
AKU yang sesungguhnya adalah perbendaharaan kata yang tersembunyi.
Jika engkau ingin menemui – KU
Selamilah ke dalam samudera batinmu paling dalam.
Yang Gelap dan Terangnya takkan terjangkau oleh pandangan mata Jasmanimu.
Karena AKU tidak berada di dalam gelap dan terangnya pandangan matamu yang PALSU dan MENYESATKAN jalanmu.
AKU adalah Spirit yang “ TULIS TANPO PAPAN KASUNYATAN “
AKU adalah Substansi yang “ GUMANTUNG TANPO CENTHELAN “
AKU adalah Esensi yang “ LUNGGUH DUMUNUNG neng BATIN sing SUCI “
Ketika AKU terkurung oleh badan jasmani.
AKU lah yang DZAHIR.
Mengejahwantah dalam ASMA, SIFAT dan AF’AL yang “ SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE “
Tetapi…., Ketika AKU mengurung dan menyelimuti badan Jasmani.
AKU lah yang BATIN.
Mengejahwantah dalam DZAT yang ” TAN KENO KINOYO NGOPO “
Posted by zal on Mei 24, 2008 at 6:03 am
::aku tak mampu menemuiMU, sebab terangMU membutakan, gelapMUpun membutakan, Engkau menampil semauMU, merefleksikan pandang pada Matamu yang terpantul entah dari mata yang mana dari sisi yang Engkau pandangkan seolah ku ada, bak proyektor lebih dari 3 Dimensi menyembul jelas menyata “hei..itu AKU”…”lho…itu aku…” ..koq
++++++++++++++++++++++
Sang “kosong” atau “suwung” itu meliputi
segalanya, “suwung iku anglimputi sakalir kang ana”. Ia seperti
udara yang tanpa batas dan keberadaannya menyelimuti semua yang ada,
baik di luar maupun di dalamnya.
Posted by dana on Mei 24, 2008 at 10:47 am
aku adalah AKU.
+++++++++++++++++++++++
Tapi…AKU tak akan berarti tanpa KAMU Kang Dana,
karena AKU adalah serpihan dari KAMU-KAMU yang terbit dari yang SATU ( tunggal ). Boleh jadi AKU dan KAMU berbeda namun saling tertarik dan ingin mendekat serta bersatu untuk saling mengasihi. Bak…rangkaian hiasan bunga terdiri dari aneka macam warna bunga dan daun sehingga indah, menarik dilihat serta enak untuk dinikmati.
Posted by esensi on Mei 24, 2008 at 11:10 am
Ini mahaguru Syekh Siti Jenar idup lagi??
jika aku mati, aku hanya ingin menemui-Mu, dan akan kusodorkan berjuta pertanyaan, satu diantaranya; kenapa Engkau susah sekali kutemui…?
.
*pamit*
++++++++++++++++++++++++
Jika Engkau ingin menemui AKU…. maka keluarkanlah DIRIMU dari dalam DIRIMU.
Buang segala AMAL, ILMU, Syariat bahkan MAKRIFATMU sekalipun, karena makrifatmu tak akan bisa membawamu untuk menemui AKU. Terlebih-lebih jika Engkau masih MENGGEMBOL Jasad badan Kasarmu. Datang dan temuilah AKU … SENDIRIAN…!!
Posted by langitjiwa on Mei 24, 2008 at 1:56 pm
kang,kalau aku menyebutkan langitjiwa itu tdk ada yg ada ingsun benar gak yah?lalu ingsun itu sejatinya siapa?
++++++++++++++++++++++++
Sajatine manungsa iku rahsa Ingsun lan Ingsun iku rahsaning manungsa, Ingsun anitahake adam asal saka anasir patang prakara, bumi, geni, angin, banyu. Iku kang dadi kawujudaning sipat Ingsun, ing kono Ingsun panjingi mudah limang prakara, nur, rahsa, roh, napsu, budi. Iya iku minangka warananing wajah Ingsun kang maha suci.
Posted by Arif Budiman on Mei 24, 2008 at 2:55 pm
Hampa adalah kosong…
Kosong adalah hampa… *Halah!*
Aku-lah Sang Fajar dan Sang Senja
Aku-lah Sang Timur dan Sang Barat
Aku adalah Zat Yang Maha Tersamarkan
Siapapun takkan tahu, siapa sejatinya Aku
Aku…
By: Arif… (Wuek… Sok-sokan buat puisi ding…
)
+++++++++++++++++++++++++
Wuueeehhh…Arif melu-melu MANJING rek-rek…
Sejatining AKU adalah “kekosongan”, untuk menyatukan diri, maka diri kita pun harus “kosong”,
Sebab hanya “yang kosonglah yang dapat menyatu dengan sang maha kosong”.
