Siapa SEMAR..??

Batara Semar

MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.

Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.

Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:

  1. tidak pernah lapar
  2. tidak pernah mengantuk
  3. tidak pernah jatuh cinta
  4. tidak pernah bersedih
  5. tidak pernah merasa capek
  6. tidak pernah menderita sakit
  7. tidak pernah kepanasan
  8. tidak pernah kedinginan

kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.

Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.

Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta.

Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.

Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.

Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.

Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.

Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.
Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.

Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar.

SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi. (herjaka)

1 Suro, Kamis Pahing 10 Januari 2008.

40 Tanggapan to this post.

  1. Posted by toeti on Januari 12, 2008 at 4:31 pm

    hore, aku dapat referensi baru tentang tokoh kebanggaanku.. SEMAR.. pokoke semar is number 1, dan tokok ini pula yang sering ngebuat aku rebutan omongan dengan mas TKW yang kalau ngomongin semar gak mau kalah.. payah pokoke om

    Balas

    • Posted by iwan on Juli 31, 2009 at 11:57 am

      semar itu ilmu dua kalimat syahadat yang dibawa oleh Rasullullah melalui Zibril. Pertama kali di lakoni lewat perwayangan oleh Sunan Kalijaga, yang bertujuan untuk mengelabuhi tentara Belanda dalam usaha penyebaran Islam di Jawa. Kenapa? Belanda selain berdagang juga sedang memberi pengaruh ajaran Nasrani yang pada saat itu kebanyakan masyarakat beragama hindu.

      ***~~~~~~~~~~~~~~~***

      Cerita-cerita dari kisah yg beredar mungkin saja seperti itu saudaraku Iwan. Menurut saya itu semua terjadi karena KONFLIK Kepentingan yang didasari oleh Kehendak RAGAWI…bukan Kehendak dari sang URIP.
      Dan AGAMA selalu menjadi ALAT~SARANA yang empuk sebagai kendaraan demi menangguk kepentingan RAGAWI…walaupun peperangan harus terjadi….mengorbankan jutaan Nyawa melayang. Sungguh sebuah perilaku MENYEDIHKAN dan sangat-sangat BURUK.
      Hal ini masih saja terjadi hingga saat ini…detik ini…di sini…di BUmi Tercinta kita….

      Moga kita-kita segera SADAR pada DIRI SEJATI…dan kembali pada kehendak URIP kita.

      Balas

      • Posted by Cak Dayat on Agustus 27, 2009 at 12:49 pm

        Salut buat yang mbaurekso Blog iki. Ajaran jawa asli perlu diuri-uri kembali sebab telah banyak orang jawa sing ilang jawane. Dalam hal ini bukan sok cauvanis, tapi kepribadian jawa asli, yang tanpa dibumbui ajaran-ajaran normatif kapercayan soko monco negara (timur dan barat); telah terkikis habis sehingga masyrakat ora duwe unggah ungguh andhap asor. Semua menang sendiri, apalagi kalo berkuasa atau bolo paling akeh. Ora ono ajaran Ojo dhumeh! “Becik ketitik olo ketoro”. Kata “Eling” selalu dikaitkan dengan surga dan neraka, sehingga sikap eling tidak untuk sesama tapi untuk surga, kalo begini, sesama tidak lagi dianggap penting. Ojo dumeh bolo akeh, eling wong salah bakal seleh!

        Maturnuwun.

        ***~~~~~~~~~~~~~~~~~***

        Matur nuwun rawuhipun Kadang mas DAYAT,

        Injih sarujuk nopo ingkang dados pitedah panjenengan. Kulo namung sadero nyobi NGURI-URI kabudayan Leluhur Bumi Nuswantoro meniko, mugiyo dados PEPADHANG JAGAD ngantos bubaring lelakon.
        Kabudayan Import sakmeniko inggih sae-sae ke mawon umpami dipun selarasaken kaliyan CITA RASA LIDAH Kabudayan Leluhur. Ning wastanipun LAKUNE mboten kados mekaten, malah dipun damel ” NJAJAH ” UGER-UGER lan PIWULANG BUDI PEKERTI kang prayogi saking poro pini sepuh ( leluhur ).

