
Inilah kehidupan spiritual, yang berharap melalui tangan ‘kan menemukan ketercerahan mengulurkan kebaikan keseluruh penjuru semesta. Melalui telinga bisa mendengarkan bisikan terdalam yang hidup di jiwa alam. Melalui hati menemukan kedamaian. Melalui Mata ‘kan melihat Tuhan yang menyelinap di balik dedaunan dan seluruh wajah semesta alam.
Inilah SYARI’AT yang harus meng-AKAR kuat di jiwa, sebelum batang dan rantingnya mengajak tumbuh mencakar langit. Inilah dasar yang harus dihidupkan, bukannya dilalaikan, bahkan bukannya hal yang tak lagi dikenal setelah sang wajah mampu menyapa MATAHARI.
Ada BATANG dan RANTING yang menjadi lantaran bagi kehidupan Jiwa, inilah THARIQAT yang harus kita tempuh, jalan untuk menuju ladang-ladang pendakian yang lebih tinggi.
Ada HIJAU DEDAUNAN yang menampakkan bagi kehidupan akar dan batang. Ada HAQIQAT yang menjadi ciri dari kehidupan jiwa, setelah syari’at dan thariqat ia jalani.
Dan diatas semua itu, inilah BUNGA KEHARUMAN jiwa, puncak dari semuanya. Inilah MAKRIFAT yang tidak akan tumbuh selain dari akar yang kuat, dari ranting dan batang yang kokoh dan dari hijaunya dedaunan.
Ada KESEDERHANAAN untuk menjaga jarak dengan kehidupan duniawi, untuk menandakan bahwa jiwa tidak terikat akannya,..dan tak silau oleh gemerlapnya…” ILANG SAMUBARANG NGGEMBOL KADONYAN “.
Ada KEPASRAHAN yang harus di hidupkan yang akan menjadi pertanda bagi kehidupan RAGA dan URIP.
Ada KEARIFAN yang akan menyembulkan putik keindahan menyemarakkan kehidupan kesucian di wajah bumi.
Ada KESABARAN yang hendaknya dihidupkan ketika sadar perjalanan kehidupan ibarat roda yang senantiasa berputar, dan takkan ada manusia yang terhindar dari gilasannya. Hendaklah engkau selalu berada di porosnya.
Ada DUKA yang menemani SUKA, ada SUKA yang bersembunyi dibalik DUKA. Inilah dua sisi kehidupan yang hendaknya tidak diabaikan. karena inilah jiwa masih hidup, ketika disadari keduanya ada dalam SATU ATAP KEHENDAKNYA.
Ada KETERLEPASAN yang hendaknya kita kembalikan kepadaNya, ketika sadar perjalanan harus ditempuh, tidak lepas dari usaha2.
Ada PUTIK KEHARUMAN dibalik desah haru kita, menghantarkan kepada SANG KEKASIH dan menyerahkan sepenuhnya dalam jiwa kehendakNya.
Didalam dirimu terdapat sekuntum TERATAI SUCI, Sumber kebijaksanaan yang tiada batas. Kembangkanlah Welas asihmu dengan arif, maka kuntum Terataimu akan mekar.
Jangan sampaikan kepada dunia…,bahwa jiwamu telah mengetahui apa yang ada dibalik yang nampak, apa yang tersembunyi dikedalaman kalbu, tapi jadilah sebagaimana TERATAI yang tak menyadari keindahannya, dan tetap tinggal di kedalaman kolam.
Berhentilah mencari wahai JIWA,…berhentilah mendengarkan dan lalaikan telingamu dari sabda Sang GURU, karena GURU SEJATI itu kini ada di DIRI kita,…ada dialam semesta ini..Marilah bersamanya dan mengikuti KEHENDAKNYA,…yang ’kan tunjukkan padamu KeagunganNya. Lewat setiap wajah alam raya,…mengikuti Kehendak URIP yang abadi, memberikan pengadilan,… belajarlah darinya…, dari wajah yang dihamparkan olehNya,…wajah yang menyeratakan keheningan ditubuhnya.
