BERBEDA Haruskah Ekstrem..??

Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat ” KEBAJIKAN “. Hanya kepada Allah kembali kamu semuanya. Lalu diberitahukannya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu (Al-Maidah 48).

Dari ayat ini saya hanya ingin mencoba mengatakan tentang beberapa hal, harapan saya mohon kepada saudara-saudaraku semua yang sempet membaca tulisan ini, janganlah sampai TERPENGARUH dan PERCAYA karena ini hanyalah pendapat atau UNEG-UNEG seorang makhluk lemah, Dhaif, Bodhoh dan Dzalim yang NGELANTUR dan MBLARAH heks..heks…

1. Agama itu berbeda-beda dari segi aturan hidupnya (syariat) dan pandangan hidupnya (aqidah). Karena itu, ” PLURALISME ” sama sekali tidak berati bahwa semua agama itu sama. Perbedaan label formalitas, warna dan methode pelaksanaannya sudah menjadi ” KENYATAAN ” yang tak bisa ditawar-tawar lagi sejak awal didengungkannya tentang Agama di belahan bumi ini.

2. Tuhan tidak menghendaki kamu semua menganut agama yang tunggal. KERAGAMAN AGAMA itu dimaksudkan untuk menguji kita semua. Ujiannnya adalah seberapa banyakkah kita memberikan kontribusi kebaikan kepada umat manusia…??
Setiap agama disuruh bersaing dengan agama yang lain dalam memberikan kontribusi kepada kemanusiaan (al-khayrat) berupa AKSI, TINDAKAN dan PERBUATAN dalam WUJUD KARYA NYATA dalam hal berlomba-lomba merealisasikan KEBAIKAN dan KEBAJIKAN serta CINTA KASIH hingga terciptanya KEDAMAIAN dan KEEJAHTERAAN bagi sesama makhluk dan Alam Semesta.


3. Semua agama itu kembalinya kepada Tuhan pencipta Langit dan Bumi. Islam, Hindu, Budha, Nashrani, Yahudi kembalinya kepada Tuhan. Adalah tugas dan wewenang Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan di antara berbagai agama. Kita tidak boleh mengambil alih ” HAK PREROGARTIF ” Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan agama dengan cara apa pun, termasuk dengan fatwa mengatas namakan salah satu Agama sekalipun untuk MENGGERUS keyakinan orang/agama lain…..!! Yang perlu kita PAHAMI dan camkan baik-baik adalah ” AGAMA BUKANLAH sarana untuk MENGHAKIMI sesama manusia…!

Sebagai RENUNGAN yang mempertegas argumentasi saya di atas, bahwa PERBEDAAN keyakinan ( agama ) merupakan gambaran warna-warni PELANGI di langit yang begitu mempesona menghiasi Alam Semesta ini. Itulah menyiratkan akan keberadaan Ayat-ayat Tuhan yang memang bertebaran memenuhi Jagad Raya ini. Tinggal bagaimana kita-kita bisa memanfaatkan dalam MENGAIS MAKNA dan MENJUMPUT HIKMAH yang terkandung di dalamnya tanpa harus saling ” Gesek, Gasak dan Gosok ” antara satu dengan yang lain, melainkan diperlukan adanya suatu sikap dan perilaku untuk saling ” Asah, Asih dan Asuh ” diantara sesama penganut Keyakinan ( agama ) yang berbeda. Indah bukan….?? Karena YAKINLAH bahwa ” KEBENARAN ” hanyalah MILIK Tuhan Semesta Alam : Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. ( Al Isro’ 84 )

