Ketika Tuhan menjadi Konsumsi DOKTRIN SANGKAR Keagamaan

Terjadi dialog di dalam SARUNG antara Guru Sejati vs Santri Gundhul tentang hakekat ketuhanan, dan doktrin sangkar keagamaan. Dialog ini dapat terjadi kapan saja, di mana saja, pada setiap pribadi tanpa sadar maupun benar-benar disadari. Dari hasil dialog berikut, tidak akan mencari siapa pemenangnya, karena hal itu tidaklah penting. Yang lebih utama adalah bagaimana kita belajar berdialog dengan tema yang sangat sensitif dan krussial. Siapapun bila sering melakukan dialog dengan diri sendiri (kontemplasi) paling tidak akan mendapat hasil minimal berupa mental yang lebih matang dan emosi yang lebih stabil. Maka semakin sering kita melakukan kontemplasi terutama hal-hal yang sangat kontradiktif akan membawa sikap mental kita lebih arif dan bijak dalam memahami dan memandang kehidupan yang teramat kompleks ini. Baca lebih lanjut

Iklan
By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

Ngupadi Kasampurnaning URIP

Inilah kehidupan spiritual, yang berharap melalui tangan ‘kan menemukan ketercerahan mengulurkan kebaikan keseluruh penjuru semesta. Melalui telinga bisa mendengarkan bisikan terdalam yang hidup di jiwa alam. Melalui hati menemukan kedamaian. Melalui Mata ‘kan melihat Tuhan yang menyelinap di balik dedaunan dan seluruh wajah semesta alam.  Baca lebih lanjut

POTRET BUMI PERTIWI

Gusti Ingkang Moho Suci, kulo nyuwun pangapuro dumateng Gusti Ingkang Moho Suci.

Apakah kita semua LUPA….? Apakah kita semua LALAI….? Ataukah memang kita semua TIDAK MAU TAHU….? Ketika ekonomi dan politik menjadi TAGHUT-TAGHUT yang kita sembah… Ketika INTELEKTUALITAS dan LOGIKA menjadi SESEMBAHAN kita… Ketika KEHIDUPAN HEDONISME menjadi BERHALA kita… Bahkan, ketika AGAMA, KITAB SUCI dan SYARI’AT pun tlah kita jadikan Tuhan….
Nampaknya…. Kita semua memang LUPA…… Kita semua memang LALAI….. Atau bahkan sebenarnya Kita MUNAFIK…..?

Diam-diam, Syirik telah membius diri, EGO dan NAFSU telah merasuk dalam darah, Pantas saja…..!!! Jika Allah menurunkan PERINGATAN-Nya di negeri dan bangsa ini Sangat pantas…!!! Jika Allah dengan KASIH-Nya memberikan pelajaran di bumi pertiwi ini….  Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

Agama yang Salah Ataukah Manusianya

Jika sering terdengan/terlihat berita-berita atau kejadian yang rada-rada memancing naiknya adrenalin luapan emosi ”kebencian”, khususnya bagi kita-kita yang beragama dengan label formal tertentu, karena berita atau kejadian tersebut sangat kental sekali nuansanya telah didominasi oleh ”ego dan emosionalnya ” sehingga nuansanya menjadi subyektif ketimbang dominasi ”nurani ” dan penuh ”provokasi” berusaha mencari “keburukan” dan menanamkan kebencian kepada orang lain ( bangsa dan agama lain ) dan bahkan didalam lingkup agama itu sendiri. Kalaulah bisa mungkin saya sebut begitu. Secara definisi agama yang saya jiplak ( dari Wikipedia saya kutip sebagai berikut ) : Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “a” yang berarti tidak dan “gama” yang berarti kacau. Secara entomologis, agama berarti situasi yang tidak kacau. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berasal dari kata kerja “re-ligare” yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang akan berusaha mengikat kembali dirinya kepada Tuhan. Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