        ELING lan WASPODHO sampun gingsir saking WATAK lan WANTUNIPUN. Kasunyatane sakmeniko tiyang ELING marang GUSTI ingkang Murbeng Dumadi lumantar SHOLAT ( Sembahyang ) mung sadermi-jalaran kepincut kaliyan iming-iming PAHALA lan SURGA. WASPODHO ugi mboten wonten bedone, Waspodho dipun aplikasiaken CURIGO kaliyan tiyang ingkang memeluk AGAMI lain.

        Kahanan meniko ingkang ndadosaken saduluran CONGKRAH~BUBRAH lantaran AGAMI kang arupi KELEMBAGAAN KEYAKINAN.
        Sejatosipun AGAMI miturut Kabudayan Leluhur meniko dipun wastani AGEMING AJI…inggih meniko PRANATAN KAHANAN supados Manungso saget TOTO,TITI, NASTITI lan NGATI-ATI angsalipun bebrayan ing Dumadi.

        Matur nembah nuwun katur Kadang mas DAYAT, mugiyo paring Karaharjan.

        Rahayu

  2. Huiiih…senenge dah ketemu Tokoh Idolanya, wis sekarang ada modal untuk dialog sama Mas nya. Selamat bersenang-senang mbak Tut. Pendongo-koe mugo2 tetap rukun nganti kawijil opo sing penggayuh njenengan…he..he.. Amin.
    Beberapa hari ini aku rodo SUMOLO mbak, soale YM lagi ngadad sama HP belon ketemu, mbuh ki ketlisut neng endi…wis ra po2, enjoy wae lage…

    Balas

  3. muahahaha… mansssstap! “sejatine tan ana apa apa. sing ana kuwi dudu” semaaar ngecawantahhh.. huu huu huu… :mrgreen:

    Balas

  4. eh tapi kok cahaya hitam? bukannya sela cemeng, batu hitam?

    Balas

  5. Huueeeh…lah dalah…
    Kakang-koe Jenang, saya emg gak mau terjebak dengan ” Selo Cemeng atu Batu Hitam ” dalam wujud MATERI..hik..hik…soale mengko mundhak timbul pemahaman bahwa KADIGDAYAN Ki Bodro Noyo jalaran soko Jimat Selo Cemeng, pedahal ora ngono To Kang…??. Mongko tak istilahno CAHAYA yang Hitam. sebagai sesuatu yang NYAMARI. Jadi sebenarnya semua yang ada pada Ki Semar adalah SIMBOL-SIMBOL Kebaikan dan Kebajikan…kiro-kiro Pas gak yah…
    Halah…dipas-pasin saja biar pas…kok repot…heks..heks..

    Balas

  6. Semar
    sarwa samar sinamar
    sinamun sinamudana
    pencapaian filsafat yang sangat tinggi :D dari mbah-mbah kita
    yang makin kehilangan makna karena sangat dikomersialkan
    apalagi dengan adanya semar mesem
    Terus berkarya Mas

    ……………………………………………………….
    Ada kadang soko PUNJERING Nuswantoro
    salam tetepanganinpun kulo terami Mas, mugi panjenengan tan sah pinaringan Prayogi twin Becik sedoyo Keluargo.

    Hi..hi…masih mendingan Mas klu cuman Semar Mesem, lah…sak niki malahan wonten maleh ingkang namine SEMAR MENDEM je…bayar murah langsung DIGDOYO he..he…Kujur tenen to..?

    Balas

  7. ::eh tapi kok cahaya hitam? bukannya sela cemeng, batu hitam…
    pancene santri ghundul , malah menyamarkan semut hitam diatas batu hitam dimalam gelap gulita…
    jadi matine semarsanta ..menghadirkan bathara semar yo…ya..ya..ya….

    Balas

  8. Posted by esensi on Maret 30, 2008 at 8:39 am

    Membaca postingan Mas yg satu ini, mbikin saya inget pada sebait puisi yang pernah saya baca;
    “kemana lagi harus kucari Semar yang ‘kan jadi panutan?”
    .
    Tapi nyatane yo Semar tu nggak usah dicari di negeri carut marut begini. Sebab toh Semar itu pengejawantahan kesempurnaan laku dan moral, seperti halnya kita dituntut untuk menangkap esensi “Muhammad” dalam kehidupan sehari-hari. Semoga panjenengan saget dadi Semar. Upomo mboten saget, kulo wae mboten punopo.