Lalu,…mengapa di negeri ini, belakangan ada OKNUM manusia-manusia yang konon katanya sudah HAFAL teks book Kitab Suci, lantas dengan GEMAGAHNYA MENERJANG rambu-rambu dari Tuhan-Nya…?? Ahhg…Mungkinkah mereka-mereka itu telah LALAI…?? Ataukah mereka-mereka itu pada LUPA…?? Jangan-jangan mereka malah TIDAK TAHU, TIDAK NGERTI tentang makna yang TERSIRAT dari yang TERSURAT tentang teks book Kitab yang telah dihafalkannya…??. Hmmm…hmmmm…Jika realitasnya dalam kehidupan ini ada perbedaan dalam konsep, Methode dan pemahaman akan MAKNA sebuah keyakinan beragama, yah…inilah adanya, mestinya harus disikapi dengan BIJAKSANA dan Hanif, BUKAN harus mempertontonkan kepada khalayak ramai dalam bentuk ” Show of Force ” unjuk kekuatan SALING MEMBENCI, MENYESATKAN dan MENGKAFIRKAN sesama manusia bukan….??.
Kita yang sama-sama MENGAKU-NGAKU sebagai umat yang ber AGAMA dengan nama Agama tertentu saja kenyataan di lapangan berbeda dan gak SERAGAM kok…??. Lihatlah hampir semua Nama agama yang ada di negeri ini banyak sekali Aliran dalam SATU nama AGAMA tersebut. Misal di Islam, ada NU, Muhammadiyah dan belum lagi yang dialiran Thareqatnya. Di Kristen, ada Katholik, Protestan, Advent dll. Demikian yang di Hindu dan Budha. Memang harus begitu kok…

Jadi…??? Aneh saja, kalu ada yang mencoba-coba MEMAKSAKAN harus SERAGAM dalam berkeyakinan dan BEARIMAN terhadap Tuhan….Bukankah Tuhan itu ada di dalam SANGKA-SANGKA hamba-NYA…?? Sudah saatnya bagi para PENCERAMAH AGAMA untuk mengetahui bahwa mereka tidak dituntut untuk memaksakan orang-orang yang sudah beragama dan telah menjalakan keyakinannya untuk SERAGAM dengan kayakinan yang dianutnya. Mereka tidak berhak mengklaim bahwa selain kelompok dan golongannya akan MASUK NERAKA, karena KUNCI-KUNCI SURGA itu bukan di tangan mereka dan kelompoknya. Sikap seperti itu merupakan pelanggaran keras terhadap wewenang Tuhan. Yang dituntut dari para PENCERAMAH AGAMA , setelah Tuhan sendiri berfirman dalam AQ,
“Wahai orang-orang yang beriman, diri kalian adalah tanggung jawab kalian. Orang yang tersesat tidak akan membahayakan kalian ketika kalian mendapat petunjuk,” (QS. Al-Maidah:105)
adalah menjadi ‘saksi atas manusia”. Para penceramah agama hanya bertugas memperkenalkan dan meneruskan AJARAN KEBENARAN dari Manusia-manusia TERCERAHKAN terdahulu sesuai dengan nama Agama dan Kitab Sucinya. Baik itu bersumber dari Teks book Kitab Suci manapun kepada mereka. Kemudian menyerahkan segalanya kepada umat. Urusan konversi agama tidak hanya menyangkut “ IMAN dan TEORI “. Tetapi ini juga menyangkut hubungan sosial dan konsekuensi-konsekuensi selanjutnya demi KEMASLAHATAN umat manusia, bangsa dan negara.

33 comments on “BERBEDA Haruskah Ekstrem..??

  1. Sorry ndak komentar, ikut baca aja! Lha wong bagus tak perlu dikomentari!

    +++++++++++++++++++++++

    Nggih monggolah Bu Juli, mumpung baca disini belum kena PAJAK
    Haks..haks…

  2. adu jotos..? tak perlulah beradu jotos,lagi juga buat apa sich.
    bila ada perbedaan itu,lebih baik kita bermusyawarah dan mencari solusi yg terbaik. Nabi pun mengajarkan hal-hal seperti itu.

    +++++++++++++++++++++++++++

    Lah…ini sebenarnya yg diharapkan MUSYAWARAH untuk mencapai KESEPAKATAN
    Tanpa harus terjadi PEMBERANGUSAN.

  3. Kita semua tak ada yang sama kan mas? lalu kenapa harus mempersoalkan perbedaan …. saya akan menerima orang lain seperti mereka menerima saya yang beda ini.