Inilah SEJATINYA PERJALANAN, jangan berhenti jika belum merasakan kepedihan dan penderitaan. Jangan berhenti jika belum merasakan riak gelombang yang menghempaskan tubuhmu….
Menemukan HAKEKAT KEHIDUPAN, ibarat menemukan akar pohon, lalu menyiram air pada akar itu.
TEKUN dalam kesadaran akan URIP, lebih baik daripada sibuk dalam ber angan-angan akan GUSTI~TUHAN.
Posted by m4stono on Agustus 21, 2009 at 10:45 pm
tulisannya maaaannngssstaaabbb……
o ya kang sampeyan ikut yg di bunaken yah….selamat yaaaaaaa……..
***~~~~~~~~~~~~~~***
Wah..mboten tumut Kang, kulo mulai Tgl 10-18 lagi di RS. Dr. Ramelan – LAKESLAH TNI-AL Surabaya menjalani Chek Up Selam ( Resertifikasi ). Sebenernya pingin ikut namun benturan dengan acara tersebut sih.
Salam…Salim…Rahayu
Posted by Karyono on Agustus 24, 2009 at 5:19 pm
Ass.wr.wb.
Kang Kariyan ….tgl.10-18 agustus 09 sudah di RSAL kok boten mampir wonten gubuk kulo? kulo di wingkinge RSAL bendul Merisi kang kariyan
matur suwun
Posted by Santri Gundhul on Agustus 24, 2009 at 11:18 pm
Elloh…kulo kinten njenengan wonten BEKASI Kang,
Jeeeaaaalah…ngerti ngono lak mampir tah aku Kang, wong tinggal mlompat pager wae kok.
Walah pancene dudu rejekiku Kang. Ya wes tahun ngarep aku tak mampir, nek isih URIP..heeeeeeee…
Posted by Lambang on Agustus 22, 2009 at 1:55 pm
Muantaaaabbbbbsssss……
Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat beribadah di bulan Ramadhan ini.
Semoga blog ini dapat memberikan pencerahan dan pemahaman yang terbaik bagi para pengunjungnya.
Salam.
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Sami-sami Kang, mugi sedoyo lepat-luput kulo dipun ngapuro njih.
Kita berlatih ” MEPER ROGO-MEPES HOWO NEPSU ” di Kawah Condrodimuko (Ramadhan) ini guna mengembalikan kepada KESADARAN URIP masing-masing untuk menapaki Kehidupan dan Penghidupan dengan sikap Sabar~Nrimo~Ngalah~Welas Asih lan Ikhlas.
Nuwun – Rahayu
Posted by jack on Agustus 22, 2009 at 6:38 pm
Ada yang mak nyusss….
Tentrem ya rasane. Maturnuwun untuk pituture Kang.
Salam takzim.
***~~~~~~~~~~~~~***
Nuwun wangsul Kang Djoko.
Salam Sihkatresnan
Posted by maya on Agustus 23, 2009 at 6:43 pm
referensinya darimana? mungkin kita harus tawadhu’ dengan keterbatasan akal kita
Posted by m4stono on Agustus 24, 2009 at 8:47 am
weee lha belum tahu mas kariyan sih…beliau tu ngelmunya joss tenan…ndak usah nanya darimana asalnya……
ooo yaaa selamat berpuasa yaaa cak…..semoga ibadah puasa kita ditahun ini bisa menempa rohani kita utk menjadi yg lebih baik
Posted by Lambang on Agustus 25, 2009 at 12:32 am
*Ikutan jadi tukang kompor kayak mastono*
Weladalah, Kang Gundul ini ilmunya udah sundul langit. Referensinya ya di awang-awang itu. Pokoke joss tenan, kalau ngga percaya, silahan ngangsu kawruh di Bontang sana… pasti makjossss…..
Kang Gundul, ngusul nih, mbok yao link saya diganti jadi “Lambang” atau “Lambang (IslamAbangan)” gituh, biar seperti yang lain, bukan nama blognya yang dimunculin.
Salam Persahabatan.
