Memahami Elmu Kasampurnan

Tulisan kali ini sangat terkait dengan Memahami Elmu     Kamanungsan sebelumnya. Dan saya mencoba mensarikannya dari wejangan orang Bijak agar kiranya dapat bisa kita petik Hikmah yg terkandung di dalamnya terutama khusus buat saya pribadi yang sesuai dengan CITA RASA lidah saya tentunya .

Ketahuilah Poro Sedulur bahwa ilmu kasampurnaan itu ada 2 macam,

Pertama, diberikan melalui wahyu.

Apabila suksma manusia telah sempurna, niscaya akan sirna segala sesuatu yg dapat mengotori watak, seperti halnya sikap rakus dan impian semu. Suksma akan menghadap Sang Pencipta, merengkuh cintaNya dan berharap manfaat serta limpahan cahayaNya. Tuhan akan menyambut suksma itu secara total. Tatapan Ketuhan memandanginya dan menjadikannya seperti papan. kemudian Allah akan menjadikan pena dari suskma sejati. Dan pena itu diukirkan ilmu pada papan tadi.

Suksma sejati laksana guru, suksma manusia suci ibarat sang murid. Sehingga dicapailah seluruh ilmu, dan padanya semua bentuk terukir tanpa proses belajar maupun berfikir. Dalilnya : “Dan Dialah yg mengajarkanmu apa2 yg tidak kamu ketahui” (QS. An-Nisa:213) .

Ilmu para nabi lebih tinggi derajatnya dibandingkan ilmu mahluk2 yg lain. Karena ilmu tsb diperoleh langsung dari Gusti Kang Moho Suci tanpa perantara. Kau bisa memahami dalam kisah para malaikat dg kanjeng Nabi Adam. Sepanjang usianya para malaikat terus belajar. Dan dg berbagi cara mereka berhasil mendapatkan banyak macam ilmu, sehingga mereka menjadi mahluk yg paling berilmu dan mahluk paling berpengetahuan.

Sementara itu Adam tidaklah tergolong ahli ngelmu karena ia tidak pernah belajar dan berjumpa dg seorang guru. Malaikat bangga dan dg besar hati mereka berkata:” padahal kami Senantisa bertasbih dg memuji Engkau dan mensucikan Engkau.” (QS. Al-Baqarah:30) .

Kanjeng Nabi Adam kembali menuju Sang Pencipta. Lantas beberapa bagian dalam hati Kanjeng Nabi oleh Allah dikeluarkan ketika ia menghadap dan memohon pertolongan kepada Tuhan. Lalu Allah ajarkan seluruh nama2 benda. “Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat, lantas Allah berfirman: “Sebutkanlah kepadaku nama benda2 itu jika kamu memang orang2 yg benar” (QS. Al-Baqarah:31) .

Ketahuilah, malaikat menjadi kerdil dihadapan Adam. Ilmu mereka menjadi terlihat sempit. Mereka tak bisa berbangga dab besar hati, justru yg ada hanya rasa tak berdaya. “Maha Suci Engkau, tidak ada yg kami ketahui selain dari apa yg Engkau ajarkan kpd kami” (QS. Al-Baqarah:32) .

Maka kepada mereka Adam diberitahukan bbrp bagian ilmu dan hal2 yg masih tersembunyi. Akhirnya jelaslah bagi kaum berakal, bahwa ilmu gaib yg bersumber dari wahyu lebih kuat dan lebih sempurna dibandingkan ilmu yg diperoleh dg penglihatan langsung.

Ilmu yg diperoleh melalui wahyu merupakan warisan dari hak para nabi. Namun mulai masa Kanjeng Nabi Muhammad pintu wahyu telah ditutup oleh Allah. Sebab Muhammad adalah penutup para nabi. Dia mewakili sosok paling berilmu dan paling fasih dikalangan manusia. Allah telah mendidiknya dg budi pekertinya menjadi baik.

Ketahuilah poro Sedulur, Ilmu Rasul itu lebih sempurna, lebih mulia, dan kuat. Karena ilmu tsb diperoleh langsung dari Sang Khalik. Beliau sama sekali tidak pernah menjalankan proses belajar-mengajar insani.

Kedua diberikan melalui Ilham,

Yaitu peringatan suksma sejati terhadap suksma manusia berdasarkan kadar kejernihan, penerimaan dan daya kesiapannya. Ilham boleh dikatakan mengiringi wahyu. Kalau wahyu merupakan penegasan perkara gaib, maka ilham merupakan penjelasannya. Ilmu yg diperoleh dg wahyu itulah sejatinya ilmu kenabian, sedangkan yg diperoleh dg ilham itulah sejatinya ilmu kewalian.

Ilmu kewalian diperoleh secara langsung, tanpa perantara antara suksma dan Sang Pencipta. Ilmu Kasampurnaan itu laksana secercah cahaya dari alam gaib, yang datang menerpa hati yg jernih, hampa dan lembut.

