BILINGUAL MANEMBAH

Entah kenapa, setelah membaca postingannya Kang Zal dengan judul ” Islam…going to…” dan sajian menarik dari Kang Tommy dengan ” Methode mempelajari Quran “ hasil Karyanya Soepryitno, membuat saya teringat kejadian beberapa tahun lalu yang berlangsung di Kota Malang. Yah…sebuah drama penangkapan seorang anak manusia yang kebetulan memiliki predikat sebagai Ustadz di lingkungannya. Lantas Dia mencoba melakukan sebuah KOMUNIKASI dengan Tuhan-Nya melalui sebuah ritual Shalat dengan menggunakan bahasa yang biasa digunakannya sehari-hari dan sekaligus yang ia pahami akan maksud dan maknanya. Adakah yang salah dalam hal ini…?? Merenungi kejadian ini, mendadak saya teringat akan sebuah Ayat yang mengatakan bahwa “ Tidak aku suruh seorang Rasul untuk menyampaikan pesan Kebaikan, Kebajikan dan Keselamatan kepada umat manusia terkecuali dengan bahasa suatu Kaumnya “. Perdebatan soal bahasa yang digunakan dalam shalat, sebenarnya bukan masalah yang tidak ada referensi sejarahnya. Menjadi agak mengherankan saja ( geleng-geleng…godheg-godheg ) ketika Ustadz Roy mendadak diamankan oleh pihak kepolisian, karena melaksanakan shalat dengan bahasa Arab dan Indonesia. Alasan KLASIK yang digunakan untuk menjerat sang Ustadz tadi adalah adanya Pasal yang konon katanya “ Membuat RESAH masyarakat “. Halah..halah… resah gimana toh, la wong gak ngajarkan perbuatan amoral dan Asusila kok…?. MUI sebagai lembaga Agama dengan gesit, lincah dan GEMAGAHNYA mengeluarkan fatwa SESAT, SYIRIK dan apa yang dilakukan oleh Ustadz Roy adalah sebuah PEMURTAD-an ajaran Islam. Lagi-lagi dasarnya adalah karena tidak sesuai dengan Al Quran dan Hadist, weleh…weleh….rupanya sekarang ini Kitab Suci dan Hadist sudah berubah dan dinaikkan derajadnya menjadi Tuhan-Tuhan tandingan yah oleh MUI….manggut-manggut…sambil membandingkan komentarnya “ Gus Dur “ yang sangat kontroversi akan kritik pedasnya terhadap MUI.
Jika kita mengaca pada sebuah perjalanan sejarah, kita akan melihat perdebatan sengit antara Imam Abu Hanifah yang berasal dari Parsi dan Imam Syafi’i yang berasal dari Arab keturunan Quraisy. Imam Syafi’i adalah orang yang sangat kuat berpandangan bahwa membaca al-Fatihah (dalam shalat) dengan menggunakan bahasa Arab merupakan kewajiban. Orang yang tidak melakukannya ( menggunakan bahasa arab ), dikatakan bahwa shalatnya tidak sah. Sementara Abu Hanifah memperbolehkan membaca al-Fatihah dalam bahasa Parsi atau bahasa non-Arab lainnya, bagi mereka yang tidak menguasai bahasa Arab.
Imam Abu Hanifah tidak peduli apakah mushally (orang yang salat) benar-benar tidak bisa berbahasa Arab atau sengaja tidak berbahasa Arab. Ia mengatakan bahwa shalat orang yang demikian tetap dinilai sah. Walah..walah…sebuah konsep pemikiran dan pandangan yang elegan dan menyiratkan kedamaian.
Dan perdebatan soal bahasa ini sebenarnya tidak hanya pada persoalan shalat. Bahasa yang digunakan dalam khutbah Jumat juga menjadi bahan perdebatan. Lagi-lagi dalam konteks ini Abu Hanifah dan Imam Syafi’i saling berhadapan. Jika Syafi’i menilai tidak sah orang yang menggunakan bahasa non-Arab sebagai media, Abu Hanifah justru berpandangan sebaliknya.
Jadi, shalat yang dipraktekkan Ustadz Roy sebenarnya bukan tanpa referensi. Lalu kenapa ini dianggap sesat? Apakah kita juga akan menganggap sesat ajaran Imam Abu Hanifah karena memperbolehkan shalat (membaca al-fatihah) dengan bahasa `ajam? Padahal beliau adalah Imam madzhab yang cukup brilian dalam mengeksplorasi produk pemikirannya.
Apa yang membuat umat Islam menjadi berang akibat “ulah” Ustadz Roy adalah karena begitu kuatnya nalar arabisme menghunjam pemikiran umat Islam Indonesia saat ini. Semua hal yang berbau Arab dianggap sebagai Islam itu sendiri. Padahal yang Arab belum tentu Islam. Di sinilah megaproyek Muhammed Abed al-Jabiry tentang Kritik Nalar Arab (Naqd al-`aqli al-`Arabiy) mendapat signifikansinya. Artinya, kita harus bisa memisahkan mana unsur universal dan partikular dari Islam.
Shalat dalam hal ini memang menjadi ketentuan yang pasti dari Tuhan (qath’iy). Tetapi ihwal praktek dan tatacara peribadatannya, termasuk doa yang ada di dalamnya adalah sepenuhnya konstruksi ( fuqaha ). Wajar jika kemudian banyak perbedaan dalam hal ini.