Caranya dengan berusaha “mengosongkan diri” atau “membersihkan diri”
dengan “menghilangan muatan-muatan yang membebani Atman” yang berupa
berbagai nafsu dan keinginan yang tak terkendali.
Posted by Sawali Tuhusetya on Mei 24, 2008 at 11:47 pm
idiom2 dalam postingan kali ini memancarkan kearidan dan kedalaman spiritual sebagaimana yang sering terucap dari mulut para sufi. tiba2 jadi teringat lakon dewa ruci yang mempertemukan kesejatian diri sang bima dalam proses mencari “gung susuhing angin di kedalaman samudra”. di situlah akhirnya tergambar sang bima alias werkudara mampu berdialog dan meilihat kesejatian dirinya. sungguh, sebuah renungan spiritual dan falsafati yang luar biasa dalamnya.
++++++++++++++++++++++++
Lalu Wrekudara melihat, cahaya memancar berkilat, berpelangi melengkung, bentuk zat yang dicari, apakah gerangan itu ?! Menurut Dewa Ruci, itu bukan yang dicari (air suci), yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya, memancar bernyala-nyala, yang menguasai segala hal, tanpa bentuk dan tanpa warna, tidak berwujud dan tidak tampak, tanpa tempat tinggal, hanya terdapat pada orang-orang yang awas, hanya berupa firasat di dunia ini, dipegang tidak dapat, adalah Pramana, yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin, bertempat tinggal di tubuh, tidak ikut makan dan minum, tidak ikut merasakan sakit dan menderita, jika berpisah dari tempatnya, raga yang tinggal, badan tanpa daya. Itulah yang mampu merasakan penderitaannya, dihidupi oleh suksma, ialah yang berhak menikmati hidup, mengakui rahasia zat.
Posted by wennyaulia on Mei 25, 2008 at 1:26 am
duh, berat…
gak tekan..gak tekan..
+++++++++++++++++++++++
Lah katanya wak Haji Oma Irama, kita harus ” Berakit-rakit ke Hulu-Berenang ketepian ” mbak.
emg berat untuk mencapai Kesempurnaan. Gak bisa mendayung…??? gak bisa berenang…??
Kursus dulu he..he..
Posted by Menik on Mei 25, 2008 at 9:17 am
wah.. dalem..
*kecebur deh*
+++++++++++++++++++++++
Sedalem Samudra Batinkah bu…??
Nyodhorin tangan…angkat bu Menik
Posted by qizinklaziva on Mei 25, 2008 at 10:03 am
kenapa kau mau menemuiku
sedang aku berada pada dirimu
tak ada gelap tak ada terang
yang ada hanya cahaya
(kabur ‘mencari syekh di Kali Ciliwung’)
++++++++++++++++++++++
Ya..ya…dengan CAHAYA ( PANCAMAYA ) itulah langkah kita untuk kembali kepada sang Maha CAHAYA tidak menjadi nabrak-nabrak atau kesasar.
Pancamaya itu, sesungguhnya ada di dalam hatimu, yang memimpin dirimu, maksudnya hati, disebut muka sifat, yang menuntun kepada sifat lebih, merupakan hakikat sifat itu sendiri.
Posted by langitjiwa on Mei 25, 2008 at 12:15 pm
berarti aku ini mangon di Alifnya?
+++++++++++++++++++++++
AKU tak tersekat oleh RUANG dan WAKTU seperti bertemunya air TAWAR dan ASIN di Lautan.
Ada pandangan dalam khasanah Jawa AKU duduk di Alif yang berdiri tegak merupakan simbul KEMAHABESARAN sang AKU yang tidak ada segala sesuatu yang bisa dan mampu berdiri tegak disamping sang AKU, Rasul duduknya di LAM merupakan SIMBOL yang MENYANGGA sekaligus PENERANGAN ( pepadhang ) bagi Alam Semesta dan segala isinya. dan Hamba duduknya di MIM sebagai SIMBOL PENGHAMBAAN segala makhluk hidup kepada sang AKU.