    +++++++++++++++++++++++

    Yupszz…emang tak ada yang sama mbak, karena itulah bumi ini bisa menjadi HIDUP dan INDAH.
    Wong Anak satu IBU saja beda kok he..he…dan gak harus JOTOS-JOTOSAN kan..??.
    Siiiplah…perbedaan harus kita terima dengan HANIF. Salut buat mbak Rindu

  4. Wah, kalo saya adalah penganut agama PANCASILA. Btw, anda harus membaca buku Irshad Manji, judulnya Faith Without Fear, versi terjemahannya adalah Beriman Tanpa Rasa Takut. Di buku itu juga diulas soal perbedaan agama. Kontroversial sih. Tapi lumayan membuka mata kita.

    ++++++++++++++++++++++++

    Huuuuaaaaaaaaha..ha..ha…
    PANCASILA…?? Cocok-cocok mas/Pak, PEGANG saja SILA pertama ( Ketuhanan YAng MAha Esa )
    Sila-sila berikutnya akan kepegang semuanya. Halah…nanti bisa-bisa dikirain AGAMA BARU neh…
    Sebenarnya sama percis dengan RUKUN ISLAM kok,
    Kita PEGANG RUKUN yang pertama ( Syhadad ) Rukun-rukun yang lain juga akan NGIKUT secara OTOMATIS. Halah…di daerah saya Toko Gramedianya gak ada pak, maklum kota Kuuueeeciilll sih..heks..heks..Makasih sarannya yah.

  5. perbedaan menciptakan mayoritas dan minoritas, kemudian minoritas menghasilkan keberanian,mayoritas menghasilkan toleransi… dan ada kalanya seseorang berada dalam mayoritas maupun minoritas, keduanya ujian bagi keberanian dan toleransi kita, jadi tak perlu ekstrem kan?cuma harus lentur saja agar keberanian dan toleransi bisa beralih sesuai lingkungan dengan cara yang elegan…
    Pareng.. nyuwun pamit

    ++++++++++++++++++++++++

    Eiiiitt…jangan keburu PAMIT dulu mbak…he..he..
    Wah semakin TAJEM saja sekarang yah….Makasih-makasih atas KELENTURANNYA dalam menyikapi PERBEDAAN…

  6. seseorang menyarankan saya untuk melihat blog ini, ternyata benar saran kawan saya.

    blog ini sangat bagus untuk membuka cakrawala leimanan kita, agar tidak terjebak menjadi katak dalam tempurung

    salam, selamat menulis (terus)
    eshape

    +++++++++++++++++++++++++++

    Wah saya kirain KATAK terjebak dalam PENGGORENGAN Pak…heks..heks…
    Sumonggo sugeng midangetaken Pak Eko. Nuwun…salam kembali

  7. Yang parah lagi, jika tidak seragam maka akan diberangus. Lah, Tuhan aja membiarkan kok.

    ++++++++++++++++++++++++

    Kang Dana,
    Seragam …?? Emang Sekolah pake baju seragam, Emang Karyawan pake baju seragam…keks..keks..
    Yah…sepertinya ( QS. Al Isro 84 ) cukup jelas dan gamblang Kang.
    ” Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya “.
    Jadi….Mengapa menyikapi PERBEDAAN harus dengan berbuat ANARKIS…???
    Weleh…weleh….

  8. Saya mencoba merenunginya secara utuh dan melihat yang sudah terjadi dalam dunia nyata. Karena saya melihat ada sebuah agama atau “entah saya mau menamakan apa” yang tidak pernah mau menyatakan diri sebagai agama, tetapi justru karena “ini” lah sebuah agama dapat dibenturkan, dapat disusupi, dapat dimanfaatkan untuk “penganutnya”, dengan opini mereka menggiring “musuhnya” ke pinggir jurang “kematian”. Agama itu adalah “politik dan kepentingan”. Sebuah Ironi memang …agama yang “ada” akhirnya jadi tunggangan penganut agama “ini”. Mereka kelihatan beragama, tetapi sebenarnya tidak !. Selama kepentingan mereka dapat diakomodir maka mereka tetap didalam agamanya, tetapi begitu mereka merasa tidak ada yang dapat mereka harapkan. Akhirnya tidak segan-segan mereka “membusukkan” agamanya dari dalam.
    Maaf kalau perspektif saya salah, saya yang awam ini sedang belajar ‘memahami”.
    —salam—

