Benarkah PERBEDAAN adalah RAHMAT…??

Dahulu….. jaman duuu…uuuluu sekali hubungan antara manusia dengan manusia itu tak sedekat sekarang. Komunikasi saja masih sulit untuk dilakukan. Di suatu masa dulu jika kita berpapasan dengan orang lain kita langsung waspada mungkin saat itu langsung tangannya siaga di gagang pedangnya atau senjata lain yang dimiliki karena merasa beda dan merasa terancam. bahkan di suatu masa lebih awal dari itu orang harus selalu mengendap endap kemana mana siap dengan gada batu. waspada jika bertemu orang lain.

Saat itu mungkin bahasa masih sangat sederhana hanya dengan isyarat atau suara gerutu geram hardik dan sebagainya. Kemudian muncul kesamaan jika sekelompok orang sepakat memakai jenis isyarat yang sama maka jadilah bahasa yang lebih komplek dan orang berkumpul menjadi suku suku yang memiliki bahasa ataupun cara berpakaian yang sama. Misalnya hiasan bulu atau tulang di kepala sama.

Lalu itu menjadi lebih besar ketika ada suku suku yang mau menyatukan diri setelah bergaul dan menemukan atau tercipta persamaan lebih luas. Seterusnya jadilah bangsa bangsa. Namun mereka salalu bertikai ingin mendominasi satu atas yang lain contoh korban bangsa Indian asli amerika. Hingga jaman jaman sekarang masih ada rasa rasa semacam itu mungkin dalam hati bangsa bangsa itu jika rupanya beda maka ada sikap anti.

Meski begitu ada beberapa lingkungan yang bisa melebur perbedaan itu bersatu tanpa memandang perbedaan, biarlah perbedaan itu tetap eksis dan ada. Tapi tetap kita ini satu nggak masalah engkau bagaimana engkau tetap saudaraku demikian juga sebaliknya. Bahkan ada rasa hormat atas perbedaan diantara saudaranya itu, beda dimana… entah gak masalah selama engkau bersikap baik tak merugikan dan menggangguku, selama engkau kasih sayang padaku seperti juga aku kasih sayang padamu.

Belum selesai dengan urusan itu munculah perbedaan yang lain yang muncul dari berbagai keyakinan yang dianut dalam hal AGAMA, tentang Tuhan yang disembah, tentang Nabi baru, Rasul baru yang bermunculan dan diproklamirkan disana sini. Saya ingin mengatakan sejauh pengamatan saya, siapa sih sebenarnya yang mendirikan agama itu…?, siapa yang bisa jawab….. ? Siapa yang mendirikan agama Nasrani ? Siapa mendirikan agama Budha ? Siapa mendirikan agama Islam ? atau yang lain ? siapa….siapa… ?.

Al-maseh kah ? Sidharta Gautama kah ? Muhamad kah ? atau siapa ? pernahkah anda mengingat di kitab mana tertulis pendirian agama agama itu ? hingga sekarang lihatlah…!! pertikaian berdarah terjadi akibat pemelukan nama sebuah AGAMA di mana mana. Kenapa…..? Apakah karena yang satu merasa lebih benar dari yang lain ? karena yang satu kelompok/golongan merasa lebih berhak atas dunia ini dari yang lain ? ataukah yang satu kelompok/golongan merasa lebih kuasa atas SURGA dari yang lain ? karena yang satu kelompok/golongan merasa perlu mengatur kelompok yang lain ? menghasut yang lain ? berapa banyak orang yang telah terhasut selama beberapa generasi hingga mengikuti ajaran orang lain ? kemudian lupa pada akarnya sendiri, pada rantai genetisnya sendiri. He he he….. barangkali saya juga termasuk dalam system itu terlahir dan dijadikan berkeyakinan tertentu. apa saya memilih ketika itu ? apa saya bisa menolak ? yang jelas saya tak bisa menolak dilahirkan dari pasangan ibu dan bapak ku karena itulah kenyataan, yang sejati, yang terjadi, just it is…!.

