IKUTILAH AKU…( Rasul )

“ Kami tidak mengutus seorang Rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya Ia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka “……..dst.

Rasul itu adalah utusan Tuhan. Dia adalah ZAT HIDUP yang menjadi penghubung antara Manusia dengan Tuhan yang Maha Hidup dengan jasad kasar seperti kita ini. Makanya dalam banyak ayat-ayat Kitab Suci kata Rasul-Nya TIDAK DIKAITKAN dengan jasad fisik ( jasmani ) Nabi Muhammad atau Nabi-Nabi yang terdahulu.

Terus mentaati atau mematuhi Rasul bukanlah mematuhi Hadis. Kalau ini yang kita lakukan, maka akan terjadi kepatuhan terhadap wujud jasad fisik seseorang atau imam yang telah mengajarkan Hadis. Ya…inilah namanya mematuhi orang lain atau mengikuti sangkaan pikiran, pendapat orang lain.

Mematuhi Rasul itu adalah mendengarkan dengan seksama suara hati kita, lalu kita wujudkan dan diaplikasikan dalam hidup ini baik melalui diri sendiri maupun melalui tangan orang lain.

Kita semua tahu dan sepaham bahwa perilaku seseorang itu dibatasi oleh lingkungan dan zamannya. Sebagai contoh kecil saja jika Nabi berpakaian gamis, maka sesungguhnya Abu Jahal dan abu lahab yang katanya kafirpun juga berpakaian gamis. Kenapa….? ya karena itulah pakaian dan tradisi orang arab. Jika nabi makannya tidak memakai sendok, maka orang-orang Arab lainnya pun demikian. Jika Nabi menggosok gigi memakai “ siwak “ , maka orang Arabpun demikian halnya. Tentu bukan wujud fisiknya yang ditiru sebagaimana yang kita lihat pada gaya sebagian orang di luar Arab sekarang ini. Adanya ayat yang berbunyi “ ikutilah Aku “ sebenarnya nuansanya menjadi bebas dari belenggu ruang dan waktu. Kalau mengikuti “Aku” dipahami mengikuti Nabi Muhammad secara fisikal, maka selesailah sudah perintah itu bagi kita yang tidak melihat Nabi, karena Nabi sudah tidak lagi hadir ditengah-tengah Umatnya.

Jadi Umat yang sekarang ini ya hanya meniru-niru, “katanya”. Ya kata Kiainya, Ulamanya, Gurunya. Mereka ( para tokoh agama ) tersebut pun tidak akan bisa melakukan klarifikasi atau “ tabayun ” terhadap sesuatu yang telah ditirunya secara turun temurun yang sifatnya “kolektif “. Mengapa….? karena tidak ada gambarnya Rasul dalam berbagai kesempatan dalam kehidupan kita sekarang ini. Yang kita terima hari ini hanyalah kisah-kisah beliau yang sifatnya “ ABSTRAK “. Kalau kita diberi tahu oleh seorang guru bagaimana Rasul itu makan, maka sebenarnya itu adalah “ ABSTRAKSI “ dari guru itu sendiri. Yang pada akhirnya yang kita tiru-tiru itu adalah perilaku fisik dan tindakan guru itu.

Lalu siapa yang dimaksud dengan “ Aku “…?.

Ketika Nabi masih hadir ditengah-tengah umat, maka “ aku “ tersebut tampil pada diri Nabi Muhammad saw dan itu merupakan tampilanyang amat indah bagi orang Arab. Tetapi orang laki-laki di indonesia yang rata-rata tidak berbakat memiliki jenggot mencoba memaksakan diri memelihara jenggot hanya sekedar “ sunnah Rasul “ katanya, hal ini sama saja dengan orang yang ingin menikmati kebahagiaan dengan cara kepura-puraan yang penuh dengan kepalsuan.

Perintah untuk mengikuti “ Aku “ itu tetap berlangsung sampai sekarang ini walau jasad fisik Nabi telah dikubur dalam tanah. Aku yang sebenarnya adalah merupakan pengejahwantahan, tajali Tuhan dalam diri Manusia yang telah dipilih-Nya. Jadi Aku yang sebenarnya adalah suara hati atau “ hati nurani “ yang ada dalam diri manusia.

