ISRO’ MI’ROJ DI AWAL 2008

 

Dahulu kala di sebuah desa di sebuah negri Antah Brantah, hiduplah seorang yang dianggap suci dengan berbagai KETELADANAN hidup yang ditunjkkan dalam keshariannya, dan dianggap utusan Allah. Setiap hari ia diminta mengajari penduduk desa dimana Dia tinggal. Alkisah orang tersebut mempunyai seekor anjing yang sangat penurut. Setiap hendak pergi mengajar orang-orang penduduk desa, si Anjingnya selalu diikat disebuah tiang di sisi kanan sumur.Kemudian ia akan mengambil air dari sumur dan membasuh wajahnya. Setelah itu ia akan pergi ke sebuah batu besar dan datar di tempat yang agak tinggi. Sebelum duduk, Dia menaruh sandalnya di sisi kanan batu, lalu duduklah dengan kaki menyilang ( silo ), kaki kiri di atas kaki kanan. Demikian yang dilakukan setiap kali mengajar orang-orang di desanya, hingga suatu saat ia meninggallah orang suci tersebut. Penduduk desa kemudian mencari seseorang yang dianggap paling menguasi ajaran si orang suci, dan memintanya untuk menggantikan orang suci tersebut mengajari penduduk guna meneruskan ajaran KAMULYAN sampurnaning DUMADI. Tentunya dengan urut-urutan perilaku yang harus persis dengan orang suci yang dulu, dari mulai memelihara anjing, mengikatnya di sisi sumur, hingga menyilangkan kaki kiri diatas kaki kanan sambil mengajar. Demikianlah diperbuat secara terus menerus hingga kini, dan tak ada yang berani mengubah atau mempertanyakannya, karena bisa-bisa disangsikan kesuciannya dan kepercayaannya alias dianggap salah hadab atau mungkin lebih ekstrimnya bisa dianggap “ MURTAD “ oleh sebagian murid-murid….! Apakah ritual namanya jika bukan hendak menuju yang spritual ? masalah spiritual adalah masalah “ SUJATINING ROSO “, komunikasi pribadi antara Penyembah dengan Yang Disembah. Gerakan tanpa ROSO ( kesadaran DIRI ) hanyalah gerakan mekanis sang Akal Pikiran, Ego, Nafsu dan sifat-sifat NALURIAH yang dimiliki oleh manusia yang KOSONG dari MAKNA….!!.
Setiap gerakan bagi yang tercerahkan adalah ekspresi Cinta pada Yang Dicinta. Mengenali yang tercerahkan itu sebenarnya juga tak sulit : “ kenalilah pohon dari buahnya, pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik dan berlimpah-limpah, dan hasilnya adalah tetap sama memberikan MANFAAT bagi manusia-manusia yang memetiknya dan manusia-manusia yang ada di sekitarnya.” Inilah SUJATINYA Rahmad bagi Alam Semesta…!!. Yang selalu digembar-gemborkan anak manusia di Jagad Raya ini, namun pelaksanaannya kadang menjadi KERDIL akibat adanya ” Pemasungan Akal dan Pikiran ” oleh para pendahulu-pendahulu si penerima ajaran orang Suci akibat DOGMA dan DOKTRIN yang begitu kuat MENJIRET NURANINYA. Akibat pandangan MATA dan HATI nya yang selalu terfokus dan tertuju pada TAMPILAN jasad fisik LAHIRIAH orang Suci yang memberikan Ajaran dan Wejangan kepadanya hingga ISI dan INTI SARI PATI dari Ajaran orang Suci tersebut menjadi TERABAIKAN. Jika boleh saya memaknai kita-kita ini seringkali memfungsikan mata,telinga, dan pikiran terbalut ego Nafasani. Sehingga melewatkan ajaran ajaran KEBENARAN dari orang maupun alam di sekitar dalam keseharian. Padahal itulah Ayat-ayat Tuhan Pencipta Langit dan Bumi yang telah digelar oleh-Nya untuk manusia. Hmmm..hmmm…Jadi apakah kita-kita selalu mesti pergi ke kerumunan masa di mana orang-orang suci hidup yang kegiatan ritualnya hanyalah tinggal berupa Rutinitas, Formalitas, dan Seremonial yang Kosong dari MAKNA belaka. Lagian… apa gunanya jika yang dilihat masih saja berupa pikiran/ego sang DIRI? Bukantah lebih baik bertanya pada diri sendiri, pergi ke dalam kejernihan budhi pekerti, dalam terang kesadaran DIRI….? Ya itu menurut pandangan saya, toh saya pun masih ber Ritual. Ritual itu sama seperti obat yang berfungsi menggelorakan Kenikmatan dan Kesembuhan SESAAT yang sifatnya masih SEMU. Selama saya belum mencapai Bodhicitta ( budi pekerti luhur ), Kesadaran Murni, Makrifatullah, saya masih harus minum obat. Hanya obat apa yang pas, cocok dengan saya atau buat orang lain ya terserah saja. Kalo buat saya, obat agama sudah kurang ampuh lagi.Karena agama ‘hanyalah kendaraan’ ( Al- Buraq, Wasilah, NUR Illahi ) untuk mengaplikasikan ” BUDI PEKERATI LUHUR ” dengan wujud KEBAJIKAN dan CINTA KASIH dalam kehidupan ini terhadap sesama makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt. Inilah yang dinamakan ISRO’ yang sesungguhnya…!! Kalau sudah sampai di Rumah Gusti ( di Hadirat Illahi ), kendaraan-kendaraan tersebut ya harus ditaruh diluar saja, tidak perlu ikut masuk bersamanya untuk ketemu dengan Gusti Kang Hakaryo Jagad..apalagi berpelukan ya musti jalan sendiri..karena segala sifat-sifat KEMANUSIAAN sudah LEBUR dan yang ADA hanyalah Dia sang KEBERADAAN dan KENYATAAN serta KEBENARAN sejati…itulah Dia Tuhan Al HAQ…!!. Dan, inilah yang SEJATINYA MI’ROJ…!! seperti yang dialami oleh manusia-manusia yang selalu eksis melakukan RIYADHAH dan BERMUJAHADAH di jalan-Nya hingga berada dalam KEDEKATAN dan telah MANUNGGAL dengan-Nya seperti Musa, Isa dan Muhammad bin Abdullah. Kalo masalah kemanunggalan dengan Gusti, menurut kesadaran saya sih… roso kemanuggalan saya masih byar-pet, byar- pet.. pet..pet…alias PETENG NDHEDHET..he..he..

 

 

By Kariyan Santri Gundhul Posted in MANJING

2 comments on “ISRO’ MI’ROJ DI AWAL 2008

  1. Bagaimana mau Isra’ Mi’Raj? Bagaimana mau menuju ke tingkat yang lebih tinggi lagi? Kalau “Wudhu (Wujud Kudhus)”nya saja tak benar dan tak dijaga. Wudhunya saja sudah BATAL.

    Katanya menghilangkan NAJIS. Tapi, masih berbuat dan menggauli NAJIS. Sudah WUDHU koq masih suka membicarakan keburukan orang lain, suka mengambil milik orang lain. Katanya tangan harus bersih dari NAJIS. Mengambil yang bukan HAQnya koq SERING dan SANGAT HOBBY. NA’UDZUBILLAH.

    Mari kita jaga WUDHU kita, biar kita bisa ISRA’ MI’RAJ.
    Bertemu KEKASIH saja sangat INDAH. Apalagi bisa bertemu dengan SANG KHALIK, TUHAN, ALLAH SWT. Tentu akan LEBIH INDAH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s