Baik atau buruk benar atau salah itulah DIRI-ku…DIRI-mu…dan DIRI-kita dan tak dapat kuubah sampai kapanpun akan kujunjung tinggi apapun yang terjadi. Orang lain bisa memaksa saya untuk bilang bahwa saya anak si anu orang lain tapi yang sejati itu tak dapat diubah,” that’s absolute ” yang sejatinya tak bisa memilih adalah segala yang diberikan Gusti Kang Hakaryo Jagad kepada kita. Itulah : warna kulit, warna mata, rambut, sifat sifat dan juga kemana nasib akan membawamu engkau tak bisa memilih, akan berakhir dimana hidupmu ini, siapa jodohmu. Pada hal hal seperti itulah kita tak bisa apa apa.

Sedang apa yang kita anut bisa saja kita berubah saat telah memahami kelebihan dan kekurangannya. Jadi kalau saya sendiri lebih suka bilang aku nggak ikut siapa siapa aku bebas sebebas diriku sekarang, mau dibilang apa kek asal nggak mengganggu secara fisik maupun non fisik kepada saya ya terserah nggak ada masalah. Yang penting jangan ganggu siapapun secara fisik, non fisik maupun administratif itulah ” AJARAN KEBENARAN ” yang saya anggap pantas dianut oleh siapapun.

Karena sesungguhnya AGAMA ( ajaran KEBENARAN ) adalah untuk menuntun kehidupan manusia kearah KEBAIKAN, KEBAJIKAN dengan landasan ” Bismillah Hirohman Nirrohim “ ..Kasih Sayang antar sesama makhluk. Jika dalam kerumunan, jagongan maupun cangkrukan baik di masjid, Langgar, Surau begitu mudahnya kita-kita mengucapkan ” Laa Iqqroha Fiddin “ Tidak ada paksaan dalam beragama ( berkeyakinan ) lalu, mengapa kenyataannya masih ada yang ” MEMAKSA-MAKSA ” orang atau kelompok/golongan lain dengan berbagai dalih dan dalil Kitab Suci dan Hadis memfonis ” SESAT, KAFIR ” dengan harapan orang lain mau mengikuti kemauan kelompo/golongannya. Ketika dalam banyak mimbar seorang penceramah Agama begitu gesit dan lincahnya mengatakan ” Lakum dinukum Waliyadin “ Agamamu adalah keyakinanmu…Agamaku adalah keyakinanku. Lalu mengapa masih saja ada ( oknum ) yang yang mengatasnamakan kelompok/golongan tertentu dengan bangganya MENGGERUS Agama dan Keyakinan kelompok/golongan orang lain…??

Jadi…mengapa AGAMA sekarang ini telah berubah fungsi untuk MENGHAKIMI dan MENGADILI sesama manusia yang telah menjalankan keyakinan sesuai dengan NURANI dan kemampuan pribadi-pribadinya…???. Lalu dimanakah terminologi yang selama ini digembar-gemborkan bahwa ” PERBEDAAN adalah RAHMAT…???” jika yang terjadi di lapangan adalah keributan dan tindakan ANARKIS akibat adanya perbedaan tersebut.

Ah….
Mau beragama apapun monggo, mau tidak beragamapun juga silahkan, mau beribadah ya monggo, mau mencoba menghasut orang ya silahkan. Asal ajaran yang satu itu ( kasih sayang ) tetap dijalankan. he he he he…. Kalaupun mau menimbulkan gangguan sekecil apapun saya sangat percaya cepat atau lambat si berbuat, akan menerima akibat dari perbuatannya sendiri, cepat atau lambat, semenit dua menit, sehari, seminggu, setahun, seratus tahun, seribu tahun pasti kembali disadari ataupun tidak. Seperti kita melempar batu ke atas cepat atau lambat jauh atau dekat pasti kembali jatuh ke bawah.

Semakin tinggi sebuah benda yang kita lempar semakin lama melambung, semakin keras jatuhnya bukan…?.

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

31 comments on “Benarkah PERBEDAAN adalah RAHMAT…??

