————————————————-
Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:
1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
2. KAMU HIDUP DIMANA ?
3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!. Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.
Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
Akhir kata:
“Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.
Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.
Salam.
NKRI HARGA MATI….!!!!
JAYALAH INDONESIAKU…!!!
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Terima kasih Kadang mas Impoen Samudro
Sarujuk nopo ingkang dados sedoyo pitedah panjenengan.
Ayoooo…RAWE-RAWE RANTAS ~ MALANG-MALANG TUNTAS
Sama-sama CANCUT TALIWONDO NGLOKOR SABUK GEMBOLO GENI untuk MEMAYU HAYUNING BAWONO HAMBANGUN PROJO.
Salam Sihkatresnan
Rahayu
Posted by KangBoed on Agustus 3, 2009 at 10:25 pm
Waaaakaaakaakakak.. sayang seribu sayang banyak terpedaya akan hidupnya sendiri.. mengejar tuhan tuhan yang lainnya dan bayangan.. sungguh menyedihkan sekali
Salam Sayang
***~~~~~~~~~~~~~~***
Hiiiiii….Tuhan bayangan, Tuhan Angan-angan, Tuhan Pikiran. Karena Tuhan telah dikerangkeng dalam batasan Akal lalu Tuhan kita dudukkan dalan sebuah Kursi Singgasana lalu kita subyo-subyo sambil mundhuk-mundhuk begonoh yah Kang..??? xxxiiii…xxxiiii….
Salam Kangen Kang
Posted by itempoeti on Agustus 4, 2009 at 11:57 am
sungguh tidak mudah menjadi kawulo yang sejati marang Gusti…
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Iya mas, makanya manusia pencerah Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad, Sidarta Gautama dll, memerlukan Mujahadah dengan waktu yang panjang….hanya untuk MENGENAL DIRI~URIP~HIDUP dan kembali menjadi DIRI sendiri seta menurut kehendak DIRI~URIP~HIDUP nya sendiri.
Abot sanggane ning kudu dilakoni kanti LAKU
Salam…Salim…Rahayu
Posted by Karyono on Agustus 4, 2009 at 7:32 pm
Ass.wr.wb.
Kang kariyan sugeng pinanggih
(dengan senyum2 menatap pada santri gundul) dan ingin bertanya?
sejatine sing ngemboro sak marine pisahe rogo karo ruh alias mati niku sinten nggih kang? ruh punopo pikirane.- nyuwun pirso menawi boten kaweratan.
Sedangkan ruh anak bayi yang baru lahir (belum punya ada pikiran macam2) apakah dikatakan masih ngemboro kemana2 ? dan apakah masih punya persepsi surga dan neraka?
Matur suwun, seger kewarasan
Wassalam
Karyono
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Wa’alaikum salam Kang,
Walah Kang Karyono pitakon njenengan nganeh-anehi, lah kepriben wong kulo dereng nate Pejah…heeeeeeee…ning menawi Mati sajroning URIP ( pas lagi zzzz…zzzz…zzz…gitu loh mangsrudne ) menawi pas lagi KEMRUNGSUNG out putnya mesti NGEMBORO ( MIMPI ) lak sak walikne pas lagi ANTENG yah gak pernah nGEMBORO ( Mimpi ). Monggo dipun simak Al Fajr 27-30 nopo ingkang tersirat wonten Kitab Garing meniko.
Bayi niku sedoyo GERAK~MOBAH~POLAH saking krenteg URIP~HIDUPnya piyambak. Konsep SURGA utawi NEROKO niku lak saking ASUPAN Ilmu Lahir ingkang ketrami kalih AKAL-PIKIRAN saking pelajaran Guru ngaji, Guru Agama utawi saking tulisan Kitab Garing.
Bayi NANGIS sejatosipun sinten ingkang NGAJARI….???
Bayi NYUSU sejatosipun sinteng ingkang NGAJARI…???
Bayi NGGUYU sejatosipun sinteng ingkang NGAJARI…???
Salam KANGEN
Posted by Karyono on Agustus 5, 2009 at 3:03 pm
Ass.wr.wb,
Kang kariyan saya tertarik dengan kalimat njenengan “pas lagi zzzz…zzzz…zzz…—dipun apus”
kinten-kinten purun boten paring pitedah (jalan) untuk menuju pas “zzzz…zzzz…zzz…” bok menawi boten kaweratan.
