BERBEDA Haruskah Ekstrem..??

Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat ” KEBAJIKAN “. Hanya kepada Allah kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu (Al-Maidah 48).

Dari ayat ini saya hanya ingin mencoba mengatakan tentang beberapa hal, harapan saya mohon kepada saudara-saudaraku semua yang sempet membaca tulisan ini, janganlah sampai TERPENGARUH dan PERCAYA karena ini hanyalah pendapat atau UNEG-UNEG seorang makhluk lemah, Dhaif, Bodhoh dan Dzalim yang NGELANTUR dan MBLARAH heks..heks… Baca lebih lanjut

Benarkah PERBEDAAN adalah RAHMAT…??

Dahulu….. jaman duuu…uuuluu sekali hubungan antara manusia dengan manusia itu tak sedekat sekarang. Komunikasi saja masih sulit untuk dilakukan. Di suatu masa dulu jika kita berpapasan dengan orang lain kita langsung waspada mungkin saat itu langsung tangannya siaga di gagang pedangnya atau senjata lain yang dimiliki karena merasa beda dan merasa terancam. bahkan di suatu masa lebih awal dari itu orang harus selalu mengendap endap kemana mana siap dengan gada batu. waspada jika bertemu orang lain.

Saat itu mungkin bahasa masih sangat sederhana hanya dengan isyarat atau suara gerutu geram hardik dan sebagainya. Kemudian muncul kesamaan jika sekelompok orang sepakat memakai jenis isyarat yang sama maka jadilah bahasa yang lebih komplek dan orang berkumpul menjadi suku suku yang memiliki bahasa ataupun cara berpakaian yang sama. Misalnya hiasan bulu atau tulang di kepala sama. Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

NGRACUT BUSANANING MANUNGSO

Jika kita pernah membaca Ajaran kehidupan yang sangat lekat dalam khasanah jawa yang dinamakan ” SASTRAJENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU “. Dimana dalam kaweruh tersebut mengulas MAKNA huruf jawa HA, NA, CA, RA,KA sampai dengan NGA yang dimaknai sebagai “ Ngracut Busananing Manungso “ atau Melepaskan, Mengendalikan sang EGO Pribadi manusia. Tiba- tiba saja saya tertegun dengan sebuah Ayat dalam teks book Kitab Suci AQ akan kisah Musa di Lembah Thuwa ( bukit Thursina ) ketika menerima AJARAN KEBENARAN dari Tuhan. Secara tegas dan gamblang Tuhan telah mengajarkan kepada kita bagaimana manusia-manusia bisa berhubungan dengan sang Khaliq yang telukiskan dengan sebuah ISYARAT bagi manusia untuk “ Menanggalkan Terompah “ yang melekat di DIRI manusia. Dan, kesemuanya itu bisa kita cermati dalam kisahnya Musa di bawah ini.
Saat Musa mendekati nyala api itu semakin dekat, Musa mendengarkan suara dibalik api itu sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah teks book Kitab Suci QS. Thaahaa. 11 – 14 :

“ Maka ketika ia datang ketempat api itu ia dipanggil : “ Hai Musa “. Sesungguhnya Aku ini adalah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu,
sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan. Sesungguhnya Akumini adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka mengabdilah ( sembahlah ) Aku, dan dirikanlah shalat untuk berdzikir ( mengingat ) kepada Aku “.
Baca lebih lanjut

SUARA – SUARA..itu…

SUARA itu berseru kepadaku…..
Hendaklah engkau berjalan menuju kepada-Nya, dan DIA lah yang menjadi penuntunmu, maka akupun berjalan…dan KULIHAT DIRIKU sendiri. Suara itu pun berseru “ Lalui semuanya itu..!!” Arahkan tujuanku kepada-NYA saja. Sungguhpun bila engkau bersama DIRIMU yang TERCELA, niscaya engkau akan BINASA, dan bila engkau berhenti dengan DIRIMU yang terpuji, niscaya engkau akan TERHIJAB.
Sungguh bila engkau telah terhijab dengan panggilan yang terpuji itu, maka engkau akan didatangi oleh panggilan-panggilan yang TERCELA, dan dengan paksa engkau akan DITAWAN, DIKERANGKENG, DIPASUNG…penyebabnya tak lain adalah karena engkau TERHIJAB….oleh EGO dan PAMRIH.

Akupun melanjutkan perjalanan….
Maka kulihat AKAL PIKIRANKU….Suara itu berseru, Lalui saja dan jangan perdulikan…!!
Tetapkanlah tujuanmu kepada-NYA..!! Bila AKAL yang datang akan disusul oleh HIKMAT KEBIJAKSANAAN, Dan bila ia pergi maka iapun akan melihat dirinya..Bila ia membawamu masuk kedalam hikmat kebijaksanaan, Iapun akan berkata kepadamu “ Ikutlah aku..” maka kekuasaan sudah berada ditangannya. Bila ia datang, engkaupun akan menyertainya kepada hikmat kebijaksanaan. Bila ia pergi engkaupun akan mengikutinya menuju kepada HIJAB….
Suara itu berseru lagi, Langkahi saja siapa-siapa yang datang dan siapa-siapa yang pergi….!! Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN