Jadilah Guru Atas Nasib Kita Sendiri

Kita berada di sini untuk mencari harta benda yang terlupakan ini dan kita tidak akan pernah menyerah sampai kita menemukannya. Itulah sebabnya kenapa hidup kita tidak pernah puas karena kita senantiasa mengetahui ada sesuatu lainnya, sesuatu yang lebih agung daripada apa yang kita miliki saat ini. Kita bagaimanapun juga sering mengetahui bahwa kita bukanlah wadah ini, tubuh daging beserta tulang belulang ini, karena setelah apa yang kita namakan kematian, tubuh kita akan tetap di sana, tetapi kita tidak dapat bergerak. Kita tidak dapat melakukan apapun, kita tidak dapat mengasihi satu orangpun, kita tidak dapat membuka mulut kita, kita tidak dapat melakukan apapun juga…!

Itulah artinya kita bukanlah merupakan sang tubuh. Ada sesuatu yang bersemayam di dalam tubuh ini sehingga ia dapat bergerak dan bekerja pada waktu kita masih hidup. Sesuatu di dalam tubuh itu akan pergi jika kita mati, jadi kita tidak dapat menggerakkan peralatan tubuh kita. Sehingga, bagaimanapun juga kita mengetahuinya dalam lubuk hati kita yang dalam kita mengetahuinya. Ya, saya tahu! Saya tidak tahu jika saudara-saudaraku tahu. Tahukah kita? Saudaraku semua pasti tahu.

Itulah sebabnya adakalanya ketika Kita memiliki waktu, khususnya ketika Kita berada dalam kesulitan, Kita duduk dan tidak ingin bersama dengan siapapun…!!! hanya ingin sendirian. Lalu Kita berpikir, merenung dan kemudian Kita merasa lebih baik dan lebih baik, karena Kita pikir terdapat sesuatu di sana, sesuatu yang adakalanya menghibur kita dalam kesunyian. Saya sering seperti itu sebelum saya mengetahui pentingnya “ HENENG~HENING “ melalui Kontemplasi, Meditasi, Dzikir. Sehingga adakalanya ketika saya berada dalam kesedihan yang mendalam, sebelum saya mengetahui hal tersebut di atas, saya berdoa secara mendalam, hanya sendirian saja; tidak berdoa dengan nyaring, tetapi benar-benar meratap di batin. Lalu saya merasa seperti ada sesuatu yang mengangkatku ke atas, dan saya merasa begitu ringan dan begitu lega dan saya merasa tiada apapun yang perlu dirisaukan lagi. Itulah saatnya kita menyadari bahwa terdapat sesuatu yang lebih “ Agung “ dari hidup ini, sesuatu yang senantiasa berada di sana mendengarkan kita.

Kebanyakan kita berdoa, dan kita berkata bahwa kita tidak memperoleh jawaban. Hal tersebut karena kita tidak berdoa secara cukup mendalam. Itulah sebabnya kita memiliki lebih banyak jawaban ketika kita berada dalam kesedihan yang mendalam karena kita menjadi benar-benar tulus pada saat itu. Kita menembusi semua lapisan kemunafikan yang kita ciptakan dan kita menembusi kepalsuan Diri kita dan dengan seketika kita bersentuhan dengan Jati Diri.

Itulah saatnya kita memperoleh jawaban dari sang Sumber URIP melalui Jati Diri~URIP yang menggerakkan wadah kita, tubuh kita untuk berubah.

Guru itu adalah DIRI~URIP kita sendiri yang dalam perjalanannya selalu dibimbing oleh sang sumber URIP dengan “ Rahman dan Rahimnya ” yang tanpa batas.

Masalahnya adalah…Apatah kita mau BERUBAH~BERGERAK atau tidak…!!!???.

Sebagaimana Pasang-surutnya Samudera. Sebagaimana Gunung yang memuntahkan Laharnya. Sebagaimana Bumi yang bergolak dengan Gempanya. Itulah karakter dan sifat dasar Alam Semesta yang  SEJATI~BAIK dan SABAR.