Matur suwun
Karyono
***~~~~~~~~~~~~~~~~***
Halah…panjenengan niki kok ” KURA-KURA DALAM PERAHU “.
Wong dah biasa TAFAQUR gitu kok…asal saget ” TEKUN~TEKEN mesthi TEKAN “. Mangke menawi sampun kelar kulo posting babakan niki njih.
Rahayu
Posted by Pambudi Nugroho on Agustus 4, 2009 at 11:58 pm
Ass.wr.wb.
Kulonuwon Pakde Gede,
Mendaki pelataran sejuk di padepokan blog anda, ingatanku melayang jauh ke serambi rumah eyang putriku yang berdiri ditanah Klaten- KebonArum, yang saat ini kosong melompong tak berpenghuni. Aku ingat petuah Eyang kakungku yang memiliki iman kejawen itu , pernah berkata : ” Ojo gumunan, ojo kagetan, mulad sarira, hangrasa wani. ( Saya keturunan jawa , tetapi sangat menyedihkan karena tidak bisa bahasa jawa..hehehe..terkontaminasi budaya betawi pakde ..)
Kalau tidak salah itu artinya : ” jangan mudah heran, jangan mudah terkejut, beranilah melihat dan mengoreksi diri apa adanya. Bagi orang Jawa, selain kesadaran diri, kemampuan untuk menguasai diri sehingga tidak mudah dikejutkan dan dibuat terpesona adalah nilai-nilai diri yang unggul ( mohon koreksi jika aku salah Pakde..).
Terima kasih atas kerendahan hati Pakde untuk menjenguk blog saya.
salam sejahtera buat anda sekeluarga.
Wassalam,
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Wa’alaikum Salam
Salam Sejahtera
Pamuji Rahayu
Om Shanti
Iya Mas Pamboedi, Kultur Jawa selalu menekankan pada LAKU dalam wujud karya nyata ketimbang ribet dengan Konsep. Untuk itu saya hanya berusaha dan mencoba meneladaninya semampunya.
” ELMU KUWI KELAKONE KANTI LAKU, YEN ORA DITANGKARAKE BAKAL MUSPRO TANPO GUNO “.
Maturnuwun panjenengan sampun ngertos babakan meniko.
Salam
Rahayu
Posted by Kombes.Com Bookmarking on Agustus 5, 2009 at 2:14 pm
Blog anda OK Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat.
http://kombes.Com
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Salam Hormat kembali,
Terimakasih atas undangannya.
Salam
Posted by m4stono on Agustus 7, 2009 at 8:40 am
cak ayo mampir…tak tunggu pencerahan dari panjenegan lho…..
Posted by wahyu on Agustus 7, 2009 at 9:54 am
‘..Tidak sedikit JALMO MANUNSO yang hidup sekarang ini, di jaman yang dikatakan maju, modern sekalipun dipenuhi oleh segala kebutuhan Materiilnya, bahkan Emosionalnya. ..namun kehilangan ” ROSO AYEM “. paling-paling hanya akan merasakan NIKMAT sebentar…. lalu hilang dan kemudian berusaha mengejar KENIKMATAN lagi…begitu. ..begono. ..beginu. … seterusnya.. .’
Setuju sekali kang santri, kadang terlena dengan keasyikan mengejar kenikmatan dunia, sampai lupa rasa menikmati dan mensyukurinya.
Tulisan yang menyejukkan..
Salam Jalmo manungso
Posted by hadi wirojati on Agustus 7, 2009 at 1:37 pm
pamuji rahayuu..
kangmas Gun.. kapan sampeyan mboten jadi santri melih..
nanging dadi kiyai ingkang Kiniyai wae tho…
lha penemu sampeyan niku mboten penemu santri ..
naging penemune sing ngajari santri…
lha njur kapan tamat santrine…
lha bendino dolan nyang ngomah njenengan kok yo isih santriiiii ae…
mbok ganti jadi Ustadz Gundul.. opo Kyai Gundul.. ngono kangmas…
ehhehhhe ……..wwaaaaaaaaahhhhh……
weeelah marai ora bener aku yo kang… wwaaaaahhhhhh…..,
bojleng bojleng…
guyon kangmas…,
matur sembah nuwun
salam sihkatresnan
rahayu..,
Posted by KangBoed on Agustus 7, 2009 at 5:30 pm
HAHAHA.. MARI KITA BEBENAH DARI DIRI KITA MASING MASING MERAIH JATI DIRI MANUSIA.. SEBAGAI MANUSIA SEUTUHNYA MELIPUTI LAHIR DAN BATHIN
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
I LOVE YOU PHUUUUUUULLLLLL
Posted by KangBoed on Agustus 9, 2009 at 4:36 pm
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku tersayang
I Love U fuuuuuuulllllllllllllllllllll
Posted by mas8nur on Agustus 9, 2009 at 4:46 pm
Intinya kita masih belum “bisa nyelehke ati lan nyuwungke karep” jadi Urip-Hidup belum terasa nguripi diri.