ISLAM SEJATI

Saya hanya ingin mengatakan bahwa judul ” ISLAM SEJATI ” di atas bukanlah Islam dalam konteks nama atau label formalitas Agama. Melainkan sebuah ” SIKAP dan KESADARAN sang DIRI ” manusia dengan label apapun nama Agamanya dalam berbuat dan bertindak atas dasar Sabar, Ikhlas dan Ridhlo, serta WELAS dan ASIH terhadap sesama makhluk hanya semata-mata sebagai wujud penghambaan kepada Tuhan. Orang Islam yang sejati adalah orang yang berjuang ( jihad, mujahadah ) untuk mencapai derajad ketaqwaan yang tinggi secara terus menerus dan konsisten dalam kehidupan ini yang tidak hanya menyebut-nyebut Asma Tuhan saja , tetapi tekanannya adalah pada “ aksi dan tindakan nyata “ dalam setiap perbuatan yang didasarkan pada niat “ lillah Billah – Lirrosul Birrosul ( pinjem istilah populer dikalangan WAKIDIYAH ) “, sehingga pada saatnya ajal datang menjemput atau matipun diharapkan kita-kita ini dalam “ Keadaan Islam “ ( innad diina indallahil Islam ).
Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

NAFSU dan EGO Pribadi

Masing-masing dari diri kita memiliki ” kehendak dan peran “ dalam kehidupan untuk menjadi manusia yang hebat dan penuh keagungan. Karena manusia diciptakan dengan potensi keistimewaan memiliki kecerdasan, bakat, ketrampilan dan hati nurani, yang dapat membawa manusia pada keberhasilan dan keagungan. Namun manusia juga dilengkapi dengan nafsu atau ego pribadi. Yaitu, nafsu pada kehidupan dunia. Oleh karena itu, untuk memenuhi keinginan ego dan nafsunya pribadinya, sesungguhnya Tuhan telah menyediakan aturan “rules” atau ketentuan-ketentuan melalui Qalam-Nya yang sudah terhampar memenuhi Jagad Raya ini. Ketentuan inilah yang harus diteladani, ditaati oleh manusia sebagaimana yang kita lihat dan baca di Alam Semesta ini.

Kebanyakan manusia sadar atau tidak sadar seringkali terjebak memperturutkan ” nafsu dan ego pribadi “ untuk dunia semata, dengan mengabaikan “rules” yang telah dicontohkan oleh Alam. Mereka sibuk memenuhi keinginan memiliki kursi jabatan, pangkat, predikat atau kedudukan yang tinggi, dan lain sebagainya. Semua yang diinginkannya berusaha untuk dia dapatkan, bahkan terkadang tanpa memperhatikan lagi suara hati Nuraninya. Mereka merasa hebat dan berhasil dalam kehidupannya kalau sudah memiliki itu semua. Itulah ego manusia yang dikendalikan nafsunya. Inilah yang mengakibatkan terjadinya banyak penyelewengan, penyimpangan, korupsi, penyalah gunaan kekuasaan dan lain sebagainya. Karena pada hakikatnya nafsu itu tidak akan pernah merasa puas. Nafsu menggiring manusia untuk selalu merengkuh dan meraih sesuatu yang bukan menjadi miliknya. Sifat pengejaran nafsu tak terkendali inilah yang kebanyakan MENYENGSARAKAN dan MEMENJARAKAN manusia. Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

Benarkah PERBEDAAN adalah RAHMAT…??

Dahulu….. jaman duuu…uuuluu sekali hubungan antara manusia dengan manusia itu tak sedekat sekarang. Komunikasi saja masih sulit untuk dilakukan. Di suatu masa dulu jika kita berpapasan dengan orang lain kita langsung waspada mungkin saat itu langsung tangannya siaga di gagang pedangnya atau senjata lain yang dimiliki karena merasa beda dan merasa terancam. bahkan di suatu masa lebih awal dari itu orang harus selalu mengendap endap kemana mana siap dengan gada batu. waspada jika bertemu orang lain.

Saat itu mungkin bahasa masih sangat sederhana hanya dengan isyarat atau suara gerutu geram hardik dan sebagainya. Kemudian muncul kesamaan jika sekelompok orang sepakat memakai jenis isyarat yang sama maka jadilah bahasa yang lebih komplek dan orang berkumpul menjadi suku suku yang memiliki bahasa ataupun cara berpakaian yang sama. Misalnya hiasan bulu atau tulang di kepala sama. Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

