TANYA…KENAPA?

” Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir”.

Apa yang bisa kita pikirkan tentang makna yang TERSIRAT dari yang tersurat dari adanya perumpamaan-perumpamaan ayat diatas…??. Rasanya tidak berlebihan jika kita secara bersama-sama melihat berbagai bencana yang melanda Negeri tercinta ini, mulai badai Tsunami sampai muntahan lahar panas dari gunung-gunung berapi yang telah “ MENGGELONTOR “ negeri ini. Berbagai kegiatan ritual keagamaan telah dilakukan dalam rangka menyikapi kejadian ini, Doa bersama, Sholat Taubat, Isghosah Qubro telah berkali-kali dikumandangkan yang dibarengi dengan rasa SESAL, wajah sendu ( syahdu ) dan isakTANGIS mengiringi hajatan  tersebut. Kejadian berbagai bencana yang melanda negeri ini banyak disikapi oleh para petinggi Agama, seolah merupakan AZAB Tuhan atas perilaku manusia di bumi pertiwi ini yang telah melupakan Tuhan dikarenakan banyak manusia yang  tidak menjalankan perintah-Nya, seperti IBADAH-IBADAH WAJIB yang telah dianjurkan. Dalam kesendirian aku bertanya-tanya pada DIRIku sendiri ( heks..dah gile kali )…Benarkah Tuhan telah MENGAZAB manusia…?? Kenapa Tuhan lebih mengutamakan AZAB dan MURKA-NYA ketimbang KASIH dan SAYANG-NYA…?? Bukankah semua yang terjadi di alam semesta ini berjalan menurut HUKUM Tuhan…??

    Sayapun mencoba merenung, menyusuri relung-relung kedalaman samudera Batinku yang kotor ini. Kenapa kita-kita begitu mudahnya“ MENGKAMBING HITAMKAN Tuhan atas berbagai kejadian bencana yang melanda negeri ini..?? Apakah kita tidak menyadari bahwa semua yang terjadi di negeri ini akibat ulah KETAMAKAN dan KERAKUSAN manusia-manusia seperti kita…??.

Hmm..hmm…” Bacalah…bacalah… atas nama Tuhanmu.               Ternyata perintah pertama kali yang diwajibkan kepada umat manusia di bumi ini adalah MEMBACA, Lantas apa yang musti kita baca…?? Tulisan-tulisan teks book Kitab Suci yang berupa lembaran kertas itukah…?? atau membaca dalam persepsi yang lain…??. Dalam pandangan yang sangat sederhana, membaca memiliki manfaat menjadi tahu dari apa yang tidak diketahui melalui tulisan yang dibacanya. Lantas apa yang kita tahu membaca sesuatu tulisan yang sama sekali tidak bisa kita mengerti bahasanya..??. Heks..heks…mohon maaf para pembaca yang budiman, jangan tersinggung kalau saya harus mengatakan bahwa teks book Kitab Suci Al Quran yang nota bene tertulis dalam bentuk huruf Arab itu, jujur saja saya pribadi sama sekali TIDAK mengetahui akan maksud pesan-pesan dan HIKMAH yang ada di dalamnya. Andai saja teks book Kitab Suci itu tidak diterjemahkan dalam bahasa yang saya mengerti ( bahasa Indonesia ) mungkinkah hal itu bisa bermanfaatnya buat saya pribadi…?? Adakah…adakah..manfaatnya…??. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sama sekali tidak bisa tulis dan baca…??