Semua ilmu merupakan produk pengetahuan yg diperoleh dari suksma sejati yg terdapat dalam inti “ SANGKAN PARANING DUMADI “ dg menisbatkan pada RASA SEJATI,

seperti penisbatan Siti Hawa kepada Kanjeng Nabi Adam.

Ketahuilah poro Sedulur, RASA SEJATI lebih mulia, lebih sempurna dan lebih kuat dari disisi Allah dibandingkan SUKSMA SEJATI. Sedangkan suksma sejati lebih terhormat, lebih lembut dan lebih mulia dibandingkan mahluk2 lain.

Adapun ilham itu terlahir dari melimpahnya rasa sejati dan juga terlahir dari melimpahnya pancaran sinar suksma sejati. Jika wahyu menjadi perhiasan para nabi, maka ilham menjadi perhiasan para wali. Adapun ilmu yg diperoleh dari wahyu adalah sebagaimana suksma tanpa rasa atau wali tanpa nabi. Begitu pula ilham tanpa wahyu akan menjadi lemah. Ilmu akan menjadi kuat jika dinisbatkan kepada wahyu yg bersandar pada penglihatan ruhani. Itulah ilmu para nabi dan wali

Ketahuilah, ilmu yg diperoleh dg wahyu hanya khusus bagi para rasul, seperti diberikan kepada Adam, Musa, Ibrahim, Isa, Muhammad saw dan para rasul lain. Itulah yg menbedakan antara risalah dg nubuwwah .
Adapun nubuwwah adalah perolehan hakikat dari ilmu dan rasionalitas2 oleh suksma yg suci kepada orang2 yg mengambil manfaat. Barangkali perolehan semacam itu didapat salah satu suksma, tetapi ia tidak berkewajiban menyebarkannya karena suatu alasan dan oleh sebab2 tertentu.

Ilmu kasampurnaan menjadi milik seorang nabi dan wali, sebagaimana dimilki Khidir a.s. Hal itu terdapat pd dalil: “Dan yg telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami” (QS. Al-Kahfi:65) .

Ingatlah ketika khalifah Ali berujar: “Kumasukan lisanku kemulutku, hingga terbukalah dihatiku seribu pintu ilmu, yg pada setiap pintu terdapat seribu pintu yg lain”. Dan ia berkata: “Andai kuletakkan bantal dan aku duduk diatasnya, niscaya aku akan mengambil putusan hukum bagi penganut Taurat berdasarkan Taurat mereka, bagi penganut Injil berdasarkan Injil mereka, dan bagi penganut al-Quran berdasarkan al-Quran mereka”.

Derajat seperti ini tidak bisa diterima dg melalui ilmu kemanungsa semata yg hanya dari pembelajaran insani. Pastilah seseorang yg telah mencapai derajat tsb telah dikarunia ilmu kasampurnaan.

Jika Allah menghendaki kebaikan pada dirimu, Dia akan menyingkap tabir atau hijab yg menhalangi dirimu dg suksma yg menjadi papan itu. Dg demikian, sebagian rahasia dari apa2 yg tersembunyi akan ditampakan pdmu. segenap makna yg terkandung didalam rahasia tsb akan terpahat pd suksmamu. Dan suksma itupun mengungkapkan sebagaimana engkau ingin karena dikehendakiNya. .

Sejatinya, kearifan bisa lahir dari ilmu kasampurnaan. Selama engkau belum mencapai derajat atau tingkatan ini, engkau tidak akan menjadi seorang arif.
Karena kearifan merupakan pemberian Hyang Widi.
Dalilnya : ” Allah menganugrahkan al-hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar2 telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang2 yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran ” (QS. Al-Baqarah:269) .

Hal itu karena orang2 yg berhasil mencapai ilmu kasampurnaan tidak perlu lagi banyak berusaha memahami ilmu secara induktif dan berpayah-payah belajar. Orang yg demikian sedikit belajar, banyak mengajar, sedikit capai, banyak istirahat.

Ketahuilah poro Sedulur, setelah wahyu terputus dan sesudah pintu risalah ditutup, umat manusia tidak lagi membutuhkan kehadiran rasul atau utusan. Mereka tidak lagi memerlukan penampakan dakwah setelah penyempurnaan agama. Bukanlah termasuk kearifan menampakan nilai lebih tidak berdasarkan kebutuhan.

Tapi ketahuilah, pintu ilham itu tidak pernah ditutup. Pancaran cahaya suksma sejati tidak pernah terputus. Karena suksma terus membutuhkan arahan, pembaharuan dan peringatan. Umat manusia tidak memerlukan risalah dan dakwah, tetapi masih membutuhkan peringatan sebagai akibat dari tenggelamnya mereka pada rasa was-was dan terhanyut oleh gelombang syahwat.