26 Tanggapan to this post.

  1. pamuji rahayu.,

    kabar baik buat panjenengan ya kangmas kariyan…, mugya sedaya lelampahan meniko sageda nyumurupi dumateng agesang kita sedaya kanthi lahir batos.., nuninjih pangandika panjenengan leres…, menawi sedaya kemawon kedah kanthi lalaku perih.., piyambak lan ngunegngunek dumateng kang urip.., njih kangmas.. mugya sedayanipun karaharjan kasugengan dan bagas waras dumateng kita sami.,
    matur sembah nuwun
    rahayu..,

    Balas

  2. wuuuiiiiiih muaaaanteeeep suranteeep tooop merkotooop josss guandhooooozzz….cak gundul in walaupun kepalanya gundul tapi ilmunya gondrong…saya salut dengan njenengan…….ya saya juga sering demikian cak…saya kira salah satu waktu terbaik selain 1/3 malam terakhir juga pada waktu habis sholat subuh itu juga salah satu waktu terbaik utk berdoa disaat pikiran masih segar……..

    kalo masalah guru saya lebih ke sosrokartanan….gurune pribadi muride pribadi….muride pribadi gurune pribadi…jadilah guru dan murid pada diri sendiri…………..keknya tahun 2009 ini merupakan tahun kebangkitan revolusi spiritual di negeri tercinta ini….walaupun bencananya yaaa ngudubilah syaiton…..tapi jangan kuatir asal tahu hakekat sejatinipun mboten wonten menopo2 kejawi ingkang kajawi…kita bisa kalis ing sambikala…..mari kita mulai dari kebangkitan spiritual masing2 diri kita dan sebagai blogger kita mulai dari menulis tentang hal2 spiritual dan berhakekat……..

    nuwun

    Balas

  3. hahaha.. apa artinya baca indah dan panjang tanpa TASTENYA.. sadari dan temukan TASTENYA itu.. maka satu kalimat alam semesta bergetar merespons.. diri bergetar kedinginan.. yayaya sekali lagi TASTE ruaaaar biasaaaaaaaaa

    Balas

  4. Posted by lovepassword on September 4, 2009 at 8:36 am

    Gambarnya keren, bisa murup gitu

    Balas

  5. Karena pengalaman adalah guru terbaik

    Balas

  6. apdettt….malem2 mampir dirumah mas gundul…sapa tahu dapet ikan baronang bakar gratis dari mas gundul buat sahur….hmmm…sedaaaappp

    Balas

  7. waduh komengku sing pertama gak ono….yo wisss…tak baleni….nunggu sahur karo mangan iwak baronang bakar bareng cak gundul lan kembarane sing podo2 gundul…hihihihi……ayo sahur cak……

    Balas

  8. Posted by batjoe on September 6, 2009 at 10:00 am

    ikutan kang boed aja komentnya..
    botol ijo dan kuning sekarang udah mulai keluar dari botol nya…
    hati-hati

    Balas

  9. teess tess tesss……ngetes omahe cak gundul…wingi komeng ping pindo bablas kabeh ra metu….hihihi

    Balas

  10. Sedulurku iki pancen jos gandooos…..
    Terima kasih atas tambahan ilmunya.

    Ayo diombe wedange Kang….

    Balas

  11. leres sanget Pakdhe, ingkang sinebat Guru sejati menika saestunipun inggih Urip kita Pribadi
    Urip ingkang nunggal ing sakabehing sipat

    Balas

  12. guru pribadine cak gundul ya podo2 gundule…wakakakakakak….kabuuuurrrrrr nggandhol sikil…..

    Balas

  13. Posted by Indra on September 9, 2009 at 7:46 pm

    Salam kenal, saya suka tulisan anda,

    Balas

  14. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllllll

    Balas

  15. weeeeeeeeeeeekeeeekekeekekekek.. mBaaaaaaaaaaaaaaah kemana mBaaaah
    salam sayang aja daaaah

    Balas

  16. Apik tenan kang…

    Salam takzim wae.

