2
Mei
Oleh Santri Gundhul pada JELAJAH HIKMAH. & Komentar

Saudara-saudaraku sekaliyan dalambenak ini ada yang begejolak MUNCRAT dan SEMBURAT begitu saja tanpa kuasa saya bendung gelegaknya. Ketimbang jadi BISUL ( Udun ) mendingan saya share saja di sini barang kali ada yang bisa memberikan gambaran dalam nuansa atau sudut pandang yang lain.
Begini nih …sebenarnya pengertian, INTI dan HAKEKAT dari pada KHUSYU’ ” itu terletak pada faktor PSIKHOLOGIS atau AGAMANYA…???. Lalu ESENSI daripada KHUSYU’ atau KUSUT itu sendiri terlihat dari RITUALNYA atau LAKUNYA..???. Lanjutkan membaca
24
Apr
Oleh Santri Gundhul pada JELAJAH HIKMAH. & Komentar

Spirit itu semangat. Banyak yang bilang kalau spirit itu ruh. Jadi spirit itu merupakan inti. Sesuatu yang tidak kelihatan, karena sifatnya yang ghaib.
Saya pernah baca, kalau gak salah baca di hadits qudsi “Bahwa Dia itu tidak melihat dunia, semenjak menciptakannya”. Untuk mengenalNya, dalilnya cuman satu … ” Qudus alal Qudus, Qadim alal Qadim “. Barang alus didekati oleh yang alus, barang kasar didekati dengan yang kasar. Lha Pengeran iku khan barang alus. Maka dari itu mendekatinya harus secara halus. Pengeran itu tidak bisa didekati dengan banyak-banyakan melakukan ritual sholat … Lha emange mau olahraga … he..he..he… Lanjutkan membaca
14
Apr
Oleh Santri Gundhul pada 1. & Komentar

Orang yang mendapatkan hikmat dari Tuhan sesungguhnya telah menerima “ KHAIR “ kebajikan, kekayaan, kesejahteraan, keuntungan dan caritas. Mereka yang menerima hikmat Tuhan itu adalah para “ ulil Albab “ yaitu orang-orang yang AKAL dan BUDI PEKERTINYA telah dipimpin oleh Tuhan yang tentunya sama sekali hal ini tidak terpengaruh dengan Pangkat, Jabatan ataupun Predikat dan bahkan tidak terpengaruh dengan sebuah nama agama yang dianutnya. Karena sesungguhnya “ hikmat Tuhan “ itu berada di luar system nama Agama yang disandang oleh seseorang. Orang itu bisa berprofesi apa saja, bisa petani, tukang becak atau bahkan seorang pemulung ( pemungut ) sampah sekalipun. Orang yang menerima hikmat dari Tuhan tidak akan benci lagi kepada orang lain. Orang akan mendapatkan hikmat dari Tuhan , bila ia mencarinya di alam raya ini. Dan seseorang akan dapat memperoleh hikmat jika aksi, tindakan dan perbuatannya tidak berlaku dzalim di muka bumi ini. Lanjutkan membaca
1
Apr
Oleh Santri Gundhul pada MAKNA IBADAH. & Komentar

Ibadah kepada Tuhan
Jika kita mendengar kata “ ibadah “, maka yang tertangkap oleh pikiran kita adalah bentuk tindakan ritual agama. Lalu, kalau ada orang yang tidak menjalankan ritual formal tersebut, kita akan katakan bahwa orang itu tidak “ beribadah “. Akibatnya, suburlah formalitas dalam kehidupan ini. Orang akan takut dicap atau dikatakan “ kafir “, maka rajinlah ia ketempat-tempat ibadah. Tetapi kezaliman dalam bentuk korupsi, manipulasi dan kong-kalikong, curiga terhadap orang lain yang tidak seide atau segolongan tetap langgeng dalam prakteknya. Orang lebih mementingkan “kesatuan ” daripada persatuan. Orang lebih suka terhadap “ keseragaman “ dari pada “ keberagaman “. Kalau ini yang terjadi, bukan ibadah yang subur tetapi merupakan bentuk ibadah upacara….!. Lanjutkan membaca
18
Mar
Oleh Santri Gundhul pada INSTROPEKSI. & Komentar