Karena itu Allah menutup pintu wahyu sebagai pertanda bagi hamba-Nya dan membuka pintu ilham sebagai rahmat serta menyiapkan segala sesuatu menyusun tingkatan2 supaya mereka tahu bahwa Allah Maha Lembut kepada hamba2-Nya, memberikan rezeki kepada siapa saja yg dikendaki tanpa perhitungan. Selesai sudah nasehatku tentang kawruh kesejatian yg kubeberkan padamu. Hendaklah engkau bisa menggunakan sebaik mungkin.

By Kariyan Santri Gundhul Posted in WEJANGAN

33 comments on “Memahami Elmu Kasampurnan

  1. ::wuiiih..muaakinn guanteng ae rek…, tak kuku..lek ngene Cak…,
    rasane cak, wahyu semestinya tak tertutup, sebab tanpa wahyu, maka ilham hanya merupakan gerak tanpa makna…, ayat tanpa hikmah…, keterbukaan wahyu…sepertinya tersamar pada 16:2 dan 4:163, opo gak ngono tah..??

      • ::oooh..iyesss buanget…, mereka para pendayung sejati yang menngantarkan kebutuhan manusia-manusia…, merekalah penembus-penembus, bintang tembus…
        yupe… lebah mengambil sari yang tiba-tiba dikenal bernama madu, sedangkan manusia lebih senang mangambil bunganya yang akan terbuang menjadi sampah…

        ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

        Huiiiiiiiiiikkk ojo dibuang Kang, kepiye nek diawetkan wae Kang?
        Dikasih Pigura sing apik…payu dodolane Kang….haaaaaaaaaaaks.

        Salam ~ Mengisap Rembes Maduning JAGAD

        Rahayu

      • waduh maapp, maksud saya srt 16;68-69 (An-nahl).
        Trus mumpung lagi disini nih, mau sekalian nanya sm mas Zal, atau yang punya rumah tentunya (mas Santri Gundhul/Kariyan), apa maksud dr srt 4;166?
        Apakah dari ayat tsb artinya Allah menurunkan AlQuran lgsg melalui diri/jiwa Nabi Muhammad SAW tanpa melalui Jibril?
        Atau ayat itu menerangkan ttg hadist2 Qudsi?
        Tks atas pencerahannya.

      • ::entah siapapun dibalik comment ini, disampaikan bahwa tiada sesuatu yang bernama kebetulan, termasuk salah dalam mengetikkan hal ini, sesuatu kesadaran pada jiwa itu mungkin belum meresap pada jasmani, namun kesadaran itu semestinya mulai memanggil, tidakkah terlihat bahwa ini bagai menolak manna dan salwa, dan lebih memilih bawang, sebagaimana yang dialami ummatnya Musa AS,

        termasuk mengenai 16:68-69, bukankah telah terpandang bahwa bagaimana madu itu terbentuk, adalah dari saripati, demikian pula dengan ilmu, dia adalah sesuatu saripati, keluarnya ia dari mulut dan perbuatan sudah dalam penjabaran, seperti saripati berubah menjadi madu,
        bukankah makanan, pelajaran dari mata, telinga dan rasa adalah suatu sinyalemen, yang kemudian dijabarkan melalui fikiran sehingga tersadarlah manusia atas sesuatu pengetahuan yang telah menyelinap.

        mengenai pemahaman bagaimana Allah menyatakan hanya DIA mengakui AQ, sedang Malaikat hanya sebagai saksi, lihatlah bagaimana surat Toha telah memporakporandakan Umar Bin Khatab, sedangkan Pembawanya dan Pembacanya tidak tergelitik sama sekali, pernahkah mendengan bagaimana Nabiullah menangis sejadi-jadinya sewaktu AQ 2:164 disampaikan, namun demikian juga penyaksi dan Bilal Bin Rabbah yang datang hendak Menjemputpun dibacakan tentang ayat itu, bahkan bergemingpun tidak.
        memang tidaklah mudah menjabarkan pemahaman mengenai Allah, Rasul, Malaikat, Iblis serta hakikat kemakhlukan lainnya, sebab sebagian tujuan penciptaan manusia adalah 7:172, dan 57:8, maka akan berbeda gambaran jika membicarakan ini dalam tataran bentuk dan tataran hakikatnya, jika kalla syaufata’lamuuna ‘ainal yaqiin telah terpandang, maka hakikat bentuk akan dipandangkan melalui pandanganNYA pula,
        sefahaman saya mengenai 4:166 cukup Allah saja yang mengakui AQ itu, meski semua makhluk tak mengakuinya, namun bukankah Allah meliputi kesemuanya..?

    • setuju sekali mas Zal, mmg tidak ada sesuatupun di dunia ini yg kebetulan, semua sdh diatur, tggl kita bisa mencermati n mencernanya atau tidak. maap.., bukan saya mau menyembunyikan ID saya, cuma kmrn, pas waktu koment pertama, saya kelupaan (kebetulan?) mengisi kolom nama. saya jhon, mgkn mas Zal pernah ingat, saya pernah koment di blognya sampeyan.
      dan sbnrnya saya mengajukan srt An-Nahl, utk memperkuat argumen mas Zal. eh..gak tahunya diketikkan melalui saya (pinjem gaya nulisnya spyn ya), surat An-Nisa tsb. Mudah2an mmg ada hikmahnya buat saya. Oke, tks sekali atas semua jawabannya.