SUARA – SUARA..itu…

SUARA itu berseru kepadaku…..
Hendaklah engkau berjalan menuju kepada-Nya, dan DIA lah yang menjadi penuntunmu, maka akupun berjalan…dan KULIHAT DIRIKU sendiri. Suara itu pun berseru “ Lalui semuanya itu..!!” Arahkan tujuanku kepada-NYA saja. Sungguhpun bila engkau bersama DIRIMU yang TERCELA, niscaya engkau akan BINASA, dan bila engkau berhenti dengan DIRIMU yang terpuji, niscaya engkau akan TERHIJAB.
Sungguh bila engkau telah terhijab dengan panggilan yang terpuji itu, maka engkau akan didatangi oleh panggilan-panggilan yang TERCELA, dan dengan paksa engkau akan DITAWAN, DIKERANGKENG, DIPASUNG…penyebabnya tak lain adalah karena engkau TERHIJAB….oleh EGO dan PAMRIH.

Akupun melanjutkan perjalanan….
Maka kulihat AKAL PIKIRANKU….Suara itu berseru, Lalui saja dan jangan perdulikan…!!
Tetapkanlah tujuanmu kepada-NYA..!! Bila AKAL yang datang akan disusul oleh HIKMAT KEBIJAKSANAAN, Dan bila ia pergi maka iapun akan melihat dirinya..Bila ia membawamu masuk kedalam hikmat kebijaksanaan, Iapun akan berkata kepadamu “ Ikutlah aku..” maka kekuasaan sudah berada ditangannya. Bila ia datang, engkaupun akan menyertainya kepada hikmat kebijaksanaan. Bila ia pergi engkaupun akan mengikutinya menuju kepada HIJAB….
Suara itu berseru lagi, Langkahi saja siapa-siapa yang datang dan siapa-siapa yang pergi….!! Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

MENGAPA KITA di SINI..??

Teks book Kitab suci Budha, Injil dan Al Quran mengatakan bahwa Tuhan bersemayam di dalam tubuh ini. “ Kemana saja kamu berada kamu beserta Tuhan “ ( QS. Al Hadid 4 ). Jadi siapakah lagi yang ada di dalam sana, selain Tuhan? Jika kita adalah kuil, Wihara, Gereja atau Masdjid dan Tuhan adalah satu-satunya yang tinggal di sana, maka siapakah kita, selain Tuhan? Jika kita tidak ingat, itu tidak apa-apa, tetapi kita tetaplah bagian daripada Tuhan….dalam Asma, Sifat dan Af’al-Nya. Halah…halah…jadinya kayak kasusnya Mansur Al Halajj dan Kang Siti Jenar ajah neh……

Jadi peran apapun yang kita pilih, sebagai Tuhan dari segala dewa, kita harus menghormatinya. Sebagai Bapak/Ibu dari segala makhluk, kita harus menghormati keinginan kita sendiri dan pilihan kita untuk hidup dan menyatakan Diri kita yang agung untuk menempuh jalan manapun yang kita inginkan sesuai dengan Petunjuk-Nya ( Ihdinas Sirotol Mustaqim ). Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN

DIA YANG TERSEMBUNYI

Aku rindu pada sesuatu yang tak ku mengerti..!
Itukah yang dinamakan CINTA… !!
Lihatlah kesana Wahai para makhluk yang dikatakan SEMPURNA…, Semua Malaikat-malaikat sedang menatapmu kebawah. Inikah hari PEMBERSIHAN itu…?? Setiap hari ratusan anak manusia telah dibawa pulang entah kemana tujuan, bukan untuk pulang tetapi sejatinya telah dibersihkan dari KOTORAN Dunia. Sisanya akan dibersihkan oleh Dunia dari KEKUATAN Tuhan Pencipta Langit dan Bumi untuk menjadi HAMBA-HAMBA Allah di Dunia untuk kembali merawat Alam-Nya.

Wahai para manusia… Semua Kitab-kitab Suci telah kembali kepada Nur ( Cahaya )-Nya di Lauhul Maghfuzt. Setiap tempat-tempat Ibadah banyak yang telah KERING dan akhirnya MATI karenanya…!! Yang kita lihat kini hanyalah lembaran-lembaran BUKU BIASA dan bangunan RUMAH BIASA yang sudah TIDAK lagi memberikan KETEDUHAN HATI. Karena kita tlah membuat semuanya BERHENTI yang pada akhirnya KERING dan MATI pada saat ini…detik ini…di Akhir tahun ini..!! Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in RENUNGAN