Posted by indera keenam on Mei 25, 2008 at 6:12 pm
Pak Santri Bertanya yang berbunyi: Aku Sopo Ingsun? wa itu pertanyaannya, tetapi kita mungkin harus hati-hati sebab untuk menemukan aku itu umumnya selalu ditemui mahkluk yang mengaku-aku siapa itu aku. Jadi identitas aku memiliki konteks dalam keakuan akuan. Mungkin kalau sudah menyawiji tidak ada lagi pertanyaan aku dalam hal ini.
Pak santri memang jeli, menganalisis dari berbagai aspek.
+++++++++++++++++++++++
Mungkin kalau sudah menyawiji tidak ada lagi pertanyaan aku dalam hal ini. Nggih,,leres njenengan. Kemanunggalan merupakan ENTITAS LEBURNYA antara serpihan aku dengan sang Maha AKU
aku dan AKU tak dapat lagi DIDEFINISIKAN oleh tanya APA dan MENGAPA. Seperti halnya RASA, siapa yang bisa memberikan pengertian tentang RASA…?? yah RASA ( ROSO PANGROSO ) dalam setiap DIRI itulah yang bisa menterjemahkan segala yang DIRASAKAN….
Halah…halah…kok jadi mbulet koyo SUSUR…heks..heks..
Posted by tomyarjunanto on Mei 26, 2008 at 11:25 am
AKU iki wiji pinilih kang coplok saka nggantangan
ngambah malengkunging langit
nggawa daya patang perkara
kinupeng dening budeng
kinurungan dening biru
rasane cleng cumleng cleleng amleng
rasanira kalawan dewe
+++++++++++++++++++++++
AKU bisa ngrasakake kesangga sanadyan ora ana sing nyangga merga AKU suwung saka sakabehing kekarepanku, AKU uga bisa ngraksakake menawa AKU iku duweni sakabehing yen AKU iki ora duwe apa-apa. Utawa meruhi sakabehe, merga AKU ora weruh apa-apa.
Posted by Rindu on Mei 26, 2008 at 12:30 pm
AKU = asma ALLAH …. tidak ada do’a yang tidak terkabulkan jika berdoa dengan menyebut namaNya. ALLAH tidak pernah ingkar janji kan mas?
++++++++++++++++++++++++
Yah…yah…
Bagai MERPATI tiada pernah ingkar JANJI…
Kepada-Nya KU harus kembali…
He..he..ini sih lirik lagunya Paramitha Rusadi….
Posted by gempur on Mei 27, 2008 at 1:22 pm
man arafa nafsahu faqod arafani
sinar matahari terang benderang melebur cahaya lilin …..
+++++++++++++++++++++++
Seperti GAJAH dipelupuk mata TAK TAMPAK
Posted by Aryo Bandoro on Mei 27, 2008 at 4:46 pm
Sebetulnya tidak ada “Terang” dan “Gelap” dalam kualitas alam semesta. Gelap karena kondisi di mana sinar matahari tertutup oleh bumi itu sendiri. dengan demikian munculnya gelap karena sudut pandang keakuan itu sendiri yang mengelapkan diri.
++++++++++++++++++++++++
Njih…njih…leres njenengan…
Karena TERANG dan GELAP hanyalah Substansi pandangan mata yang terekam oleh Akal dan Pikiran si aku.
Posted by abahdedhot on Mei 29, 2008 at 12:21 am
@mas Santri G
FULL of PORN…
AKU… Waaah, GUE BANGET…!!!
Tapi, Boleh di jabarkan lagi kah…???
Karena bukan “sang kosong” (Alam Ahadiyah) yang disembah…
betul begitu mas…???
salam
++++++++++++++++++++++++
He..he…AKU…??, awal mulanya saya memang merasakan hal seperti itu bah…kok sepertinya GUE banget yah tulisan ini….?? tapi mo gimana lageh, RASA sepertinya pengen begitu je dalam menuangkan UNEG-UNEG yg ada dalam diri ini.
Abah Dhedhot,
KEKOSONGAN adalah sesuatu yang ADA tetapi tak TERGAMBARKAN ( Laisa Kamislihi ) atau istilah orang Jawa Tankeno kinoyo ngopo. Jadi KEKOSONGAN kah yang kita sembah atau DIBALIKNYA…??.
Siapa yang MENYEMBAH…?? dan siapa yang DISEMBAH…?? bagaimana cara MENYEMBAH….??.