Dalam menjalani kehidupan ini sering kali kita merasakan bahwa yang kita lakukan itu sebenarnya keinginan dari pada Ego, tetapi dengan mudah kita berkilah dan berdalih bahwa yang kita lakukan adalah merupakan panggilan Tuhan. Sering kita meneriak-neriakkan nama Tuhan, kita katakan dengan lantang, ” kita harus membela AgamaTuhan…!!”…Hiii..hii…emang AGAMANYA Tuhan apaan yah…??? Ada yang tahu gak…???. Tetapi sebenarnya semua itu dilakukan tanpa menyadari tak lain hanyalah karena desakan Ego. diri pribadi. Tuhan itu kan Maha Besar dan Maha Perkasa serta tak terkalahkan lagi, masa perlu dibela…?. Lah..kok jadi kebalik-balik yah…emang yang Maha Besar, Perkasa kite-kite apa Tuhan yah..??. Kalau Tuhan masih butuh PEMBELAAN kite-kite, ngapain kite harus berdoa minta ini dan itu sambil nyadhongkan tangan….heks..heks…
Lanjutkan membaca
9
Mar
Oleh Santri Gundhul pada WEJANGAN. & Komentar
Tulisan kali ini sangat terkait dengan Memahami Elmu Kamanungsan sebelumnya. Dan saya mencoba mensarikannya dari wejangan orang Bijak agar kiranya dapat bisa kita petik Hikmah yg terkandung di dalamnya terutama khusus buat saya pribadi yang sesuai dengan CITA RASA lidah saya tentunya .
Ketahuilah Poro Sedulur bahwa ilmu kasampurnaan itu ada 2 macam,
Pertama, diberikan melalui wahyu.
Apabila suksma manusia telah sempurna, niscaya akan sirna segala sesuatu yg dapat mengotori watak, seperti halnya sikap rakus dan impian semu. Suksma akan menghadap Sang Pencipta, merengkuh cintaNya dan berharap manfaat serta limpahan cahayaNya. Tuhan akan menyambut suksma itu secara total. Tatapan Ketuhan memandanginya dan menjadikannya seperti papan. kemudian Allah akan menjadikan pena dari suskma sejati. Dan pena itu diukirkan ilmu pada papan tadi. Lanjutkan membaca
22
Feb
Oleh Santri Gundhul pada WEJANGAN. & Komentar

Adalah suatu yg pasti terjadi poro Sedulur, kadang sinorowedi. Ketahuilah ini, renungkan demi kasampurnaan ilmumu. Di dunia ini, entah kapan, sakit, dan mati pasti terjadi. Maka hendaklah waspada, tidak urung kita juga akan mati, jangan lupa pada sangkan paran dumadi. Untuk itu, di dunia ini hendaklah selalu prihatin. Agar benar2 sempurna engkau berilmu. Dalam memperbincangkan ilmu kasempurnaan ini, jangan lupa arti bahasanya jika engkau mempertanyakannya. Karena mengetahui arti bahasa adalah kuncinya. Lanjutkan membaca
15
Jun
Oleh Santri Gundhul pada PERJALANAN. & Komentar