  1. Bagaimana mungkin ada Islam kalau tidak ada yang bukan-Islam ?

    jati diri itu ada karena adanya perbedaan.
    harmoni ada juga karena adanya perbedaaan

    bagi yang berminat, aku baru memposting artikel tentang kebebasan beragama, lihat di :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/25/islam-itu-agama-damai/

    Salam dalamai
    Merdeka!

    +++++++++++++++++++++++

    Diriku…Dirimu…Diri kita ADA… karena adanya PERBEDAAN yang BERSATU dalam
    Rangkulan KASIH dan SAYANG yang saling membutuhkan satu sama lain.

    Salam DAMAI dan KASIH

  2. waduih, mas santri, kita ini masih amat suka bermain-main dengan retorika dan slogan. demikian juga makna ayat: perbedaan itu sebagai rahmat. ayat itu sebenarnya jelas mengajak kita untuk bersikap toleran dan menghargai perbedaan sehingga akan tercipta kedamaian. namun, agaknya makna ayat itu baru sebatas slogan dan retorika belaka. orang yang berbeda keyakinan dianggap sebagai musuh yang mesti disingkirkan, sehingga tak segan2 membawa pedang atas nama agama. semoga, slogan dan retorika itu segera berubah menjadi sebuah kenyataan dalam kehidupan sehari2 di negeri yang multikultur dan multiagama ini.

    +++++++++++++++++++++++++

    Semoga Pak Sawali,
    Cepat atau lambat rasanya KEKERASAN akan berubah….karena kita-kita dah MUAK dan BOSAN dengan KEBENGISAN dan KEKEJAMAN yang dikemas dalam bungkus keAGAMAAN oleh Ego-ego manusia yang telah LALAI dan LUPA akan JATI DIRINYA…

  3. ::bagi penyaksi, perbedaan adalah suatu rahmat, sebab akan terlihat batas dua lautan…dikenalinya mana batas sungai dengan batas laut…sebab ada rasa yg berbeda dikeduanya…
    beda yang ramai dipergunjingkan sekarang, tak dimasalahkan, sebab memang belum ada bedanya, mungkin itu hanya bentuk sebab agar yang “dipandangkan” akan melihat dan terbangun sadar, meski tanpa sebab pun bisa namun syariat (sunatullah) harus dijalankanNYA, agar tak membingungkan….dengan bahasa koq bisa ya…🙂

    ++++++++++++++++++++++++++

    Yah..yah…Kang Zal,
    Sejarah penciptaan manusia sebagai Khalifah yang sempat dikhawatirkan Malaikat,
    ternyata….manusia memang lebih suka CAKAR-CAKARAN berebut Tulang tanpa Daging.
    Hingga tak mampu lagi membedakan mana batas-batas NALURI dan NURANI

  4. Berbeda mungkin anugerah..
    Tapi kalo di agama tertentu berbeda itu kafir, om..😀
    ah, lagian saya beragama cuma buat ngisi kolom di KTP sama modal nikah doang kok..
    *ngeloyor*

    +++++++++++++++++++++

    Perbedaan adalah Hukum Alam yang telah melengkapi segala kehidupan Alam Semesta ini hingga dapat berputar dan HIDUP. Semua bergerak sesuai ORBIT tanpa saling berbenturan dan saling MENGUASAI. Tapi manusia telah LUPA kalau sesungguhnya kita merupakan bagian daripada Alam Semesta itu sendiri.
    Ketika kita keluar ORBIT, maka yg terjadi adalah BENCANA…..
    Yah…kita telah membuat BENCANA hanya karena LABEL FORMALITAS AGAMA….sungguh NAIF memang.
    Gimana ZInk…klu Format Agama di KTP dihilangin saja…???
    Haks..haks… naik Becak nguber Zink…
    .

