Jagad ALIT, Jagad AGENG

Katur dumateng sedoyo Kadang sinorowedi ingkang sampun kerso rawuh wonten Paseban santri Gundhul, mugiyo tansah pinaringan Karaharjan lan mugiyo Kalis nir Sambikolo wonten samubarang Tumindak~Langkah ugi Panjangkah.

Tulisan ini terinspirasi oleh beberapa Postingannya Kadang mas TONO yang selalu AJEG dalam dialognya dengan saudara kembarnya NOTO. Sungguh merupakan sebuah PITUTUR buat saya pribadi untuk pentingnya selalu MENELISIK ke dalam agar dalam kehidupan dan Penghidupan ini agar hendaknya kita selalu TETEKEN marang Suara dan Kehendak daripada sang URIP~HIDUP~BATIN~NURANI~JAGAD ALIT masing-masing di dalam DIRI kita….Smoga.

Alasan mengapa kita lupa akan tempat asal kita adalah karena kita terlalu tertarik kepada semua keindahan di sekeliling kita di dunia ini. Meskipun mereka itu ilusi, tetapi mereka sangat indah, sangat mempesona. Dapatkah kita bayangkan betapa lebih indah, betapa lebih mempesonanya dunia yang nyata? Semua yang ada di sini adalah tiruan dan bersifat FANA….! Dunia ini hanya tiruan, hanya refleksi atau bayangan dari dunia yang nyata. Seperti halnya cermin, bayangan diri kita di cermin  merupakan refleksi dari diri kita yang sebenarnya; dan walaupun itu bayangan, tetapi tetap terlihat Ganteng/Cantik…heeeee. Baca lebih lanjut

Jadilah Guru Atas Nasib Kita Sendiri

Kita berada di sini untuk mencari harta benda yang terlupakan ini dan kita tidak akan pernah menyerah sampai kita menemukannya. Itulah sebabnya kenapa hidup kita tidak pernah puas karena kita senantiasa mengetahui ada sesuatu lainnya, sesuatu yang lebih agung daripada apa yang kita miliki saat ini. Kita bagaimanapun juga sering mengetahui bahwa kita bukanlah wadah ini, tubuh daging beserta tulang belulang ini, karena setelah apa yang kita namakan kematian, tubuh kita akan tetap di sana, tetapi kita tidak dapat bergerak. Kita tidak dapat melakukan apapun, kita tidak dapat mengasihi satu orangpun, kita tidak dapat membuka mulut kita, kita tidak dapat melakukan apapun juga…! Baca lebih lanjut