Walah dadi malah ceramah, aku manut kang Kariyan wae lah.
Posted by batjoe on Agustus 10, 2009 at 11:32 pm
pemujaan yang pantas hanya pad yang tunggal tiada Tuhan yang patut aku sembah selain Allah. wejangan yang sarat dengan ilustri hidup yang menarik. makasih mas wejangannya dan salam kenal dari kami di http://batjoe wordpress.com semoga berkenan untuk memberikan bantaun dihati kami yang sedang gundah2nya
Posted by waluyo on Agustus 12, 2009 at 9:23 am
nek koyo awakku ki piye
antara sadar karo orane ki okeh orane…..dadi kadang nek kon terus eling wae wis….kuwi yo abot tenan je…….njuk piye kuwi?
Posted by sageto bejjo on Agustus 15, 2009 at 2:18 pm
asalamualaikum wr wb.
nuwon sewu mas menewi mboten lepat rogo/wadak akan pulang kepada empat hal
1. daging kembali ketanah
2. tulang kembali ke api
3. sunsum, darah dan senyawa lain kembali ke air, dan
4. nafas kembali ke angin.
sokmo mugi sageto dados kang mulyo
apa benar kiranya….
Posted by Lambang on Agustus 19, 2009 at 1:23 am
Halouw Kang Gundul,
Gambare apik tenan kuwi…
Tapi aku terus mikir-mikir dewe… opo ruh kuwi yo isih ono driji sikile yo?
Ojo-ojo ora ono sikile…. hik..hiks…
Salam.
Posted by gatto deasnto on Agustus 19, 2009 at 6:34 pm
Assalamu alaikum,..
saya pernah mendengar nasihat seperti ini “berlakukan kehendak Tuhanmu jangan lakukan kehendakmu sendiri” mungkin ini sama seperti yg kang santri maksud diatas :
“Jika ingin merasakan KEBAHAGIAAN~KETENANGAN SEJATI, maka turutilah kehendak sang URIP~HIDUP mu. karena URIP~HIDUP lah yang tahu apa yang terbaik bagi DIRI masing-masing sebab URIP~HIDUP dalam perjalanannya akan selalu dibimbing sang Sumber URIP ( Tuhan ).
Yang ingin saya pertanyakan bagaimana diri ini tahu kehendak Tuhan,atau bagaimana diri ini tahu kehendak sang URIP-HIDUP..?
,mohon bantuan nya untuk diri ini yang masih belum mengenal Sang URIP~HIDUP.
Wassalam,
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Wa’alaikum salam Kang mas GATTO.
Kehendak URIP dan Kehendak sang Sumber URIP / TUHAN bukan dalam wilayah TAHU atau TIDAK TAHU. Hal ini berada dalam ranah ROSO PANGROSO ( RASA ). Nah tentu saja masalah RASA hanya bisa dejelaskan dengan RASA itu sendiri. Siapapun takkan bisa menjelaskan tentang RASA Manis, Pahit, Asem itu baru dalam tataran RASA lahiriah ( Inderawi )..untuk merasakannya yah tentu saja dengan mencicipinya, baru bisa merasakan. Dan dalam hal ini jangan dibenturkan dengan RASA yang dirasakan pihak lain, sebab biasanya akan timbul silang pendapat.
Lah bagaimana mengenal URIP~HIDUP~DIRI. Dalam timbangan paling sederhana biasanya dilakukan dengan methode, Dzikir, Tafakur, Meditasi, Kontemplasi, Manekung dll. Kesemuanya bertujuan untuk mengeliminir DOMINASI peran sang Akal Pikiran, Ego dan Nafsu. Dengan begitu peran URIP~HIDUP~DIRI akan MENDOMINASI peran RAGAWI dalam kehidupan dan penghidupan dalam segala aksi, tindakan dan perbuatan ini.