    Pareng…

    **************

    Heks…heks…sumonggo…sumonggo..mugi panjenengan dados Ki SEMAR.
    Inggih leres menawi Semar sejatosipun pengejahwantahan Budi Pekerti dan Moral sedoyo makhluk
    ingkang kekeh gondhelan Nur Muhammad kang aran PEPADHANG.

    Balas

  9. Posted by bayumariachi on Mei 30, 2008 at 3:04 pm

    nyuwun sewu njieh mas

    kulo tiyang jawi asli namung kirang mangertos budaya jawi
    karena kelamaan di rantau hehehe
    apakah eyang Semar ini tokoh yang benar2 ada atau hanya kiasan/perlambang tertentu saja ?
    saya selama ini penggemar semar dan sangat penasaran dengan tokoh satu ini.
    mohon petunjuknya mas.

    matur nuwun

    ++++++++++++++++++++++++

    Sami-sami kulo nggih tiyang Jawi asli Malang, ning nggih mboten pati ngertos kabudayan njawi. Sedoyo niki wau mung jalaran krentek tumut nguri-nguri Kabudayan poro leluhur kok.
    Semar. merupakan SIMBOL dari sifat-sifat kamenungsan yang ada dalam 99 sifat Tuhan yang sudah semestinya perlu kita TELADANI dan diaplikasikan dalam hidup untuk saling ASAH, ASIH dan ASUH terhadap sesama makhluk dengan landasan meningkatkan KESADARAN diri yang berpijak pada sikap SABAR, PASRAH dan IKHLAS dalam beraksi, berbuat dan bertindak dalam melayani sesama.
    Begitu kira-kira mas Bayu.

    Matur nuwun sowanipun.

    Balas

  10. Posted by bayumariachi on Juni 2, 2008 at 1:48 pm

    matur suwun mas penjelasannya :)
    mohon izin untuk ikut ngangsu kaweruh disini, njieh mas

    bayu

    +++++++++++++++++++++++

    Sumonggo kerso mas Bayu, Ndhrekaken….

    Balas

  11. Posted by Rif'@n on November 3, 2008 at 12:50 pm

    kulo badhe tanglet mbah?
    caranipun supados saged gesang ingkang berhasil herjaka)iku pripun???
    Sampun Maturnuwun….

    Balas

  12. Posted by zsheefa on Februari 25, 2009 at 11:23 am

    koq banyakan bahasa jawa ya…kan tdk semua orang yg ngerti bhs jawa mas

    Balas

  13. Gak heran pengetahuan sampean seluas ini, biarpun kita sangat berbeda, sampean gundul saya gondrol, tapi sejatinya tujuan kita sama, semoga sukses mas, terima kasih banyak sudah mampir ke http://www.irengpote.blogspot.com

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Haks….justru adanya PERBEDAAN itulah, HIDUP ini menjadi LEBIH HIDUP…lak ngono tah Cak Gondrol. Iyo cak tujuane podho….mbalik neng ASAL-USULE meneh. Yang berasal dari Tanah akan kembali ke TANAH. Yang berasal dari URIP akan kembali kepada sang Sumber URIP.

    Suwun cak Gondrol…ampiranmu

    Balas

  14. Posted by kangBoed on Maret 16, 2009 at 12:43 pm

    Hehehehe….
    “OJO DUMEH”

    Balas

  15. Posted by kangBoed on Maret 16, 2009 at 12:45 pm

    salam dari Kaki SEMAR widiiiiiiiiiiiiiw kakine segedeu opo yooooo wakakakakak tak salamno wah mabuk tuh hehehe.. biasa mas tempat sampeyan banyak toak aren wuih manstapsss toake… hiiiiii klepeeeek kleeepeeekk lari ah tatuuuut pingsan di tempat sampeyan hehehe…

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***
    Ulur TALI….NJIRET sikile kang Boed..ben ra PLAYON meneh.

    Balas

  16. Posted by suroso on Maret 26, 2009 at 12:52 am

    semar iku semu tur samar samar

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~***
    Heee….kados Semut Cemeng nemplok neng Watu Item…

    Balas

  17. Kalau Semutnya Hitam berjalan di Batu yang Hitam dimalam Gelap Gulita Sendirian dia berjalan, siapa yang tahu semut itu jalan ya……????? Waaah…..!!!! tentunya si Semut sudah mengerti ya… tentang Ilmu Semar..???