Monggo bah saya dibantu menguraikan pertanyaan ini…
balik nyuwun KAWERUH sama abah Dhedhot he..he..
Salam
Posted by mr.joe on Mei 30, 2008 at 2:53 pm
mohon bimbingan
bagaimana langkah konkrit biar bisa mengenal Allah
bisa ngga dengan syariat aja. saya pernah berguru dengan orang yang mengaku ma’rifat, tapi Beliau malah nyleneh menghalalkan segala yg haram
bagaimana membedakan petunjuk Allah dengan tipu daya syetan.
terima kasih sebelumnya
++++++++++++++++++++++++
Waduh….pak Johan,
Mohon maaf neh pak, Wong Mengenali DIRI kita sendiri saja setengah mati je…apa lagi mengenal Allah. Para Guru-guru ( mursyid ) dalam komunitas Thareqat saja, hanya bisa memberikan arahan banyak-banyak menyebut Asma-Nya atau istilah populernya ber DZIKIR. dan, inipun macem-macem caranya, ada yang dengan ucapan lahir, ada yang dengan cara mengucap dalam hati ( mbatin ), ada yang sambil menari-nari. Harapannya sih agar kita selalu INGAT akan Tuhan dengan banyak-banyak menyebut Asma-Nya tadi. Tetapi tetap saja ujung-ujungnya yah kita sendiri yang menentukan dalam perjalanannya. Jadi jika pak Johan menanyakan langkah kongret mengenal Tuhan…jawabannya yah sudah ada pada bapak Johan sendiri. Kan Tuhan itu sudah ” NGENDIKO “…Kemana saja kau berada, kau beserta Tuhan…??. Terus lagi, Kemana saja kau menghadapkan wajahmu…disitu wajah Tuhan…??.
Kalau kita berbicara mengenai SYARIAT…lah syariat yang mana…?? karena saya khawatir saja, jika Syariat kita kurung dalam kerangka salah satu nama Agama tertentu dampaknya bisa RUNYAM. Karena dalam satu nama Agama saja penerapan dan pemahaman tentang Syariat sudah berbeda-beda loh.
Pak Johan,
Dalam komunitas Islam, ada yang mengatakan kesempurnaan beragama itu ada 4 tingkatan, Syariat, Thareqat, Hakekat dan Ma’rifat. Tetapi karena ada pemilahan-pemilahan seperti ini, maka tak jarang kita terjebak dalam mengaplikasikan aksi, tindakan dan perbuatan dalam menjalani hidup ini berhenti dan mandeg pada stasiun Akal dan Pikiran. Dari sisi Syariat saja sudah bikin RIBUT-RIBUT dan pertengkaran. Apalagi klu sudah masuk dalam wilayah Thareqat…ada yang mengatakan BID’AD dan SESAT..ya kan..??. Dan, dalam komunitas sesama Thareqat sendiri saja juga masih bayak yang saling menyalahkan dan saling mengklaim tentang kebenaran status riwayat SILSILAH keguruan.
Jadi pada prinsipnya, Tuhan itu ada dalam SANGKA-SANGKA hamba-Nya.
Monggo…kita mau menginterpretasikan Tuhan seperti apa dan bagaimana, terserah kita masing-masing. Karena Nabi sajapun tak sanggup memberikan KLARIFIKASI ( tabayun ) tentang keberadaan dan WUJUD serta pengenalan terhadap Tuhan secara kongkret.
Mohon maaf…ngapunten, jika saya tidak bisa memberikan ulasan yang seperti pak Johan harapkan. Karena saya juga masih belajar memahami DIRI.
Mungkin pak Johan bisa mohon bantuan sama penasehat milis Dzikrullah ( bpk. USDEKA ). Karena ulasan-ulasan beliau yang pernah saya baca cukup bagus dan mencerahkan.