Jika ayat tersebut telah menyebutkan “ siapa yang mengikuti Aku, maka Allah akan mencintainya “ . dengan memahami Aku sebagai petunjuk dan pelita yang ada di dalam hati, maka akan klop dengan permohonan “ ihdinas shirathal mustaqim “ . Jika seorang hamba benar-benar memohon kepada Tuhan untuk ditunjukkan kepada jalan yang lurus, maka jalan lurus itu akan TAMPAK NYATA dalam hati sanubarinya, nah bila hal itu secara terus menerus diikuti, maka janji Tuhan akan mencintai manusia jelas akan terwujud. Bukankah Tuhan TIDAK PERNAH INGKAR JANJI….?.

Taatilah Allah dan Rasul-Nya memang harus kita dudukkan sesuai porsinya. Ketika Nabi masih hadir ditengah-tengah umatnya, beliau memberikan “ keteladanan “ secara kongkret tentang bagaimana taat kepada Tuhan. Taat kepada Tuhan dalam khasanah Jawa bisa diartikan sebagai sifat dan perilaku yang “ Hamemayu Hayuning Bawono “ merawat Alam beserta isinya. Ketika bumi yang kita pijak ini dirawat sebagaimana mestinya, maka secara otomatis bumi akan memberikan “ berkah “ bagi umat manusia. Dalam bahasa Arabnya yang tertuang dalam Kitab Suci, ya sama sekali manusia dituntut untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi, menegakkan kebenaran dan keadilan. Menjadi saksi tentang kebenaran dan menciptakan kasih sayang atau perdamaian dalam kehidupan bersama tanpa melihat atribut yang melekat pada diri seseorang.

Mentaati Rasul-Nya berarti mentaati SUARA HATI NURANINYA dan menghidupkan KETELADANAN Rasul, bukan meniru-niru perilaku JASAD FISIK Nabi dalam bertindak……!. Adanya perintah yang bunyinya demikian “ sholatlah kalian seperti sholat yang Aku lakukan ( contohkan ) “. Secara kasad mata sangat mudah sekali kita meniru-niru gerakan sholat yang dilakukan Nabi, karena anak kecil saja akan mudah menirunya, namun apakah kita tahu apa yang bersembunyi dibalik “ Aku “ nya Nabi yang sebenarnya….?. Tapi rupa-rupanya kita ini sudah terlanjur hidup dalam suatu masyarakat dimana dalam menilai seseorang diukur dari sisi “ lahiriahnya “ saja, sehingga kita tidak mampu lagi melihat isinya. Akhirnya secara tak sadar kita telah “ terperangkap “ dalam kondisi wujud yang serba MATERI dan FISIK. Kita melakukan ibadah sholat karena meniru Nabi secara FISIK mulai dari gerakan-garakannya dan bacaan-bacaan sholat tapi ESENSI dari ibadah sholat yang sesungguhnya “ untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar “ menjadi BIAS dan KABUR.

Jika demikian halnya, maka kita-kita ini tak ubahnya seperti sosok manusia-manusia yang STMJ ( bukan Susu, Telor, Madu dan Jahe ) melainkan “ SHALAT TETAP dilakukan tetapi MAKSIAT JALAN terus “..he..he…

34 comments on “IKUTILAH AKU…( Rasul )

  1. wah, kayaknya masih banyak yang mencampuradukkan antara budaya arab dan islam, mas kariyan. akibatnya, banyak yang memberikan stigma bahwa yang tidak menggunakan budaya arab tak lebih dari seorang kafir. perilaku shalat pun sebatas ritual yang bersifat fisik, yang penting mencontoh rasulullah. tapi, mereka seringkali melepaskan konteksnya. esensi shalat yang mampu menjauhkan diri dari maksiat pun seringkali tak mampu terwujud secara riil dalam perilaku kehidupan yang sesungguhnya. Wah, maaf kalau keliru mas kariyan sekaligus mohon pencerahannya.

  2. assalamualaikum..
    katanya(kt abah saia)..
    islam itu.. mengucap 2kalimat syahadat, shalat, puasa, zakat, n haji.. maka jangan pernah menguranginya, atau menambahkannya..
    truz syahadat itu apa..
    berjanji,besaksi, n bersumpah untk tunduk pada Allah..
    dan..
    berjanji, bersaksi, n bersumpah untk mengikuti Muhammad SAW.. bukan AKU..
    islam itu bisa diartikan jd 3 kata.. yaitu..
    aslam..tunduk n patuh.. ini didunia..
    salam.. damai.. ini ketika mati..antara dunia dan akhirat..
    salamah.. selamat.. ini di akhirat..
    jadi gmn qta mau damai n selamat klw tdk patuh n tunduk..
    wassalam..
    critanya belaga jd ustad.. ustad katanya itu jg..