Saya membuat pengandaian yang barangkali agak ceroboh, meski sebenarnya cukup masuk akal juga; jika saja Muhammad adalah orang pribumi asli (Indonesia) atau orang inlandeer, umat Islam Indonesia mungkin tidak harus kebakaran jenggot ketika melihat praktek shalat Ustadz Roy. Karena pasti Muhammad akan melaksanakan salat di mana bacaannya adalah ujaran yang dipahami kaumnya. Muhammad barangkali akan melaksanakan shalat persis seperti yang dilakukan Ustadz Roy.

Selain itu, bagi saya pribadi, penangkapan Ustadz Roy adalah salah satu bentuk intervensi negara terhadap agama. Jika kita berkomitmen bahwa beragama dan beribadat menurut kepercayaannya adalah urusan privat, maka sesungguhnya penangkapan terhadap Ustadz Roy adalah bentuk pelanggaran terhadap hak beragama. Kabar sedihnya adalah tudingan dan FONIS yang digelontorkan Petinggi ( lembaga ) Agama terhadap sang Ustdz sebagai manusia KAFIR, SESAT, SYIRIK dan MUSRIK.

Halah…halah…sayapun gak habis pikir, neh orang yang duduk di Lembaga Agama pada gak MUDHENG isi Kitab Sucinya ato..dasar KEMINTER karena balutan EGO Predikat dan Jabatan yah….Klu sesungguhnya apa yang dilakukan adalah ” NGGAGAHI ” kewenangan Gusti Kang Hakaryo Jagad, sebagai mana tertuang dalam QS. Al Isro. 84.

40 comments on “BILINGUAL MANEMBAH

  1. itu seperti kiblat.
    kenapa kita menghadap arah ka’bah, padahal kita tidak menyembah ka’bah. Karena disuruh menghadap ka’bah sebagai keseragaman arah oleh kanjeng Nabi saw.
    Kenapa kita shalat bahasa arab, karena kita disuruh’shalatlah sebagaimana engkau melihat aku shalat, kata nabi. Lha kok kadang kadang berlainan. karena nabi mencontohkan banyak sekali shalat. ada imam yang menganggap bahasa arab sebagai rujukan ada yang menganggap sebagai bahasa ibu yang boleh diterjemahkan ke masing-masing bahasa daerah. Lho kenapa tidak boleh pakai bahasa daerah padahal semua bahasa khan ciptaan Tuhan, Tuhan maha mengerti. Jawabnya sholat sesuai tuntunan nabi pake bahasa arab ya ikuti saja bahasa arabnya.
    Pertanyaanya walah kursus basa inggris, perancis, china dll aja mau kok kenapa sepertinya malas belajar bahasa arab (koyo aku). Memang shalat yang enaak itu shalat yang memahami/menghayati doa doa yang diucapkan.
    seperti kata simbah, tentang baca Quran:
    -baca seperti tulisan asing
    -baca sambil ragu-ragu
    -baca sambil cari-cari kelemahan
    -baca mantep tapi ndak tahu artinya
    -baca tahu artinya
    -baca seolah-olah nabi yang mendiktekan
    -baca seolah-olah Allah yang mendiktekan.
    Kata simbah paling ngess baca seolah-olah yang mendiktekan adalah Allah
    …………….
    Tapi dalam khasanah sufistik tata aturan (kanonik) kadang malah lebih ketat lho;
    misal riya’ (sedikit sombong) termasuk sirik kecil (musyrik kecil)
    misal berdzikir sambil tak puas/jengkel atine karena peristiwa keduniawian (banyak hutang, musibah dll) termasuk lalai, lalai kalau keterusan dikategorikan kesasar(sesat)
    misal shalat tapi niatnya untuk menyembah latta uzza dan mannata juga termasuk keluar dari aturan islam (murtad lho)
    waaaah berate manajemen hati….

    Nyuwun ngapunten kanjeng sinuwun, kawulo taksih jahiliyah.
    laku dodok mundur, karo kelingan sandale kleru po ora ya..

    ********************************************

    Huuaaakak…kak..kak… Diamput tenan mas Fajar ki,
    Nguyu kepingkel-pingkel sampek kepuyuh-puyuh aku saking kemekelnya lehku ngguyu..
    Wis gampang..ra bakalan ketukar serandhalmu…Njongkrokno mas Fajar sing lagi ndhodhok.

  2. assalamualaikum…

    aduh mas ndak usah berandai-andai..
    terima sajalah klo muhammad itu orang arab…
    klo al-quran itu dalam bahasa arab…
    klopun mau cari deh knapa Allah menurunkan muhammad di arab padahal ia adalah rahmatan lil alamin…
    knapa Al-quran dalam bahasa arab..padahal ini adalah Handbook semua manusia dan jin…
    lagian bahasa arabpun ada macem-macem…berbeda-beda…apa lagi bahasa iraq…bahasa arab yg paling beda…

    wassalam….