  5. lirik komen diatas… dasar kapir!! :mrgreen:

    Padahal isyarat udah ada ya, Ia menciptakan segala sesuatu berbeda2 agar saling mengenal.. sayang diplesetkan jadi saling membunuh (katanya sih untuk kepentingan Tuhan)🙄

    ++++++++++++++++++++

    Pedahal Tuhan sendiri gak secara TEGAS memberikan CIRI2 orang Kafir itu seperti apa.
    Tapi kita-kita ini yang diciptakan oleh-Nya kadang KEBABLASEN….mo ikut-ikutan jadi TUHAN tandingan di bumi ini…..halah…baru bisa baca teks book Kitab Suci dan HAFAL saja…kita-kita ini sudah GEMAGAH banget…teks book Kitab Sucipun kita jadikan Tuhan….

  6. Sunatullah, ketika segala sesuatu harus berbeda. Sesuatu bisa disebut baik, jika ada yang jelek. Jika semuanya seragam, saya yakin, hidup hanya datar-datar saja.
    Mengapa perbedaan disebut rahmat? Karena orang bisa mikir mana yang baik atau benar—>>bagi yang bisa mikir.
    Yang gagal mikir biasanya frustasi, ngamuk, banting kursi dan sejenisnya. Mereka tidak bisa mengambil i’tibar atau hikmah dari adanya perbedaan. Ironisnya, mereka itu sebenarnya sudah benar. Hanya saja kesulitan untuk berpikir.

    >>Paling bagus ngalah
    kalau terdesak ngalih (pergi)
    kalau tertindas ngamuk<<<

    +++++++++++++++++++++++

    Lah…yg jadi pertanyaan kenapa SULIT BERPIKIR…????
    Karena PIKIRANNYA ditaruh di DENGKUL, AKALNYA kebuntel-buntel SARUNG kale…heks..heks..
    Setuju om Pik,…emang enakan NGALAH….selagi sempet lari…Kabuuuuuuuuuuurrrrrrrrrr…
    Lah klu kefefet neh…dah laen lagi….BRANJANG KAWAT dilawan heks..heks..OTOT KAWAT, BALUNG WESI Coyyyy…

  7. lha kalau nggak ada perbedaan, bagaimana caranya kita memenuhi kebutuhan akan “identitas” ?!

    ++++++++++++++++++++++

    Heks..heks…memenuhi kebutuhan Identitas yang seperti apa toh…??
    Menunjukkan Identitas saja, masak yah harus pake GABLOG-GABLOGKAN, GONTOK-GONTOKAN…???
    Nyambung gak yah….

  8. Lepas dari mayoritas ato minoritas suatu kaum, lepas dari agama seseorang, memang benar, perbedaan adalah rahmat,. berkat perbedaan tumbuhlah berbagai pola/tatacara orang dalam menguak rahasia alam dan segala isinya, ada yang ebrsifat menghancurkan, ada yang bersifat membangun, kebayang donk bagaimana jadinya kalau semua orang atau semua yang ada di bumi ini punya sifat penghancur semua.. kita gak bakalan ada dihari ini..

    Pamit

    +++++++++++++++++++++++++++++

    Ada SHIWA…ada BRAHMA….intinya adalah KESEIMBANGAN….
    ya…ya…beruntunglah orang-orang yang dapat BERPIKIR dan BERTAFAKUR serta mengoptimalkan NURANINYALAH yang mampu dalam menguak RAHASIA Alam Semesta.

  9. Heks..heks…memenuhi kebutuhan Identitas yang seperti apa toh…??

    sampeyan ini ada apa nggak ?? *balik nanya*:mrgreen:

    Menunjukkan Identitas saja, masak yah harus pake GABLOG-GABLOGKAN, GONTOK-GONTOKAN…???
    Nyambung gak yah….

    rasanya, itu bukan perbedaan mas … tapi perpecahan.😀

    +++++++++++++++++++++++

    Oaaalaaaahhh….
    Sampeyan takon AKU kuwi ono opo ora…???. Klu sampeyan mengatakan bahwa AKU itu ada, yah karena sampeyan sendiri yang MENGADAKAN. Begitu sebaliknya heks..heks…