Posted by Santri Gundhul on Agustus 25, 2009 at 1:01 am
Hiiiyaaaaaaaaa….KOMPOR gas mo naik loh regone Kang…
Yah…klu mo ngangsu IWAK Baronang, memang di Bontang buuuuaaaaaaannnyaaak tekali, Sini gig cepet…mo yg Bakar ato yg Goreng…heeee…trus dicocol sama Sambel Gamik…weeehh…JOS GANDHOS ROSONE.
Wes Kang, tak ganti neng kolom Selayang Pandhang kuwi loh.
Posted by Lambang on Agustus 27, 2009 at 7:53 pm
Weh, lah cepet banget nggantine.
Makasih yo Kang, muah… muah…. cleprooooooooot…..
Salam Persahabatan.
***~~~~~~~~~~~~~***
Weeeeeeee….muahnya keno BATHUKKU Kang…haaaaaaa…
Untung gak mambu PETE utowo JENGKOL…hiiiiiiiiks..
Salam Sihkatresnan Kang
Posted by zal on Agustus 24, 2009 at 12:49 am
::berjalan digelap malam, dengan memberikan kepercayaan penuh kepada sang cahaya, melangkah mantap mengimplementasikan ittaqullahu haqqotuqotihi…, ya..sang guru mengantar sampai pintu gerbang kemerdekaan, sebagaimana perkataan Lukman r.a kepada anaknya, “setelah aku tak ada, apa yang akan kau sembah..”…, aku tau kau takkan menghilang..tapi kepala ini…tundukkanlah…untuk berjalan dimuka bumiMU ini…
Posted by tomy on Agustus 24, 2009 at 2:27 pm
Coel beweh karo sayur
Mangan pitza isih mentah
Siki traweh ngesuk saur
Awan puasa nggolet berkah
Nginum susu njaluk tambah
Nyegah nepsu kebak ibadah
Ngaturaken sugeng siyam dumateng Pakde Kariyan
Posted by Karyono on Agustus 25, 2009 at 9:42 am
Ass.wr.wb, kang Kariyan
Ulasan panjenegan kang……!
“jadilah sebagaimana TERATAI yang tak menyadari keindahannya, dan tetap tinggal di kedalaman kolam.”
mbok yao sedulur-sedulur ingkang mampir wonten padepokan kang santri gundul diparingi carane madosi lan nyelulup menyang banyu panguripan ampun diparingi yang siap saji / yang sudah jadi. nanti sedulur kadang kabeh jadi terlena. hanya menjadi penikmat.
Matur suwun
Karyono.
***~~~~~~~~~~~~~~~~***
Elloooohhhhhh…Kang KARYONO niki dos pundi toh…??
Lah monggo kito sami-sami SLULUPAN wanten kedalaman SAMODRONE piyambak-piyambak kanti MADEG~MANTEP lan MADHEP wonten ngarsanipun Gusti. Ngelampahi SUWUNG sajroning URIP piyambak-piyambak ke mawon kanti toto lan coro ingkang sekeco miturut KRENTEG manah utawi Batos. Lah coronipun inggig kito kedah saged ngelaksanaken ” PANGUMBAHING ROGO ” arupi SABAR~NRIMO~NGALAH~WELAS ASIH~IKHLAS/PASRAH. Pancine ABOT sanggane, ning nggih kedah dipun lakoni kanti renaning penggalih.
Monggo kito sami-sami NGAJI uger-uger meniko. Walaupun harus menerima resiko JATUH-BANGUN, KESANDHUNG-KESAMPAR tetep harus bangkit dan NGADEG JEJEG TETEKEN URIP.
Nuwun…RAHAYU
Posted by Lambang on Agustus 29, 2009 at 10:09 am
Setuju Kang,
Nggawe “Padepokan Santri Gundul”, terus pasang iklan nang kene.
Nek durung ana muride, yo sementara slulupan dewe, balapan karo iwak baronang…. hehehe…
*dadi tukang kompor maneh*
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Whaaaaaaaaaaaaa…Padepokan IKAN BAKAR BARONANG…muantep kali yah Kang.
Mundhuk-mundhuk NYEBUL Kompore Kang Lambang…haaaaaaa..