Salam
Posted by abahdedhot on Mei 31, 2008 at 8:56 am
@Mas Santri G
Wah… Jadi melempar Bumerang nih
Yang terFAHAMkan kepada Abah setelah diperjalankanNYA… kita pake aja metode atau penjabarannya Syeh Abdul Muhyi dengan konsep tajalli Dzat Nya dalam “Martabat Tujuh”… biar agak-agak nyambung, meskipun amat sangat jauh tak terhingga dengan “kenyataannya”…
Kondisinya Alam Kosong, (awang uwung / suwung), yang dikasih judul Alam Ahadiyah / martabat sepi / martabat laa ta’yun, hanya ada dzat NYA. Kosong yang benar-benar kosong, sehingga tidak ada sesuatupun yang dikenali, benar-benar tanpa kesan, tidak ada “oleh-oleh” apapun dari sana. … Kita hanya “merasa” kehilangan waktu. Hilang kesadaran secara total. Seperti “pass out”. Disimbolkan dengan perjalanan Nabi Musa as. Di Bukit Sinai yang “hilang kesadaran diri”nya, diTAFSIRkan seperti “pingsan”…
Dzat yang tanpa Sifat. Dzat tidak dikenal tanpa Sifat. Belum ada (Sifat Mencipta) apapun… Tidak ada Sifat Qudrat, Iradat, dsb. Belum ada Khaliq – makhluq. Maka tidak ada acara “penyembahan abid – ma’bud” disini.
Jadi bukan alam ini yang disembah.
Alam ini diabaikan saja, ngga apa-apa. Habis ngga ada Kuasa Iradat dsb. Alam yang hanya untuk menandai (memisahkan) adanya sebutan “Tuhan” dan “Rasul”.
Begitulah kira-kira Mas Santri… Kumaha…????
++++++++++++++++++++++++
He..he…Abah,
Klu gak lempar BUMERANG gimana atuh Bah, saya dapet sesuatu…??
Tapi gak sakit kan Bumerang yang saya lempar ke Abah…??? heks..heks..
Yah…tentu bah, Alam dan segala isinya emang harus diabaikan tatkala kita dalam kondisi MANJING. Karena klu tidak kita abaikan katanya ” Fawailul lil Mushollin, Alladzinahum an Sholatihim SAHUN “..
Makasih bah Pencerahannya
Posted by nurma on Juni 2, 2008 at 9:29 pm
aku anggur, IA airnya, maka aku larut dalamNYA.
sgala yg menyentuhku pula “menyentuh”-NYA.
saat kau melihatku maka kau akan melihat-NYA
namun air tetaplah air & anggur tetaplah anggur,
berbeda walau telah bercampur.
( PeDe mode: OFF)
halah.., ngomong opo toh aku iki??
*bingung dewe*
++++++++++++++++++++++
Yah..yah…
Aku berupa serat tembaga dalam Kabel, DIA setrumnya ( powernya ).
Kabel dan Power menyatu, berserikat tapi tak sama.
Gimana supaya bisa MENGENAL-NYA…?? Pegang saja serat tembaganya…dan RASAKAN…!!.
Hoooiiihh…NYETRUM bok…!!
Posted by nurma on Juni 4, 2008 at 5:37 pm
@ mas (gundhul) santri:
Ah betul juga yah??!
nyetrum?
makasi! masukan baru buatku nih, hihihi..
+++++++++++++++++++++++
Hiiii…dah ngrasain pegang SETRUM toh, enak gak ROSONE mbak Nur
Posted by lempung88 on Juni 8, 2008 at 8:39 pm
KEMBALILAH PADA QURAN DAN SUNNAH,
Posted by Santri Gundhul on Juni 8, 2008 at 9:33 pm
@…Mas Lempung88,
Al-Quran yang sampeyan maksud yang mana…?? yang dalam bentuk TULISAN dan dijual di Pasaran ( toko-toko ) itukah…??.
Sunnah yang seperti apa…??
Maturnuwun sarannya, tapi harus jelas dulu apa itu QURAN dan SUNNAH
Posted by zsheefa on Juni 9, 2008 at 10:46 am
@bang santri
mohon pencerahannya.
wal dhokhiru wal bathinu…dialah yang tampak dan tidak tampak.
ketika kita mengamati wujudNya harus lewat wujud mahlukNya atau WUJUD MUTLAK akan tampak bila kita mengamati WJUD MUKOYAT, penampakan wujud tersebut bukan dengan indera penglihatan namun lebih teramati lewat indera PEMAHAMAN.
jikalau kita tarik ke asal muasal bahwa dhokhiru yang dimaksud adalah pada kedudukan sifat yang telah disifati dan bathinu adalah pada kedudukan sifat qiyamuhu binafsihi yang ada pada alam ahadat
tolong dibenahi kang santri
-salam-
+++++++++++++++++++++++
Lah..lah…maturnuwun sanget nambahi kaweruh kulo.