Poro Sanak Kadangku sedoyo ingkang Minulyo ( Saudara-saudaraku semua yang diberkati Gusti Allah )
Dalam beberapa hari ini, minggu ini, bulan ini atau entah sampai kapan. Saya mungkin harus HENGKANG dari dunia MAYA ini. Entah apakah nanti saya akan kembali hadir meramaikan dunia MAYA ini atau tidak, embuh…wis aku ora weruh…Ada perjalanan yang harus saya kerjakan dan selesaikan untuk memenuhi KAREPING ROSO. Bukan karena JENUH ataupun MALES NGEBLOG lageh, bukan…bukan karena itu masalahnya. Tapi ada sesuatu yang memang membuat saya harus memenuhi KAREPING ROSO yang begitu kuatnya menarikku hingga saya tak mampu lagi untuk membendung dan menghentikan apalagi sekedar hanya untuk melawannya. Oleh karenanya, menyadari akan keadaan saya yang penuh ALPA dan LALAI ini, saya hanya mohon Poro Sanak Kadang mau memberikan KEKUATAN dan KELAPANGAN hati untuk MEMAAFKAN DIRI ini jika selama ini ada sikap, tutur kata atau tindak tanduk manusia lemah dan bodhoh serta DZALIM ini yang pernah “ KURANG AJAR “ dan tidak berkenan di Hati saudara-saudaraku semuanya yang sangat saya cintai.
Lanjutkan membaca
8
Jun
Oleh Santri Gundhul pada JELAJAH HIKMAH. & Komentar
Penasaran dengan teka-teki yang diberikan oleh burung Kuntul pada postingan saya terdahulu tentang Mengenal Diri…Mengenal Tuhan “ carilah jejak kakiku, ketika aku terbang “ membuat saya termotifasi untuk melakukan perjalanan melanglang buana menyelami samudera BATINKU yang paling dalam. Sedalam laut Bandakah…?? he..he..Dalam khasanah Jawa, terminologi AJARAN tentang HIDUP begitu banyak disampaikan oleh orang-orang bijak dalam bentuk tembang, serat-serat dan rata-rata membutuhkan penafsiran yang bukan bersandar pada AKAL dan PIKIRAN, melainkan dituntut adanya peran BATIN untuk menelanjangi dan memaknainya, ahhhg…masak sih…??. Bayangkan saja mana ada JEJAK kaki burung Kuntul ( Bangau ) ketika terbang…?? bisakah kita menemukan bekas jejaknya…?? Mari kita sama-sama saling merenungi sebuah pesan yang sangat syarat dengan HIKMAH dan MAKANA seperti yang disampaikan oleh Kali Jaga dalam bentuk metrum Dhandhang gulo seperti di bawah ini.
“ Ana pandhita akarya wangsit, kaya kombang anggayuh tawang, susuh angin ngendinggone, lawan galihing kangkung, watesane langit jaladri, tapake
kuntul mabur lan gigiring panglu, kusumo anjrah ing tawang, isine wuluh wungwang “. Lanjutkan membaca
29
Mei
Oleh Santri Gundhul pada JELAJAH HIKMAH. & Komentar
Tergelitik dengan komentarnya Kang Gempur dalam postingan saya dengan judul AKU…Sopo Ingsun…??. Begono Komentar Kang Gempur : “Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu “ Terjemahannya kira-kira demikian “ Barang siapa mengenal diri (sejati)nya, maka Dia akan mengenal Tuhannya ”. Konon menurut cerita-cerita neh…itu kata-kata para manusia pencerah ( Nabi/Rasul ) yang disarikan dalam bentuk sebuah Hadis. Yah…walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sih sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan Spiritual ( ruhani ) ujar-ujar seperti ini sangatlah popular dan menggema seolah menjadi Kunci pembuka untuk mengenal Sang Pencipta Alam Semesta Jagad raya ini.
Tapi seberapa susah dan seberapa gampangkah sebenarnya mengenal DIRI itu? Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa mengantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh-sungguh Agung…??, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya pengenalan akan Tuhan…? Bukankah yang disebut “saya-aku” ini yah.. saya-aku…, yah yang berupa jasad badan kasar ini…? Tidakkah kita semua tahu dan telah kenal diri kita sendiri…? Lanjutkan membaca
YANG JOWAL JAWIL