    ++++++++++++++++++++++++

    Hmmm…hmmm…lebih mendalem neh Kang Daeng.
    Wah…sepertinya ada korelasinya dengan Perubahan Kepemimpinan di Negeri ini yah…
    Dulu mereka sama sekali berada dalam posisi yang kemauannya, keberadaannya, kepentingannya merasa TIDAK DIAKOMODIR, lantas…MENIKAM dari belakang…kaks..kaks..

    Nggelesod…menemani Kang Daeng…sama-sama belajar memahami HIDUP.

  9. Agama itu berbeda-beda dari segi aturan hidupnya (syariat) dan pandangan hidupnya (aqidah). Karena itu, ” PLURALISME ” sama sekali tidak berati bahwa semua agama itu sama. Perbedaan label formalitas, warna dan methode pelaksanaannya sudah menjadi ” KENYATAAN ” yang tak bisa ditawar-tawar lagi sejak awal didengungkannya tentang Agama di belahan bumi ini.

    om.. maksud kalimat Karena itu, ” PLURALISME ” sama sekali tidak berati bahwa semua agama itu sama. … itu apa to?? aku rodo ra mudeng… apakah tidak seharusnya tertulis Karena itu, ” PLURALISME ” sama sekali tidak berati bahwa semua agama itu berbeda… soale di point ketiga tertulis ”
    Semua agama itu kembalinya kepada Tuhan pencipta Langit dan Bumi. Islam, Hindu, Budha, Nashrani, Yahudi kembalinya kepada Tuhan. Adalah tugas dan wewenang Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan di antara berbagai agama

    ++++++++++++++++++++++++++

    Mbak Toeti, PULURALISME itu kan ( Jamak, Heterogen, beda, macam-macam ) lawane SINGULARISME
    toh…lah demikian juga AGAMA, kan nggak berarti sama. Klu sama namanya gak Plural tapi Singular..
    Karepku kuwi ngono loh mbak….COCOK ora…??

  10. Bagaimana saudara memahami ayat
    “Orang-orang kafir kepada Tuhannya, amal ibadah mereka laksana debu-debu yang ditiup angin kencang pada suatu hari dimana angin bertiup kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan di dunia ini. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” (QS. Ibrahim: 18.)

    dengan landasan ayat (Al-Maidah 48).

    ++++++++++++++++++++++++

    Ntar dulu Kang, kita harus menyamakan PERSEPSI dulu tentang KAFIR itu seperti apa sih…??
    Kebetulan dalam POSTINGAN terdahulu saya sempet menulis bahwa Secara tegas TUHAN tidak
    menjabarkan KAFIR itu seperti apa dalam banyak Ayat di teks book Kitab Suci loh…
    Atau saya saja yg gak menemukan yah….

    Nggelesod sambil NGUDUD…menunggu jawaban MAKNA KAFIR dari Kang Daeng Fattah
    Sumonggo Kang

  11. lha adu jotos itu juga merupakan bagian ‘perbedaan’ dari adu argumen, adu pintar, adu cerdas dll Njeng, jadi lumrah saja😀

    ++++++++++++++++++++++++++

    ADU JOTOS, ANARKIS, PEMBERANGUSAN.. apakah bisa dikatakan RAHMAT bagi Alam Semesta Kang…??.
    Lalu MENGAPA ada perintah sebelum malakukan perbuatan, bertindak harus mengucapkan ” Bismillah Hirrohman Nirrohim…??” Dengan nama Tuhan yang PENGASIH lagi PENYANG. Sebenarnya KASIH SAYANG ini apakah hanya milik Tuhan…???. Terus manusia gak perlu WELAS ASIH kah terhadap sesama…??