Posted by Pambudi Nugroho on Agustus 25, 2009 at 10:19 am
Dasyat kang mas,
Berbagi catatan saya mengutip Ibnu Abbas. Menurut beliau pohon yang baik, maksudnya tauhidnya kuat, tidak mudah goyah menghadapi ujian dan ajakan hawa nafsu. Ciri selanjutnya rantingnya menjulang ke angkasa, maksudnya seorang muslim seharusnya senantiasa ikhlas, yakni amalnya yang mengikuti kebenaran petunjuk Al-Qur’an dan As Sunnah.
Terakhir, pohon yang baik akan berbuah sepanjang musim. Maksudnya seorang muslim tidak boleh bosan ber-amal ma’ruf nahi munkar kapanpun dan dimanapun karena itu fungsi dari seorang da’i.
Bukan begitu saudaraku……….
Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan bagi kangmas dan keluarga,
Matur suwun
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Weeeeeaaaaaaaaaalaaaaahh…jan malah panjenengan saget MBABAR INTI SARI PATINE kanti CETHO WILO-WILO Kang.
Injih leres nopo ingkang dados WEWARAH panjenengan sedoyonipun. Mugi Kang mas PAMBUDI tansah pinaringan NUR CAHYO saking Gusti ingkang Moho WENANG.
Salam.
Posted by hadi wirojati on Agustus 25, 2009 at 10:40 am
pamuji rahayu…
nyuwun gunging pangaksami kangmas santri.. mugya panjenengan tansah pinaringan kekiatan lahir bathos kangge hamapag wulan meniko kanthi sumebar gandha arum kusuma jiwa, kangge mahanani sedaya laku lan kahanan jagad, sageda maringi pepadahanging urip kangge bebrayan lan memayuhayuning bawana, budaya lan lspun. kula nggih tansah ngantu2 pawedar panjenengan, mugya sedayanipun kanthi lilo legowo lan jembaring bathos, linambaran rasa sih katresnan saklebeting hanetepi titahing Gusti Kang Maha Wenang…, SUGENG NGLAMPAHI SEDAYANIPUN. KANGMAS…,
matur sembah nuwun
salam sihkatresnan.
rahayu..,
***~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Pamuji RAHAYU Kadang mas WIROJATI,
Nembah nuwun, mugi konjuk atur panjenengan wonten ngarsane Gusti Kang Moho Suci. Migiyo panjenengan injih tansah pinaringan PEPADHANG ingkang saged MADHANGI JAGAD sak isinipun.
Salam Sihkatresnan
Rahayu
Posted by celetukansegar on Agustus 25, 2009 at 3:43 pm
Jadi tentara ya Kang, kaya’ Pakdhe Cholik?
Gimana hasil ngupadinya?
***~~~~~~~~~~~~~~***
Heeeeee….pernah daftar Tentara Kang dulu, tapi gak lulus.
Tapi pancene aku terlahir dari keluarga TENTARA – AD… heeeee…
Siaaaaaaaaaapp….Graaaaaaak….
Posted by Pambudi Nugroho on Agustus 25, 2009 at 5:23 pm
Kang mas,
Ada award dari saya, silahkan ambil di http://rawapada.com/2009/08/25/pasopati-award
Mohon diterima dengan baik, salam sejahtera..
***~~~~~~~~~~~~~~***
Wadhoooooooooohhhh….penghargaan apa ini Kang???
Hiiiiiiiiiiii….pantese ini buat sedulur-sedulur kabeh yang aktif saling MENYAPA.
Iya…terima kasih banget Kang, sudah mo repot-repot nyiapin hadiah.
Matur nuwun…Rahayu
Posted by Gostav Adam on Agustus 26, 2009 at 1:38 pm
Pastilah hakikat penciptan manusia untuk beribadah kepadaNYA. beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah, beribadah dengan keihklasan yang melekat pada diri-diri manusia dan beribadah sesuai tuntunan Rosulullah. Dan janganlah kita bermudah-mudahan dalam bersumpah atas nama Allah. mempunyai konsekuensi yang besar sekali.