    Ananing KAWULO sebab Hananing GUSTI, yen ora ono GUSTI wis mesthi ora ono KAWULO.
    Jadi AKU itu ADA… karena ada yang MENGADAKAN, begitu sebaliknya.
    Lalu siapa AKU yang sesungguhnya…??? Identitaskah…??? Identitas yang seperti apa…?? Jasad badan Kasar yang diberikan TENGER, TANDA dan bersifat sementara inikah..???
    Wadag badan Jasad Kasar hanyalah SANGKAR yang diberikan SIMBOL seperti nama A sampek Z untuk MENGURUNG dan MENGERANGKENG si AKU, hingga timbul sebutan-sebutan sebagai simbol untuk memudahkan kita berinteraksi antara Wadag satu dengan Wadag yang lain.
    .

  10. di tangan para parokialis, perbedaan malah menjadi laknat. yok, usung pluralisme …

    [kabur!]
    ++++++++++++++++++++++++

    Hmmm…hmmm…PRULARISME, show what gitu laoh….

    Agama ( keyakinan ) itu memang berbeda-beda dari segi aturan hidupnya (syariat) dan
    pandangan hidupnya (aqidah). Karena itu, ” PLURALISME ” sama sekali tidak berati
    semua AGAMA itu sama. Perbedaan label formalitas, warna dan methode pelaksanaannya sudah menjadi ” KENYATAAN ” yang tak bisa ditawar-tawar lagi dalam Jagad Raya ini.

    Jadi kenapa harus ada yang saling merasa PALING BENAR dengan memfonis yang lain SALAH dan SESAT…??.

    Ngeloyor…nguber mas Esensi NGUSUNG PLURALISME

  11. Perbedaan itu indah….lha bagaimana kalau semua orang sama, inginnya sama, tentu ga seru lagi….

    +++++++++++++++++++

    Nggih leres njenengan Bu Ratna, Perbedaan itu sebenarnya INDAH…seindah warna PELANGI heks..heks..
    Tapi klu PERBEDAAN itu harus diaplikasikan dalam bentuk KERIBUTAN, PENINDASAN, KEBERINGASAN, PERUSAKAN sak kepenake udele dewe yang membuat orang lain GAK NYAMAN…??
    apa yah INDAH yah…

  12. ini tulisan siapa?… jawab saya : eka pratiwi pak kyai
    ini komentar siapa?…..jawab saya : eka pratiwi pak santri
    ini tangan siapa?…. jawab saya : eka pratiwi pak ustad
    ini kepala siapa? …. jawab saya : eka pratiwi pak
    ini badan siapa? ……jawab saya eka pratiwi

    kalo tangan ini milik eka pratiwi, kepala ini milik eka pratiwi, dan badan ini milik eka pratiwi………….berhenti sejenak pak santri, pak kyai dan pak ustad sambil garuk garuk kepala, terus bertanya dengan lantang EKA PRATIWINYA MANA?????????

    HILANG…….
    Perbedaan adalah rahmat, kelompok satu dengan yang lain saling mempunyai visi dan misi yang kadang berseberangan namun jika sudah dalam satu kesatuan maka (ing paseban agung) jelas …..

    dengan jujur tanyalah pada diri sendiri. eka pratiwi ya eka pratiwi. aku ya aku bukan kepalaku bukan tanganku dan bukan pula badanku…… yen dijiwit roso loro yo ojo njjiwit……

    FREEDOM…. MERDEKA…. SALUT SANTRI GUNDHUL….. LANTANG…. TEGAS …. FAKTA…….. JUJUR……SALUT SANTRI GUNDUL……………..

    kalo ada benar ataupun salah resiko ditanggung pembaca
    yang penting hak satu dengan yang lain tidak gesekan… kalo gesekan panas tuh…………..

    pembaca ya pembaca… penulis ya penulis
    salam FREEDOM………………………………..MERDEKA

    ++++++++++++++++++++++++

    Huaaaaa ha..ha…ini sih dah KOMPLIT bumbunya mas/mbak
    Mana NENDANG lagi RASANYA…heks..heks…
    Sayangnya gak banyak orang-orang yg memiliki KESADARAN sepeti sampeyan.
    Siiiippplah….makasih
    Mundhuk-mundhuk….salaman dulu

  13. Identitas itu sebegitu pentingnya kah?

    +++++++++++++++++++++++++

    Melongo…Kang Dana sampeyan ki takon karo aku opo karo mas Waton…??