    Nguber Kang Joyo…..tak JOTOSIN..keks..keks…

  12. Setiap agama disuruh bersaing dengan agama yang lain dalam memberikan kontribusi kepada kemanusiaan (al-khayrat) berupa AKSI, TINDAKAN dan PERBUATAN dalam WUJUD KARYA NYATA dalam hal berlomba-lomba merealisasikan KEBAIKAN dan KEBAJIKAN serta CINTA KASIH hingga terciptanya KEDAMAIAN dan KEEJAHTERAAN bagi sesama makhluk dan Alam Semesta.

    jujur saja, saya sangat suka dengan penafsiran Mas santri tentang perbedaan dalam soal agama dan keyakinan. saya sangat sependapat. Tuhan saja memberikan kebebasan kepada hamba-Nya untuk menentukan dan memilih keyakinan yang dianutnya. Seandainya seluruh penduduk di muka bumi ini murtad, kekuasaan Allah *sok tahu* tidak akan berkurang sedikit pun. Lantas, kenapa banyak orang atau kelompok yang ingin menjadi “tuhan” baru dengan memaksakan kehendak dalam soal agama dan keyakinan. Aksi2 kekerasan yang selalu muncul dengan atas nama agama, bagaimanapun juga jauh dari ajaran agama mana pun, apalagi mengklaim diri sebagai penganut agama yang paling benar, lantas dg gampangnya mengkafirkan orang/kelompok lain. Waduh, jangan2 mereka memang sedang bermimpi untuk menjadi “tuhan” baru, yak?

    ++++++++++++++++++++++++

    Maturnuwun Pak Guru PITUDUH Sawali,
    Sebenarnya mereka-mereka ( OKNUM ) itu ga’ SADAR kali Pak, klu tindakan menjustifikasi orang lain ( Agama ) lain yg tidak sesuai dengan Kelompok/golongannya dianggap KAFIR, SESAT dll.
    Halah..halah…lagi-lagi yang dipakai dasar adalah teks book itab Suci dan Hadist.
    Lah…Kitab Suci kok malah dijadikan TUHAN dan Hadis kok dijadikan RASUL…..piye iki…??

    Yah mudah-mudahan masih banyak yang WARAS pak keks..keks… dan Konflik perbedaan yang terjadi dan marak belakangan ini segera memicu timbulnya PEMIKIRAN yang HANIF di negeri ini.
    Semoga.

  13. ::he….he…, nulis dhewe, ngebantah dhewe….
    sing tak ocob iki Kang, “Allah hendak menguji kamu, tentang apa yag diberikannya kepadamu..”…, lha diberi kitab dan pengetahuan pada “mu” nya itu kan yg menimbulkan perbantahan…, lha ora usah sing belum diberikan kitab, lha…wong yg sudah “dijadikan kamu bisa membaca, sehingga kamu tidak lupa” saja caruk koq…, delok’n para hos wae masih memperebutkan singgasana keempukan… (lha ini opo salah terjemahan yo Kang dikira “kemuliaan” itu, singasana kedudukan jabatan kui, sedangkan “Kehormatan” dikira orang-orang mesti menghormat….muooodar kalo beginikan Kang)
    padahal minimal wes melihat “jalan”, masalahnya mungkin yg sering terjadi pada diri saya, adalah lebih sering menyebut “mereka” ketimbang memandang “cermin diri”…, atau juga bisa timbul karena “aku” memandang kalau “mereka itu, juga “aku” maka ngga rela kalo beda…, bukannya kita, lebih dari lahir dari satu Ibu, bahkan kita tercipta dari satu jiwa…kan…ini juga menunjukkan status “Ibu” juga berjenjang pengenalannya….ngelesod…memandang Kang Santri yg sedang ber “diving”….lho malah keturon…diamput endi Kang Santri ne…wah wes helum…ngeloyor wae lah…

    ++++++++++++++++++++++++

    Haaaah…masak sih Kang Zal tulisanku tak bantah dhewe….halah kok kadit itreng ayas yah.
    Kadit halas Terjemahane Kang, cuman karena Pangkat, Jabatan dan Predikat terkadang membikin EGOnya meninggi dan lupa kalau mereka masih berada di bawah menginjak Bumi dan tidak hidup sendirian.