    ********************************************

    Waalaikum salam Mas Syahbal,
    He..he..lah kepiye toh…wong kok gak oleh berandai-andai…lah wong Gusti wae pake PERUMPAMAAN kok.
    Supoyo menungso kuwi mau berpikir ( yatafakkarun ). Opo iyo Handbook manusia kuwi boso Arab…?? he..he..
    Jadi bosone Gusti kuwi Arab…?? halah..halah…baru weruh aku mas…

    Ndheprok…mecicili tulisan Arab…lah…gak mudheng juga..
    Dasar Santri NDUBLEG aku iki…gak enthos tenan…

  3. Sak’benere kulo mboten wani melu2, belum nguasai bahan sih. Tapi penyeragaman dalam ucapan sholat, atau penulisan naskah dan penghapalan Qur’an dalam bahasa Arab, ada salah satu metode yg terbukti manjur untuk menjaga kemurnian ajaran Islam. Terutama utk sumber utamanya, Al-Qur’an. Nyuwun ngapunten jalaran saka kulino. Eh..salah, nak wonten omongan kulo sing mboten ngenake ati. Nyuwun sewu…

    ********************************************

    Opo methode Qiroati tah mbak…??
    Rah sah repot-repot wong Quran kuwi sejatining wis ono sajroning kabeh Manungso je…
    nek jarene wong Jowo sing diarani Kitab TELES ( basah )…

    Ngelongno tangan…menehi mbak Fara…duit sewu…

  4. ::cak, prosoku, sing kurang benar iku, ono lintasan nang dikiran untuk mengajak orang-orang sefahaman dengan kita…, rasanya Sang Rasulpun diam aja, meskipun dia faham keadaannya…Sang Rasul Cak…
    Sepertinya jikapun diperkenankan Allah, maka yang ada menyampaikan saja, itupun jika ada kesediaan yang mendengarnya misalnya Nabiullah Muhammad SAW, jika hendak memberi nasihat bertanya kepada lingkungannya, seringnya dimulai dengan :”maukah kamu sekalian kuberitahu…”
    sehingga akan ada “sebab” jika terbangunnya hubungan dengan kefahaman…sehingga tidak jarang bahkan kita memandang adanya usaha yang luar biasa dari diri kita, padahal jika diamati dengan mereview ulang maka yg tampak usaha yang tampil adalah dorongan dari dalam diri…Allahu Akbar…
    mengenai kaum itu, sepertinya bukan golongan, atau sekampung, namun lebih kepada yang difahami hal sama…, bisa diri sendiri…atau yang memang dihakkan …

    *********************************************

    Halah…halah….
    kuwi pemahaman sing wis melalui perjalanan panjang Kang, dah ublem neng takngit TAKEKAH sam-sam..
    Nawak-nawak kadit itreng. Ayok dinutnut nola-nola, ojo langsung digelandhang…
    wisYupz….sepakat boso KESEPAHAMAN…

  5. @santri gundhul
    hallo..hallo..wah Njeng santri mulai ngaji lagi,😀
    saya ndak bisa komeng macem2 lha wong gak ngerti,
    saya cma mau berbagi rasa, rasa sebagai seseorang yg bukan penganut agama Islam,
    @ syahbal
    membaca komengtar sodara syahbal, saya jadi miris, TERIMA SAJA…
    terima saja apanya? terima saja bahwa Muhammad punya 13 istri?!, salah satunya dinikahi pada usia belia (terlepas dari konteks sosiokultural arab pd saat itu), terima saja bahwa muhammad berperang?!, saya tidak melihat kearifan disini, maaf, maaf, bagi saya nabi muhammad tidak lebih baik dari buddha dan mahatma gandhi yg selalu mengajarkan keseimbangan, kebijaksanaan dan kedamaian.
    lalu saya dan seuruh semesta disuruh menerima saja apa yg anda sebutkan?!
    NO, I WILL say NO, dan biarkan saya membusuk di neraka

    wah maap buat Njeng santri gundhul klo komentar saya gak nyambung alias OOT,😀

    ********************************************

    Ngaji…Ngulang-ngulang KAJI…gak sih mung pengen bernostal Gia saja Kang, sekalian nglatih OTOT KAWAT BALUNG WESI sik Tajir opo orah…heks..heks…terus…MEPES ROGO

  6. @joyo..
    ya..ya..ya..
    itu pandangan mas.. beda dgn saia..
    mahatma atw pun sidartha tidaklah membawa kedamaian dimasanya..betul.. melainkan pengikutnya yg mengatakan bhw mereka membwa kdmaian..
    tp mahatma merupakan orng yg sama skali tdk hebat.. dy tega melihat umatnya dibunuh,diperkosa,n dihina.. dan apa yg dilakukan nya.. ck..ck..
    sdangkan Muhammad membela umatnya.. hingga nyawanya dipertaruhkan..
    terima saja..
    ya..
    terima saja..
    neraka.. ya..ya..ya.. itu urusan Allah.. mungkin skarang mas brani ngomong gini.. tp pasti suatu saat akan menyesal.. ya saya yakin.. seyakin-yakin nya.. ya..ya..ya..

  7. @joyo
    maafken, saya bukan membela Muhammad, tapi seluruh ajaran Budha sudah saya dapatken dari intisari islam dalam Tasawuf (tharekat). apa yang dilakukan budha (asketis, meninggalkan keduniawian/ asketis) dalam bahsa arabnya zuhud. Sedangkan kearifan memang tidak disini, tetapi kita akan melihat setelah memahami seluruh Quran dan sunnahnya. Sedangkan dalam tarekat paling sering didengungkan cinta kepada Allah, yang artinya kedamaian. Implementasinya (hadist), menghormati yang lebih tua, menghargai yang sebaya, menyayangi yang lebih muda.
    Tapi seluruh langit dan bumi semuanya bertasbih kepada Allah.
    Mengenai istri yang 13 itu, mungkin kalau mas joyo muda, tampan, sehat, kayaraya, terkenal, akan didekati 20 gadis2 cantik.
    Maafken-maafken