  2. Hihiihihihihi….
    terbukanya pintu ilham dalam lamunan seseorang mengiringi turunnya wahyu eh eh eh bener apa salah yaaaa. entu sih ilham ama wahyu anake tetangga sebelahku kaleeee yaaaa..
    Tapi siiiiiip setuju ma Mbah Zal
    ::wuiiih..muaakinn guanteng ae rek…, tak kuku..lek ngene Cak…, waaaaah kinclong tenan rek bagi rahasianya dooooooong hehehe…

  3. Kang Zal & Kang Boed,

    Wewarah di atas memang dah begono dari si empunya. Lah tugase awak dhewe tinggal MERAMU, MERACIK dengan menambah ato mengurangi hingga terasa PAS dan TEPAT sesuai dengan CITA RASA, SELERA kita sendiri-sendiri. Lak ngono tah Kang???

    Lah buat saya pribadi istilah WAHYU/ILHAM tak lebih daripada SIMBOL2 saja. Mo ada yg mentafsirkan WAHYU kedudukannya lebih JOS, Dhuwur tingkatane ketimbang ILHAM..lah monggo saja. hik…hik…nek diibaratno keluarga, WAHYU kuwi anak Mbarep lah ILHAM kuwi Adhine….lah opo yo ngono???
    Wes Sing penting awak ndhewek ojo sampek terjebak dengan SIMBOL2, ISTILAH2 sebagai bentuk KURUNGANNYA hingga melupakan ISI di dalamya. Persoalan merek WAHYU wes gak PRODUK meneh ganti merek ILHAM, sing penting AJARAN KESELAMATAN, KEBECIKAN terus SUMUNAR PINDHO BHASKORO MADHANGI JAGAD sak ISEN-ISENE…lumantar sedherek sedulur sedoyo…minongko wujud lan Tanggung jawab sebagai KHALIFAH di muka bumi ini untuk selalu MEMAYU HAYUNING BAWONO kanthi BINGAHING MANAH. Sumonggo…

  4. kamangka ratu tanah jawa miturut carita kuna kaparingan wahyu tigang prekawis. salajengipun jumeneng kalifatullah sayidin panatagama. lenggah wonten dhampar kencana ngagem busana takwa, ateges tatak kuwawa mangreh nepsu lan hawa. nun inggih… nun inggih😎

  5. hehehehe Mbah Santri Gundul nyang baik hati tidak sombong dan rajin menabung seeeeeeeeeettttuuuujjjjuuuu apalah arti sebuah nama yang penting rasa itu ya rasa kesadaran yang membangkitkan dan menuntun kita sehingga tertarik dalam pusaran Rahsa Sejati/ Kesadaran sejati begiccccuuuuu ya mbahe siplah mudah mudahan bener
    Salam Chayaaaaank

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Lah…lah….sajak-e sampeyan koyo weruh aku wae kang??? Soko ngendi nek aku baik Hati lan ora Sombong??? Wong awak dhewek iki Biang Kerok jeh???.
    Yah..yah… jika semua kita tempatkan pada ROSO/KESADARAN SEJATI atau kalau saya bilang URIP…semua akan berjalan dengan gerak Alam Semesta yang memiliki sifat2 dasar SEJATI~BAIK~SABAR tanpa ada penilaian Bener atau Salah…Baik atau Buruk….sebab semuanya itu adalah KUASANYA URIP/Kesadaran Sejati yang berasal dari sang Maha HIDUP yang selalu menuntun Manusia untuk sampai pada KASAMPURNAN JATI

  6. ***@ Kakang Jenang
    Menggunakan TEKEN Leluhur pancen luweh Ceeesss Pleng dan lebih NYOTO LAKUNE dalam menempuh SANGKAN PARAN dengan bentuk LAKON GELAR~GULUNG KEHIDUPAN dan PENGHIDUPAN sarono Klambi TAQWA seperti yg Kang Jenang sampaikan yo MEPER HOWO NEPSU ing samubarang Gawe.

    Nuwun Kang dah mengingat-ingatkan kembali…

    ***@ Kang Boed,

    Leres lan Sarujuk Kang,
    KESADARAN SEJATI atau dalam terminologi Kejawen bisa dimaknai URIP/HIDUP. Kesadaran/Rahsa Sejati/HIDUP yang bersifat Immateriil bersifat KEKAL dan berasal dari Yang Maha Kekal. Maka berbagai SIMBOL2 dalam Memahami Elmu Kasampurnan diatas yg dijlentrehkan turunnya melalui WAHYU atau ILHAM yang berupa QALAM kang TULIS TANPO PAPAN, GUMANTUNG TANPO CENTHELAN, TIDAK BERHURUF, TIDAK BERSUARA, TIDAK ADA KATA apalagi KALIMAT…bukan ditangkap oleh Akal dan PIKIRAN dalam tataran ROGO melainkan tertangkap oleh Keasadaran/Rahsa Sejati yo kang adiarani URIP/HIDUP.