    Melanjutkan DIVING menyelami Samudra batin Kang Zal…halah…
    semakin dalem menyelamnya ternyata semakin SEPI, Hening dan SUWUNG Kang…

  14. ========
    ========

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ========
    ========
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

    +++++++++++++++++++++++++

    Wuuuuaaahhh…Templatenya emang keren,
    Yah…cuman repot klu harus BOYONGAN terus Pak. Lagian yg penting kan ISINYA daripada Kulitnya heks..heks…

    Makasih…makasih…infonya

  15. Seorang calon pembeli bertanya kepada pelayan “mBak ada sayur oblok-oblok?” sambil kemayu, si pelayan menjawab “Enggak ada Mas!”.
    Calon pembeli tidak percaya begitu saja, kemudian dia mencoba melihat satu persatu tempat sayur yang ditata rapi di atas meja. Ternyata sayur oblok-oblok yang dicari masih ‘ada’ dan cukup banyak tersedia. Dengan wajah girang, si pembeli berkata “Lho ada gini kok dibilang tidak ada, gimana to mbak?” Si pelayan sambil tersenyum genit berkata “ Woalah Mas… Mas, ini namanya bukan oblok-oblok, tapi pelas daun singkong!” Calon pembeli segera sadar, lain tempat lain namanya.

    ++++++++++++++++++++++++

    Lah iya yah Kang,
    Itu baru soal nama, istilah, label, atribut dah gak sama antara daerah satu dengan yg laen.
    Apalagi jika sudah masuk dalam wilayah CITA RASA dalam menjalani KEYAKINAN…
    Masak yah klu saya gak suka PEDAS, harus dipaksa-paksa makan makanan yang PEDAS..??
    Ini sama saja saya MENDZALIMI diri saya sendiri kali…keks..keks..

    Nggelesod…ngemil Bothok Simbuk-an….

  16. Apa sebenarnya substansi atau makna dari Tuhan? Apa sebenarnya substansi dari sayur oblok-oblok? Substansi benda abstrak lebih berada dalam ruang pemikiran. Tuhan adalah sesuatu yang abstrak, sehingga substansi Tuhan berada pada pemikiran. Sedangkan substansi benda kongkrit (sayur oblok-oblok dan sebagainya), berada atau menyatu dengan benda itu sendiri.
    Kesimpulannya, bahwa yang dikatakan ada sebenarnya hanyalah “istilah” . Jadi ada tidak benar-benar selalau ada, sebab yang pasti ada adalah “substansi”. Yang dikatakan sayur oblok-oblok sebenarnya sama dengan sayur pelas daun singkong. Barangnya (substansinya) sebenarnya ada, tetapi bisa dikatakan tidak ada hanya karena perbedaan istilah (perbedaan semiosis).
    tak ada yang mampu mengurai substansi Tuhan secara benar. Substansi Tuhan berada atau tersimpan dalam “angan-angan” atau pemikiran.
    Yup😀 Tuhan hanya ada pada SANGKA-SANGKA manusia

    +++++++++++++++++++++++

    Walah…kok masuk WILAYAH keTUHANAN neh Kang Tomy,
    ADA tapi TIADA ( Ono ning Tankeno Kinoyo Ngopo )
    Tuhan itu ADA karena ada manusia-manusia meng ADAKAN
    Katanya teks book Kitab Suci demikian ” Kemana saja kamu menghadap di situ Wajah Tuhan ”
    Lalu adanya Tuhan seperti apa dan dimana..??

    Celingak-celinguk….NGGRAYAHI JITHOK-e dhewe-dhewe…

  17. Coba bayangkan dunia tanpa perbedaan….Wuiiih bisa ngeri seperti yang saya tulis disini

    +++++++++++++++++++++++++

    Hiyaaaa….maunya sih seperti itu SEHARUSNYA mbak Ita, Perbedaan itu INDAH kok….
    Lihat saja PELANGI yg terdiri dari warna-warni MENYATU, SEJAJAR, SEDERAJAD…jadi Indah dipandang olh mata bukan…??
    Cuman belakangan ini Perbedaan bisa jadi PEMBERANGUSAN, PENINDASAN, PERKELAHIAN itu loh….yang jadi gak NYAMAN. Saya setuju dengan konsep perbedaannya Mbak Ita he..he..