  8. eh nambah mas @joyo
    Panjenengan tidak setuju berperang?
    Dalam khasanah islam setiap tahun malah diwajibken perang melawan hawa napsu selama sebulan penuh yaitu puasa romadhon. Dalam khasanah kesufian memang perang melawan keinginan keduniawian disebut zuhud (asketis) persis budha.
    Dalam Islam ada 3 jenis perang.
    1. Perang melawan hawa nafsu diri sendiri.
    2. Perang dengan pemikiran (arabnya ijtihad), misalnya taktik, strategi bisnis, managemen, rekayasa engiinering pokoke intine perang melawan kebodohan.
    3.Perang melawan musuh dengan senjata (arabnya Qitaal), implementasinya Ya Repiblik Indonesia ini harus punya TNI yang super kuwat, super canggih.
    Saya rasa banyak negara yang menerapkan jenis perang ke 2 dan 3.
    Hmmm kalau mas Joyo ndak setuju dengan pendapat ini, saya rasa mas Joyo sedang ber-ijtihad

  9. Tenang….tenang…adem…….adem……..
    Dalam pengertian saya yang awam ini, akan lebih baik jika kita kembalikan lagi kepada hati nurani yang paling dalam, bahkan jika kita belum bisa menerima perbedaan, itu berarti kita harus menggali lagi lebih dalam, karena disana kuncinya.
    Tanpa harus berdebat kusir yang alam raya pun ga tau kapan berakhirnya.
    Shalat dalam bahasa apapun, arab maupun bahasa lain, jujur saja dengan hati nurani, kita juga engga tahu apakah shalat yang kita jalani diterima atau engga, iya kan…
    Jadi kenapa harus saling menyalahkan ?
    Soal MUI ? Kita semua juga tahu seperti apa mereka….

    Salam damai…

    *******************************************

    Muuuuaaaah ha..ha…
    Iki ono Santri turunane ki Bodronoyo ( Semar ) soko Gresik, gawane watuitem sing diarani Selo Cemeng..
    sing sumampir neng Gelungane ( kuncire ) kang Semar…

    Mundhuk-mundhuk….nggrayahi Serandhal….
    Mblayuuuuu…sipat kuping…

  10. Singkat dari saya mbah bahwa ternyata bahasa arab telah jadi Tuhan.

    ********************************************

    Oh…ngono toh Kang….
    Tuhan telah turun deradajadnya menjadi sebuah Kitab Suci,..
    Rasulpun turun derajadnya menjadi Hadis,…

    Godheg-godheg….geleng-geleng…..karo ngelus dhodho…

  11. gelar tiker di sini ah…

    berhubung masih belajar mengenal diri….liat.-at dulu sambil di telisik dalam akal dan hati

    ********************************************

    Ngancani Kang Wisnu Jagong karo ngudud..
    Monggo diunjuk Kang Kopine…

  12. posting menarik.. saya pun jadi heran kenapa islam sekarang itu jadi begitu “sempit” seperti bukan rahmat bagi sekalian alam. Apakah ini termasuk jenis pembodohan islam? kesengajaan yang entah dibuat oleh pihak2 tertentu yang membuat islam menjadi sebegitu tidak toleran-nya. Bahasa dan budaya arab menjadi sebegitu islamnya, mengalahkan hakikat islam itu sendiri.
    Inilah yang membuat umat islam dinegara2 luar arab menjadi bodoh. Contoh, kita tidak pernah tau apakah orang arab yang pake sorban dan ghamis itu benar2 habib? atau ulama? hanya karena berpakaian semacam itu dan berbahasa arab lancar orang indonesia langsung amin-amin aja pas dia ngomong arab.. suatu kebodohan dan pembodohan..
    Banyak ulama kolot yang bilang “udah telen aja, terima aja islam yang begini..” lah kalo alquran dan hadist ngga di tafsir dengan baik, semua buatan yahudi dan nasrani itu ya haram.. termasuk main internet jadi haram. kan “mengikuti perbuatan mereka termasuk bagian dari mereka..”

    @ syahbal

    ente kalo terima aje.. sekalian kemane-mane naek onta aje soalnye mobil ama motor ga ada yang buatan arab.. hehehe..

    *********************************************
    Mas Ikhsan..
    Walah…wong Nggateng melu urun rembug rek-rek…
    Ada pergeseran MAKNA tentang ISLAM yang SEJATINYA ISLAM, jika kita mo merujuk Surat Al Imran 19, 85 dan 102.
    Selama ini Islam hanya dipahami sebatas Nama Agama…bukan sebuah sikap dan bentuk perilaku ” KEPASRAHAN sang DIRI ”
    anak manusia. Akibatnya…?? bisa kita lihat sendiri-sendiri. Agama sejak dikenalkan gak pernah SALAH…Manusianya saja yg suka berebut Tulang dan KULIT….he..he..

  13. @brainstorm..
    lho.. sbenernya yg bikin agama ini sempit siapa toh.. jelas2 situ.. moso islam disamain ama onta/motor/mobil.. lgyan g da doa naek onta.. tp adanya doa naek kendaraan.. kumaha atuh?