  3. nanya..
    manusia itu jarang loh yg bisa ngikuti hati nurani..
    bnyk yg ngikuti akal fikiran..
    truz gmn dgn manusia yg mati.. mati disini bkn mati sesungguhnya..tp mati hatinya..
    hancurlah dunia..bisa2 nambah bangsa sperti israel..

  4. Makanya mbah gundhul, saya akan terus mengkaji selama saya masih berdasarkan katanya. Bahkan jika itu katanya Nabi sekalipun.😉

    Terus mengkaji sampai suatu saat sudah tidak berdasarkan katanya lagi. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi.

  5. @…Kang Joyo..
    He..he..masuk barisan nomor berapa..??
    Yah..ikuktilah AKU-MOE sendiri jangan ikutin AKU-nya orang lain…
    karena di dalam AKU-moe ada GUSTI-moe….
    Siiiiip…sak nomer wis.

    @…Pak Guru-koe Sawali,
    Inggih leres Pak njenengan, Agama ( Ajaran Kebenaran ) diajarkan oleh para Rasul ( Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad ) dan manusia2 sesudahnya seperti Sidarta Gautama, sang Budha, para Wali, dll. memang sudah BENER dan PENER. Beliau-beliau inilah yg dinamakan ” Pemimpin Budi “. Benar, karena AJARAN Kebenaran tsb diterima oleh beliau sendiri dari Tuhan-Nya. PENER, karena Ajaran tsb diajarkan oleh beliau sendiri sesuai dengan ” Kondisi, Budaya dan tingkat wawasan masyarakat yg menerimanya pada waktu itu. Agar Ajaran tsb diterima dan dianut secara HANIF, LURUS…makanya di dalam teks book Quran, banyak ayat-ayat yg memerintahkan kepada manusia untuk ” Berpikir, Tafakur, Tazabur, Tadzabur dan Bernalar. Cekak aose MENGAJI ( meng-KAJI )…segala PITUTUR dan PITUDUH baik yg datangnya dari orang lain, maupun dari Alam Semesta ini.
    Mbok menawi mekaten nggih Pak…punten.
    Halah…halah…niki mung sharing ke mawon loh Pak.

    @…Kang Dana
    Mengaji dan meng-KAJI sampek tumekaning PATI…hidup itu terus mengalami perubahan, kita juga harus ” ber KULTIVASI, ber EVOLUSI ” menyesuaikan Jaman. Yah..pada akhirnya kita memang harus menjadi DIRI sendiri dan gak bisa kita harus menjadi orang lain biar toh Nabi sekalipun….. Siiiippp tenan aku sepaham Kang

    Menjadi DIRI sendiri akan MENGENAL dirinya sendiri…lah klu dah kenal dengan DIRINYA sendiri…?? Tuhan kan gak kemana-mana…?? Masak Tuhan hanya NONGKRONG di Mekah ( Arab ) sono…???
    Halah…halah….sempit kali dunia ini…???

    @…Mas Syahbal,
    Wa’alaikum salam mas he..he…( sambil nyengir kayak Tukul )

    wah…wah… malahan kata si embah saya ISLAM itu ( Isa’, Subuh, Lohor/Dhuhur, Asar dan Maghrib ) he..he…
    Bener sudah apa yg mas Syahbal katakan, DAMAI itulah yg akan menyelamatkan manusia. Lah DAMAI itu bukan berasal dari orang lain, melainkan berasal dari DIRImu sendiri…?? maka TUNDUK dan PATUHLAH pada NURANIMU sendiri…!!, jadilah DIRIMU sendiri, jangan berhenti dan mandeg sebatas APA KATANYA. Semua yg datang dari orang lain tuh harus kita olah, kita asah agar menjadi PERSEPSI sang JIWA. Masak kita mau operasikan kendaraan harus membaca ” Manual booknya” terus sih. Semestinya kan gak begitu…?? Mau ngerem lihat buku, mau kopling baca buku. Kita sudah gak bisa lagi ” PLEK ” sama percis seperti isi dan tulisan yg ditulis oleh orang lain itu…lah kapan bisanya…??. Halah…halah…Ntar keburu NABRAK orang lain deh…teyus dimacukin Penjaya, lah sama saja kita macuk Neyaka deh jadinya..heks..heks…

    Mas Syahbal, klu sampeyan pingin NGERTI tentang BERSAKSI ( Syahadad ) pahami dulu QS. Al Isra’ 97…bagaimana bersyahadad yg bener.