Nggih, DHAHIR ( wad Dhohiru ) Gusti Kang Hakaryo Jagad terekspresi melalui segala yang disifati. Orang Jawa banyak yang menggunakan SIRR 20 ( sifat 20 ) yang memang terkesan lebih simpel dan ” CES PLENG ” dalam memahami Gusti Pengeran ( Allah Ta’ala ). Bathin Gusti merupakan DZAT yang ” Berdiri sendiri ” dan tidak ada segala sesuatu yang bisa ( dapat ) MENYERUPAINYA, sekaligus tidak TERDEFINISIKAN seperti APA dan BAGAIMANA ” ADANYA “.
Posted by penggoda80 on Juni 9, 2008 at 5:04 pm
good artikel dahsyat dan semakin terang benderang
naikan terus dosisnya walau dicampur bahasa jawa juga ga apa2 koq, siapa tau bisa jadi siti jenar modern
-salam-
+++++++++++++++++++++++
Walah…gimana mo dinaikkan wong BBM nya semakin MAHAL je…?? he..he..
Ya..mengalir saja Mas Barlian, tergantung KAREP lan ROSO. Lagian ini kan daripada bengong, yah nulis saja apa adanya walau terkadang NGELANTUR dan MBLARAH isinya.
Salam kenal kembali, Loh…alamat Blognya mana…??
Posted by penggoda80 on Juni 10, 2008 at 10:54 am
@ kang mas santri
se’..se’ iku jenengane sopo kang mas santri. aku dadi ngga ruh mungkin panjenengan salah alamat kang mas….BTW wis mboten nopo2 sing penting aku arep tekon ndise’ karo kang mas…
ngene Ca’…sopo sing iso moco awake dewe pasti iso ngertos karo gusti pangeran
ya…..ZDAT. LISAKAMISLIHI..yang tidak dapat diumpamakan dengan suatu apapun
+++++++++++++++++++++++
Lah…Barlian Sheraz kuwi jenenge sopo to..?? Cak opo Mbak…??. He..he..
Lah pancene yo kudu ngono kuwi, Moco awak dhisik kudu biso, ngerti, weruh lan paham sopo sejatining awake dhewe iki. Nah baru…weruh sejatining Gustimu. Nek wis weruh lan paham, mongko ora bakalan awak ndhewek iki ribut-ribut meneh masalah KEYAKINAN koyo sing dicontone dulur-dulur sing neng Monas wingi kae. Babakan KEYAKINAN kuwi urusan sang PRIBADI menungso karo Gustine ora ono wong liyan sing biso cawe-cawe, opo meneh NYALAHKE. Sebab kabeh mau urusane bali neng Gusti Kang Hakaryo Jagad. koyo sing ditulis neng QS Al Isro’ 84.
Maturnuwun mas/mbak…binun aku mesti ngundang opo.
Posted by Admin on Juli 15, 2008 at 11:56 am
ismulhaq.com
Posted by daun on Agustus 25, 2008 at 10:52 am
Laa ikraha fiddiin nggih, mas!!!
setujuuuu..
Posted by ishariyanto on Desember 27, 2008 at 6:27 pm
dalam penjelasan diatas sy kira kurang jelas tentang apa yg ditulis mgkn saya bs menyumbang sedikit penjelasan dari kalimat “man arofah nafsa wakot arofah robba”,manusia itu hidup harus ada talinya(ada 4),untuk mengetahui 4 itu harus dikawal dgn guru mursid,mencari jati diri jangan pakek rasa entar jd kerumangsan padahal alloh mengatakan “aq seneng manggon nang wong2ngan tinggal rumongso nggedekno roso atau sirring sepuh sepi howo maring sifat wisi sowos”.untuk mengerti tentang kalimat dolek ono tracak e kontol ang layang,galine kangkung,susuane angen at lencari titik ba’harus bersih hati n mikiran untuk penjelasan selanjutnya ……………………………sir roso kulubi ing loh makfud pancar damar pulumge ati jejek ing sir alif
Posted by Eyang Joko on Februari 24, 2009 at 4:39 am
Ass.Wr.Wb. sedoyo ingkang ngambah lemah ugi ingkang mboten ngambah lemah.
kulo nembe mawon maos sedoyo pitutur lan piwulang saking sederek sedoyo. matur nuwun..matur nuwun…, mugi Gusti Alloh ingkang anggadahi alam semesta ugi sedoyo mahluk isen-isen jagad meniko peparing ridho dumateng sedoyo lelampahan kito…..amien…. amien…amien….