Cara meraba, MERASAKANNYA.
Misal dalam setiap kita akan melakukan aktifitas bepergian, sering muncul suara, perintah awal/pertama dari dalam ( Batin, Nurani, Qalbu dlsb ) mengatakan ” JANGAN ” misalnya. Namun suara itu sering kita abaikan dan tergantikan dengan peran Akal Pikiran dengan berbagai timbangan ” Benar-Salah, Untung-Rugi “..lalu kita menurutinya atas dasar pertimbangan akal pikiran tadi. Eh…tahu-tahu ada masalah dalam bepergian kita tadi.
Dan hal pertentangan, pertimbangan semacam ini sering kali kita alami dan lakukan dengan menentang suara, perintah awal tadi.
Pedahal SUARA awal itulah merupakan ” KRENTEG/Kehendak ” daripada URIP~HIDUP kita paling halus yang semestinya di ikuti oleh RAGA kita.
Dan dalam hal ini memang sangat diperlukan adanya peran dan kepekaan RASA.
Moga bisa membantu, sebab saya juga masih belajar dan belajar.
Wassalam
Posted by gatto deasnto on Agustus 27, 2009 at 12:11 pm
terimakasih banyak atas jawaban sekaligus wejangan nya,saya tambah seneng nech mampir di saung panjenengan sambil nyruput ” Jamu Beras Kencur “…
***~~~~~~~~~~~~***
Monggo-monggo disambi Jamune Kadang mas GATTO, mugi andadosaken renaning penggalih.
Tahayu
Posted by KangBoed on Agustus 19, 2009 at 7:06 pm
Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku
terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Iya Kang Boed, sama-sama…Menungso pancen PANGGONANE LUPUT lan SALAH. Mongko pangapurane sing tak jaluk marang sampeyan ugo njih.
Salam Cayank celalu buatmu…Cayank Pooooooooooooolll banget
Posted by Pambudi Nugroho on Agustus 20, 2009 at 10:50 am
Assalamu alaikum,..
Mas Kariyan,
Selamat menjalankan Ibadah Puasa ya..
Mohon Maaf Lahir & Bathin, jika selama ini ada komentar saya yang melukai hati kangmas & para sobat.
Salam sejahtera selalu kang,
Wassalam,
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Wa’alaikum salam
Sami-sami Kang Pambudi untuk saling mohon maaf kepada DIRI sendiri utamanya. Sebab dalam banyak hal kita sering menyalahi KRENTEG-ke URIP dan menjadikannya sebagai pemuasan kehendak RAGA kita.
Salam Sihkatresnan
Posted by Gostav Adam on Agustus 20, 2009 at 11:17 am
engkang meniko kulo mboteng mangertos menawi …
Wah artikel kolaborasi budaya dan nasional..menarik sekali
salam kenal. mampir ke blog kami
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Sugeng tetepangan wangsul kagem Kang Mas Gostav.
Salam Sihkatresnan
Posted by batjoe on Agustus 29, 2009 at 4:14 am
mas santri penah dibalikpapan juga ya?
wah ternyata bahasa jawa lestari banget ya di blog dan pemahaman mas santri lua biasa hampir semunya mencari kebenaran yang hakiki tetnag jati diri manusia….
maksih mas santri dateng untuk ngjak sahur bareng heheheheee
***~~~~~~~~~~~~~~***
Saya Gak pernah tinggal di Balikpapan Kang, cuman lewat doang klu pas lagi pulang Kampung ke Malang.
Pencarian hanyalah sebagai WAHANA saja untuk MENYADARKAN akan peran kita yang sudah terlanjur TUMIMBAL LAHIR di bumi ini. Selebihnya kita harus bisa PULANG…dan untuk bisa PULANG kita musti harus tahu JALANNYA…haaaaaaaaaa…..sesuai dengan IHDINAS SYIRATAL MUSTAQIM….hingga pada saatnya nanti tercapai kondisi yang MUTMAINNAH…..
Salam Sihkatreanan Kang
Posted by mas lestan on September 7, 2009 at 8:39 pm
saya senang dengan istilah2 basa jawanya,isi kehidupan
Posted by asep on Oktober 7, 2009 at 9:18 pm
salam kenal kangge mas gundhul,..kapan2 maen ke tempatku dong,… jember