    Yah…yah…memang sedikit sekali orang yg mau menjadi DIRINYA sendiri ( saya juga masih belajar kok Mas…?? ) Lah kekhawatiran itulah yg sempat ditunjukkan oleh Muhammad bin Abdullah keika mau mati ( KATANYA sih…) dia selalu sebut…Ummati…ummati…
    Terbukti kan gak lama setelah Muhammad meninggal, pada RIBUT-RIBUT Kekuasaan…?? Lihat Syiah ( kelompok Abu Bakar ) dan Sunni ( kelompok Ali ), sampek hari ini CAKAR-CAKARAN terus….gak bisa rukun. Walau gak semuanya sih….he..he…

    Huuueeehhh…lah dhalah…opo orang ISRAEL itu semua pada MATI HATINYA toh…?? sapa yg bilang…?? Apa mereka masuk NERAKA semua toh…?? sapa yg bilang…?? Apa dunia ini hancur karena orang-0rang ISRAEL toh…?? sapa yg bilang…??. gak usah jauh-jauh di Indonesia yang KORUP mayoritas sapah toh…??

    Hiks..hiks…malu banget neh saya, karena mereka-mereka memiliki label AGAMA nya kok ya kebetulan sama yah dengan saya….
    Halah…halah…NGELUS DADA.

    Nggelesod ah…sambil menutupi muka….isin tenan aku…Mas.

  6. @santri gundhul
    assalamualaikum..
    y iyalah setiap orng yg mau mengoprasikan kendaraan hrs lah membaca manualbook nya dulu.. tp membaca maksudnya ituka menyamakan persepsi qta dgn manualbooknya.. bukan manualbooknya yg nyamain qta.. apakah ktika qta membuat persepsi maka kendaraannya akan sesuai dgn keinginan qta.. g kan? kendaraannya itu sudah baku.. n sesuai dgn manualbooknya.. y toh? truz gmn dgn orng yg buta huruf? y dy mendengarkan petunjuk dr orng yg berpengalaman.. y toh?
    mas.. semua orng itu saat ini suwdah diberi petunjuk oleh Allah.. tp ntahlah dgn orng yg masi primitif.. yg blum tau info tentang islam..
    orng sesatpun suwdah diberi petunjuk.. cm dy ngikutin hati nuraninya.. jd aja sesat..
    contoh..
    setiap kali saia masuk hutan. saia dikasi peta(petunjuk). maka ktika qta didalam hutan hrslah tunduk pada peta itu. klw mau selamet. n bisa menghasilkan kedamaian.
    klw ktika dihutan saia ngikutin hati nurani. y sesatlah saia. n akhirnya hati gelisah n celaka.
    y toh?

  7. @santri gundhul..
    oia mas..
    itu tebalik..
    sunni.. seluruh sahabat..
    syi’i.. ali..
    lgyan inikan hasil adu domba khawarij.. yg membawa AQ harus sesuai dgn mereka..
    oia..
    siapa y yg nyuruh mengkitabkan AQ..
    sunni bilang para sahabat.. karena timbul ke khawatiran.. bnyk orng yg suwdah tidak hapal AQ.. sedangkan Rasul nyuruh untk ngapalin.. n ngetes para sahabat hampir tiap hari..
    syi’i bìlang.. AQ itu sudah dikitabkan pada zaman Rasul masi hidup..
    truz gmn?
    sanggupkah qta menghafal..
    ah mending ngikutin hati nurani..hehei..

  8. @…mas Syahbal,
    He..he…mo PRIMITIF or bukan, Tuhan tuh sudah ada di dalam DIRI mereka2 mas….emang Tuhan hanya ada di dalam orang yg beragama dengan NAMA ISLAM saja…??. Pahami lah maksud yg tersirat Al Hadid 4. kan sampeyan dah pernah kasih tahu saya. ” Kemana saja kamu berada, kamu BESERTA Tuhan….!!”. Hal ini kan terjadi PERSAKSIAN ( Syahadad ) antara RUH dengan GUSTI-Nya ketika Manusia masih dalam bentuk OROK…?? Lah terus LAhir di Alam ini, harapannya kita-kita juga masih BERSYAHADAD kepada siapa..?? Bukan kepada JASAD FISIK Muhammad bin Abdullah mas, tetapi kepada NUR ( cahaya Tuhan ) itu sendiri yg manjing dalam DIRI-DIRI manusia-manusia pemberi petunjuk ( Had ). Orang-orang seperti inilah yg musti kita cari ( dasarnya adalah Al Kahfi 17 ). Karena Muhammad bin Abdullah sudah jadi TANAH…gak bisa lagi kita mintain TOLONG..karena Dia adalah bagian daripada CERITA dan KISAH masa lalu. QURAN yg berupa teks book ( tulisan ) hanya kita jadikan reverensi saja..jangan dijadikan TUJUAN…kita jadikan tulisan itu sebagai LILIN, PELITA untuk menerangi QUR”AN yg sudah ada di dalam DIRI kita, agar supaya kita dalam berjalan gak NABRAK-NABRAK…he..he..