Sumonggo dikedapi sedoyo ingkang saget dikedapi…..
Sumonggo disruput ingkang saget disruput…………
Sumonggo diraosaken nopo ingkang saget diraosaken…
Mbok bilih sedoyo wau seget ndadosaken tentremnipun nuso lan bongso, amien…..
Nuwun kulo bade lenggah male, mbok menawi saget ngranggeh sekar arum ingkang mekar ngayomi jagad ugi saget mingkup tanpo nyesekaken dodo. Nuwun.
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
wa’alaikum salam wrwb
Eyang, monggo pinarak kanthi asrep mugi sedoyo sageto andadosaken bingah lan tentreming Manah kito sedoyo.
Posted by Upik on Februari 24, 2009 at 12:24 pm
Aku adalah aku, bukan kamu bukan panjengan…
Aku mampir lagi ya…..
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Nodhorin jamu Beras Kencur racikan khas kota Malang…ha..ha..
Monggo bu, dipun sruput..put..put…
Kencur-ku bukan Kencur-kamu juga bukan Kencur panjenengan..kaks..kaks..
Posted by samson on Februari 25, 2009 at 11:59 am
Aku adalah orang yang “nunut” urung rembug,lantaran kepincut catatan yang nongol dgn nuansa “Mbedani” karo liyan…ya…ada “SESUATU” yg beda dalam rasa dan catatan, dan itu hanya bisa dirasa, pokok..e..aku jadi penasaran….sopo to ? atau opo to kuwi? so…yg jelas ada “Unen-unen ” …sapantuk wahyuning Allah, gya dumilah mangulah ngelmu bangkit, bangkit mikat reh mangukut, kukutaning jiwangga. Iku kang diarani wong sepuh, lir sepuh sepi hawa, awas raraning atunggil” ya…aku akan menjadi awas bila “jadi “Wong Sepuh” sing sepi Hawa”….lalu aku menjadi “AKU” yang lain dengan “Manunggaling Karsa” tumrang kang akarya jagat….maka seperti “HAMKA” pernah menulis, “MAKA YAKINLAH AKU, BAHWA AKU AKAN HILANG TIADA ARTI JIKA AKU MASIH MERASA AKU, TAPI AKU AKAN KEKAL SELAMANYA JIKA AKU LEBURKAN DIRIKU KE DALAM ENGKAU” matur nuwun.
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Wah…mas Samson,
Maturnuwun sudah memberikan pencerahan buat kita-kita semua.
Jika AKU TIADA, maka DIA…ADA.
Jika AKU ADA, maka DIA …TIADA.
Hal ini dalam konsep Jawa bisa diperoleh jika kita2 mau dan ada kemampuan untuk selalu NGRACUT BUSANANING KAMANUNGSAN…
Salam
Posted by hadi wirojati on Februari 25, 2009 at 6:33 pm
nyuwun gunging penggalih poro kadhang kang dahat luhuring budhi… mampir tindakan kesel ngelak luwe lan loro lopo dugi mriki dados asrep ing penggalih.. mugio sedoyo tansah hangasrepi kangge bebrayanagung lan hamemayu hayuning bawono nggih…, mugio tansah sihtresno lan akur mboten padudon rebutan balung…, ingkang mangertos sami njagi lan njagi sasami ingkang dereng dugi ngentosi lan ngupados sarono ingkang dipun babaraken poro kadhang kang winasis…
nuwun..
salam rahayu ingkang sami pinanggih.
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Monggo kawulo aturi pinarak bapak Hadi Wirojati kanti bigahing manah. Injih sarujuk nopo ingkang dados pitedah saking panjenengan mugi kito sedoyo samiyo saget sesrawungan, gandheng tangan Hambangun Karyo kawontenan bumi Nuswantoro meniko kanthi Memayu Hayuning Bawono lumantar Welas Asih ing samubarang gawe.
Nuwun sowanipun pak Hadi
Salam
Posted by amru on Februari 26, 2009 at 6:40 pm
JIKA AKU ADA MAKA DIA MAHA BERADA, JIKA AKU HIDUP MAKA DIA HIDUP, KE MUTLAKAN-MU TIDAK BISA MEMBUAT ENGKAU TIADA ATAUPUN HILANG, ENGKAU ABADI, ENGKAU TANPA AWAL DAN AKHIR.