    Nggelesod…karo rokokan dhisik

  14. @danalingga
    penting nggak penting sih Dan …
    tapi mau nggak mau, itulah kondisi kita …
    “mau menghilangkannya (karena idealisme kita mungkin) ?!”, ndak bisa … kita tidak dirancang untuk hal tersebut, ndak ada identitas ndak bakalan ada interaksi, ndak muncul sebab akibat, ndak bakalan ada sampeyan punya yang disebut itu tangan atau kaki, ndak bakalan muncul yang namanya komputer atau internet, ndak bakalan tahu sampeyan rasanya sakit atau tidak, ndak bakalan tahu juga sampeyan yang namanya bahagia atau sengsara, dsb dst …

    ++++++++++++++++++++++

    Gak bakalan biso MUNO lan MUNI….A, I, U ( Aku, Iki, Urip )
    Sopo sing muni…???

    Ndheprok….nyruput Bers Kencur dhisik karo nunggu koment baliknya Kang Dana

  15. Perbedaan adalah Rahmad?
    belum tentu, karena Rahmad adalah kakak iparku.
    tetapi Rahmad berbeda-beda, karena belum tentu kakak iparku.
    hehehe
    maaf lagi nggak nyambung…
    “lagi beda”

    +++++++++++++++++++++++++++

    Lah…malah tak kirain tetanggaku yg jualan Bakso Cak….
    Heks..heks…
    Nyambung gak nyambung yah…disambung-sambungin sajalah

  16. Oaaalaaaahhh….
    Sampeyan takon AKU kuwi ono opo ora…???. Klu sampeyan mengatakan bahwa AKU itu ada, yah karena sampeyan sendiri yang MENGADAKAN. Begitu sebaliknya heks..heks…

    nah … itulah, identitas yang saya maksud tentu bukan “saya bernama A”, “saya seorang anu”, dst, karena itu hanya salah satu bentuknya.
    tetapi fitrah kita untuk mengenali dan mengidentifikasi.

    tambah cedhak rasane cak😀

    +++++++++++++++++++++++++++

    Yah klu mo jujur, semua yang ADA ini gak ADA, semua yang ADA karena kita-kita saja yg meng ADAKAN yah toh Cak..??. Sampek Tuhan dhewe MEMPERKENALKAN keberadaan-Nya lewat ” Ikro’ bismirobbikal ladzi khlolaq ” kepada manusia2 yang dikehendaki-Nya.
    Malah ono sing ngomong sebenarnya kita ini seperti bilangan digit : 0 dan 1. Dan, jujura saya sependapat, karena menurutku sih…0 = merupakan eksistensi dari sang Ruh, 1 merupakan Wadag badan kasar kita. Selanjutnya untuk bisa KEMBALI kepada sang Maha Sumber yah kita harus menjadi 0 ( kosong, Tiada ). Rasanya KLOP dengan ujar-ujar ” MATILAH kamu dalam keadaan ISLAM “. Islam bukan dalam pengertian sebagai Nama AGAMA loh…??
    Heks..heks…

  17. Bahagianya saya menemukan blog ini … sungguh, seharian saya duduk untuk menelusuri kata demi kata …

    *makasih ya mas ….*

    +++++++++++++++++++++++++

    Weaaaalah…
    Jangan sampek LUPA sama Makan dan Kuliahnya serta Kegemaranmu Sholat loh mbak.
    Makasih balik atas kunjungannya

  18. Lha kita lihat saja, blog sampeyan dengan blog saya, dan dengan blog2 lain, bukankah begitu kontras perbedaannya? Apa anda menganggap semua itu juga rahmat? Saya sendiri kalau ditanya begitu akan menjawab, “Ya, sebab saya bisa menemukan hal2 yg blm bisa saya temukan” di blog orang lain. Nah, jika dalam contoh kecil ini saja perbedaan bisa menjadi berkah dan rahmat–dengan mengecualikan blogger2 yang suka berdebat kusir–,maka bukan tidak mungkin jikalau perbedaan yang ada dalam realitas adalah rahmat pula.