    Balas

  17. Ya, setuju aku kangmas.
    Yang bersemayam didalam tubuh kita adalah roh baik dan roh jahat. setiap hari roh tersebut terus ” berkelahi “. Mana yang menang tergantung daripada kemampuan dan kesadaran kita untuk berproses melalui meditasi, ditengah kesibukan kita yg padat. untuk merefleksikan apa yg telah kita lakukan selama ini. Dan doa menjadi jawaban, adalah ketika kita selalu menaikkan ucapan rasa syukur diantara suka dan duka.

    Terima kasih atas tulisannya yg memberi warna dikehidupan kita.
    Doa dan salam sejahtera untuk anda & keluarga.

    Balas

  18. hem.. leres sanget om.. we are the director of our destiny.. halagh…

    Balas

  19. ::AKUlah harta yang terpendam, KU ciptakan Makhluq agar AKU dikenal”

    Balas

  20. Nuwun Sewu ndhisiki atur
    Ngaturaken Sugeng Ariyadi Pakdhe Kariyan
    Nyuwun pangapunten lair trusing batin
    Mugi linebur sedaya dosa kalepatan kita sedaya

    Balas

  21. Salam kenal kembali..

    Balas

  22. pamuji rahayu..,

    ngaturaken dumateng panjenengan kangmas Kariyan.., mugya tansah kanthi renaning penggalih.., lan mugya panjenengan sak keluarga tansah wonten kahanan ginanjar wilujeng angsal berkahing Gusti Ingkang Maha Wikan…, tebih ing rubedha niring sambikala tansah karaharjan kasugengan…
    nyuwun ngapunten mbok bilih kula ngaturaken :

    SUGENG RIYADI 1430H.., NYUWUN GUNGING PANGAKSAMI BATHIN UTAMINIPUN LAN LAHIR , MUGYA SEDAYA KALEPATAN TANSAH LEBUR ING DINTEN RIYADI MENIKO.

    Matur sembah nuwun
    Rahayu..,

    Balas

  23. Wah jan kok kayaknya balapan sama Mas Hadi Wirojati…

    Kula nggih semanten ugi Mas Santri Gundul ingkang dahat luhuring BUDI, Ngatureken sugeng RIYADI 1430H Nyuwun Lumebering Samudra Pangaksami Lahir trusing Batin, Mugya Sedaya Kalepatan Sageto Lebur Ing Diten Rioyo Meniko…MINAL AIDIN WAL FA IDZIN… Aamiin

    Salam…Salam…Salam
    Rahayu Ingkang Sami Pinanggih

    Balas

  24. Tak terasa ramadhan segera berakhir, para sufi pun menangis karena segera ditinggal ramadhan bulan paling bagus untuk menuju sang kekasih, kita yang lahir akan segera kembali kebatin kelak, segala yang lahir akan kembali ke batin, segala yg batin hanya milik Allah, segala dosa insya Allah akan dilebur, apabila ada salah salah kata dalam berucap maupun postingan maka itu hanya kesalahan kami belaka, segala kebaikan kebaikan yg tersirat hanya milik Allah semata. Akhirnya hanya bisa terucap selamat hari raya Idul Fitri 1430 H kepada mas kariyan mohon maaf lahir dan batin, taqabalallahu minna wa minkum taqabalallahu yaa karim, minal aidzin wal faidzin

    Balas

  25. Kepada para Saudara-saudaraku yang Tua dan yang Muda. Sungguh betapa tak tahu DIRInya saya, karena belakangan ini saya tak pernah ” NJAGONGI, MENYAPA BALIK dan NYUMANGGAKAKEN ” setiap Saudaraku yang sempat mampir di sini, apalagi sekedar SAMBANG pun saya tak mampu melakukannya. Di kesempatan ini saya hanya memohon maaf atas segala KESILAPAN dan KEALPAAN selama ini dikarenakan KESIBUKAN duniawi yang tak bisa saya bendung dan tolak kehadirannya. Tapi percayalah keberadaan Saudara-saudaraku masih tetep TEMANCEP sajroning ATI. Sekali lagi mohon maaf.

    Salam
    Sihkatresnan selalu

    Balas

Tanggapi posting ini