    ” URIP KUWI KUWASANE MOBAH LAN POLAH, LENGGAHE ONO ING ROSO SEJATI “.

  7. wahyu…
    adalah tersingkap
    kesejatian diri tercerap erat
    adalah terpana
    temaram lembayung jingga
    torehkan syahdu di warna senja
    adalah menderu
    dingin angin menimang lembut luruh daun
    menggigil kelu dalam dekap canggung
    adalah berdebur
    ombak membelai pantai
    tegaskan hadirmu dan hadirku
    adalah gemetar
    hasrat tersembunyi yang sempat kucuri
    dari jengah hangat bibirmu

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    AKU hanya mampu TERDIAM….
    Tak ada lagi kata dan ucap
    Dalam benak ini hanya WUNG WANG

  8. Hiiii dingin yaaa…. widiiw sejuknya
    gemetar dalam cinta dan kerinduan
    hangat pelukan mesra.. eit nyetrum aaaahhh
    membuka semua rahasia dalam rahasia

    membalik dunia lamunan dalam lamunan
    lamunan sadar dari alam bawah sadar
    terpajang dalam tatapan nanar
    papan tanpa tulis nan bersih

    hiii papan yang meliputi
    diikuti tulis tanpa papan
    yang telah terbuka dari kitab sajroning kitab
    mengikuti lembayung ungu dan sinar keemasan

    pertanda pagi siap menjelang
    sebagai langkah awal meniti kehidupan dalam dunia khayal
    untuk berkarya dan mencipta
    walau tertatih tatih dalam melangkah

  9. Hmm….hmm…

    Kang Boed, sampeyan kuwi asi jan selalu bikin HIDUP menjadi lebih HIDUP.
    Selancaranmu selalu saja menyuguhkan HIKMAH yg tak mudah DIJELAJAHI dengan instrumen RAGAWI…

    Ingin rasanya aku sowan neng BLOG sampeyan Kang.

  10. ::KangBoed, Kang Santri arep ngomong, awakmu ojo ngomen tok…yo..sepantase, dengan kualitas seperti itu..yo…pantese nulis…, lak ngonoah ..Kang Santri … he..he…🙂

  11. ***@ Kang ZAL,
    Hmm…
    pancen sampeyan dulur tuwo siji iki wes tekan WERUH SAK DURUNGE WINARAH….

    ASLINE karepku yo ngono Kang…
    kok wes sampeyan JEBROTNE dhisik…keks..keks…

    Wes..wes…UDUNE NJEBROT tenan….
    Ngeloyor….karo mlakune menthek-menthek…

  12. weleh weleeeh … minuman beras kencur khas arek malang ini siiiip tenaaaan rek… woooow wiiddiiiiwww kok saya jadi banyak yaaa minuman apa niii hiiii uasyik… hohohoho beras kencur yaaa ??? opo ooo huuuuuuah tuaaaak aren toh pantes pantes wowowowo jadi mabuuuk hehehehe malu ah laaarrriii sembunyii dibalik pintu eeeh masuk dalam toooooong …. wah minuman apa nih dasar rumah si mbah banyak nyimpan tuak mabuk lagi… mabuk lagi … aaaaaaaahhhh… klepek klepek klepek pingsan daah

  13. Ngumpulin tetangga….
    NGGOTONG kang Boed sing lagi SEMAPUT….
    Elllooooohh…kok Kang Boed NGLILIR..???

    Halah…halah…MABOK karo GUSTINE toh????
    Wesss….lanjut Kang olehe MATI SAJRONING URIP~ URIP SAJRONING PATI.

    Lungguh neng sampinge Kang Boed…
    NGIPASI nganggo ELER ben ra dirubung Nyamuk…
    keks..keks..

  14. mendukung KangBoed utk bikin blog… contreng KangBoed!😎

    ***~~~~~~~~~~~~~***

    Bawa nasi TUMPENG, SEGO GOLONG lawuh Engkung CEMANI, lengkap sak Uborampene….monggo Kang Jenang peyan dongani dhisik. Ben Kang Boed lancar nggawe Blog…hiks..hiks…

  15. Terang benderang
    Terang tapi tidak menyilaukan
    Karena akupun setitik cahaya
    Dalam lautan cahaya

    Aku adalah kehidupan
    Kehidupan tanpa ada yang menghidupi
    Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya
    Meliputi semua yang hidup
    Meliputi semua yang berwujud dan tak berwujud