    Jika kita mau jujur, mau membuka topeng kepura-puraan dan kepalsuan yang kita kenakan sebagai selendang kehidupan sehari-hari. Realitasnya andil terbesar dalam MERUSAK Alam semesta ini akibat kita-kita yang hanya PANDAI MEMBACA dalam kapasitas MAKNA HARFIAH sebuah teks book Kitab Suci. Kita memang PANDAI dan PINTER membaca namun kita TIDAK MENGERTI sejatinya IKRO’ yang dimaksud dalam awal mula Qalam Illahi yang diturunkan kepada umat manusia.   Dalam Firman-Nya Tuhan telah memberikan berbagai perumpamaan-perumpamaan, bahwa Al Quran hanyalah merupakan TANDA-TANDA kehidupan yang BETEBARAN memenuhi Alam Semesta Raya ini. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa “ Sesungguhnya banyak manusia yang berlalu-lalang di muka bumi ini, namun HATINYA MATI…! “. Kenapa bisa demikian…?? Ada sesuatu yang TERABAIKAN sebelum umat manusia ini membaca teks book Kitab Suci yang mestinya hal ini sebagai PIJAKAN awal yang harusnya dilakukan, sehingga dalam membaca teks book Kitab Suci memang harus dilakukan secara HARFIAH, namun faktanya INTI SARI PATI yang TERSIRAT dari yang TERSURAT tidak didapatkan…Ah…yang bener…?? Heks..heks…sah-sah saja to kalau saya memiliki pendapat yang demikian…?? em…siapa yang melarang haiyoh….Mari kita renungkan bersama-sama terjemahan ayat berikut : QS. Al Qaqiah 77 – 79

                “ Al Quran adalah bacaan yang sangat MULIA ( 77 ), Adanya tertulis di Lauhul Maghfutz ( 78 ), Tidak MENYENTUHNYA kecuali hamba-hamba yang DISUCIKAN…!! ( 79 )”

    INGAT…lagi-lagi disitu ada kata “ TIDAK MENYENTUHNYA “ kecuali hamba-hamba yang “DISUCIKAN “….!!, Bukan MENSUCIKAN loh..                                  Jadi jangan dipahami sekilas pandang, kata DISUCIKAN memiliki makna berbeda dengan MENSUCIKAN. Kata DISUCIKAN mengisyaratkan adanya dua unsur yakni “SUBYEK” sebagai orang yang MENSUCIKAN ( pelaku ) dan adanya “OBYEK ” sebagai yang DISUCIKAN…Lantas timbullah pertanyaan bagi saya SIAPAKAH orang YANG MENSUCIKAN KITA agar ISI atau MAKNA yang TERSIRAT betul-btul kita dapatkan dari IKRO’ yang kita lakukan tentunya. Ternyata dalam QS. Al- Baqarah 129 Nabi Ibrahim telah menyerukan sebuah doa kepada Tuhan Pencipta Langit dan Bumi dalam terjemahannya sebagai berikut :               

“ Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.“

Selanjutnya di dalam QS Al- Imran 164, Tuhan telah mengabulkan Doanya Nabi Ibrahim yang dalam terjemahannya sebagai berikut :

“ Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

 

Nah..nah…ternyata ada PERAN RASUL sebagai tahapan bagi manusia untuk dapat MEMBACA ( Ikro’ ) baik terhadap teks book Kitab Suci maupun Tanda-tanda-Nya yang betebaran di muka bumi ini. Lalu apa yang bisa kita PAHAMI tentang RASUL…??. Jika kita pahami RASUL adalah Nabi Muhammad bin Abdullah yang faktanya beliau sudah terkubur dalam tanah ribuan tahun lalu, rasanya Al Quran sudah TIDAK BERLAKU lagi bagi umat manusia sesudah Nabi muhammad meninggalkan dunia yakan..ya kan..??. Yah..yah…Lantas siapakah RASUL yang dimaksudkan dalam ayat diatas..yang memiliki peran dalam MENSUCIKAN umat manusia..?? Boleh dong saya yang DZALIM, Bodoh dan Durhaka ini memaknai RASUL adalah pengejahwantahan dari pada DZAT HIDUP ( Nur ILLAHI ) yang memberilan PENERANGAN, PENCERAHAN untuk menghantarkan manusia dalam BERKULTIFASI dengan Tuhan-Nya.