    +++++++++++++++++++++++++++++++

    Waduh…mbak Farisya, lah mana loh Blog panjenengan…??. Aku juga pingin ngelihat perbedaannya..heks..heks…siapa tahu saya bisa menemukan RAHMAD di sana.

  19. Panjenengan pancen lantip ing penggalih, ya saat sedang tertegun di persimpangan itulah istri saya tercinta mengajarkan kepada saya tentang makna cinta di http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/01/23/best-i-ever-had/😀 hehehe itu buat komen yang lain

    Begini Mas Gun. Apakah warna sejatinya cahaya itu?
    Teduhnya cahaya diwakili oleh hijau dedaunan juga oleh birunya samudra
    Indahnya seperti merahnya mawar
    Tampannya seperti wajahku culun layaknya kepala gundulmu *halah guyon lho Kang*
    Hijau dedaunanpun akan berubah kuning lalu meluruh jatuh ketanah menjadi hitam
    Nah nah bisakah kita mengklaim kesejatian warna Sang Cahaya?
    Biruku pun tak sama dengan birumu

    Biarlah spektrum warna yang tertangkap oleh mata itu menjadi keindahan hidup ini
    Tidak sekedar hitam & putih.. bosen marai udrek

    NGLESOT DOLANAN BUSA SABUN KARO ANAKKE NDELENG ENDAHE PELANGI ning njero busa sabun *halah ribet banget nulise*

    ++++++++++++++++++++++

    Bila kita memandang bintang dilangit malam hari, maka apa yang kita lihat adalah bukan benda sebenarnya karena cahaya yang kita terima di mata adalah cahaya bintang yang telah menjelajah selama ribuan tahun dari bintang ke cornea mata kita. Bila kita mencoba melihat dengan teropong tercanggih, maka kita bisa melihat pojok alam semesta, yaitu milyaran galaksi yang redup dan berada 13 billion tahun cahaya dari cornea mata kita. Tetapi pojok itu sendiri bukanlah absolut karena batas pengetahuan kita memang cuma sampai disana. Istilah ini disebut sebagai “cosmic horizon”.
    Halah…halah….sok weruh

    Wuuuueeeeeh…tak kiro dolanan Busa Sabung dinggo…..???

  20. “…supaya kalian saling mengenal satu sama lain…” (Al-Ayat)
    Ya itu, maknanya sebuah perbedaan…

    ++++++++++++++++++++++++++++

    Klu PAHAM makna yg tersirat dalam Ayat tersebut Mas, maslahnya kadang saking FANATIKNYA alias TAKLID BUTA ini loh…yg bikin perbedaan menjadi PERMUSUHAN….
    Pedahal PERBEDAAN adalah KONSEP dan HUKUM Alam agar Dunia ini bisa hidup dan terus berputar.

  21. Nambah ding…
    Ngefans sama kucingnya… Huahahahaha…:mrgreen:

    +++++++++++++++++++++++++++++

    Muuuaaaaaaaaha..ha..ha..
    Namanya Senin ( ibunya ) dan Kamis ( anaknya )
    Itung-itung latihan KASIH SAYANG….heks..heks..

  22. Wow… tulisannya best banget…
    Btw aku kog malah suka liat gambar kucingnya ya mas…
    Mau donk kucingnya….😉

    ++++++++++++++++++++++++++++++

    Hiks…CEPE’ dulu…haaaaaaa…ha..ha….
    Gimana kabarnya mbak…?? Huh…sok kenal..keks..keks..

  23. jejakfarisya.wordpress.com🙂

    SF

    ++++++++++++++++

    Ciii…huuuiiiii….maksih banget ID blognya mbak…
    Ngeloyor…buru-buru nyamperin, heks..heks..