    Cahaya segala cahaya
    Cahaya kesadaran dan kebenaran serta kehidupan sejati
    Menyinari dan menepis sisa sisa kegelapan di hati dan jiwa
    Memancar dan meliputi seluruh keberadaanmu

    Mengurai sinar kasih sayang dan kemesraan
    Sebagai bekal untuk melangkah menjalani kehidupan
    Papan tanpa tulisan persiapkan dan carilah dahulu sebelum kita melangkah keluar diri
    agar menjadi media yang baik dalam laku dan tindak tumindak
    sebagai tempat tulisan tanpa papan

    jika keduanya sudah menyatu dan melebur dalam sang diri
    maka hiduplah sang diri terliputi oleh kesadaran sejati
    bukan hidup di pimpin oleh akal pikir
    bukan hidup dipimpin oleh rasa perasaan

    tetapi hidup yang dipimpin oleh KESADARAN SEJATI
    Bersemi indah bagaikan mentari pagi
    Melarutkan sisa sisa kegelapan di jiwa
    Membangkitkan hidup lebih hidup

    Manunggaling kawulo lan Gusti
    leburnya papan dengan tulisannya
    tapi tetap kita hanyalah kawulo cilik
    yang lemah tak berdaya upaya

    tak bisa melangkah apalagi berlari
    kehendak dan iradatNYA
    hanya berjalan dan berjalan
    melangkah dalam kebodohan
    untuk melaksanakan sebuah Dharma

    sebagai botol tanpa isinya
    dan tak pernah merasakan pahit dan manis isinya
    ya hanyalah sebuah alat
    semua telah kembali kepadaNYA
    dariNYA untukNYA olehNYA dan bagiNYA

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Aku rindu pada sesuatu yang tak ku mengerti…!! Itukah yang dinamakan CINTA ..?? Lihatlah kesana Wahai para makhluk yang dikatakan SEMPURNA…, Semua Malaikat-malaikat sedang menatapmu kebawah. Inikah hari PEMBERSIHAN itu…?? Setiap hari ratusan anak manusia telah dibawa pulang entah kemana tujuan, bukan untuk pulang tetapi sejatinya telah dibersihkan dari KOTORAN Dunia. Sisanya akan dibersihkan oleh Dunia dari KEKUATAN Tuhan Pencipta Langit dan Bumi untuk menjadi HAMBA-HAMBA Allah di Dunia untuk kembali merawat Alam-Nya.

    Asli Kang Boed….Kelana JIWAMU bagaikan URIP kang wus MIJIL…

  16. serba TIADA namun MUTLAK-ADA
    tan kena kinaya apa – ma ga ba tha nga

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Wah…wah….iki rupane wes tekan anggene gondhelan SASTRO JENDRO HAYUNINGRAT….

    Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi

    Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani

    Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam

    Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan

    Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia.

    Matur nembahnuwun rawuhipun
    Salam…

  17. Hati itu ibarat Cermin, yang di dalamnya akan nampak segala sesuatu yang di ingat/di zikirkan. Apabila Hati sering mengingat akan sesuatu maka sesuatu itu menjadi Tuhannya.

    Jika Hati selalu terkenang dan teringat akan Harta, maka Harta itu menjadi Tuhannya….
    Jika Hati selalu terkenang dan teringat akan Tahta, maka Tahta itu menjadi Tuhannya….
    Jika Hati selalu terkenang dan teringat akan Kecantikan & Ketampananan dari seorang Wanita & Pria, maka Kecantikan & Ketampanan akan menjadi Tuhannya… dll….dll….dll.

    Segala sesuatu adalah Sifat, dan Sifat itu bukan Zat walau tiada lain datang dari pada Zat. Tetapi tetap saja bukanlah Zat. Jika perhatian seseorang tertuju kepada Sifat, maka di pastikan dirinya akan mengalami penderitaan Batin. Karena sesuatu Sifat itu pasti akan ber ubah2 dan sudah pasti tidak lah Kekal.

    Lalu…. bagaimana mungkin Ketenangan Jiwa bisa di dapatkan apabila dirinya selalu bergantung kepada Sifat..???? Bahkan sifat itu bergantung kepada Zat!

    Karenanya… untuk meraih Ketenangan Jiwa itu sebagai pembuka Pintu Gerbang ke Tuhanan haruslah mengerti akan Hakikat Diri yang sebenar2nya Diri.