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Heks…karena NGERTI itulah si Semut dijadikan KIASAN AJARAN ” TULIS TANPO PAPAN ” SAMAR…dengan menokohkan si Semar dalam dunia atau JAGAD AYANG~AYANG katanya kang MAZ ADJIE…

    Balas

  18. Posted by kangBoed on April 11, 2009 at 1:56 am

    Salam Sayang Mbah PJ dan Mbah Gundul……. semut saaaaakti yaaaa……. samar samar kaya semar….. lama lama tuh watu di telen sama semut yayaya…. watu hitam perlambang kesucian yang samar….

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    TAN SAMAR PAMORING SUKSMO,
    PETENG DHEDHET LELIWUNGAN,
    KATO ONO NING ORA ONO,
    ONO NING RAKENO JINUMPUT,
    ORA ONO NING KROSO NING PANGROSO,

    Balas

  19. tan samar pamoring suksma…
    sinuksmaya winahya hing hasepi..
    sinimpen telenging kalbu pambukaning warana ..
    tarleng saking liyep layaping aluyup…

    suluk sujinah… hehehe…

    ***~~~~~~~~~~~~~~~***

    Nuwun katur Kadang mas Wirojati sampun kerso paring serat Suluk Sujinah…” LIYEP LAYAPING ALUYUP “.
    Hmmm….Hening, Heneng, Winenang…

    Balas

    • Posted by Ngabehi K.M on April 30, 2009 at 2:46 pm

      Jarene Semar kui mula bukane asal usule manungso, he he

      ***~~~~~~~~~~~~~~~***

      He…he…he….juga Kadang Mas Ngabehi,
      Saget…saget dipun wastani kados mekaten, sebab sedoyo wau sejatosipun Gambaran utawi perlambang INTI URIP/HIDUP manungso ingkang dipun wedar kawontenanipun mawi LAKON WAYANG ingkang sejatosipun inggih kasebat JAGAD AYANG-AYANG.

      Balas

  20. salam kenal
    semar memang tokoh misterius antara ada dan tidak/samar2, konon semar bermukim di G Tidar, pernah Semar adu kasekten dgn syeh subakir…tapi bener apa ndak ya ga tahu…

    Balas

    • hehehe.. *ngelirik ke atas*.. benar begitu adanya.. bahwa Eyang Ismaya.. bermukim di gunung Tidar..
      Salam Sayang

      Balas

      • ah tenane lho mbah… *kabuuur* :mrgreen:

      • He eeeh.. asline.. benul.. betuuul.. tapi aneh yaaaa.. kenapa bisa ada di mana saja.. gaaak ngerti aah.. binung.. eee.. bingung.. salam saja dari mBaaah Endhut.. hehehe..
        Salam Sayang..

        *mBah Jenang ituuuuuut…* :mrgreen:

  21. Posted by Gama on Mei 29, 2009 at 9:01 am

    Ngomong-ngomong soal Semar……saya jadi ingat Semarang !!
    Mungkin kata Semarang (kota) itu berasal dari ” Semar atau Samar & Terang “.
    Tersamar ditempat yang nyata !!!!!!!
    Ada juga yang mengatakan ” bersembunyi ditempat yang terang “. Walau sudah terang & nyata ……tapi banyak lho yang nggak tau !!!!
    Wassalam Wr Wb,

    Balas

  22. wah.. baru tau semar sedetil ini nih.. btw tentang ada yang tidak ada agak mirip dengan kata-kata georgias sang nihilis… :) salam kenal :)

    ***~~~~~~~~~~~~***

    Sammmmmaaaa…Saya juga baru tahu.
    Wah..klu yg entuh kagak tahu saya mas…

    Salam kenal juga…meluncur ke TKP

    Balas

  23. Posted by tigaw on Juli 24, 2009 at 9:15 pm

    hahahahaaa SEMAR MESEM kang kalie… hahaha
    artikel yang penuh kejawaan ehhh kejiwaan, sarat petuah dan sangat dalem bila oang tidak mengerti ya paling dibilang artikel biasa aja..
    heheheee ngilink ya mas ditempatku ya? punya massnya biar ndak bolak balik ngebukanya..
    maksih banget saya link duluan ya

    ***~~~~~~~~~~~~~***

    He..he..he…dalam waktu2 luang saya juga suka baca yang ini, sekedar mencoba meresapi dan mencoba mengetrapkan dalam LAKU.