  18. Perbedaan itu sebuah Rahmat dari Allah…..

    +++++++++++++++++++++++

    Yupsz….bener jika dilakukan dengan DIALOG dan berangkatnya dalam kerangka KEDAMAIAN atau win-win solution bahasa Maduranya. keks..keks…

    Mas Hafidzi, gimana perjuangan jadi Figurannya…he..he…GOL gak..??.

    Salam yah.

  19. Bagaimana pluralisme tidak menjadi keniscayaan lha wong negerinya saja serba pluralistik kok?! [sambil menggebrak meja (entah meja siapa)]
    [ngibrit lagi, biarpun ikhlas darah saya halal ditumpahkan, meskipun saya dikejar-kejar para parokialis untuk dibunugh]
    ngluyur lagi…
    monggo… mengke kulo pinarak riyen…

    ++++++++++++++++++++++++

    Jika ada yang menolak PLURALISME = Menolak KODRAD

    Ndheprok…mungutin beling kaca yg pecah, habis dibegbrak mas Ariss

  20. memaksakan harus seragam jelas tidak betul, yang namanya keyakinan memang tidak bisa dipaksa-pakasa.
    ya kita menghargai aja deh kepercayaan mereka. Asalkan mereka tidak menghina apa yang sudah kita yakini.

    +++++++++++++++++++++++++

    Itu namanya APLIKASI dari ” LAKUM DINUKUM WALIYADIN ” mbak Mar…
    Kan enak klu OKNUM itu memiliki pemahaman seperti sampeyan he..he…

  21. No comment…😉

    Btw permisi mas, nge-link blognya…

    +++++++++++++++++++++++

    Heks..heks…
    Mumpung belum dikenain PAJAK mbak Rini, coment-coment lah…
    Macam manau tuh mak Cik Rini kabarnya si Kecil, dah bisa CAKAP tak…??.
    Silahkan…monggo

  22. ::he…he…nyuwun ngaporane sam, sing tak ocob iki…”Sekiranya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu;…lawane endi…he…he… lali aku…tapi mulane kui…

    ++++++++++++++++++++++++

    Hoo…hoo…Kang Zal,
    Nek sampeyan nokat lawane, yoh kadit adoh-adoh Sam. Lawane yo AWAK-E dhewe iki.
    Itak dikongkon GELUT karo awak-e dhewe. Perangi ( kendalikan ) EGO dan Nafsu yg ada di dalam DIRI masing-masing. Nah nek jarene Nabi biyen ( jarene loh ) awak ndhewek akan menghadapi perang sing gedhe yo kuwi melawan Hawa Nafsu. Lak ngono sih Kang?

  23. misal saja, semua blog milik wordpress sama, jadi antara pak santri gundul, pak tomy, bung danalingga sama sama blog, tetapi berbeda. Kemudian saya membaca blognya pak santri gundul dan mengira blognya milik danalingga. Tapi tulisannya secara ekstrim berbeda pak danalingga gemar bertanya dan pak santri gundul gemar menerangkan.Itu perbedann ekstrem nggak ya?
    Ekstrem ndak apaapa to asal jangan ‘jotosan”
    Gimana ya misalnya makmum sholatnya niat nyembah Allah swt, ittiba rasul, lha imamnya ittaba nabi-terbaru, piye jal opo ora gawe bingung

    +++++++++++++++++++++++++
    Ekstrem ndak apa-apa to asal jangan ‘jotosan”
    Lah nek karepku yo NGONO Mas Fajar, ben ketok ADEM, AYEM, TENTREM gitcu loh heks..heks..