  14. @santri gundhul..
    berandai2 mah silaken saja.. tp yg mas andai2 kan itu yg sudah menjadi qada n qadar.. sdangkan qta diperintahkan wadh mengimaninya.. jd seakan2 qta sperti tdk menerimanya..
    y iyalah handbook saia basa arab.. klw g bisa puyeng saia.. contoh saja.. albaqaroh ayat 256.. disitu dikatakan la iqroha fi diin.. qta mengartikan nya sbagai tidak ada paksaan dalam agama.. namun ternyata artinya.. tidak ada perbedaan dalam agama(islam).. beda jauh toh.. kumaha atuh?
    bahasa Allah.. hmm.. itu mah urusan Allah.. bukan urusan saia.. urusi urusan qta sajah.. bner toh..

    *******************************************8

    Heks..heks…mas Syahbal,
    Iman itu tidak hanya cukup dengan hanya PERCAYA begitu saja seperti anak kecil, bahwa API itu panas loh.
    Iman, Yakin itu memerlukan perjuangan…ada perbuatan dan tindakan NYATA..lah bentuknya macem-macem untuk membuktikannya.

  15. @santri gundul..
    astagfirullah salah tulis..
    mengenai..
    la iqroha fi diin..
    artinya..
    tidak ada kebencian dalam agama(islam)..
    koq malah nulis perbedaan..
    wah ngaco neh..
    maaf.. maaf..

  16. lek gundul, ustadz Roy iku ndungo pake basa jawa gawenan dewe, opo dungane sholat seng basa arab iku diterjemahno?

    mungkin seng dianggep meresahkan warga, soale ustad Roy iku nggawe dungo anyar nganggo boso jowo pas sholat, lah nek ngene kan wes jelas salah. wong sholat iku sebagian adalah untuk menunjukkan kepatuhan kita, tata carane wes diajarno mosok kate sakkarepe dewe. tapi wajar menungso lak ngono tah lek gundul nek nang gak pernah merasa puas kecuali menuruti kata hatinya…

    ********************************************
    Hiks..hiks…Shalat kuwi mung asline kanggo SINAU, LATIHAN, BELAJAR…..untuk apa…??
    Ber Assalamualaikum…ber Warohmatullahi dan ber Wabarokatuh kepada sesama makhluk hidup…kanti WELAS ASIH
    karo sapodho padhane.

  17. saben cangkem ana bentuke dhewe², ana singa amba, ciut, sedeng, lsp. semana uga mangane mesti beda rasa. ana sing seneng kecut, legi, pahit, asin, slp. beda panganan sing mlebu cangkem mesti beda sing di serep.

    pancen endas bentuke ya ngono gedhene meh padha ning isine mesti beda². beda cangkem beda panganan, beda usus beda uga daya serape, lah ya beda sirah mesti beda isine.

    sanajyan hadise padha, kitabe padha, yen dicerna karo wong sing panganane katul jagung karo keju ya mesti beda taraf pemikirane. sak karep²e arep nafsirke kepiye tergantung ilmune, sing penting atine mateg mantep sinembah maring gusti. sesat urusane Gusti, tentrem urusane ati.

    **********************************************

    Lah…lah…yo kuwi sing sak benere Kang salwa…mesthine kudu ngono pancen.
    Nek wis ngerti menowo Perbedaan adalah RAHMAT…kenopo mesti ndakwo umat liyo nganggo UJAR-UJAR
    Kafir…sesat…musyrik..opo gak kebablasan tah kuwi…? yoh ra…

  18. assalammualaikum ,ini semua yang disini sholatnya pakai bahasa apa?mungkin takutnya nanti ada mesjid dengan sholat bahasa Jawa, medan, sunda, china dll. Sekarang sudah terlalu banyak perbedaan, kalau itu dibiarkan mungkin akan tambah lagi rasa kesukuan. Dengan Shalat satu bahasa ada baiknya juga , dalam satu masjid berkumpul jadi satu dari berbagai daerah, negara, suku, ras saling memuliakan dan saling mengenal menyembah Allah dalam satu kesatuan. Musyawarah memikirkan bagaimana nasib umat, sebagaimana risau Nabi dan para shahabat muhajirin dan Anshar…..yang tua memuliakan yang muda, yang muda menghormati yang tua…..saling mengingatkan dengan kesabaran dan rasa persaudaraan……bersatu dalam fikir dan risau bersama bagaimana hidayah sampai ke seluruh alam dan meminimalisir jangan sampai ada yang mati dalam keadaan tidak ada Tuhan selain Allah dan nabi muhammad SAW nabiyullah dalam hatinya.

    *******************************************

    Waalaikum salam Mas,
    Yupz…sepakat KEBERAGAMAN tapi bukan lantas MEMAKSA harus SERAGAM loh…
    Yupz…sepakat meminimalisir agar kita mati dalam keadaan ” Bersyahadad ” Tapi bukan dalam kapasitas ucapan dimanisnya bibir loh…melainkah bersyahadad dalam kontekas PERSEPSI yang dah menyatu dalam DIRI sang JIWA. Dan, terbukti dalam WUJUD KARYA NYATA dalam perbuatan sehari-hari sebagai yang MENYAKSIKAN dan DISAKSIKAN.

  19. @santri gundhul..
    ok lah.. tp bkn berarti api itu hrs dirasakan dulu panasnya oleh sang anak kan? cukup diberi tahu saja.. bahwa api ini panas.. dan sang anak hrs percaya..
    untk pembuktian bahwa api itu panas atw tidak akan dibuktikan oleh suatu kejadian yg tidak direncanakan.. iy toh.. misal terkena bara rokok.. br iy tahu.. oh iy api itu panas..
    g harus kta kasih kan apinya ke si anak biar dy percaya.. cukup hanya diberi tahu.. y kan?