  24. saling menghormati sajalah…
    toh akhirnya kita semua pengen adanya kedamaian bukan??😉

    +++++++++++++++++

    Itulah yang sangat-sangat kita DAMBAKAN mbak…
    Saling menghormati, menghargai, dan toleransi merupakan sifat-sifat yang TERPUJI saya kira.
    Dan, tentu saja GOLNYA adalah RAHMAT bagi Alam semesta…makasih

  25. kang santri…neng ndonyo ga ono sik podho..
    tak satupun perkara didunia ini yg sama, tergantung bagaimana sikap dan cara mensikapinya..weleh malah bingung.
    wis yo kang..mung nunut ngeyup.

    ++++++++++++++++++++++++++++

    Gak bingung, leres njenengan neng ndonyo pancen MONCO WARNO…
    Dari banyak WARNA inilah Dunia bisa INDAH…dalam KEBERSAMAAN,
    GUYUB RUKUN agawe SANTOSO,..
    CRAH agawe BUBRAH….halah…

    Njagongi mas Syafi’i….ngdhog banyu sik mas…

  26. kang santri…neng ndonyo ga ono sik podho..tak satupun perkara didunia ini yg sama, tergantung bagaimana sikap dan cara mensikapinya..weleh malah bingung.
    wis yo kang..mung nunut ngeyup.

    +++++++++++++++++

    Weeee..lah dhalah….
    Nambah komentare toh iki…..

    Mundhuk-mundhuk….nganter KOPI khas racikan arek Malang…GINASTEL ( legi, panas tur kenthel )..
    Sumonggo Mas dipun sruput riyen…

  27. hati2 Njeng disini (http://youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4) banyak Tuhan lho, nanti sampeyan dimasukkan dalam list Orang yg Patut diBunuh lho😀

    +++++++++++++++++++++++++++++
    Kang Joyo
    Muuaaaaaaaaaaha…ha….ha….
    Sepertinya GAK SALAHKAN apa yang saya katakan…???. AGAMA sekarang ini telah DIJADIKAN SARANA untuk MENGHAKIMI sesama makhluk….oleh OKNUM yang mengatasnamakan kelompoknya /golongannya sebagai SATU-SATUNTA PEMEGANG KUNCI SURGA….!!
    haks..haks…MIMPI KALI…???
    Jadi….????
    Jika mereka-mereka ( korban DOKTRIN AGAMA asal Timur Tengah ) itu….
    Ingin menangkap saya, memenjarakan saya, membunuh saya, memberangus kehidupan sosial saya, mengucilkan saya, menghancurkan eksistensi saya, membuang saya, membakar nama saya,
    menginjak-injak harga diri saya, menendang kepala saya, bahkan melabuh abu
    bakaran mayat saya di pantai selatan sekalipun…
    Sedikitpun mereka-mereka TIDAK AKAN mendapatkan kesulitan.
    Sebab SAYA HANYALAH MAKHLUK yang LEMAH…heks..heks…

    Tetapi yang tidak akan terbunuh adalah KEYAKINAN yang saya jalani, sebab
    keyakinan itu juga berdomisili di DALAM DIRI mereka-mereka sendiri.

    INGSUN TETEKEN MUHAMMAD,..
    SURO SUCO LUDIRO JOYO DININGRAT,….
    LEBUR…. DENING PANGASTUTININGSUN,….

  28. duh lucunya tu kucing:mrgreen: jadi kangen yg dirumah..
    kang mas santri, kulo tumut OOT nggeh..
    *kabur sbelum diusir krn OOT*

    +++++++++++++++++++++++

    Lah…sumonggo kerso mbak, mo OOT…mo GOGOK silahken
    Aku malah ngebayangin anakku nek turu pules koyo Kucing kuwi mbak..hiiii..

  29. Pluralisme bukanlah menganggap semua agama itu sama. Tetapi pluralisme menganggap bahwa semua agama itu benar, menurut ukuran kebenaran masing-masing.

    Itu pluralisme yang aku dapatkan dari Ustadz Jalaluddin Rakhmat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s