Rasul itu adalah utusan Tuhan. Dia adalah ZAT HIDUP yang menjadi penghubung antara Manusia yang berupa jasad kasar seperti kita ini dengan Tuhan yang Maha Hidup. Makanya dalam banyak ayat-ayat Kitab Suci kata Rasul-Nya TIDAK DIKAITKAN dengan jasad fisik ( jasmani ) Nabi Muhammad atau Nabi-Nabi yang terdahulu. Dan, Sekarang ini RASUL itu berada pada SIAPA SAJA orang-orang yang telah memiliki KEPRIBADIAN dan BUDI PEKERTI LUHUR yang sama TIDAK terkait dengan Label Formalitas AGAMA, Pangkat, Jabatan dan segala PREDIKAT yang disandang oleh manusia.  CAHAYA Tuhan akan diberikan kepada siapa saja yang DIKEHENDAKI…!! dalam artian harus ada manusia-manusia yang berusaha MENDEKATI-NYA dan MENGHENDAKI akan NUR ( cahaya ) agar hidupnya TERCERAHKAN dan MENCERAHKAN buat sesama makhluk dan Alam Semesta ini. Bukankah IBRAHIM, MUSA, ISA, MUHAMMAD, SIDHARTA GAUTAMA dll,  juga merupakan contoh suri TAULADAN bagi kita…? Ini penting untuk DIPAHAMI bersama, supaya teks book Kitab Suci Al QURAN atau Kitab Suci apapun Namanya benar-benar bisa MENYENTUH MAKNA yang TERSIRAT dari yang TERSURAT jika DIRI kita BERSIH dan SUCI, yang pada kenyataannya ada PERINTAH di dalam ayat yang saya cuplikkan diatas ( Waqiah 77,78 dan 79 )

Tanya …kenapa…?? Supaya teks book Kitab-Kitab Suci apapun namanya tadi tidak merupakan sebuah Kitab Suci yang MATI, KERING dan TERBATAS….!! Nah..untuk menghidupkan ISI dari teks book Kitab Suci hingga bisa memiliki “ ENERGI Kalimah Illahi “, manusialah yang harus pandai-pandai dan NGERTI dalam membaca AL QURAN yang sudah ada di dalam DIRINYA…!!. sehingga AL QURAN benar-benar akan memiliki ENERGI KALIMAH Tuhan yang Maha dasyat…seperti yang difirmankan Tuhan QS. Al Hasyir 21.

7 comments on “TANYA…KENAPA?

  1. ::wah..wah, ini sih udah luengkap buanget…, cuma kan lauhul mahfuds kudu dikumpulkan…, biasanya setelah lengkap baru ditayangkan, setelah ditayangkan baru terbacakan…😆
    cuma memang pengingat, jika yg datang sudah dalam mencari maka pertemuan dua lautan segera terealisir…, jika belum lha mulut berbusa tak mengasilkan emas tempahan, yang ada hanya ya buih… , namun ini sangat bermanfaat….

    Lah..lah…makanya Sam, ini dah menjadi tugas kita-kita mengumpulkan Ayat-ayat Tuhan yang sudah digelar oleh-Nya memenuhi Jagad Raya..ayok…mulai sekarang ini, saat ini dan mulai detik ini…mari kita sama MENGAIS MAKNA dan MENJUMPUT HIKMAH Ayat-ayat-Nya di Alam Semesta ini, karena inilah SEJATINYA Alquran yang TERSIRAT…dan itu semua sudah ada di dalam DIRI Menungso kabeh. Lah..Alquran yang berupa tulisan itu merupakan Kitab yang TERSURAT yang hanya kita gunakan sebagai LILIN ( penerang ) untuk menerangi Alquran yang ada dalan DIRI Menungso supaya membacanya tidak dalam KEGELAPAN…gitcu kale..walah..walah..Ngelantur dan Mblarah ini…mbuh wis..Jumbuh..BABAR…!!