Waktu yang begitu pendek, bak sebuah perjalanan panjang kita hanya sebatas mampi untuk minum saja. Kia harus pergunakan waktu ini sebaik-baiknya. Pastinya ada aral melintang yang menghambat perjalanan kita. Namun kita harus berusaha dan berdoa untuk melewatinya. Kita harus rajin meminta ampunan kepadaNYA. Karena tidaka ada manusia yang tidak berdosa, tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan. InsyaAllah kita akan mampu menjalankan kehidupan ini dengan bahagia…Amin
salam. mampir ke blog kami
***~~~~~~~~~~~~~~***
Hmmm….terima kasih penjelasannya saudaraku Kang mas Gostav.
Memang kita harus kembalai pada KESADARAN akan peran kita sebagai KHALIFAH-Nya. Sadar dalam BERIBADAH yang sesungguhnya, bukan hanya dalam bentuk RITUALNYA melainkan kepada APLIKASINYA, bahwa kita tak lebih daripada ABDI yang tentunya memliki tugas dan tanggung jawab untuk MELAYANI-Nya. Melayani TUHAN adalah MELAYANI sesama makhluk. Perkara DOSA itu tergantung apa yang kita TANDUR~TANAM dalam kehidupan ini. ” SOPO KANG NANDUR BAKAL NGUNDHUH “.
Untuk itu diperlukan sikap ELING lan WASPODHO dalam setiap aksi dan perbuatan untuk tidak MERUGIKAN diri sendiri apalagi MERUGIKAN orang lain.
Salam
Posted by KangBoed on Agustus 27, 2009 at 3:18 am
Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
SAUUUUUUUUUUUMMM…..SAUUUUUUUUUUUUUMMMM…
SAHUUUUUUUUUURRRR…..SAHUUUUUUUUUUUURRRRR….
Bulan RAMADHAN hanyalah merupakan AJANG untuk TOPO BROTO, dalam mengamati dan bercermin sekaligus sebagai wahana INSTROPEKSI dari segala bentuk KEKOTORAN BATIN kita yang selama ini melekat. Lalu kita bersihkan dalam 11 bulan dengan LAKU merealisasikan SALAM kepada sesama makhluk dengan berpijak pada CINTA~WELAS ASIH tanpo PAMRIH….guna menuju dan kembali pada JIWA Mutmainnah.
Salam Cayank Kang
Posted by m4stono on Agustus 27, 2009 at 10:45 pm
pengibaratan pohonnya bagus sekali cak….lalu buah dari pohon itu apa cak…
duduk2 sambil ngudud ndengerin pembabaran dan pencerahan cak gundul……monggo cak……
***~~~~~~~~~~~~~~~~***
pengibaratan pohonnya bagus sekali cak….lalu buah dari pohon itu apa cak…( by Kang Tono )
BUAH itu = SALAM ( Keselamatan, Rohmat lan Barokah ) Kang,
Merealisasikan SALAM bagi Alam dan sak isine dalam wujud karya nyata yang bisa dirasakan sesama makhluk TANPO PAMRIH apapun bentuknya. Inilah wujud PENGABDIAN yang sejatinya kepada Tuhan sebagai Hamba, Abdi, Batur, Jongos….heeeee…
Melayani Tuhan = Melayani sesama.
Di dalam SALAM terkandung KEBIJAKSANAAN bahwa kita diharapkan PEKA dalam segala hal. Peka terhadap KESULITAN dan KEKSUSAHAN orang lain dengan laku PANDUM lan WEWEH tanpa mengharap BONUS berupa PAHALA apalagi SURGA….haaaaaaa…
Ning asline yo gampang diucapke…tapi ABOT sanggane dilakoni. Ning KUDU~HARUS…
Posted by KangBoed on Agustus 27, 2009 at 11:03 pm
hehehehe jika pohon itu tumbuh suburr tinggi menjulang .. lebat daunnya.. banyak buahnya maka itu adalah pohon yang berguna bagi sesama manusia..