  20. @…mas Syahbal,
    Lah iya apa yg sampeyan sampaikan itu kan teknik, caranya saja..ada yg langsung pegang dengan sengaja ataupun tidak, Intinya kan harus ada kontak dengan Api ( bara rokok ) baru tahu oh…ternyata Api itu RASANYA PANAS yah…berbeda loh dengan yang hanya cuman sekedar percaya saja….

    Mas Syahbal…sampeyan percaya kalau tak kasih tahu bahwa NASI GORENG Jawa itu enak…??. Apa lantas sampeyan cukup PERCAYA dan YAKIN begitu saja, tanpa ikut MERASAKAN…?? Ini sih Percaya dan Yakin cuman masih dalam batasan PIKIRAN dan ANGAN-ANGAN mas…
    Dan, jangan lupa Orang memberi tahu tuh ada maksud dan tujuannya kan….?.

    Nggelesod….memikirkan sambil berangan2…. Tuhan itu kira-kira BAHASANYA apa yah…??

  21. Hiks..hiks…Shalat kuwi mung asline kanggo SINAU, LATIHAN, BELAJAR…..untuk apa…??
    Ber Assalamualaikum…ber Warohmatullahi dan ber Wabarokatuh kepada sesama makhluk hidup…kanti WELAS ASIH
    karo sapodho padhane.

    iku kan hasil yang diharapkan dari sholat, lah nek latihan ae wes sak karepe dewe, opo emang mergo gak ngeroso perlu niticoro Ber Assalamu’alaikum dan ber wabarakatuh??

    ********************************************

    Sembahyang kuwi gak ada STANDART MUTLAKNYA loh Mas…masih RELATIF, Shalat kuwi begitu DINAMIS…jangan dibuat STATIS dan KAKU serta SAKLEK…Repot jadinya nanti…

    Lihat saja klu di Mekah sono pas lagi musim Haji. Banyak orang-orang yg Shalatnya tidak SAMA gerakannya kan…??. Tapi kan gak mesti perlu ribut2 toh, gak perlu NGEYEL….saling merasa BENER…lah sing bener ki Sholate umat negoro ngendi…??.
    Lah menurut sampeyan latihan sing STANDART yg model kayak opo…?? he..he…luwes..luwes tenan kok.
    Shalatlah kalian seperti shalat yang AKU lakukan “, kata Nabi…terus hal ini apakah cukup kita PAHAMI hanya dengan melihat dan meniru-niru Gerakan dan Bacaannya saja..?? lah…lah…apa bedanya nanti Shalat kita dengan anak kecil yg baru belajar Shalat…?? Semestinya..Apakah kita PAHAM dengan AKU nya Nabi pada saat itu…??.
    Mengenai hal ini akan saya bahas dalam tulisan saya selanjutnya. TUNGGU SAJA Episode berikut. he..he…

  22. ::tidak berubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu mengubahnya…, jika percaya saja, adakah sesuatu sudah diperbuat…???, “bahkan mereka belum berbuat apa-apa” demikian seruan Allah dalam salah satu ayat…., apakah ini sindiran bagi yang berlaku,..??? atau yang percaya begitu saja,..?? padahal seorang Ibrahim masih bertanya untuk “agar aku lebih yakin”…

    *********************************************

    Reneb…reneb Kang, Muhammad wae harus 13 th semedi di Gua Hiro, Musa di Bukit Tusina, Isa di Bukit Golgota.
    Semua dalam rangka ingin merubah NASIB baik dirinya juga Kaum yg dibawanya.
    Lah nek Ibrahin Semedine neng endi Kang…??

  23. Om.. utegku ra nyandak tenan iki wis..
    yen ngomongin agama, apameneh nganggo boso arab… wong kadangkala wong sik fasih mahami kitabe wae tingkah lakune gak karuan jeh.

    *******************************************

    Yen gak nyandhak gak usah mekso nganggo boso Arab, ISLAM kuwi bukan Arab…
    dan Arab belum tentu ISLAM…

  24. Koq dalam quran gak pernah dibahas mengenai bangsa2 lain selain yang ada di timur tengah ya?

    ********************************************

    Heks..heks….
    Soalnya yang nyusun Quran, dulu gak pernah REKREASI ke Asia, Eropa, Amerika Mas…
    Lihat saja Buahpun ygn banyak diekspos yah buah Kurma, pedahal di Indonesia dah ada
    Juwet, Rukem, Kesemek, Kebembem, Rambutan Ciplukan.
    Jadi emang terbatas banget yah…yah….apalagi untuk kita gunakan sebagai sarana untuk mengetahui
    dan menjelaskan akan keberadaan Tuhan….gak cukup dengan lembaran yang setipis itu….

  25. @santri gundhul..

    assalamualaikum..
    ok.. nah gmn cr nya qta untk merasakan hal tersebut? apa dgn cr sperti Muhammad SAW.. menyendiri di gua.. g kan?
    tp dgn cr shalat.. y kan?
    shalat sperti apa yg dicontohkan Muhammad SAW..

    mas knapa g skalian gerakan shalatnya aja diprotes.. g cm bahasanya.. toh gerakan shalat g dikasi taw oleh Allah SWT..