    Jadi…??? IKUTILAH SUARA HATIMU…NURANIMU sendiri…
    Ihdinas sirotol mustaqim itu gak ada di dalam teks book Kitab Suci apapun namanya…kita harus cari…cari…sendiri agar supaya kita bisa PULANG dan MANUNGGAL dengan GUSTI. Menghafal teks book Kitab Suci gak bakalan bisa menghantarkan kita untuk bisa PULANG….kehadirat Illahi.

    Yang bisa PULANG itu…yah mereka-mereka yg memiliki JIWA yg TENANG….!! Dan, Jiwa yg Tenang itu gak keterkaitannya dengan pemelukan manusia terhadap NAMA AGAMA….( Al Fajr 27 – 30 ).

    Nggelesod ah….menghafal Qruan….mo buka BISNIS jual Ayat…
    lumayan nambah penghasilan….heks..heks…

  9. ::sam, jarene “mereka muda lagi sebaya”, jika katid ayabes, akam kadit itreng naka nasilut ini, enek ngis ekkodom, numan naka gnungib, malah keloggn araus, lahadap kadit itsum araus ayak araus awak,…halah…ngomong opoki..wess. nglesod wae nontok Kang santri ngedalang…

  10. @…Kang Zal…
    OYI Sam…toper orak kera ijis iki. Kadit itreng opo ngis idad perak-ku.
    Kadit ngubmas babar blas…eyip iki sam…sam…

    Dadi BLANGKEMEN Cangkem-ku he..he..
    Hasus ra mudheng…kera KILIC…Sam…kudu di nutnut nola-nola. ha..ha..
    Dadi Dalang dadak-an nek ngene iki

    halah…halah….BERNOSTALGIA maneh iki ker..ker…
    Nudum okos kayangan…ngumbar IJAK…..

  11. @santri gundhul

    ga saia ga mau jadi tuhan….
    ga mau makasih….
    makasi….
    tenk kyu…
    syukron…
    nuhun…

    tuh kan Allah itu maha pemberi RIZKI…ayat AQ aja bisa ngehasilkan uang…

    mas kata temen saia mas itu kejawen…apa seh kejawen teh??OOT..

  12. @…Mas Syahbal…cah Nggantheng

    KEJAWEN itu = Kejarlah Daku Kau ku Tangkap…heks..heks…
    KEJAWEN itu = Kejujuran Jalan menuju WinENang ( kedamaian )
    halah…halah….kumaha’ atuh Kang parantos…??
    eh…bener gak yah dialeg Sundanya..?? OOT juga

  13. Kalau bicara masalah kesepahaman, menurut saya setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda. “AKU” memiliki interpretasi banyak. Ada yang bilang ini, ada yang bilang itu. “AKU” juga menimbulkan analogi berbeda,tapi bagaimanapun pengertian itu, terpenting diambil positifnya aja karena kalau kita mempertahankan pemahaman masing2 individu, tidak ada selesainya.

    ********************************************

    Nggih leres njenengan mbak Ami,

    Nggelesod….tepuk tangan, terus cium tangan….

  14. @santri gundhul

    ohhh…gag ngerti…

    apanya yang parantos???

    **************************************

    Halah…saya juga gak ngerti tuh mas
    apa parantos….hoiiiihhhh…ada yg tahu gak…??

    Mondar-mandir…nyari kamus…

  15. tentang memelihara jenggot (kata JIL ulil absar abdalla) cuma sekedar budaya arab bukan universal. Lha kalo budaya arab apakah mencukur jenggot sampai mulus itu termasuk budaya asli indonesia. Lha jenggot thukul karepe dewe kenapa diributkan. Kalo merasa ganteng jenggoten maka memelihara jengot saja, kalao ganteng mulus yo cukuran saja, gitu aja koq repot.