POHON ITU POHON IMAN.. POHON CINTA.. JIKA BENIH CINTA DAN IMAN TUMBUH DAN TUMBUH TERUS.. ITULAH RAHMATAN LIL ALLAMIN
mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
***~~~~~~~~~~~~~~***
Iya Kang Boed sarujuk.
CINTA, WELAS ASIH adalah JALAN menuju KEDAMAIAN ( Rahmat ) buat Alam semesta.
Lagi PUASA beneran ini Kang…???
Selamat yah….heeeeeeee…
Posted by KangBoed on Agustus 27, 2009 at 11:06 pm
MbAAAAAAAAAAH GUNDUUULLL KAPAN DUNK AJAK SAYA MENYELAM.. SAYA MAU BELAJAR.. HEHEHEHEHEHE
SALAM SAYANG
***~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Lah..ini yg repot Kang,
Sampeyan disebrang sono, gimana mo ajarinnya yah…???
Latihan nyelam di BAK MANDI sendiri-sendiri saja yah Kang…haaaaaaa
Salam CAYANK juga
Posted by m4stono on Agustus 27, 2009 at 11:32 pm
kangboed belajar nyelam ama saya ajaaah….pake gaya batu…..langsung kedasar…..gak balik lagi ke permukaan….boso jowone “pluuung lap” wakakakakak
***~~~~~~~~~~~~~~***
Lah kwalik Kang,
Kang Boed itu klu NYELAM pake gaya BOTOL….jadi gak bisa tenggelam alias NGAPUNG terus…haaaaaaaaaaa….
boso jowone nyelam gaya ” PLUNG PUL ” Nyemplung Kampul-Kampul haaaaaaaaaaaaaaaaks…….
Posted by Karyono on Agustus 28, 2009 at 9:52 am
@ Kang Kariyan….!!!
Mbok yao disumanggakno tiyang kepingin belajar nyelam kok diajak nyelam wonten kamar mandi? tanggung…….. sekalian saja ditempat yang luas didasar samudra kalo masalah gaya biarkan kangBOED mencari sendiri sesuai selera. gaya batu….kampul-kampul….gaya katak…..gaya capung………biarkan air yang mengaturnya. he….he….he….!
@KangBOED……
Monggo dilanjut ……….
***~~~~~~~~~~~~~***
Whaaaaaaaaa…tenang-tenang saja Kang,
Guyonan wae kok….ben gak terlalu serius banget. Kita kan perlu ketawa-ketiwi…hhhhhhaaaaaaaaa….hhhhiiiiiiiiii….
Nuwun
matur suwun kang kariyan
Posted by KangBoed on September 1, 2009 at 12:41 am
waaaaaaaaaaakaaaakaakakakakak.. ini postingan tentang berenang yaaak.. hahahahaha.. manut wae wong cilik hahaha
***~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Kang Boed,
Justru yang cilik-cilik itu lebih LINCAH dan GESIT kalau berenangnya..haaaaaaaaa….blusak-blusuk menyelami SAMUDERANYA…
Salam Cayank celalu Kang buatmu
Posted by batjoe on Agustus 28, 2009 at 4:28 am
hehehehee lucu deh komennya…….
salam hangat dan salam kenal dari saya mas..
artikel yang sangat rapi dan sangat baik dalam bahasa dan penuturannya..
sangat bagus seklai..
kalau gaya “DADA” aja bagaimana?
Nyemplung langsung dada kiri dan kanan dan tidak balik2 lagi (maksudnya tidak muncul lagI ) alias tengelem
hahahahhahhahaa…
selamat sahur dan semoga sahurnya makin nikmat aja…
Posted by Santri Gundhul on Agustus 28, 2009 at 7:43 pm
Hiiiiiii….pake gaya DADA model TENGKUREP atawa MLUMAH noh…Kang Batjoe???
Makasih Kang, KENIKMATAN bukan terletak dari LUAR badan, melainkan terbit dari BATIN yang JERNIH kayak air Kolam…haaaaaaaaaa…
Salam kenal
Posted by m4stono on Agustus 28, 2009 at 10:38 pm
gaya kodok bancet ada gak cak….wakakakakak
***~~~~~~~~~~~~***
Wooo…ada Kang,
Gaya kodok bancet kuwi perlambang ” Nyembah Atasan ” Njejek~nyidrani Nisoran…Jiaaaaaaaaaaaks….
