Ngurip Uripi Ageming Adji ( Agama )

Kang wus waspada ing patrap, mangayut ayat winasis, wasana wosing jiwangga, melok tanpa aling-aling, kang ngalingi kaliling, wenganing rasa tumlawung, keksi saliring jaman, angelayut tanpa tepi, yeku aran tapa tapaking Hyang Sukma.

( Dia yang sudah mengetahui jalan, menghayati tanda-tanda kebijaksanaan, menjangkau inti pribadi, telah bisa menyaksikan secara nyata, yang menghalangi telah menyingkir, benar-benar memasuki alam sunyi, terlihatlah segala keadaan, terlihat tanpa batas, itulah yang dinamakan bertemu dengan jejak Tuhan )

Mengkono janma utama, tuman tumanem ing sepi, ing saben dina rikala mangsa, mangsah amamasuh budi, lahire den tetepi, ing reh kasatriyanipun, susilo anoraga, wignya men tyasing sasami, yeku aran wong barek berag agama.

( Seperti itulah manusia utama, senang tenggelam dalam kesunyian, setiap hari ketika dia menemukan kesempatan, mempertajam dan membersihkan jiwa, setia menjalankan peran sebagai kesatria, bertindak baik, rendah hati, pandai bergaul dan membuat hati orang terpikat, itulah yang disebut orang-orang yang menghayati agama ) Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in WEJANGAN

ALAM SEMESTA adalah GURU yang BIJAK

Tatkala seorang preman pasar adalah Semprul namanya, mendekati akhir masa hidupnya, seseorang bertanya kepadanya, ” Semprul, siapakah gurumu?”
Dia menjawab, “Aku memiliki banyak guru. Menyebut nama mereka satu-persatu akan memakan waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun dan sudah tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya. Tetapi ada tiga orang guru yang akan aku ceritakan kepadamu. Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in WEJANGAN

Hidup~Urip~Jiwa kita adalah Satu

Setelah kebijaksanaan kita diperbaharui kembali, setiap hari kita  berusaha untuk menjadi lebih bijaksana, lebih mengasihi, dan kita mungkin saja secara otomatis ingin membantu siapapun yang datang kepada kita. Kita akan merasakan penderitaan lainnya sebagaimana penderitaan yang kita alami-rasakan sendiri, dan kita akan selalu berhasrat untuk membawakan kebahagiaan kepada setiap orang yang kita temui dalam kesulitannya.  Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in WEJANGAN

Memahami Elmu Kasampurnan

Tulisan kali ini sangat terkait dengan Memahami Elmu     Kamanungsan sebelumnya. Dan saya mencoba mensarikannya dari wejangan orang Bijak agar kiranya dapat bisa kita petik Hikmah yg terkandung di dalamnya terutama khusus buat saya pribadi yang sesuai dengan CITA RASA lidah saya tentunya .

Ketahuilah Poro Sedulur bahwa ilmu kasampurnaan itu ada 2 macam,

Pertama, diberikan melalui wahyu.

Apabila suksma manusia telah sempurna, niscaya akan sirna segala sesuatu yg dapat mengotori watak, seperti halnya sikap rakus dan impian semu. Suksma akan menghadap Sang Pencipta, merengkuh cintaNya dan berharap manfaat serta limpahan cahayaNya. Tuhan akan menyambut suksma itu secara total. Tatapan Ketuhan memandanginya dan menjadikannya seperti papan. kemudian Allah akan menjadikan pena dari suskma sejati. Dan pena itu diukirkan ilmu pada papan tadi. Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in WEJANGAN

Memahami Elmu Kamanungsan

Adalah suatu yg pasti terjadi poro Sedulur, kadang sinorowedi. Ketahuilah ini, renungkan demi kasampurnaan ilmumu. Di dunia ini, entah kapan, sakit, dan mati pasti terjadi. Maka hendaklah waspada, tidak urung kita juga akan mati, jangan lupa pada sangkan paran dumadi. Untuk itu, di dunia ini hendaklah selalu prihatin. Agar benar2 sempurna engkau berilmu. Dalam memperbincangkan ilmu kasempurnaan ini, jangan lupa arti bahasanya jika engkau mempertanyakannya. Karena mengetahui arti bahasa adalah kuncinya. Baca lebih lanjut

By Kariyan Santri Gundhul Posted in WEJANGAN