  16. berkali-kali mengatakan “aku” “quran” “sang rasul” ada dalam diri, dalam hati nurani, lha diri itu ada berapa to mas kariyan?
    Ada 5, sedulur 4 lima pancer
    ada malaikat hafzhad, roit, ngatid, qorin, diriku,
    ada nafsi, nafsi.
    Kalau kliru menerjemahkan diri pada nafsu aluamah, tiwas nuraniku cuma pingin makan tidur dan enak-enak lainnya.Gimana cara mencari ‘aku’…??
    garuk-garuk kepala, nyari sandal jepit, terus takon karo ustad abu sangkan.

  17. @Mas santri gundul, ada kata “manunggal dengan gusti” , Lha kaum Majusi itu gustinya alias ilahinya dewa api je. Dalam Quran memang kaum penyembah api akan masuk neraka jahanan yang apinya menyala-nyala. artinya kaum majusi kan bertemu/manunggal dengan tuhannya to. apa itu yang dicari-cari?
    ——
    pusing, korban penafsiran secara hermeuneutika…

  18. Ping-balik: Ciri Ciri Orang Ber — IMAN (IMAN ISLAM) « wak AbduLSomad

  19. —@bedh
    Nabi itu mu’jizatnya hanya untuk dirinya sendiri, misalnya nabi idris nabi adam dll
    Rasul itu mu’jizatnya untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain misal Nabi Musa (yang untuk dirinya tongkat dll) yang untuk diri dan umatnya kitab Taurat, Isa-bisa menyembuhkan dan bawa Injil, Muhammad dari tangannya keluar air jernih dll bawa kitab Alquran.

  20. ::wooi bedh, kau inilah sukak kali manciing – mancing .,.eh..bedh Nabi Muhammad SAW itu kalok sholat bersyahadat engga ya…, jadi ….😆

  21. @mas santri G
    kumaha damang…???
    yeuh… kalo menurut abah, “rasul” adalah sebutan untuk sang pembawa dan penyampai risallah, “risallah” adalah terjemahan dari “kalam”, “kalam” adalah bahasa pribadi yang tidak bersuara / tidak berbunyi dan tidak berhuruf, bahasanya alam tanpa batas…
    kitu wae lah simpel nya mah… kumaha satuju teu…???

  22. hanya org2 tertentu saja yg mndpt karunia iman ini, dan smg kita smua trmasuk didlmnya *komen nyambung ngga yohh, sek salaman dhisik kang:mrgreen: *

    *******************

    Amin…amin…smoga Mas,
    Ndheprok….ngelapi tangan dhisik…menyodhorkan tangan…

  23. Nah, ntu dia masalahnya…

    ***************

    Mondar-mandir…mencari-cari Masalahnya…dimana sembunyinya yah…

  24. Masalahnya ya ini : SHALAT TETAP dilakukan tetapi MAKSIAT JALAN terus
    Solusi saya berbeda dengan anda. Bagi saya, ini menunjukkan shalat tidak memiliki pengaruh terhadap maksiat.

  25. HIDUP ITU UJIAN
    UJIAN ITU TIDAK LEPAS DARI SAMA DENGAN
    SETIAP HAL YANG QTA LAKUKAN AKAN SELALU JADI PENILAIAN
    TIDAK BISA DAN TIDAK AKAN MUNGKIN QTA YANG MENILAI
    BERPIKIRLAH DENGAN RENUNGAN
    DAN HARAPKANLAH SEBUAH KEHIDUPAN YANG LURUS SEBAIK MUNGKIN BAGI SETIAP UMAT DENGAN
    SEMUA YANG BERAWAL DARI QTA SENDIRI
    HIDUP TUH QTA

    ++++++++++++++++++++++

    Oh…NGONO toh…sejating URIP kuwi mung UJIAN….?? UJIAN nggo opo..??

    Terima kasih, RENUNGAN buat saya mas/Mbak.

  26. Sebenarx mdh adza ko memahami dan mengenal DIRI jika kita peka terhadap segala macam CLUE kehidupan.. Misalkan temukan dulu makna kata NURANI.. karena kata ini adalh kata sakral yg menunjukan puncak ketinggian Budi pekerti manusia.. Dan semua orng sering mengucapkannya.. Jika kita sdh benar2 mengerti dan faham dgn kata NURANI ini.. maka mengertilah kita siapa sih sesungguhnya kita ini.. hmmm…

  27. SesungguhNYA.. Rasul itu akan selalu ada sampai akhir Zaman.. Untuk menuntun manusia menuju Hadirat-NYA.. Hmmm…

  28. Ping-balik: syamielah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s