  2. Lha masalahnya sebagian orang kalo denger perintah, “Bacalah!” buru-buru menjawab, “Sudah!” masih lebih sopan kalo menjawab, “Baiklah.” tapi sebaiknya memang kita memohon, “Ajarilah…” asalkan jangan dijawab, “Sudahlah…” he he he…:mrgreen:

    Heks..heks…emg kadang2 kita-kita ini sok Pinter yah Kang Jenang, baru bisa Menghafal Ayat-ayat yg berupa tulisan saja dah NGGEDABRUS ngalor ngidul malahan terkadang berani nyalahin Orang laen. Pedahal…kita ini kan sama-sama MEREMnya dan butuh Tongkat ( NUR Illahi ) sebagai penunjuk jalan agar kita gak NABRAK-NABRAK klu berjalan. leh karenanya dalam setiap MENEMBAH Gusti Kang Hakaryo Jagad kita selalu mohon untuk DITUNJUKKAN kepada JALAN LURUS…ben ora kesasar, maka selalu dan selalu kita disuruh MEMBACA yang tersurat guna menemukan Yang TERSIRAT…lah..lah…aku malah sing NGGEDABRUS….wis ah…mblarah. Matur nuwun Kang sowane

  3. Jadi ingat lihat film “wali songo” waktu jaman smp dulu, ketika Syech siti jenar di “hukum” oleh para wali yang lain karena di anggap sesat. Bisa bagi-bagi ilmunya mengenai hal ini ? atau ada artikel atau tulisan yang membahasnya ?

  4. @…Kang Wisnu
    Klu sampeyan pingin menelisik hal-hal yang berkaitan dengan Siti Jenar
    KAtanya sih ada yg mengulas lebih jelas dan ditulis oleh Prof. Munir Mulkan. Coba cari di Gramedia, lah klu dah ketemu jangan lupa kasih tahu saya yah..yah…

  5. Kemarin hari sabtu ke Tip Top sambil nungguin istri belanja, sy ke lantai 2 liat2 buku, eh ndilalahnya kok yang di cari ada di situ, judul bukunya “Sang Subeversif Siti Jenar” setebal 205 halaman udah langsung di baca, tinggal dua bab terakhir mengenai kisah murid siti jenar ; Ki Ageng Pengging dan Mas Karebet (nama aslinya lupa) kesimpulannya ntar nih Om lagi di telisik dalam akal dan dimasukkan dlm hati

    ***********************************************

    Yupszzz…pelan-pelan bacanya ben merasuk menjadi persepsi Jiwa.
    Buku karangan orang lain hanya kita fungsikan sebagai PEMICU saja, namun lagi-lagi… kita juga yg menentukan JALAN kita sendiri. Kita sendirilah yg menentukan Jalan Hidup kita. Buku, Kitab Suci, Guru hanyalah sebagai Sarana saja. Wis selamat menyimak ntar bagi-bagi ceritanya sama saya.

  6. Kang Karikayan,
    Sebenarnya Jumlah Nabi dan Rasul itu ada berapa sih….?
    Katanya, ini juga katanya lho Kang, jumlah Nabi itu 125.000 dan jumlah Rosul itu 375.000 di Dunia (Seluruh Dunia).

    Lalu “Syeh Siti Jenar” itu Nabi, Rosul, atau Wali?
    Mana yang benar, Kang?
    Jig tulungan Abdi, punten, pangjejerbeaskan, Kang?

  7. Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir”.

    coba pikir to…
    kenapa Nabi Muhammad SAW berbasah keringat karena mengucapkan Firman yang turun padanya?
    Gunung = siti hinggil = tempat tertinggi = derajat/pangkat kamanungsan,
    ya firman Tuhan terlalu suci untuk keluar dari mulut manusia.
    ya supaya tidak mengulang sejarah kelam nabi (isa) sebelumnya
    ya supaya Muhammad sadar dan tawadu’ sebagai manusia biasa
    ya gunung yang didada Muhammad selalu dileburkan dengan FirmanNYA sehingga tidak menyesatkan umat manusia.

    by badboy coy!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s