  26. ::he…he…Lah nek Ibrahin Semedine neng endi Kang…??..jarene nang sekitar ka’bah iku, nentengin ikhlas..sambil ngeresiki…tapi iki ora kelemben-kelemben – roti-roti…

  27. *Bingung membaca komentar-komentar di atas…*
    Saya jadi ingat Surat Kafirun:6 “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”. Ya wis. Dari situ kan kita tahu, bahwa agama adalah urusan masing-masing pihak, tak ada hak untuk ikut campur (apalagi memfatwa sepihak). Toh, yang tahu benar tidaknya ajaran agama hanyalah Tuhan semata. Betul tidak???

  28. lek gundul emang bener sekali sholat iku dinamis, dan tidak saklek, untuk masalah doa juga hanya dengan mengucap sepatah kata, atau bahkan tanpa membaca doa pun sholat kita bisa sah (bila memang belum bisa doa sholat sama sekali dsb) sholat juga bisa dilakukan dengan posisi apapun (jika sakit dsb). tapi semua itu ada tuntunannya gak harus demi mengejar dinamis dan luwes kita ngarang2 sendiri caranya.
    saya tidak menganggap sholat dengan cara yang saya lakukan adalah yang paling benar, tapi apa memang semua cara kita anggap benar? (gak usah dijawab lek hehehe)

    apa beda sholat kita dengan anak TK?sampean pasti tahu lek gundul🙂
    (saat saya TK, saya selalu melirik kanan dan kiri heran kenapa orang2 di sekitar saya bisa begitu khusyuk dan tidak seperti saya yang begitu ingin selesai dan kembali bermain)

    toh anak TK yang belajar sholat seiring waktu dan perkembangannya tentu (yang sangat diharapkan) akan meningkat pula kualitas sholatnya tidak hanya sekedar niru gerakannya tapi bisa merasakan dan mengerti arti sebenarnya dari sholat, dan ini yang lebih penting menurut saya, apa yang dihasilkan.

    *sepurane lek gundul…, mungkin ancen dedel dadi penjelasanku gak iso koyo penjelasan sampean seng iso enak diwoco hehehe*

  29. @mas santri G
    …Makna, “bahasa dalam shalat”…😆 bukan bahasa manusia bumi…
    tapi pake bahasa “pribadi”…
    salam

  30. @….Mas Syahbal..
    Halah…halah….
    sing PROTES bayar 50 perak he..he..

    @….Kang Zal…
    Oh…dadi gak podho karo Isuk Tempe sore Dhele yoh Kang…
    lah awane Tahu…heks..heks…

    Yupsz…nek wis ngomong IKHLAS, biyen karo saiki gak ono bedone pancen Kang….Sungkem dhisik ah….
    Loh…endi tanganmu Kang…kok ilang…??

    @….Mas Arif ( Cah Doudho )…
    Bener…bener…kuwi sing tak karepno…Jempol kaleh pancen Cah Doudho iki….mrene tak sangoni….( ngrogoh kanthong ) halah…dompete kari….gak sido wis…

    @….Ho..oh…pas bumbune sing sampeyan jlentrekno..
    Ning…Awak dhewe saiki kan wis dudu arek Cilik meneh toh…??
    Wis gak biso LIRAK-LIRIK meneh to..??
    Soale mengko mundhak KERO ( juling ) mripate…
    Aku mbok dikirimi Sambel Petisne….???

    Nggelesod…nyadhongke tangan…sak welase Mas….

    @…Abah Dhedhot…
    Ya ampun….kemana saja Abah-koe ini…??
    Semedi, Manekung kok lama benget neh….Bah, dah dapet Wangsit kah…??.
    Yang ADA sesungguhnya TIDAK ADA,..
    Yang TIDAK ADA sesungguhnya ADA,…
    Yang kelihatan ADA sesungguhnya BUKAN,….
    Lah…terus kenapa mesti ADA…??
    Yang ADA….karena manusialah yang meng-ADA-kan….dalam bentuk SIMBOL-SIMBOL ( label )

    yah…yah…termasuk salah satunya BAHASA tadi, gitcu yah Bah…
    Awalnya tak berhuruf, tak berABJAD dan tak BERSUARA…
    Karena semua ada dalam sang PRIBADI dalam wujud RASA…

    Nggelesod….nunggu Pitutur lagi…

  31. Ping-balik: Mempertanyakan Shalat « Sebuah Perjalanan

  32. @syahbal
    “knapa Al-quran dalam bahasa arab..padahal ini adalah Handbook semua manusia dan jin…”.

    *jawaban demokrat*
    Lho apalagi kita kan jin,bukan orang Arab maksudnya, ya belajarlah bahasa Arab. Ikhtiar gitu….
    Nek kurang manteb lambene thok sing maos Arab, batine ngomongo nganggo bahasamu dhewe2. Rasah digawe repot…
    Keyakinanmu kepiye…ibarat nyebrang sungai, Nabi muhammad ngajarin bikin gethek pakai pohon kurma, yo nek wong Arab, gampang golek wit kurmo. Lha nek Jowo kepiye? opo ra repot nek kudu golek wit kurmo. Intine awakmu nek pengin nyebrang nggaweo gethek, nek yakin nggak nggawe gethek mergo iso nglangi, yo nglangio…tapi awakmu opo nekat arep nglangi nek kaline kebak boyo…
    Sing penting aja ngejak rombongan, lha getheke cukup kanggo wong siji wae kok… Mengko iso keno SKB lho…

    wuss…jin mabur….
    -salam-

  33. yang terpenting adalah memahami bahwa ketika kita mengetahui agama saya hebat dan yang lain tidak APAKAH KITA MENCAPAI TUJUAN DARI AGAMA ITU SENDIRI?