    Janganlah terlena akan sesuatu jika engkau tak ingin terjebak lebih dalam lagi dan lebih dalam lagi.
    Tetapi bergantunglah engkau pada yang memiliki sesuatu itu…

    Segala apa2 yang terlihat dari yang tampak maupun yang tak tampak(goib) itulah adalah sesuatu…
    Segala apa2 yang terdengar dari kata2 maupun suara itu adalah sesuatu…
    Segala apa2 yang terasakan oleh Rasa itu adalah sesuatu…

    Akan tetapi di balik yang tampak maupun yang tak tampak(goib), di situlah Sang Pemilik Alam Semesta berada…
    Di balik yang terdengar dari kata2 maupun suara, di situlah Sang Kalam ber Wahyukan…
    Di balik yang terasakan oleh Rasa, di situlah Sang Hyang Kuasa berkehendak..
    Selain itu, maka semuanya adalah palsu belaka.
    Selain itu, maka semuanya adalah bayangan semata.
    Selain itu, maka semuanya adalah Ilusi saja.
    Selain itu, maka semuanya adalah Fatamorgana yang nyata.
    Selain itu, maka semuanya adalah Mimpi yang terproyeksi oleh Logika.
    Selain itu, maka semuanya adalah Hayalan yang terinspirasi oleh perasaan yang terbit oleh prasangka.

    Karenanya masuk lah Engkau dalam Ketenangan Jiwa yang Murni Pada Nur yang memancar pada Kesadaran, bahwa tiada yang ada yang patut dan layak ada selain Zatullah yang ada pada kehidupan Insan sebagai Kholifah-Nya.

    Itulah Diri yang tiada tertipu
    Itulah Diri yang tiada terbelenggu
    Itulah Diri yang Murni dalam SATU

    Dunia ini akan bangkit, Bangsa dan Negara akan aman dan tentram jika manusianya kembali kepada yang SATU yaitu Diri yang Murni yang tiada tertipu oleh sesuatu, tiada terbelenggu oleh sesuatu dan tak bergantung oleh sesuatu.

    Dan itulah kesuksesan dalam KETENANGAN JIWA sebagai pembuka Pintu Gerbang ke Tuhanan.
    KETENANGAN JIWA yang MURNI karena Kesadaran ZATULLAH bukan KETENANGAN JIWA yang di dapatkan dari apa2 yang ada di dalam Dunia dan bukan pula KETENANGAN JIWA yang di dapatkan dari keberadaan yang GOIB-GOIB.

    Selain KETENANGAN JIWA yang MURNI karena kesadaran ZATULLAH, maka semuanya adalah KETENANGAN JIWA yang PALSU, yang TERBELENGGU, yang SEMU.

    Segala sesuatu yang ada dalam dunia dan segala sesuatu dari yang Goib-Goib itu semua hanyalah Perhiasan ke Indahan dari Sifat Jamalullah saja, dan bukan sebagai Tujuan melainkan hanya sebagai Penghias kehidupan saja.

    Jika itu semua di jadikan sebagai Patokan Hidup, maka tunggulah saatnya Kehancuran baik pada diri Sendiri maupun yang di luar diri.

    Tetapi Jika kembali kepada Tujuan yang sebenarnya, yaitu yang berada pada jalan KETENANGAN JIWA yang MURNI karena kesadaran ZATULLAH, maka merekalah orang2 yang beroleh Anugrah KEMULYAAN SEJATI. Dan itulah sebenar2nya Shirootol Mustaqiim (Jalan yang Lurus).

    Saatnya kita semua bangkit…!!!! Bersatu Padu di dalam KESADARAN yang demikian.
    tinggalkan segala hal yang PALSU, SEMU dan yang MEMBELENGGU DIRI. Kembali kepada Fitrah Diri yaitu KESUCIAN tanpa perbedaan. Dan itu semua bisa di dapatkan dalam KETENANGAN JIWA yang MURNI karena kesadaran ZATULLAH.

    Bangkit Bangsaku…..
    Bangkit Negeriku…..
    Bangkit Tanah Airku…..
    Bumi Nusantara Indonesia sebagai MERCUSUAR DUNIA di AKHIR ZAMAN…..
    yang ber Budi Pekerti Luhur karena berdasarkan KESADARAN DIRI yang terpandu oleh KESADARAN ZATULLAH yang terbentuk pada KETENANGAN JIWA yang MURNI.

    Hidup….semakin Hidup…. Bikin Hidup… Tambah Hidup…. dan Lebih Hidup….

    Salam Sejati untuk semuanya……
    Salam Taklim untuk semuanya……
    Salam Pengembaraan untuk semuanya….

    Wassalam
    Pengembara Jiwa

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Hmmm….menyimak sambil manthuk~manthuk….
    HIDUP/URIP sesungguhnya berasal dari yang TUNGGAL, maka menuruti kehendak HIDUP sudah jelas tidak akan keliru dan salah arah. yang membuat keliru dan salah arah adalah Badan Wadhagnya ( RAGA ). Jadi memang sudah selayaknya manusia harus kembali kepada DIRI yang MURNI agar segala gerak Akal, Pikiran dan Nafsu menjadi terkendali dan terpimpin.

    Ahhgk…saya memang harus belajar banyak dari Kang Mas Pengembara Jiwa.