Kuwi nek pekerja sifate ABS ( asal boss senang )…haaaaa…halah.
Posted by Pakde Cholik on Agustus 28, 2009 at 10:51 pm
Ilmu sampeyan nge Jos tenan cak, aku sampek lenger-lenger je.
Salam hangat dari Surabaya
***~~~~~~~~~~~~~~~***
JOS GANDHOS,
Gandhose Klopo tah pak Dhe????.
Wadoooohh…wingi pas neng Suroboyo 4 dino, kok lali gak tekon alamate Njenengan njih pak Dhe?
Nuwun wangsul pak Dhe
Posted by batjoe on Agustus 30, 2009 at 5:29 am
sambil berenang minum air sambil berkunjung cari ilmu salam sayang buat mar kariyan moga2 selalu dalam lindungannya. amin
pagi mas
Posted by KangBoed on September 1, 2009 at 12:39 am
tanpa CINTA tiada SABAR..
tanpa CINTA tiada TULUS..
tanpa CINTA tiada INGAT..
tanpa CINTA tiada RINDU..
tanpa CINTA yayaya.. hanya CINTA membawa sebagian diri terbang bersama yang diCINTAINYA..
CINTA adalah TALI BUHUL YANG KUAT
CINTA adalah BOURAQ membawa diri selalu bersamaNYA walau jasad hina ada di bumi
CINTA daerah TAK BERHURUF TAK BERSUARA
CINTA adalah RASA SEJATI
CINTA adalah MAHA GHAIB
CINTA tidak TERDEFINISIKAN hanya bisa diRASAkan JIWA yang mengalaminya
CINTA adalah JALAN MELINTASI GHAIB SENDIRI
SESUNGGUHNYA JIKA MANUSIA MENGERTI AKAN KEKUATAN CINTA.. KETIKA DI DENDANGKAN DALAM KEHENINGAN MALAM.. DI ALAM NYATA ENERGINYA HANYA SEPERTI PERCIKAN AIR YANG KECIL SEKALI.. TETAPI DI ALAM GHAIB SANA BAGAIKAN AIR BAH YANG KELUAR DARI BENDUNGAN BOCOR.. DAHSYAT RUAR BIASA.. MEREMBES KEMANA MANA.. PARTIKELNYA SANGAT SANGAT HALUS SEKALI
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Memang dengan CINTA bisa meneteskan REMBES MADUNING JAGAD…
Salam
Posted by KangBoed on September 1, 2009 at 12:40 am
SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Iya Kang,
Moga moment kali ini bisa mengembalikan kita pada KESADARAN JATI yang FITRAH…
Aku tresno marang sedulur kabeh…
Katresnan Poooooooooooooooooooooooollllllll banget
Posted by m4stono on September 3, 2009 at 9:30 am
aaaapdeeettttt komeng pagi………..kemana aja cak………bulan puasa harus banyak BW dan apdet artikel spy dapet banyak pahala ….wakakakakakakakaka
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Nunggu WANGSIT mudhun Kang…hhaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh…
Lagi kepingin ANTENG…ben ora nambahi reribeting Alam yang sedang BERGOLAK untuk menyempurnakan evolusi DIRInya….
Iya ini juga lagi ogah-ogahan sambang sedulur iki kepiye karepe ROSO.
Posted by batjoe on September 6, 2009 at 9:57 am
ass.. kang aku ijin ngblogroll yo?
iso ora?
matur suwen kang….
Posted by Budi tuban on September 9, 2009 at 9:44 pm
Nuwun sewu mas bade nderek jowal jawil, kalau menurut ku, mengapa kita harus mencari kasampurnan urip? Bukankah kita sudah di beri kesempurnaan dari yang maha urip, kan sudah di beri mengapa kok di cari2 lagi, kan sia2 toh mas. Sing penting manut lan manut. Gitu aja kok repot