  34. Ketika budha, ahmad dll mengalami sesuatu yg luar biasa… mereka berusaha bercerita tentang kehidupannya. Ada harapan bila semua orang tahu yang dialaminya akan menjalani hidup penuh kedamaian.
    Jika jauh dikemudian hari terjadi chaos bukanlah salah mereka yang dirahmati dan disucikan tapi kebodohan umat yang mengotori dengan nafsu duniawi sehingga tak sampai pada ruhNYA.

  35. sudahlah kita nggak usah ribut soal bahasa apa lagi kitab teles opo garing ora sah dipersoalke la wong kabeh sik ditampa para2 winasis iku sejatine uga dawuh saka pangeran (Allah) ya mung sik njenengke wae beda2 kaya ta wahyu, ilham, wisik, intuisi lsp.Para winasis kejawen ana sik diparingi ilham bisa gawe keris ya wujude ya jenenge kudu mengkono iku. Apo yo yen disebarke tekan ngarab wewujudane keris lan jenenge kudu diganti model lan jeneng bahasa arab? rak yo ora to? kamongko wewujudan lan jenenge keris iku sejatine piwulang kanggo ngluhurake lan ngagungake pangeran.Keris iku yen disawang wujude saka ngisor tekan pucuk saya cilik/ciut dan berakhir ujung runcing iku mertandani yen manungsa iku saya suwe kurang kekuatane akhire mung kari sak titik nil kaya lancipe keris ateges bakal mati.Ana sik bentuk luk (lekuk2) ateges dalam perjalanan manusia itu mengalami liku-liku hidup, nanging ana uga sik lajer (lurus) ateges jroning uripe ora kakehan polah tingkah nanging entek2ane yo mung titik nil ateges mati.Iki lagi garis besare wae lo! durung dibabar ricikane kaya ta jeneng gonjo ( ora bahan sik marak ake mabuk lo), greneng, kembang kacang, lambe gajah lan sak piturute, aku nadayan ngaku wong jawa ning yo ora mudeng blas hee..hee.. iki mung waton njeplak ora kulak kok, mula ya mung sak senenge udele sik negesi hee..hee aja digugu lo! Sang empu yen ditakoni mestine ya ngendika “yen bab keris manut aku wae”! Akeh lo wong jawa sik ora ngerti babagan keris kaya ta awakku dewe iki, semono uga wong arab akeh lo sik ora dhong bab islam nadyan ngerti bahasa arab, kosok baline kita yen nindake sholat yo ora kudu dhong bahasa arab ” kalau sholat ikuti saja aku” mengkono nabi ngendikane! Sak jane rak yo mung padha wae ta? mula ora usah dinggo regejegan rebut bener. Salam damai, rahayu x 3!

  36. Saka panemuku kita lagi mbabar/ nganalisa bab keris wae sejatine bisa ngerti kok yen wewarahe saka Gusti iku tanpa winates, mula sapa sik bisa neyelaraske kitab garing lan kitab teles mesti bakal tinemu. Sejatine sakabehing dawuhing Gusti iku akeh banget sik kebak sesinglon/sandi/tamsil/perumpamaan, lan kabeh iku mau kudu ngerti maksud lan surasane. Misal kaya lancipe pucuking keris iku mertandani yen manungsa kudu bisa mencapai titik nol(suwung), la supaya bisa mencapai titik nol kudu wani ninggalke bagian ngisor sik sarwa ombo lan ngombro-ombro atau kamu jika mau menuju titik nol harus berani mengurangi/mengecilkan kekuatan hawa nafsu, meskipun harus menmpuh jalan yang berliku (luk), meski yg berbentuk lajer (lurus) pun ditengahnya juga agak melebar, hal ini menunjukkan bahwa bagi orang tertentu yg budi pekertinya baik/tumakninah ditengah peralanan juga mengalami gangguan hawa nafsu maka haruslah hati2. ini belum mengulas falsafah tentang curiga manjing warongko atau sebaliknya, warongko manjing curigo. Warongko (tempat menyarungkan keris), biasanya dibuat dari kayu dan dihias dengan aksesoris yang indah meskipun baru wadahnya, belum kerisnya, ada yang memiliki pamor (hiasan seni) yg amat indah. Demikian pula kita menjalankan sholat harus dilakukan dengan rukun yng tertib, dihias dengan berpakaian yng bersih syukur bagus seperti gambaran warongko, isi ucapannya adalah hiasan kalimat2 suci seperti gambaran pada pamor keris. Tidak semua orang tahu tentang maksud yng tersirat di dalam kalimat suci, demikian pula tdk semua orang (meski ngaku jawa sekalipun) ngerti maksud yng tersirat pada pamor keris. Sujud dalam sholatpun sebenarnya gambaran menuju ground/titik nol. Begitu njih poro sedulurku, asal kita bisa menyelaraskan semuanya pasti enjoy dalam menempuh hidup ini. Salam damai dan sejahtera buat kita semua, rahayu x3

  37. Islam itu agama punya aturn pedoman dll, sedangkan kita siapa pendatang .tamu atau anggota baru kenapa kita harus mengusik yg menimbulkan kontroversi saya juga dari islam kejawen tpi mau berusaha memahami apa maksud mereka kenapa kt tidak buat sendri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s