    Salam~Salim

  18. hmm….. wong kita ini cuma lamunannya TUHAN… masa TUHAN yang menjadi lamunan kita…. hidup ini hanya sinetron dan senda gurau belaka apalagi… apakah daya kita yang lemah ini selain tunduk dan menyerahkan diri bulat bulat alias pasrah dan sumeleh cuma itu took dak lain dak bukan… gak usah bicara bisa ini bisa itu karena kekuatan diri yang sebenatnya tiada daya sama sekali apalagi jadi merasa lebih dari sang Causa Prima…. bekerjalah sekuat tenaga dan akal fikirmu dan biarkanlah engkau berjalan dalam kepasrahan kepadaNYA… yayaya…. hanya itu saja hubungan horisontal yang terjalin dengan apik dan indah berlandaskan hubungan vertikal…
    Allah memberi petunjuk yayaya… Mengenal diri maka kenal hakekat Gustinya…. Mengenal Tuhan maka mengenal diri…. weleh weleeh bolak balik…
    Yang dimaksud kedalam dan keluar yaitu dia…. jalan kedalam adalah berusaha mengenal Tuhan melalui dirinya sendiri dan masuk terus masuk dalam penghilangan diri dalam sejatinya Laa Hwalla Walla Quwata…. cuma itu tok… karena yang ada juga semakin kosong dan kosong…. wong seorang nabi saja ketika bertemu dengan ALLAH eeee pingsan sedemikian lama apalagi kita manusia biasa…
    hmmm…. mengenai jalan keluar diri yayaya…. mengenal Tuhan dari hasil ciptaanNYA… alam semesta raya dan segala isinya dari berbagai dimensi kehidupan…. nah cuma segitu aja kook repot siih…. dan sampai kapanpun kita mencari dan mengejar hmm sungguh jalan tak berujung… yang penting carilah kesadaran DIRI SEJATI cukup itu saja dan gunakan itu untuk mencipta dan berkarya…. karena ketika KESADARAN DIRI SEJATI itu menyertai kita sungguh tiadalah sang diri ini untuk mengaku ngaku dan merasa rasa apalagi bisa ini itu… sedangkan bernafaspun kita tak mampu jika tiada IJIN ALLAH…… apalagi untuk bergerak dan berkata berkarya dan mencipta…. karena semua hanya NIKMAT ANUGERAH ALLAH saja…. dan tiada bergerak sebutir debupun tanpa qudrat dan iradatNYA alias IJIN ALLAH….. yayaya…. yang MAUJUD adalah ILMU dan dibalik itu adalah HIDUP… Ilmu yang Hidup tanpa ada yang menghidupi disertai Qudrat dan Iradat…. hmm… ternyata semua paket yayayaya… paket Awal di alam kandungan/rahim…. ???
    Salam Sayang

  19. ::aku hanyalah pengunjung kafe dangdut..dang endut–dang endut…, semua pengunjung berjoget ria…, jika musik berhenti pejoget pun tolah toleh…, ku terus berjoget dengan musik yang melantun sayup…tak terdengar namun nyata bernada lanjutan…semua menatap padaku..bagaimana berjoget padahal tak ada musiknya…, lamunanku berteriak pada mereka…hey…bukankah musik itu sudah ada sebelum dimainkan disini… aku tertawa… mua…ha..ha..ha… joget…maaaaang…syik asyiiik…asyiiik…duch cape …

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Gotong Kang ZAL yg kecapean….NJOGET
    Merundhuk kasih NAFAS BUATAN….huaaaaaaaaaaks…kaks…kaks..

  20. hihihi….
    mBaaaaah Zal ada ada saja hehehe…
    Mabuk tanpa minuman memabukkan…
    Joget tanpa lagu…
    hahahaha…. huebaaaat si mbaaaah… dah ketemu yayaya… syair yang tak berhenti bernyanyi… syair sang URIIIIP…. uriip anake si mBaah sebelah rumahku…. wakakakakakak…. si mBaaah gundul muntah muntaaaaaah ueeek ueeek…. hahaha mBaaah Zaaal baru habis makan dureeen ma jengkoool… kasihan deeeh si mBaaaah Gunduleeee…
    waaah mBaaah gundule dengeeer tuuuh mBaaah Zaal nyanyi liriiiih mbil pingsan…
    di saat ini ingin ku terlena lagi
    terbang tinggi di awan tinggalkan bumi
    di sini…….

    di saat ini inginku mencipta lagi
    kan kutuliskan lagu sambil ku kenang wajahMu

    Malam panjang, remang-remang
    di dalam gelapnya kudengarkan
    syair lagu kehidupan

    Salam Sayaaaaaaaaaaaaaaaaaang

  21. Ping-balik: Comment on Memahami Elmu Kasampurnan « Kang Boed

  22. Ping-balik: Misteri Nama KangBoed « KangBoed

  23. walopun isun orng jawa tapi kulo masih gx ngerti nih dg istilah” bhs jawa kuna seperti SANGKAN PARANING DUMADI dsb, jdi klo boleh tolng kasih arti bhsa indonesia /syukur ama bhsa arabnya juga. thnks…. jos terus, salam kenal z.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s