    Hueeee…malah mbahas Sholat Makmum barang, Sing dinamakan Sholat JAMAAH itu apa yah yg seperti Kumpul rame-rame di masjid, Langgar, Surau gitu yah….
    Terus jarene, nek salah satu ( Imam/Makmum ) KHUSU’…katanya Jamaah yang ada dikatakan Khusuk semua sholatnya…alias pada masuk SURGA semua….
    Lah klu salah satu gak KHUSU’….apa yah ada yang mau dibilang gak Khusu’ semua alias, NERAKA semua JAMAAH itu…??. Sopo sing gelem…tak u’u yah…kaks..kaks…

    Heks..heks…klu bahas masalah yang ginian, AHLINYA yah Kang Zal. Ayo kang, Mas Fajar mancing-mancing sampeyan rupane..

    Aku tak ndheprok karo NGUDUD….nunggu Pencerahane Kang Zal…sumonggo Kang, kulo aturi mbabar kaweruh MANEMBAH.

  24. Setiap manusia berbeda, itulah persamaannya.

    +++++++++++++++++++++++++

    Yang di JOTOS benjol-benjol, yang DIBERANGUS rumahnya, tidur ngemper diteras tetangga dan gak berani melawan sambil nyambat Duh Ampun Gusti…??, terus yang men JOTOS sambil berteriak-teriak Allah hu Akbar…semakin BERINGAS NJOTOSIN manusianya, MEMBAKAR rumahnya….
    Oh…ternyata disini letak PERSAMAANNYA yah Kag Fattah. Sama-sama menyebut TUHAN, beda APLIKASINYA

    Ndheprok..karo garuk-garuk ndhas Gundhul

  25. Ping-balik: MAYORITAS DAN MINORITAS DALAN PERGAULAN ANTAR BUDAYA « Melati Putih

  26. Berbeda adalah sesuatu hal yang wajar, karena manusia itu unik…tak ada satupun manusia yang sama.

    Kenapa mesti adu jotos, kalau masih bisa duduk bersama, mengobrol, mendiskusikan perbedaan dengan minum kopi panas. Nah kalau tak sama, dan tetap beda pendapat……kenapa mesti disamakan…..kan memang tiap manusia berbeda, serta berhak memilih agamanya masing-masing.

    +++++++++++++++++++++++

    Yupz…perbedaan entuh klu bahasa pondhoannya Sunnatullah. emang harusnya seperti pandangan bu Ratna itu hingga perbedaan akan memberikan NUANSA INDAH bagi yg melihatnya. Seperti sila 3 Panca Sila tuh kan ” Persatuan Indonesia “, berbeda namun tetap satu jua adanya.

  27. berbeda ya harus ekstrem
    “nanti saya ditagih Tuhan kenapa gak berjihad”
    “nanti saya dosa karena membiarkan dia dosa”
    “nanti saya yang digencet”
    “nanti saya dianggap tidak ada”
    “nanti anakbuah saya gak nurut”
    “dikiranya saya lembek apa”

    lha kenapa Tuhan mu menciptakan beda-beda?
    “iya tuh Tuhan terlalu lembek sama mereka”

    (hihihi.. jadi paham kenapa kiamat gak dateng-dateng.. lha wong Tuhan “takut” dateng di hari terakhir. Takut gak dikenalin, malah bisa-bisa dihukum saat itu juga karena selama ini terlalu lembek)

    +++++++++++++++++++++++

    Melongo….mecicil…merenungi…
    Gung nyambung maksudne…( dasar Santri Blo-on )
    Halah…halah…
    Tuhan kok banyak amat TUNTUTANNYA yah…!!.

  28. weleh weleeeh mis Emmy
    kelakuan Tuhan kok disamakan ama manusia toh?
    lha yang ngomong kan ustadnya supaya mau nurut katanya yang sebatas lidah dan dibumbui keinginan derajat yang tinggi.

    Tuhan itu misteri manusia untuk sampai padanya musti pelajari sistem kehidupan mikro dan makrokosmis… yah dari titik kembali ke titik

  29. apik tenan mas tulisane. Makin yakin kalau selama ini aku sesat rupanya dengan angan2 negara khilafah. Rezzzz…..Suwun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s