    Monggo silahken…gak pake biaya ADM kok…haaaaaaaa…

    Balas

  24. Posted by kiki hadian on Juli 29, 2009 at 11:01 pm

    Saya minta Izin Tulisannya di copy sama kiki, do’anya supaya bermanfaat Lahir Bahin.

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Monggo…Silahkan saudaraku Kiki jika berkenan.
    Mari kita berniat dengan MADEG ( tulus )~MANTEP( ikhlas)
    ~MADHEP ( pasrah ) dalam segala aksi, tindakan dan perbuatan hanya semata-mata karena mengharap RIDHO-Nya saja.
    Illahi anta Maksudi wa Ridhokamatlubi.

    Balas

  25. Posted by Anonim on Juli 30, 2009 at 1:32 pm

    sedoyo sami samar mboten onten seng jelas, dumugi laras lan leres………………… malah bingung kulo den mas

    ***~~~~~~~~~~~~~***

    Heeeeee….sampun bingung, menawi bingun dipun WALIK ke mawon Klambine…haaaaaaaaaa…
    Dos pundi saged jelas wong sedoyo SUWUNG…halah…

    Balas

  26. ow….salam kenal yak.. link dikau sayah link balik ya.

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Kenal balik mba’ QUINE…boleh saja tukeran Link.
    Klik Taut…copy paste…

    Balas

  27. Posted by wongalus on Agustus 2, 2009 at 1:24 am

    Semar yang tidak jelas tersebut lambat laun akan semakin jelas padhang jingglang. Setidaknya ada dua hal yang bisa membuat rembulan jadi padhang. Pertama hasil olahan akal budi manusia untuk melihat sejatine kasunyatan. kedua hidayah khusus dari Gusti Allah. Dua hal ini kalau bisa diraih maka, kita akan memasuki jaman fajar budi, pencerahan, aufklarung.. yang samar bin semar jadi cerah dan cetho welo-welo.
    Semoga begitu.
    Rahayu ki, matur nuwun lan ngapunten sampun kathah atur kulo ingkang ngawur …

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Injih Kang mas,
    Kita selayaknya segera kembali pada JATI DIRI dan menjadi DIRI sendiri.

    Balas

  28. muantabbbbbbbbbbb

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Surrrrraaaaaaaaaaaaaaannnntttttaaaaaaaabbbb…xiii…xiiii

    Balas

  29. manungso. molaekat. gustiawo. pangeran. kulo nuwon jelentetreane?

    ***~~~~~~~~~~~~~~~~~***

    Kadang mas Nugroho,
    Apa yang bisa dijlentrehke dengan sebutan diatas…??? Karena semuanya merupakan Sandangan LAHIR agar mudah dikomunikasikan antar sesama sebagai TENGER~TANDA saja.
    Jika GUSTIALLOH, PENGERAN bisa terdefinisikan, maka IA bukan lagi Gusti~Pengeran. Hanya RASA saja yang bisa menjelaskan itupun masih belum bisa mendefinisikan. Lah…terussss…???
    Yah gak usah dijelaskan…..haaaaaaaaaaaaaa….

    Monggo dipun RAOSAKEN wonten PENGGALIH piyambak ke mawon

    Balas

  30. ndak perlu ngerti yang penting hapal… dan diteriakkan dengan minimal seribu watt (budeg db) sudah pasti dapat “PAHALA” kencana ha ha ha

    Balas

  31. walah…… podo bingung kabeh yo
    ditonton wae opo sing sakmestine mlaku sak-mlaku mlakune
    tatanan alam semesta sudah sempurna dari asalnya…..
    gak perlu bingung dulur…..

    Balas

  32. hidup adalah hampa sayang

    Balas

  33. Posted by Kudhup Kusumo on Oktober 13, 2009 at 5:19 pm

    membaca Semar adalah membaca Insan Kamil… :D

    “mbegegeg Ugek Ugek sak dulito hemel hemel….. lo le.. lo le…”

    Balas

  34. Posted by ihsan on November 3, 2009 at 1:56 am

    salam kenal,seneng banget baca kawero sampeyan ,jero…..tak enteni..yang lainya mbah….

    Balas

Tanggapi posting ini