BENAR KATA2 ORANG BIJAK BAHWA UNTUK MENGENALMU AKU TERKURUNG OLEH JASMANI ATAU NAFSUKU ,ENGKAU MEMANG PERBENDAHARAAN TERSEMBUNYI DAN ENGKAU INGIN DIKENAL, ENGKAU TERLIHAT JELAS DIMATA KEKASIHMU YANG MENGAGUNGKANMU, BAHKAN ENGKAU MENGGELAPKAN MATA MALAIKAT DENGAN CAHAYAMU, DI SIRRI ADA DIRIMU WALAUPUN AKU HARUS MELAMPAUI LAPISAN2 HATI YANG TEBAL WALAUPUN AKU HARUS MELAMPAUI LUBB ,DENGAN IZINMULAH AKAN KUTEMUI ENGKAU DI ALAM KEILAHIAN-MU
Posted by kangBoed on Februari 28, 2009 at 12:09 am
Salam persahabatan dari Bandung mas dari sioon tukang melamun buat sahabatku mas Santri Gundule (OOO) hehehe lamunan yang sungguh membingungkan
Aku siapa aku yaaa?
kulihat dalam diriku aku sedang tersenyum mesra sekali
kulihat dalam dirimu aku pun sedang tersenyum lembut
kulihat kekiri kekanan
kulihat kedepan ke belakang
kulihat keatas ke bawah
kulihat kemanapun kok aku tersenyum maniis sekali
terus akunya di mana ya ????
bingung ???
tambah ooon ???
wah mana ya ??
aku kemanakah aku ???
kok semua jadi aku
Kupukul engkau eeee kupukul diriku sendiri
kucaci enggkau eee kucaci diriku sendiri
kutampar engkau eee kutampar diriku sendiri
waaah waah wah
bener bener ilmu Boomerang
semua kembali ke aku
terus mana yang bukan aku ???
oooooo
makanya camkan baik baik
Rosul berkata :
Rahmatan lill allamin bukan muslimin
Yesus berkata :
Cintai sesamamu seperti mencintai dirimu sendiri
hahahahaha
aku aku aku aku semua aku terus kamu siapa ????
kamu aku kamu aku kamu aku
wah tambah ooon
Salam sejati
Botol Kosong ooooooooooon
***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
Beh..beh…Jiaaaannn BOTOL KOSONG tenan panjenengan Kang Boed. Pengen tenan aku biso kosong Kang.
Lah…pancene tenan kuwi Ajarane YESUS ki…mung WELAS ASIH. Nek neng Islam yo ROHMAN lan ROHIM….heks..anake pak Sudrun si Kembar tonggoku kuwi.
Kang Boed,
ono tembung A-I-U ” Aku-Iki-Urip ”
Hananing Urip sebab ono sing GURIPI
Hananing Kawulo sebab ono GUSTI
Yen ora ono GUSTI yo wis mesthi ora ono KAWULO.
Posted by dodydede on April 6, 2009 at 10:36 pm
apakah keseluruhan itu,
inilah keseluruhan itu,
apa yang berasal dari keseluruhan juga merupakan keseluruhan,
ketika keseluruhan diambil dari keseluruhan,
keseluruhan akan tetap tinggal sebagai keseluruhan,
kosong adalah isi,
isi adalah kosong,
kosong adalah hampa,
hampa adalah isi,
rahayu, rahayu
***~~~~~~~~~~~~~~~***
HENING, HENENG, SUWUNG, KOSONG, HAMPA….
Tiada apa-apa…ning ONO hanane…
ONO hanane..ning ora ono wujude…
MLEBU~METUNE ONO ROSONE….
rahayu Kang Dody
Posted by dodo on Agustus 19, 2009 at 10:01 pm
hati – hati eleng, siapa yg tau sebenarya… hanya BELIAU lah yg tau ALLAH swt…
semua apabila di kaji tidak akan ada habis 2 nya, karna ALLAH maha BESAR…
***~~~~~~~~~~~~~~~***
Iya Kang mas DODO,
Benar dan Salah memang bukan berada diranah pikiran kita dan pikiran memang takkan mampu menjangkau Eksistensi-Nya. Namun melalui Asma, Sifat dan Af’al-Nya yang telah DIGELAR di alam ini, kita bisa menyelaminya dengan URIP~DIRI.
Salam